Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.068 views

Cahaya Pintu Langit (1)

Mengalami masa-masa kritis antara hidup dan mati, memang tidak semua orang mengalaminya apalagi sewaktu hal itu terjadi kita bisa merasakan langsung aroma kematian itu mendekat ke kita. Dan hal inilah yang dialami seorang Muslimah Indonesia dari keluarga penghafal Quran yang saat ini tinggal di Kuala Lumpur Malaysia. Beliau menceritakan pengalamannya itu di akun Facebooknya. Semoga ada banyak ibroh yang bisa kita ambil dari kisah Muslimah tersebut.

Berikut kisahnya:

Beberapa hari penuh keceriaan kala putra ke enam kami lahir, sengaja belum bisa kubagikan kabar gembira itu disebabkan tugas yang langsung menumpuk. Suamiku berada pada masa 'hectic' urusan 'go_live' di kantor, anak-anak bersiap ujian akhir sekolah, dan belajar mengatur jadwal bersama dengan kehadiran adik baru.

Siang itu kala mentari cerah dengan senyum khas dokterku, hanya 10 menit saja aku berada di dalam ruang bersalin. 'Keajaiban' murojaah ayat-ayat cintaNya adalah hal yang terulang kembali, mempermudah, mempertajam asa dan menularkan energi positif pada jiwa.

Satu hal aneh yang tidak kuketahui darimana asalnya, di setiap sudut kegembiraan kami saat itu, kenapa usai melahirkan aku tak dapat berdiri kembali. Bahkan setelah seminggu selepas bersalin. Sungguh aku linglung, tiba-tiba aku telah menemukan diri ini berada di kamar jenazah.

Ada jeritan tanpa suara, entah berasal dari mana. "Apaaaaa?!" aku dalam kamar jenazah?! bersama jenazah siapakah itu?!"

Aku sendiri adalah Muslimah pemandi dan pengurus jenazah, di setiap tas jinjing atau dompet kecil bawaanku selalu terselip potongan kafan, 'tanda diriku mesti mengingat kematian, agar senantiasa bermuhasabah.

Namun hari itu, bahkan aku lupa hari dan tanggal berapa, aku tak ingat pakaian apa yang kukenakan. Kutemukan diri berada dalam tempat yang seolah hampa udara, sekelilingnya dinding adalah putihdan ada suara-suara merdu memanggil namaku dengan alunan indah sekali.

Aku bengong kebingungan, meskipun sempat tersenyum merasakan harum aroma coklat susu panas kegemaranku di kejauhan.

"Melompatlah! dan berdoa setulus hati!" pekik satu suara, "Ada satu kesempatan lagi, mintalah padaNya!" satu pekikan semangat menambahkan. Dan aku menatap lubang besar yang seolah telah siap menjadi penelan jasadku bulat-bulat.

"Ya Allah... inikah 'ending episode' seorang hamba penuh dosa ini?!" kupejamkan mata, khusyuk penuh harap padaMU. Tiba-tiba jam seolah berhenti detaknya, kuraba pergelangan tangan, detik nafasku pun tak kudapati lagi. Sekilas kulihat baju dan gelang tanganku dilepaskan oleh dokter, lalu kupandangi tangan penerimanya adalah suamiku. Ia lipat gulungan baju itu seraya berurai air mata.

Astaghfirrulloh, benarkah ini kematian?! "kamu berpindah 'casing'..." bisik satu suara.

Innalillahi wa Inna ilayhi roji'uun... benar, di hadapanku ada jasad terbujur. Kutatap lekat-lekat, "ini wajahku, beneran! ya Allah, jasadku terbujur di ruangan ini." Tapi aku sedikit heran, aku nyantai dan tidak panik yah pada waktu itu.

Alhamdulillah, ternyata aku memang tak ada pikiran takut dan sedih kala itu, terutama perihal harta benda dan kondisi anak-anak di rumah. Ada keyakinan penuh dalam dada, "duhai Robbul 'izzati, pasti Engkau uruskan segalanya dengan sebaik-baiknya."

Justru yg paling terpikir adalah kondisi lidah yg penuh bulatan tanda dehidrasi, faghfirlii... "Tadi nyebut : laa ila ha ilalloh pakai kode gimana?" bisik hatiku sendiri. Sungguh tak menyangka tiba-tiba sudut mataku telah dibanjiri derasnya air, dada berdegup penuh tanda tanya, "Mungkin sebentar lagi sosok malaikat menampakkan diri?"

Ya Allah, kuatkan hamba ini dalam menghadapi perjalanan selanjutnya, bisik sudut hatiku lagi.

Ya Allah, tiba-tiba ada lorong putih harus kulalui, yang kemudian 'merasa penuh kesadaran' kulantunkan murojaah al-waqiah (surat yang baru khatam kuhafalkan pada kehamilan kali ini). Dengan bertambah deg-degan, air mata kian menderas karena tiba-tiba hafalanku 'stuck' di ayat: Laa baridiwwalaa kariim...Innahum... innahum... innahum... Astaghfirrulloh... (Duhai Allah, barusan kemarin Engkau simpankan ayat-ayat ini dalam dadaku, saking favouritnya, kuulangi 5 kali setiap hari, namun mengapa 'macet' saat genting begini? seru sudut hatiku, mulai panik.

Aku tertunduk. Terselip penyesalan, seraya mengingat diri bahwa jutaan jiwa ingin bangkit di bulan suci ini meski hanya untuk sedetik saja, alangkah ruginya jika kusia-siakan masa hidup dengan hal-hal yang jauh dari ridhoMu... faghfirlii.

Mencoba menghibur diri dengan istighfar dan hamdalah, seraya kupejamkan mata dan menanti suara-suara berderap yang kian mendekat.... prap, prap, prap.... hening sesaat.

Sungguh, Aku memohon ampunan ya Allah, 'casing yang berganti di alam berbeda ini', semoga berupa bentuk yang baik dan indah. Ya Allah, yaa Rohmaan Yaa Rohiim.

Allah... sebenarnya, bolehkah aku kembali ke rumah, lalu memperbaiki kualitas ibadah diri ini? Badanku mulai bergetar, sekilas kulihat dokter-dokter berkeringat sebesar butiran jagung, dan kupandangi wajahku sendiri dengan sembab.

Seketika detik selanjutnya, kejadian di luar nalarku. Kupandangi ada jutaan tangan di sekeliling tubuhku, tangan-tangan menengadah dan mengetuk pintu langit! Kutatap luasnya langitMu, masyaAllah indah sekali! Ada cahaya merekah setelah jutaan tangan itu mengetuknya. Ya Allah! MasyaaAllah laa quwwata illa billah!

Ternyata jutaan tangan saudara dan sahabatku menghiasi langitMu pada awal jumat Ramadhan ini.

Di antara tangan-tangan tulus itu adalah sosok-sosok anak sholeh, sosok-sosok pecinta sedekah, dan sosok-sosok da'i serta da'iyah, bisik sudut nuraniku.

Dan tiba-tiba pimpinan team dokter yang 'sudah takjub' dengan kondisi kreatinin-ku (2500!!!), menjadi lebih takjub karena beberapa jam kemudian kreatinin menjadi 1500 saja, dan batal cuci darah!

MasyaAllah, 4 komplikasi dan toksin 25% yg sudah menguasai tubuhku perlahan sembuh karena Allah azza wa jalla semata, ini peristiwa spesial berkah Ramadhan. 25 lebih dokter pakar mengatakan, "Baru kali ini kami menangani pasien yang seperti ini, kondisinya dear..."

"Boleh kita sebut peristiwa ajaib Ramadhan kali ini," ujar dokter kepala dengan tersenyum lebar.

Amazing, thankyou Allah.. Sebutlah nama Allah dan sholawat diperbanyak, Kesempatan hidup masih Allah Swt kurniakan buatmu, Sri Yusriani. Bersambung [fq]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
MUI akan Bikin Daftar Game Baik dan Buruk untuk Umat

MUI akan Bikin Daftar Game Baik dan Buruk untuk Umat

Senin, 25 Mar 2019 19:07

Di MRT, Jokowi Kehilangan Simpati

Di MRT, Jokowi Kehilangan Simpati

Senin, 25 Mar 2019 17:40

Klaim MRT Jokowi: Perlawanan Diam Anies Baswedan

Klaim MRT Jokowi: Perlawanan Diam Anies Baswedan

Senin, 25 Mar 2019 17:17

ICMI Minta Kontestan Pemilu 2019 Sampaikan Narasi Positif

ICMI Minta Kontestan Pemilu 2019 Sampaikan Narasi Positif

Senin, 25 Mar 2019 17:03

Cegah Kecurangan, Gerindra Terbitkan Aplikasi ‘Relawan Adil Makmur’

Cegah Kecurangan, Gerindra Terbitkan Aplikasi ‘Relawan Adil Makmur’

Senin, 25 Mar 2019 15:43

Sikap Anies Dipuji atas MRT, tidak dengan Jokowi?

Sikap Anies Dipuji atas MRT, tidak dengan Jokowi?

Senin, 25 Mar 2019 14:43

Muhammadiyah: 1 Ramadhan Jatuh pada 6 Mei, 1 Syawal Jatuh pada 5 Juni

Muhammadiyah: 1 Ramadhan Jatuh pada 6 Mei, 1 Syawal Jatuh pada 5 Juni

Senin, 25 Mar 2019 14:28

Kekhawatiran Orang Tua ke Anak atas Internet

Kekhawatiran Orang Tua ke Anak atas Internet

Senin, 25 Mar 2019 14:17

Teroris Baru di Selandia Baru

Teroris Baru di Selandia Baru

Senin, 25 Mar 2019 14:06

Jokowi Ditinggal Rakyat sebab Dirasa Khianat dan Hukum tak Adil

Jokowi Ditinggal Rakyat sebab Dirasa Khianat dan Hukum tak Adil

Senin, 25 Mar 2019 13:43

Manfaatkan Teknologi untuk Promo Lokasi Wisata

Manfaatkan Teknologi untuk Promo Lokasi Wisata

Senin, 25 Mar 2019 13:17

Politisi Tanya ke Mendagri Soal Bagi-bagi Kalender Bergambar Jokowi

Politisi Tanya ke Mendagri Soal Bagi-bagi Kalender Bergambar Jokowi

Senin, 25 Mar 2019 12:43

Rajab Mulia, Duka New Zealand untuk Semua

Rajab Mulia, Duka New Zealand untuk Semua

Senin, 25 Mar 2019 11:22

Christchurch, antara Daoed Nabi, Brenton Tarrant dan Will 'Eggboy' Connolly

Christchurch, antara Daoed Nabi, Brenton Tarrant dan Will 'Eggboy' Connolly

Senin, 25 Mar 2019 11:07

Di Aceh tak Ada Prabowo dan Sandi, tapi Massa Membludak

Di Aceh tak Ada Prabowo dan Sandi, tapi Massa Membludak

Ahad, 24 Mar 2019 22:41

Koalisi Arab Targetkan Situs Penyimpanan Drone Pemberontak Syi'ah Houtsi di Sana'a

Koalisi Arab Targetkan Situs Penyimpanan Drone Pemberontak Syi'ah Houtsi di Sana'a

Ahad, 24 Mar 2019 22:05

Foto Kocak Rakyat Cegah “Pemecatan”, “Kriminalisasi”, hingga “Penangkapan”

Foto Kocak Rakyat Cegah “Pemecatan”, “Kriminalisasi”, hingga “Penangkapan”

Ahad, 24 Mar 2019 22:01

Diluncurkan Februari, Layanan Fogging Gratis IDC Diminati Masyarakat

Diluncurkan Februari, Layanan Fogging Gratis IDC Diminati Masyarakat

Ahad, 24 Mar 2019 21:49

Di AS Senjata Menewaskan Lebih Banyak Anak Dibandingkan Polisi dan Tentara

Di AS Senjata Menewaskan Lebih Banyak Anak Dibandingkan Polisi dan Tentara

Ahad, 24 Mar 2019 21:45

Jangan jadi Presiden jika Maunya Selalu Dipuji

Jangan jadi Presiden jika Maunya Selalu Dipuji

Ahad, 24 Mar 2019 21:41


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X