Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.950 views

Melindungi Anak dari Kekerasan, Dimulai dari Mana?

Oleh: Khamsiyatil Fajriyah

“Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga” adalah tema Hari Anak nasional tahun ini. Tema ini sangat tepat untuk mengatasi masalah yang dihadapi anak-anak kita berupa kekerasan yang menghantui kehidupan mereka. Melindungi mereka dari kekerasan dengan dimulai dari rumah adalah sesuatu yang harus dilakukan. Itu karena keluarga adalah tempat hidup anak, tempat berlindung, dan menerima kasih sayang dari orang tua dan orang-orang di sekitarnya.

Keluarga sebagai tempat hidup anak, diharapkan adalah sebuah lingkungan yang menentramkan anak. Kasih sayang yang dilimpahkan sangat dibutuhkan oleh mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang mampu menghadapi masalah dengan baik dan mampu bersosialisasi dengan lingkungan masyarakatnya. Semua itu bisa terwujud karena orangtua menjalankan fungsinya dengan baik yaitu memenuhi kebutuhan hidup, melindungi dan memberikan pendidikan yang layak bagi anak.

Namun, keluarga masa kini sudah tidak pada posisi seperti itu. Terbukti dari data KPAI, dari kekerasan yang terus meningkat tiap tahunnya, 91 persen kekerasan dialami anak di lingkungan keluarganya. Fungsi keluarga yang seharusnya menjadi tempat bernaung, berlindung dan mereguk kasih sayang anak, berbalik arah menjadi lingkungan yang mengancam anak. Tidak sekadar melukai mereka, tetapi juga membunuh mereka. Andai mereka selamat dan bertahan hidup setelah menjadi korban kekerasan, kelak mereka akan tumbuh menjadi manusia yang terganggu kepribadiannya dan kehidupan sosialnya. Biasanya pelaku kekerasan adalah korban kekerasan di masa lalunya.

Kasus kekerasan terhadap anak oleh orang tua mereka biasanya dipicu oleh alasan klasik. Orangtua yang depresi karena tekanan beban hidup yang semakin berat, menjadikan anak-anak mereka sebagai objek kekerasan, objek pelampiasan emosi mereka. Kalau sudah seperti itu masalahnya, menunjuk pihak yang bersalah hanya pada si pelaku tidaklah bijak. Karena ternyata ada pelaku kekerasan yang tidak secara langsung ‘turun tangan’. Dialah negara. Karena seharusnya negaralah yang menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar bagi warga negaranya.

 

...Kasus kekerasan terhadap anak oleh orang tua mereka biasanya dipicu oleh alasan klasik. Orangtua yang depresi karena tekanan beban hidup yang semakin berat, menjadikan anak-anak mereka sebagai objek kekerasan, objek pelampiasan emosi mereka...

Sayang, sejak mengadopsi sistem ekonomi liberal, pemerintah Indonesia gagal menjamin kesejahteraan hidup warga negaranya. Akhirnya tekad kuat KPAI mewujudkan perlindungan anak dimulai dari rumah akan menemui jalan buntu. Beban ekonomi keluarga yang semakin berat, lebih disebabkan kebijakan pemerintah. Kenaikan TDL yang drastis sejak bulan April lalu mengambil jatah besar anggaran belanja keluarga. Ditambah semakin beragamnya varian pajak berikut iuran BPJS yang harus dibayar. Sementara itu, harga barang kebutuhan sehari-hari juga ikut naik, daya beli keluarga terus menurun. Jelas semua itu menjadi beban berat bagi orang tua, memicu depresi.

Inilah konsekuensi dari penerapan sistem ekonomi kapitalis liberal. Aset-aset vital yang seharusnya hak rakyat dan seharusnya mereka nikmati, telah diberikan oleh pemerintah secara Cuma-Cuma kepada swasta asing. Disamping itu, tabiat bawaan sistem ekonomi ini yang hanya memperhatikan angka pertumbuhan ekonomi, tetapi mengabaikan distribusi. Hasil akhirnya adalah kesenjangan yang semakin akut.

Menurut Faishol Bashri seorang pakar ekonomi dari Universitas Indonesia, 10 persen orang terkaya di Indonesia menguasai 75,7 persen kekayaan nasional. Dan masyarakat Indonesia lainnya berjibaku memperebutkan sisa kekayaan nasional. Meskipun kelompok kerja di Indonesia termasuk kategori pekerja keras nomor 3 setelah Hongkong dan korea, jatah kerja pun ditambah menjadi rata-rata 49 jam perminggu, pendapatan kelompok pekerja tetap menurun. Di sistem ekonomi kapitalis liberal ini, mustahil keadilan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia bisa diwujudkan.

Dalam sejarah hidupnya, selama empat abad berlangsung, sistem ekonomi kapitalis adalah sumber kekerasan secara langsung maupun tidak langsung. Dengan spirit penjajahan, sistem ekonomi kapitalis melakukan kekerasan secara langsung dengan menguasai sumber-sumber daya alam negeri-negeri jajahannya dengan cara brutal, perbudakan, hingga pemusnahan etnis. Dan kekerasan secara tidak langsung dengan menciptakan standar dan kondisi hidup yang sangat rendah karena rendahnya gaji di negera-negara berkembang, juga menciptakan kantong-kantong kemiskinan di negara-negara kaya.

Peristiwa kekerasan yang cukup menyayat hati sebenarnya telah terjadi di Amerika Serikat, sebagai negara paling kaya di dunia dan kampiun negara kapitalis. Seperti yang digambarkan oleh Prof. DR. Jamil Salmi, Ph.D dalam bukunya Violence and Democratic Society, 20 persen anak anak Amerika Serikat hidup dalam kemiskinan, 3,5 juta penduduk tidak memiliki tempat tinggal(tunawisma), satu dari tiga keluarga yang berpendapatan rendah mengalami kelaparan, 42 juta warganya hidup tanpa jaminan kesehatan, 23.000 orang mati terbunuh dan 50.000 perempuan diperkosa tiap tahunnya, dan Amerika terkenal sebagai konsentrasi penjara terbanyak di dunia.

Nampak nyata, penerapan sistem ekonomi kapitalis ini berhubungan erat dengan kekerasan. Begitupun dengan kekerasan pada anak, yang tidak hanya menjadi masalah akut di Indonesia tetapi juga menjadi masalah global, adalah salah satu jenis kekerasan yang lahir akibat diterapkan sistem ekonomi kapitalis. Semakin erat dunia memegang teguh sistem ekonomi kapitalis, semakin tak bisa diurai masalah kekerasan pada anak. Jadi untuk mewujudkan harapan kita  melindungi anak-anak kita dari kekerasan, mulai saja dengan melepaskan sistem ekonomi kapitalis yang tidak berperikemanusiaan. (riafariana/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Latest News
Pencalonan Jokowi oleh PDIP Dilihat Janggal oleh Pengamat

Pencalonan Jokowi oleh PDIP Dilihat Janggal oleh Pengamat

Sabtu, 24 Feb 2018 16:31

Kronologis PBB yang Dianggap Tak Layak Lolos oleh KPU

Kronologis PBB yang Dianggap Tak Layak Lolos oleh KPU

Sabtu, 24 Feb 2018 15:21

Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Sabtu, 24 Feb 2018 14:21

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Sabtu, 24 Feb 2018 13:21

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Sabtu, 24 Feb 2018 13:14

Milad ke 21 FLP Gelar Seminar Literasi di Solo

Milad ke 21 FLP Gelar Seminar Literasi di Solo

Sabtu, 24 Feb 2018 13:09

Ahok Ajukan PK, Pedri Kasman: Hakim Pasti Tak Asal Kabulkan

Ahok Ajukan PK, Pedri Kasman: Hakim Pasti Tak Asal Kabulkan

Sabtu, 24 Feb 2018 13:06

Hanya di Zaman Ini Orang Gila Menjadi Pembunuh Ulama

Hanya di Zaman Ini Orang Gila Menjadi Pembunuh Ulama

Sabtu, 24 Feb 2018 12:21

Kerjasama dengan Syarikat ITB, Pesan TGB: Agama dan Sain Bangun Peradaban Bangsa

Kerjasama dengan Syarikat ITB, Pesan TGB: Agama dan Sain Bangun Peradaban Bangsa

Sabtu, 24 Feb 2018 11:21

Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Sabtu, 24 Feb 2018 10:39

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Sabtu, 24 Feb 2018 10:21

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sabtu, 24 Feb 2018 09:45

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Sabtu, 24 Feb 2018 09:21

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Sabtu, 24 Feb 2018 08:21

(Video) Bangkitnya (Lagi) Politik Otoritarianisme

(Video) Bangkitnya (Lagi) Politik Otoritarianisme

Sabtu, 24 Feb 2018 05:45

Pengaruh Godaan Jin 'Qarin' Terhadap Pengasuhan Anak

Pengaruh Godaan Jin 'Qarin' Terhadap Pengasuhan Anak

Jum'at, 23 Feb 2018 20:25

Jokowi bukan Capres Pilihan Megawati di 2019?

Jokowi bukan Capres Pilihan Megawati di 2019?

Jum'at, 23 Feb 2018 20:15

[VIDEO-2] Anak Dewa Nyaris Meninggal, Ust Khalid Basalamah: Shalat Solusinya

[VIDEO-2] Anak Dewa Nyaris Meninggal, Ust Khalid Basalamah: Shalat Solusinya

Jum'at, 23 Feb 2018 18:10

[VIDEO] Ma'idaturrahmah 23 Februari berbagi hidangan kepada 130 Dhuafa

[VIDEO] Ma'idaturrahmah 23 Februari berbagi hidangan kepada 130 Dhuafa

Jum'at, 23 Feb 2018 17:55

[VIDEO] Pikulbareng UKM Bebas Riba: Beli Kripik Yammy Babeh Rasa Unik Hanya Rp. 12,000!!

[VIDEO] Pikulbareng UKM Bebas Riba: Beli Kripik Yammy Babeh Rasa Unik Hanya Rp. 12,000!!

Jum'at, 23 Feb 2018 17:24


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X