Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.259 views

Melindungi Anak dari Kekerasan, Dimulai dari Mana?

Oleh: Khamsiyatil Fajriyah

“Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga” adalah tema Hari Anak nasional tahun ini. Tema ini sangat tepat untuk mengatasi masalah yang dihadapi anak-anak kita berupa kekerasan yang menghantui kehidupan mereka. Melindungi mereka dari kekerasan dengan dimulai dari rumah adalah sesuatu yang harus dilakukan. Itu karena keluarga adalah tempat hidup anak, tempat berlindung, dan menerima kasih sayang dari orang tua dan orang-orang di sekitarnya.

Keluarga sebagai tempat hidup anak, diharapkan adalah sebuah lingkungan yang menentramkan anak. Kasih sayang yang dilimpahkan sangat dibutuhkan oleh mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang mampu menghadapi masalah dengan baik dan mampu bersosialisasi dengan lingkungan masyarakatnya. Semua itu bisa terwujud karena orangtua menjalankan fungsinya dengan baik yaitu memenuhi kebutuhan hidup, melindungi dan memberikan pendidikan yang layak bagi anak.

Namun, keluarga masa kini sudah tidak pada posisi seperti itu. Terbukti dari data KPAI, dari kekerasan yang terus meningkat tiap tahunnya, 91 persen kekerasan dialami anak di lingkungan keluarganya. Fungsi keluarga yang seharusnya menjadi tempat bernaung, berlindung dan mereguk kasih sayang anak, berbalik arah menjadi lingkungan yang mengancam anak. Tidak sekadar melukai mereka, tetapi juga membunuh mereka. Andai mereka selamat dan bertahan hidup setelah menjadi korban kekerasan, kelak mereka akan tumbuh menjadi manusia yang terganggu kepribadiannya dan kehidupan sosialnya. Biasanya pelaku kekerasan adalah korban kekerasan di masa lalunya.

Kasus kekerasan terhadap anak oleh orang tua mereka biasanya dipicu oleh alasan klasik. Orangtua yang depresi karena tekanan beban hidup yang semakin berat, menjadikan anak-anak mereka sebagai objek kekerasan, objek pelampiasan emosi mereka. Kalau sudah seperti itu masalahnya, menunjuk pihak yang bersalah hanya pada si pelaku tidaklah bijak. Karena ternyata ada pelaku kekerasan yang tidak secara langsung ‘turun tangan’. Dialah negara. Karena seharusnya negaralah yang menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar bagi warga negaranya.

 

...Kasus kekerasan terhadap anak oleh orang tua mereka biasanya dipicu oleh alasan klasik. Orangtua yang depresi karena tekanan beban hidup yang semakin berat, menjadikan anak-anak mereka sebagai objek kekerasan, objek pelampiasan emosi mereka...

Sayang, sejak mengadopsi sistem ekonomi liberal, pemerintah Indonesia gagal menjamin kesejahteraan hidup warga negaranya. Akhirnya tekad kuat KPAI mewujudkan perlindungan anak dimulai dari rumah akan menemui jalan buntu. Beban ekonomi keluarga yang semakin berat, lebih disebabkan kebijakan pemerintah. Kenaikan TDL yang drastis sejak bulan April lalu mengambil jatah besar anggaran belanja keluarga. Ditambah semakin beragamnya varian pajak berikut iuran BPJS yang harus dibayar. Sementara itu, harga barang kebutuhan sehari-hari juga ikut naik, daya beli keluarga terus menurun. Jelas semua itu menjadi beban berat bagi orang tua, memicu depresi.

Inilah konsekuensi dari penerapan sistem ekonomi kapitalis liberal. Aset-aset vital yang seharusnya hak rakyat dan seharusnya mereka nikmati, telah diberikan oleh pemerintah secara Cuma-Cuma kepada swasta asing. Disamping itu, tabiat bawaan sistem ekonomi ini yang hanya memperhatikan angka pertumbuhan ekonomi, tetapi mengabaikan distribusi. Hasil akhirnya adalah kesenjangan yang semakin akut.

Menurut Faishol Bashri seorang pakar ekonomi dari Universitas Indonesia, 10 persen orang terkaya di Indonesia menguasai 75,7 persen kekayaan nasional. Dan masyarakat Indonesia lainnya berjibaku memperebutkan sisa kekayaan nasional. Meskipun kelompok kerja di Indonesia termasuk kategori pekerja keras nomor 3 setelah Hongkong dan korea, jatah kerja pun ditambah menjadi rata-rata 49 jam perminggu, pendapatan kelompok pekerja tetap menurun. Di sistem ekonomi kapitalis liberal ini, mustahil keadilan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia bisa diwujudkan.

Dalam sejarah hidupnya, selama empat abad berlangsung, sistem ekonomi kapitalis adalah sumber kekerasan secara langsung maupun tidak langsung. Dengan spirit penjajahan, sistem ekonomi kapitalis melakukan kekerasan secara langsung dengan menguasai sumber-sumber daya alam negeri-negeri jajahannya dengan cara brutal, perbudakan, hingga pemusnahan etnis. Dan kekerasan secara tidak langsung dengan menciptakan standar dan kondisi hidup yang sangat rendah karena rendahnya gaji di negera-negara berkembang, juga menciptakan kantong-kantong kemiskinan di negara-negara kaya.

Peristiwa kekerasan yang cukup menyayat hati sebenarnya telah terjadi di Amerika Serikat, sebagai negara paling kaya di dunia dan kampiun negara kapitalis. Seperti yang digambarkan oleh Prof. DR. Jamil Salmi, Ph.D dalam bukunya Violence and Democratic Society, 20 persen anak anak Amerika Serikat hidup dalam kemiskinan, 3,5 juta penduduk tidak memiliki tempat tinggal(tunawisma), satu dari tiga keluarga yang berpendapatan rendah mengalami kelaparan, 42 juta warganya hidup tanpa jaminan kesehatan, 23.000 orang mati terbunuh dan 50.000 perempuan diperkosa tiap tahunnya, dan Amerika terkenal sebagai konsentrasi penjara terbanyak di dunia.

Nampak nyata, penerapan sistem ekonomi kapitalis ini berhubungan erat dengan kekerasan. Begitupun dengan kekerasan pada anak, yang tidak hanya menjadi masalah akut di Indonesia tetapi juga menjadi masalah global, adalah salah satu jenis kekerasan yang lahir akibat diterapkan sistem ekonomi kapitalis. Semakin erat dunia memegang teguh sistem ekonomi kapitalis, semakin tak bisa diurai masalah kekerasan pada anak. Jadi untuk mewujudkan harapan kita  melindungi anak-anak kita dari kekerasan, mulai saja dengan melepaskan sistem ekonomi kapitalis yang tidak berperikemanusiaan. (riafariana/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Infaq Dakwah Center

Tragedi Ampli Berdarah, Muhammad Zahra Tewas Dibakar Massa. Ayo Bantu Keluarga Yatim..!!

Tragedi Ampli Berdarah, Muhammad Zahra Tewas Dibakar Massa. Ayo Bantu Keluarga Yatim..!!

Usai shalat asar dalam perjalanan pulang, pria ini dituduh mencuri ampli mushalla. Tanpa pembuktian dan pengadilan, ia dianiaya, dikepruk, ditelanjangi dan dibakar hingga tewas....

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Puluhan muallaf Desa Bombanon hidup menumpang di rumah-rumah Kristen yang kental dengan suasana Salib. Makanan tidak terjamin dari babi dan makanan haram lainnya. ...

Yatim Berprestasi ini Akan Lanjut Kuliah ke Al-Azhar Kairo, Butuh Biaya 13 Juta. Ayo Bantu..!!!

Yatim Berprestasi ini Akan Lanjut Kuliah ke Al-Azhar Kairo, Butuh Biaya 13 Juta. Ayo Bantu..!!!

Yatim putra Makassar ini mendapatkan beasiswa program S1 di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, tapi terkendala biaya transport. Ayahnya sudah wafat, ibunya seorang guru ngaji....

Mutsana Anak Mujahid Dirawat Intensif di Rumah Sakit Karena Kelainan Imunitas. Ayo Bantu..!!

Mutsana Anak Mujahid Dirawat Intensif di Rumah Sakit Karena Kelainan Imunitas. Ayo Bantu..!!

Anak mujahid ini tergolek di rumah sakit, sementara sang ayah sedang menjalani ujian penjara akibat amaliah jihad bersama Kafilah Mujahidin Aceh beberapa tahun silam. ...

Balita Ahmad Alvaro Komplikasi Jantung, Otak, Pernafasan dan Paru-paru. Ayo Bantu..!!!

Balita Ahmad Alvaro Komplikasi Jantung, Otak, Pernafasan dan Paru-paru. Ayo Bantu..!!!

Dalam usia dua tahun sudah menderita komplikasi lahir batin. Lahir tanpa belaian sang ayah, ia mengidap penyakit jantung, pengecilan otak, gangguan pernafasan dan paru-paru. Ia sudah dioperasi...

Latest News
Dalam 3 Hari 59 Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Udara Koalisi Pimpinan AS di Raqqa

Dalam 3 Hari 59 Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Udara Koalisi Pimpinan AS di Raqqa

Jum'at, 18 Aug 2017 17:00

Setelah 'Mangkrak' Hampir 2 Tahun, SBG Akan Lanjutkan Lagi Proyek Perluasan Masjidil Haram

Setelah 'Mangkrak' Hampir 2 Tahun, SBG Akan Lanjutkan Lagi Proyek Perluasan Masjidil Haram

Jum'at, 18 Aug 2017 15:40

Hari Kemerdekaan, Pikulbareng.com Diluncurkan untuk Lepas Jeratan Riba Pengusaha Muslim

Hari Kemerdekaan, Pikulbareng.com Diluncurkan untuk Lepas Jeratan Riba Pengusaha Muslim

Jum'at, 18 Aug 2017 13:32

(Video) Suara Hati Mualaf Merry Sinaga, Rela Tinggalkan Keluarga Demi Pertahankan Iman

(Video) Suara Hati Mualaf Merry Sinaga, Rela Tinggalkan Keluarga Demi Pertahankan Iman

Jum'at, 18 Aug 2017 13:25

Sebut Kebijakan FDS Langgar Hak Anak, KPAI Didesak Minta Maaf

Sebut Kebijakan FDS Langgar Hak Anak, KPAI Didesak Minta Maaf

Jum'at, 18 Aug 2017 13:24

Kasus First Travel: Peringatan keras bagi Jamaah, Pengusaha Umroh, dan Pemerintah

Kasus First Travel: Peringatan keras bagi Jamaah, Pengusaha Umroh, dan Pemerintah

Jum'at, 18 Aug 2017 11:12

Selain Paparkan Kemajuan, Pidato Jokowi Harusnya Juga Jawab Keresahan Rakyat

Selain Paparkan Kemajuan, Pidato Jokowi Harusnya Juga Jawab Keresahan Rakyat

Jum'at, 18 Aug 2017 10:57

Doa ustadz Bachtiar Nasir di HUT RI: Tanah Indonesia adalah Bagian dari Akidah Kami

Doa ustadz Bachtiar Nasir di HUT RI: Tanah Indonesia adalah Bagian dari Akidah Kami

Kamis, 17 Aug 2017 22:13

Pesan Bung Hatta: Tiada Guna Merdeka jika Tak Bahagiakan Rakyatnya secara Jasmani & Rohani

Pesan Bung Hatta: Tiada Guna Merdeka jika Tak Bahagiakan Rakyatnya secara Jasmani & Rohani

Kamis, 17 Aug 2017 21:31

1 Tentara AS Tewas dalam Operasi yang Menargetkan Pejuang IS di Timur Afghanistan

1 Tentara AS Tewas dalam Operasi yang Menargetkan Pejuang IS di Timur Afghanistan

Kamis, 17 Aug 2017 20:52

Perjuangan Melawan 'Penjajahan'  Harus Dilanjutkan

Perjuangan Melawan 'Penjajahan' Harus Dilanjutkan

Kamis, 17 Aug 2017 18:42

Raja Salman Perintahkan Buka Perbatasan Saudi untuk Izinkan Masuk Jamaah Calon Haji Qatar

Raja Salman Perintahkan Buka Perbatasan Saudi untuk Izinkan Masuk Jamaah Calon Haji Qatar

Kamis, 17 Aug 2017 16:49

Satgas PA Sebut Ada Oknum Gunakan KPAI untuk Kepentingan Politik Terkait FDS

Satgas PA Sebut Ada Oknum Gunakan KPAI untuk Kepentingan Politik Terkait FDS

Kamis, 17 Aug 2017 15:35

Dakwaan JPU Tidak Cermat, Alfian Tanjung dan Pengacara Ajukan Keberatan

Dakwaan JPU Tidak Cermat, Alfian Tanjung dan Pengacara Ajukan Keberatan

Kamis, 17 Aug 2017 15:04

Sudahkah Kita

Sudahkah Kita "Merdeka"?

Kamis, 17 Aug 2017 13:16

Merdeka Sesungguhnya Harus PIKULBARENG Beban Bersama-sama! Gabung Yuk

Merdeka Sesungguhnya Harus PIKULBARENG Beban Bersama-sama! Gabung Yuk

Kamis, 17 Aug 2017 12:50

Koordinator ITJ Pusat: Umat Islam Sudah Memberikan Segalanya bagi Kemerdekaan Indonesia

Koordinator ITJ Pusat: Umat Islam Sudah Memberikan Segalanya bagi Kemerdekaan Indonesia

Kamis, 17 Aug 2017 12:32

Pemberontak Syi'ah Houtsi Usir Paksa Para Pasien dari Rumah Sakit di Yaman

Pemberontak Syi'ah Houtsi Usir Paksa Para Pasien dari Rumah Sakit di Yaman

Kamis, 17 Aug 2017 11:56

72 Tahun Indonesia Merdeka, Sejarawan Muslim: Umat Islam Harus Rapatkan Barisan Jangan Terprovokasi

72 Tahun Indonesia Merdeka, Sejarawan Muslim: Umat Islam Harus Rapatkan Barisan Jangan Terprovokasi

Kamis, 17 Aug 2017 10:23

Sebab Anak Soekarno, Megawati Terpilih sebagai Dewan Pengarah UKP-PIP, Politisi: Apakah Pancasilais?

Sebab Anak Soekarno, Megawati Terpilih sebagai Dewan Pengarah UKP-PIP, Politisi: Apakah Pancasilais?

Kamis, 17 Aug 2017 09:53


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X