Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.949 views

Larangan Aturan Jilbab di Sekolah, Anti Bineka atau Anti Agama?

Oleh: Nailil Inayah, M.Pd (Pengamat Pendidikan)

Di bulan Juli di mana saat siswa baru mulai mendaftar ulang sekolah, di kota Yogyakarta khususnya jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP)  beberapa sekolah memberikan surat pengumuman himbauan seragam sekolah panjang untuk muslimah dan berkerudung.

Hal tersebut mengundang protes dan sikap kontroversial dari ketua DPR Kota Yogyakarta, Sujanarko, yang menyebut bahwa himbauan sejumlah sekolah menengah pertama negeri agar siswa yang beragama Islam mengenakan seragam panjang dan berkerudung menurutnya tidaklah tepat. Lebih lanjut, menurutnya, himbauan ini tidak sesuai dengan semangat kebhinekaan dan keragaman, serta menyalahi toleransi dan nasionalisme (Tempo.co/18/7/2017). 

Dalam hal ini, ia menuding pihak Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta lengah dan meminta Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk segera menyikapinya.

Sementara itu, pihak Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana menyatakan bahwa dalam pedoman pakaian sekolah dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan ihwal aturan seragam sekolah dalam Permendikbud Nomor 45 tahun 2014 tidak adea penjelasan sisiwi di sekolah negeri wajib mengenakan jilbab ataupun sebaliknya (dilarang mengenakan jilbab).

Sehingga, tidak mengapa memberikan himbauan berbusana muslimah atau berjilbab bagi siswi muslimah karena itu merupakan kewajiban di dalam agama Islam dan tidak ada kaitannya dengan intoleransi. Sebagaimana jika seorang muslim atau muslimah diwajibkan sholat apakah termasuk intoleransi, tentu saja tidak kan.

Demikian juga dipaparkan oleh Sukirno, Kepala Sekolah SMPN 11, bahwa surat pengumuman seragam sekolah yang dikeluarkan tersebut merupakan himbauan semata bukan mewajibkan, karena dengan pertimbangan penumbuhan karakter sesuai dengan visi dan misi sekolah yakni meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Sugiharjo, Kepala SMPN 7 Yogyakarta. Ia menyatakan bahwa edaran yang dikeluarkannya merupakan himbauan kepada siswi-siswi muslimah karena ia mengharapkan orang beragama haruslah sesuai dengan tuntunan agamanya. Oleh karena itu ia menghiumbau kepada siswi-siswinya bukan memaksakan.

Upaya membenturkan syariah khususnya jilbab atau pakaian muslimah dan kerudung dengan kebhinekaan dan toleransi bukanlah hal yang sepatutnya dilakukan. Berbusana muslimah/ berjilbab merupakan tuntunan agama dan konsekuensi orang beragama adalah menjalankan aturan agamanya. Sebelumnya, kasus-kasus pelarangan siswi berkerudung sudah lebih awal dan sering terjadi sejak masa orde baru hingga reformasi, bahkan di dalam negeri maupun di luar negeri.

Inikah toleransi, ketika itu siswi-siswi muslim hendak menunaikan ajaran agamanya dan menunjukkan identitas keislaman dirinya dengan hijab justru mendapat pertentangan yang keras dari sekolah-sekolah negeri bahkan pada tahun 1991-an  begitu sulitnya di era tersebut mencari sekolah yang membolehkan siswinya berkerudung saat sekolah. Kasus pelarangan jilbab tersebut kian santer hingga sampai ke kursi pengadilan karena siswi-siswi yang ingin memperjuangkan keyakinannya untuk bisa menutup auratnya ketika sekolah. Sekali lagi, inikah toleransi?!

Kini, ketika di satu sisi ada regulasi sekolah yang memberikan sedikit ‘ruang’ bagi siswi-siswi untuk berhijab bahkan mensuasanakan keimanan dan ketaqwaan dalam rangka pencapaian visi dan misis sekolah atau kurikulum nasional tentang karakter justru dianggap intoleran dan anti kebhinekaan atau mengancam nasionalisme. Sangat miris. Sebab, di sisi lain ketika melihat tontonan remaja saat ini yang mengumbar aurat seperti tayangan-tayangan sinetron anak sekolah yang mengenakan seragam sekolah yang ketat dan tinggi di atas lutut sehingga merangsng syahwat lawan jenisnya.

Tidak dapat dipungkiri hal ini menjadi prototipe bagi siswi-siswi dalam berseragam di sekolah dan pada akhirnya mengantarkan pada maraknya kasus perkosaan dan kehamilan di luar nikah bagi para remaja saat ini. Lantas di manakah kesalahan sekolah yang menetapkan kebijakan menghimbau siswi-siswinya menutup aurat mereka, menetapkan seragam yang sesuai dengan tuntunan agama mereka sekaligus menerapkan nilai-nilai etika kesopanan dan budaya berpakaian ketimuran? Sungguh ironi sekali, jika siswi-siswi yang berpakaian ketat dan sekolah-sekolah yang mengijinkannya tidak menjadi sorotan para pejabat negeri tapi justru segala yang berbau syariah Islam harus dituding anti kebhinekaan dan keragaman.

Demikianlah Islamphobia yang digulirkan saat ini justru menjadikan umat Islam yang berada di negeri yang mayoritas penduduknya muslim harus dituding dengan berbagai tuduhan bahkan regulasi pemerintahan tidak memberikan ‘ruang’ dengan porsi yang sebanding.

Jika yang dipermasalahkan adalah status kenegerian sekolah, maka betapa sempitnya blok mental yang ditanamkan sistem negara ini sehingga harus mengkotak-kotakkan muatan agama yang diberikan berdasarkan status kenegerian sekolah. Selama ini doktrin sistem sekuler adalah sekolah swata lah yang wajar lebih kental muatan agama Islamnya dibandingkan sekolah negeri. Sedangkan sekolah negeri harus lebih moderat, toleran dan nasional.Kita sadari atau tidak, Inilah diskriminasi yang sesungguhnya. Adakah aturan agama Islam membeda-bedakan demikian?tentu saja tidak.

Seharusnya sekolah negerilah sebagai acuan, panutan dan teladan bagi sekolah-sekolah swasta dari semua aspek bukan hanya kualitas akademik namun juga dari sisi ketaatan agama, akhlakul karimah, kesopanan dalam berseragam dan sebagainya.

Oleh karena itu, mari kita wujudkan regulasi pendidikan yang sesuai dengan cita-cita pendidikan bangsa tanpa mendiskreditkan aturan agama. Sejatinya keduanya saling bersesuaian bukan bertentangan maka tidak perlu dipertentangkan.

Generasi penerus bangsa yang baik adalah generasi yang dilahirkan dari regulasi pendidikan yang baik dari sistem pemerintahan yang baik pula, yakni sistem regulasi dari Sang Pencipta alam semesta, Allah SWT. Wallahu a’lam bis shawab. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Sudah 9 hari bayi Tazkia kritis terinfeksi toxoplasma. Sang ayah, Ustadz Yusron pengasuh pesantren Tahfizh Al-Qur'an Sukoharjo terbentur biaya yang sudah mencapai 31 juta rupiah...

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Mujahid Dakwah ini mengalami kecelakaan hebat: rahangnya bergeser harus dioperasi; bibir atas sobek hingga hidung; tulang pinggul retak. Ayo bantu supaya bisa beraktivitas dakwah lagi....

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Tak berselang lama setelah berikrar masuk Islam bersama seluruh keluarganya, Ganda Korwa wafat meninggalkan istri dan 6 anak yatim. Kondisi mereka sangat mengenaskan....

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Tanpa didampingi ayah-bunda, ia menahan perihnya tumor ganas. Daging tumor dengan luka menganga menutupi separo wajahnya. Studi di Pesantren pun tidak sanggup ditempuhnya sampai tamat....

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Latest News
Membaca Masa Depan Media Massa Islam

Membaca Masa Depan Media Massa Islam

Jum'at, 24 Nov 2017 06:06

Tuhan-tuhan Kecil Negeri, Obral Janji dan Memperkaya Diri Sendiri

Tuhan-tuhan Kecil Negeri, Obral Janji dan Memperkaya Diri Sendiri

Kamis, 23 Nov 2017 23:43

Persekusi terhadap Aktivis Dakwah Islam

Persekusi terhadap Aktivis Dakwah Islam

Kamis, 23 Nov 2017 23:19

Laporan: Pangeran dan Pejabat Saudi yang Ditahan Terancam Dipenjara Jika Tidak Serahkan Kekayaan

Laporan: Pangeran dan Pejabat Saudi yang Ditahan Terancam Dipenjara Jika Tidak Serahkan Kekayaan

Kamis, 23 Nov 2017 20:07

Konferensi Internasional Kajian Stratejik Global Angkat Isu perdamaian

Konferensi Internasional Kajian Stratejik Global Angkat Isu perdamaian

Kamis, 23 Nov 2017 17:32

Tabligh Akbar GNPF Bogor: Reuni 212 Pererat Ukhuwah Islamiyah

Tabligh Akbar GNPF Bogor: Reuni 212 Pererat Ukhuwah Islamiyah

Kamis, 23 Nov 2017 17:18

(Video) Wantim MUI Kecam MK yang Sahkan Aliran Kepercayaan

(Video) Wantim MUI Kecam MK yang Sahkan Aliran Kepercayaan

Kamis, 23 Nov 2017 16:58

Waspada Adu Domba Kaum Muslimin

Waspada Adu Domba Kaum Muslimin

Kamis, 23 Nov 2017 16:31

Hapus Konten Pornografi Disemua Media

Hapus Konten Pornografi Disemua Media

Kamis, 23 Nov 2017 14:00

Partai-partai Politik Palestina Setuju Adakan Pemilu pada Akhir 2018

Partai-partai Politik Palestina Setuju Adakan Pemilu pada Akhir 2018

Kamis, 23 Nov 2017 12:00

Koalisi Pimpinan Saudi Akan Buka Blokade Pelabuhan Yaman untuk Kemanusiaan

Koalisi Pimpinan Saudi Akan Buka Blokade Pelabuhan Yaman untuk Kemanusiaan

Kamis, 23 Nov 2017 10:00

(Video) Ustadz Bachtiar Nasir: Boikot Film Naura dan Genk Juara !

(Video) Ustadz Bachtiar Nasir: Boikot Film Naura dan Genk Juara !

Kamis, 23 Nov 2017 09:27

87 Warga Suriah Tewas 352 Terluka Akibat Pemboman Rezim Assad di Ghouta Timur

87 Warga Suriah Tewas 352 Terluka Akibat Pemboman Rezim Assad di Ghouta Timur

Kamis, 23 Nov 2017 08:27

Efek Domino Tiga BUMN Diprivatisasi Lagi

Efek Domino Tiga BUMN Diprivatisasi Lagi

Rabu, 22 Nov 2017 23:12

Bareskrim Hentikan Dugaan Ujaran Kebencian Viktor Laiskodat, HNW: Aneh, padahal Ada Pidananya

Bareskrim Hentikan Dugaan Ujaran Kebencian Viktor Laiskodat, HNW: Aneh, padahal Ada Pidananya

Rabu, 22 Nov 2017 22:35

Anggota Parlemen Mesir Minta Presiden Al-Sisi Bebaskan Para Pemuda Tak Bersalah dari Penjara

Anggota Parlemen Mesir Minta Presiden Al-Sisi Bebaskan Para Pemuda Tak Bersalah dari Penjara

Rabu, 22 Nov 2017 22:22

Pengadilan PBB Vonis Penjara Seumur Hidup 'Jagal Bosnia' Jenderal Ratco Mladic

Pengadilan PBB Vonis Penjara Seumur Hidup 'Jagal Bosnia' Jenderal Ratco Mladic

Rabu, 22 Nov 2017 21:45

Sejak 2014 Setnov Sudah Dicitrakan Negatif oleh KPK

Sejak 2014 Setnov Sudah Dicitrakan Negatif oleh KPK

Rabu, 22 Nov 2017 21:35

Setnov Tersangka, Sudah Sejak Lama Ditarget?

Setnov Tersangka, Sudah Sejak Lama Ditarget?

Rabu, 22 Nov 2017 20:35

Kesetiaan Teman dapat Terlihat dalam Keadaan Susah

Kesetiaan Teman dapat Terlihat dalam Keadaan Susah

Rabu, 22 Nov 2017 19:35


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Selasa, 21/11/2017 12:35

Rina Nose "HIDUNG PESEK" Dalam Sorotan