Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
18.179 views

Suara Hati Ibu yang Memiliki Nurani, Dukungan untuk Bu Elly Risman

Saya merasa sangat sedih dengan apa yang menimpa Bu Elly.

Menurut saya, beliau tak sepenuhnya salah.
Hanya standar saja yang berbeda. Apalagi hal yang beliau komentari terkait erat dekat dengan salah satu pemicu kerusakan moral generasi. Ya soal pornoaksi dan pornografi.

Bagi orang normal dan masih menjunjung tinggi adat ketimuran, pakaian dan gaya GB itu jelas mempertontonkan pornografi dan pornoaksi.

Apalagi jika kita cek berita, saat manggung ada personel yang memakai rok saking pendeknya sampai celdamnya kelihatan.

Kostum yang dipakai saat aksi panggung/video clip adalah pakaian ketat atau rok super pendek, baju you can see, dan juga memperlihatkan pusar. *saya sudah cek beberapa di youtube

Seksi sekali bukan?

Itu untuk ukuran orang normal dan masih menjunjung budaya timur, iya. Apalagi jika menggunakan standar muslim. Lebih jelas lagi.

Kita tahu Bu Elly adalah seorang muslimah plus orang yang separuh hidupnya didedikasikan untuk berjuang di jalur parenting.

Beliau menangani banyak korban kecanduan pornografi. Mendengar langsung curhatan korban atau ortu korban. Melihat dan mendengar langsung cerita atau foto-foto kasus pornografi.

*sudah banyak beredar contoh-contoh kasus pornografi sampai seks bebas dikalangan remaja yang dipaparkan Bu Elly dalam seminarnya. Mengerikan saat anak SMP hanya memerlukan waktu beberapa menit saja untuk melakukan penetrasi, itupun di tangga (sekolah?), karena foreplaynya sudah melalui gadget. Dll... Dll...

Beliau merasakan langsung.

Maka, sangat wajar ketika mendengar soal SNSD girlband seksi Itu akan diundang ke Indonesia beliau sangat gusar.

Soal perbedaan penafsiran 'simbol seks' bagi orang normal tentu dapat memahami apa yang dimaksud oleh Bu Elly apalagi dengan latar belakang beliau. Walau bagi masyarakat yang sudah terbiasa terpapar pemandangan demikian dianggap terlalu berlebihan.

Soal pemisalan 'pelacur' bukankah memang begitu jamaknya pakaian para pelacur? Sengaja mengumbar aurat untuk memancing kumbang datang?

Memang mereka dari luar negeri, dari negara bebas yang mungkin berpakaian seperti itu adalah biasa, mereka tak bisa disalahkan toh? Di Indonesia juga banyak artis yang manggung dengan kostum dan goyangan hot.

Tapi, hei, tunggu dulu, bukankan mereka akan diundang ke negeri ini? Secara resmi, oleh negara pula. Lepas dari dalih bahwa kedatangan mereka bukan pada moment kemerdekaan, tapi untuk Asian Games, tapi jelas, untuk apa negara mengundang girlband macam itu?

Belum cukupkah kerusakan moral remaja yang terjadi di negeri ini hingga harus ditambah dengan sajian mubadzir dan pornoaksi dari girlband yang difasilitasi negara? Apa manfaat yang bisa diambil?

Dan... Lihatlah reaksi dari para fans girlband tersebut dan para netizen atas cuitan Bu Elly, sangat jauh dari adab sopan santun pada orang tua, seorang tokoh pula, bukan tokoh sembarangan tapi seseorang yang sangat tulus, dan besar cinta dan kepeduliannya dalam membawa misi penyelamatan anak-anak Indonesia dari kesalahan pengasuhan dan juga bahaya pornografi. Orang yang memperjuangkan mereka.

Andai mereka tahu getar suara beliau, isak yang tertahan hingga air mata yang mengalir serta seraknya suara beliau saat memaparkan parahnya kondisi remaja kita. Andai mereka tahu perjuangan seorang nenek yang pantang menyerah berjuang demi generasi masa depan. Andai mereka tahu...😭😭😭

Tapi, lihatlah, terpampang di hadapan kita jiwa-jiwa yang sakit. Akibat dari rusaknya akhlak, rusaknya otak, rusaknya pergaulan hingga kerusakan itu menjelma nyata lewat lisan-lisan (tangan-tangan yang menulis) menghujat, mencaci maki dan menghina dengan kata-kata yang begitu kurang ajar.😭😭😭

Allah...

Kami saja, para orang tua yang hanya sibuk memikirkan anak sendiri begitu pedih membacanya, apalagi Bu Elly yang telah sekian lama menganggap anak-anak Indonesia adalah anak dan cucunya. Tak terbayangkan betapa hancur dan sedihnya beliau. Terbayang betapa masih panjangnya perjuangan, betapa semakin beratnya beban. 😭😭😭

Apalagi hingga kemudian muncul petisi menuntut beliau meminta maaf.

Allah...

Lihatlah betapa kebatilan begitu terorganisir. Lihatlah jumlah orang yang menandatangani petisi itu. Pertanda apa ini? Pertanda jungkir baliknya logika. Pertanda akhir zaman dimana yang buruk dipandang baik dan sebaliknya. Pertanda bangsa muslim terbesar tapi jauh dari nilai-nilai islam. 😭😭😭

Juga begitu nyatanya ghadzwul fikri, perang pemikiran. Dan sosmed adalah medan perangnya.

Lalu, apa yang dilakukan Ibunda kita tercinta?

Beliau dengan lapang dada dan berani menyatakan permintaan maaf. Untuk sebuah kata yang menurut saya sebenarnya tak sepenuhnya salah. Lihatlah pemilik jiwa satria ini. Betapa mulia dirinya. Bahkan dalam kondisi terhina, beliau memberikan sebuah keteladanan. Laksana mutiara yang kilaunya tak tertutup oleh pekatnya lumpur. Maa syaa Allah...

Padahal beliau tak merugikan siapa-siapa. Beliau hanya mengungkapkan perasaan dan pikiran yang jelas sebenarnya didukung adab kesopanan budaya timur dan syariat. Ah, sungguh beliau adalah mutiara.

Jika mau dibandingkan, betapa banyak orang (tokoh) di negeri ini yang telah jelas melakukan kedzaliman, jangankan meminta maaf, merasa salah pun tidak.

Maka, betapa semakin engkau berkilau, Ibunda...

Lalu, apa kabar para pembullynya? Apakah mereka berhenti? Ternyata tidak. Bahkan ada portal berita yang seringkali menyebar hoax masih membully beliau dengan menyatakan permintaan maaf beliau tidak tulus.

Inilah cermin generasi yang sakit.

Generasi yang sakit dan tinggal di negara yang sakit dengan pemerintahan yang juga sedang sakit.

Saya justru curiga, melihat sepak terjang rezim pemerintah yang mendukung bahkan memfasilitasi segala upaya pengrusakan bangsa, mulai dari penistaan agama, pelanggaran hukum, premanisme, pembubaran ormas, kriminalisasi ulama sampai pencemaran nama baik tokoh dan instansi. Tapi pada saat yang sama melindungi penjahat, membela LGBT, membiarkan organisasi terlarang unjuk gigi dalam simbol, bangga mengundang remaja plagiat daripada yang berprestasi nyata, dll.

Justru bisa jadi kasus ini digunakan pihak tertentu menjadi salah satu jalan untuk menggebuk para pejuang dalam ranah parenting. Setelah sebelumnya menggebuk pejuang dalam ranah agama dan hukum serta IT. Bukankah banyak akun tak jelas yang membully beliau? Yakinkah semuanya adalah remaja? Atau sebagian besarnya adalah buzzer bayaran?

Saya bahkan merasa sesak saat tahu bahwa banyak juga akun ibu-ibu yang membully beliau.

Allah... Speechless😭😭😭

Balik lagi ke asal polemik.

Bukankah mengundang girlband adalah salah satu contoh betapa negara merasa tak peduli pada generasi muda? Bukankah lebih baik menampilkan budaya sendiri yang begitu kaya agar generasi muda bisa mengenalnya dan mewarisinya?

Atau...
Apakah memang negara sedang membentuk generasi hedonis?

Sungguh banyak keanehan memang.
Istana begitu peduli sampai mengundang remaja plagiat tapi mengabaikan remaja berprestasi nyata.

Pun kita saksikan Menteri agama kita justru menghadiri award LGBT dan mensuportnya lewat pernyataannya.

Dan Bu Elly, adalah salah satu pakar yang concern berjuang memerangi pornografi dan LGBT. Apakah sikon ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu? Entahlah, wallahu'alam.

Tapi yang jelas, generasi muda Indonesia sedang benar-benar dalam keadaan kritis. Dikepung pornografi/pornoaksi, narkoba, trend liar dan seks bebas, juga disuguhi tontonan, tokoh yang dipoles dan idola-idola yang jauh dari layak untuk dicontoh.

Dan yang pasti, Indonesia membutuhkan beliau, Bu Elly Risman, untuk tetap tegak berjuang demi menyelamatkan generasi muda dan juga orang tua yang tersesat.

Bu Elly, kami mencintaimu, kami membutuhkanmu.

Terima kasih untuk segala perjuangan Ibu selama ini. Semoga Allah senantiasa melindungi dan memberkahi Ibu dan keluarga serta orang-orang yang berjuang bersama Ibu.

Teruslah berjuang Bu, kami akan terus mendukungmu.

Salam sepenuh cinta,
Cahya Naurizza
-Seorang Ibu yang menyuarakan nurani.-

(riafariana/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Latest News
Turki: Keputusan AS untuk Buka Kedutaan Besar di Yerusalem Merusak Perdamaian

Turki: Keputusan AS untuk Buka Kedutaan Besar di Yerusalem Merusak Perdamaian

Sabtu, 24 Feb 2018 22:30

500 Warga Sipil 121 Diantaranya Anak-anak Telah Tewas dalam 7 Hari Serangan Rezim Assad di Ghouta

500 Warga Sipil 121 Diantaranya Anak-anak Telah Tewas dalam 7 Hari Serangan Rezim Assad di Ghouta

Sabtu, 24 Feb 2018 22:15

Pemerintah Syi'ah Irak Tolak Permintaan Riyadh untuk Serahkan Tahanan Warga Saudi

Pemerintah Syi'ah Irak Tolak Permintaan Riyadh untuk Serahkan Tahanan Warga Saudi

Sabtu, 24 Feb 2018 21:45

Laporan: AS Akan Buka Kedutaan Besar Mereka di Yerusalem pada Bulan Mei

Laporan: AS Akan Buka Kedutaan Besar Mereka di Yerusalem pada Bulan Mei

Sabtu, 24 Feb 2018 21:25

Kelirunya Ucapan Selamat oleh Pemimpin Saat Indonesia jadi Pasar Narkotik Terbesar di Dunia

Kelirunya Ucapan Selamat oleh Pemimpin Saat Indonesia jadi Pasar Narkotik Terbesar di Dunia

Sabtu, 24 Feb 2018 18:31

Politisi: Kepala BIN Hadir di Rakernas PDIP, Pilpres 2019 Saya Pastikan Tidak Demokratis

Politisi: Kepala BIN Hadir di Rakernas PDIP, Pilpres 2019 Saya Pastikan Tidak Demokratis

Sabtu, 24 Feb 2018 17:31

Pencalonan Jokowi oleh PDIP Dilihat Janggal oleh Pengamat

Pencalonan Jokowi oleh PDIP Dilihat Janggal oleh Pengamat

Sabtu, 24 Feb 2018 16:31

Kronologis PBB yang Dianggap Tak Layak Lolos oleh KPU

Kronologis PBB yang Dianggap Tak Layak Lolos oleh KPU

Sabtu, 24 Feb 2018 15:21

Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Sabtu, 24 Feb 2018 14:21

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Sabtu, 24 Feb 2018 13:21

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Sabtu, 24 Feb 2018 13:14

Milad ke 21 FLP Gelar Seminar Literasi di Solo

Milad ke 21 FLP Gelar Seminar Literasi di Solo

Sabtu, 24 Feb 2018 13:09

Ahok Ajukan PK, Pedri Kasman: Hakim Pasti Tak Asal Kabulkan

Ahok Ajukan PK, Pedri Kasman: Hakim Pasti Tak Asal Kabulkan

Sabtu, 24 Feb 2018 13:06

Hanya di Zaman Ini Orang Gila Menjadi Pembunuh Ulama

Hanya di Zaman Ini Orang Gila Menjadi Pembunuh Ulama

Sabtu, 24 Feb 2018 12:21

Kerjasama dengan Syarikat ITB, Pesan TGB: Agama dan Sain Bangun Peradaban Bangsa

Kerjasama dengan Syarikat ITB, Pesan TGB: Agama dan Sain Bangun Peradaban Bangsa

Sabtu, 24 Feb 2018 11:21

Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Sabtu, 24 Feb 2018 10:39

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Sabtu, 24 Feb 2018 10:21

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sabtu, 24 Feb 2018 09:45

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Sabtu, 24 Feb 2018 09:21

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Sabtu, 24 Feb 2018 08:21


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X