Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.778 views

Mudahnya Perempuan Kehilangan Nyawa, Kemana Harus Berlindung?

Oleh: Khamsiyatil Fajriyah

Pekan lalu kita mendapatkan berita dari Banten, seorang suami membunuh istrinya yang baru melahirkan. Bulan lalu kita disuguhi berita pembunuhan yang sangat sadis dari Lampung, seorang suami membelah perut istrinya yang hamil tua setelah membacok lehernya.  Di awal tahun ini, kita juga mendapat berita, seorang suami membakar diri, istri dan anak tirinya. Begitulah, hampir tiap hari kita menemui kejahatan yang  menimpa perempuan, yang dilakukan bahkan oleh  sosok yang seharusnya menyayanginya.

Kejahatan yang acapkali menimpa perempuan hingga menghilangkan nyawanya menjadi petunjuk bahwa perempuan saat ini kehilangan pelindungnya. Alih-alih kasih sayang, yang didapat adalah ancaman demi ancaman, ketakutan demi ketakutan. Pembunuhan terhadap perempuan sekarang  menjadi masalah lumrah di tengah masyarakat kita, bahkan semakin meningkat kuantitas dan kualitas kekejamannya. Tentu saja hal ini tidak boleh terus dibiarkan.

Mengapa Terus Berulang?

Setiap pembunuhan selalu ada yang melatarbelakangi. Biasanya karena tidak ada lagi solusi untuk satu masalah. Sayangnya, pembunuhan istri oleh suami yang terjadi  akhir-akhir disebabkan oleh hal-hal sepele, yang seharusnya masih banyak jalan keluar untuk menyelesaikannya. Sebutlah contoh saat istri tidak bisa melayani suami karena baru melahirkan, mencurigai istri selingkuh, dan masalah ekonomi. Dipicu hal-hal tersebut, seorang suami membunuh istrinya, bahkan dengan cara yang sadis. Bila pembunuhan sudah di luar nalar dan nurani  manusia, biasanya penyakit kejiwaan yang menjadi kambinghitamnya.

Hukuman sudah diberikan, Undang-undang yang dimaksudkan untuk melindungi perempuan juga sudah dijalankan, tetapi semua itu tidak bisa menghentikan kejahatan yang menimpa perempuan. Akar masalah harus segera ditemukan agar pembunuhan terhadap perempuan bisa diakhiri dan perlindungan kepada perempuan tidak sekedar menjadi impian. Kejahatan apapun terhadap perempuan termasuk pembunuhan salah satu penyebabnya adalah karena kemudahan dan keringanan bagi pelaku kejahatan. Hal itu karena hukuman yang seharusnya berfungsi sebagai efek jera, sama sekali tidak menjerakan pelaku, bahkan menjadi inspirasi untuk aksi kejahatan selanjutnya.

Dengan prinsip hukum yang dianut di Indonesia bahwa pelaku kejahatan tetap harus diperlakukan manusiawi, sesuai dengan Hak Asasi Manusia, akhirnya hukuman yang diterima oleh pelaku pembunuhan hanya 20 tahun bagi yang disengaja, dan 15 tahun bagi yang tidak disengaja. Ketentuan hukuman ini diatur dalam KUHP dari pasal 338 sampai 350. Bila pelaku bisa menunjukkan perilaku baik di penjara, dia akan dengan mudah mendapatkan remisi demi remisi yang akan memotong masa hukumannya.

Hukuman yang tidak menjerakan ini adalah produk hukum buatan manusia, konsekuensi dari sistem kehidupan sekular dengan sistem pemerintahan demokrasinya. Hak Asasi yang dijunjung di sistem ini sebenarnya sama sekali tidak bertujuan untuk melindungi kehidupan manusia. Maka tidaklah mengherankan tidak ada satupun peraturan atau produk hukum di sistem sekuler yang bertujuan untuk melindungi nyawa perempuan. Perlindungan yang diberikan oleh negara sekular kepada perempuan adalah perlindungan kesetaraan perempuan dengan laki-laki, menjamin kebebasan perempuan tetapi tidak mampu menghentikan kejahatan kepada perempuan, malah menjerumuskan perempuan untuk 'bertarung' melawan laki-laki demi kesetaraan.

Kemana Perempuan Berlindung?

Melindungi nyawa perempuan hanya bisa dilakukan oleh Islam, dengan penerapan syariatnya. Ketentraman dan jaminan pemenuhan kebutuhan hidup karena diterapkannya syariah secara kaffah menjadi faktor penting tetap terjaganya emosi suami. Suasana kehidupan yang penuh ketakwaan, menjadikan suami memperlakukan istri dengan sebaik-baiknya. Seperti apa yang telah dipesankan oleh Rasulullah Muhammad SAW bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling baik perlakuannya kepada keluarganya (istrinya), dan Rasulullah SAW adalah sosok suami yang memperlakukan istri beliau dengan sangat baik.

Kekerasan terhadap perempuan yang selama ini dilekatkan kepada ajaran Islam hanyalah fitnah. Tidak pernah tercatat dalam sejarah ke-Khilafahan Islam, terjadi kekerasan terhadap perempuan apalagi pembunuhan suami terhadap istrinya. Jangankan nyawa, perlindungan menyatakan pendapat di depan seorang Khalifah adalah suatu hak yang dipenuhi dalam sistem ini, selain perlindungan terhadap kehormatan dan nafkahnya. Bilapun terjadi kasus pembunuhan akan terbangun sikap jera bagi orang yang berniat untuk melakukannya. Ada hukuman qishas, perlakuan yang sama bagi pelaku kejahatan. Pembunuh akan dibalas dengan hukuman mati. Maha benar Allah dengan segala firman-Nya, dengan disyariatkan qishas yang memberi jaminan kehidupan bagi manusia. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Menjaga Pelita Kehidupan

Menjaga Pelita Kehidupan

Selasa, 29 Sep 2020 13:37

Tegas! Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jakarta Selatan Ditutup

Tegas! Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jakarta Selatan Ditutup

Selasa, 29 Sep 2020 13:27

Angka Kematian Covid-19 Indonesia Lebih Tinggi dari Dunia, Netty: Akibat Sistem Kesehatan Buruk

Angka Kematian Covid-19 Indonesia Lebih Tinggi dari Dunia, Netty: Akibat Sistem Kesehatan Buruk

Selasa, 29 Sep 2020 12:33

Komisi E Apresiasi Penambahan Fasilitas Isolasi Terkendali Milik Pemprov DKI

Komisi E Apresiasi Penambahan Fasilitas Isolasi Terkendali Milik Pemprov DKI

Selasa, 29 Sep 2020 12:21

Please, Bikin Kreatif atau Adiktif ya?

Please, Bikin Kreatif atau Adiktif ya?

Selasa, 29 Sep 2020 11:45

Berhenti Menyakiti Ulama

Berhenti Menyakiti Ulama

Selasa, 29 Sep 2020 11:18

Legislator: Program JKP dalam RUU Cipta Kerja Hanya Menguntungkan Pengusaha

Legislator: Program JKP dalam RUU Cipta Kerja Hanya Menguntungkan Pengusaha

Selasa, 29 Sep 2020 11:05

Waspadai 'Jualan Revolusi Islam' ala Syiah

Waspadai 'Jualan Revolusi Islam' ala Syiah

Senin, 28 Sep 2020 23:55

Azerbaijan Bantah Klaim Dubes Armenia Bahwa Turki Kirim 4000 Pejuang Asal Suriah

Azerbaijan Bantah Klaim Dubes Armenia Bahwa Turki Kirim 4000 Pejuang Asal Suriah

Senin, 28 Sep 2020 20:50

Makin Diserang, KAMI Makin Terbang

Makin Diserang, KAMI Makin Terbang

Senin, 28 Sep 2020 18:46

FDP Gelar Pengajian Bulanan di Daerah Perbatasan Aceh

FDP Gelar Pengajian Bulanan di Daerah Perbatasan Aceh

Senin, 28 Sep 2020 18:35

PM Maroko: Tidak Ada Perdamaian Tanpa Negara Merdeka Bagi Palestina

PM Maroko: Tidak Ada Perdamaian Tanpa Negara Merdeka Bagi Palestina

Senin, 28 Sep 2020 15:00

Negara Timur Tengah dan Asia Khawatir Atas Konflik Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh

Negara Timur Tengah dan Asia Khawatir Atas Konflik Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh

Senin, 28 Sep 2020 14:00

AS Ancam Tutup Kedutaan Besar di Irak Jika Serangan Roket Terus Berlanjut

AS Ancam Tutup Kedutaan Besar di Irak Jika Serangan Roket Terus Berlanjut

Senin, 28 Sep 2020 11:50

Kesetaraan Upah, Ilusi Kapitalis bagi Perempuan

Kesetaraan Upah, Ilusi Kapitalis bagi Perempuan

Ahad, 27 Sep 2020 22:53

Menjawab Pak Wapres: Layakkah Korean Wave Dijadikan Panutan?

Menjawab Pak Wapres: Layakkah Korean Wave Dijadikan Panutan?

Ahad, 27 Sep 2020 22:28

Ulama Pewaris Nabi, Harusnya Dilindungi

Ulama Pewaris Nabi, Harusnya Dilindungi

Ahad, 27 Sep 2020 21:56

Sekularisasi di Kampus Yes, Islamisasi No?

Sekularisasi di Kampus Yes, Islamisasi No?

Ahad, 27 Sep 2020 21:39

Ketua Satgas Penanganan Covid-19: Penular Orang Terdekat, OTG Itu Silent Killer

Ketua Satgas Penanganan Covid-19: Penular Orang Terdekat, OTG Itu Silent Killer

Ahad, 27 Sep 2020 21:15

ATSI Dukung Pemerintah Beri Bantuan Kuota Internet untuk PJJ

ATSI Dukung Pemerintah Beri Bantuan Kuota Internet untuk PJJ

Ahad, 27 Sep 2020 21:07


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X