Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.870 views

Catatan bagi Pendukung LGBT: Dunia Ini Melenakan, Kawan

Oleh: Savitry Khairunnisa

Kemarin ada e-mail masuk, memberitahukan bahwa ada komentar baru di blog saya. Blog yang sudah bulukan dan jamuran karena bertahun-tahun nggak dijenguk. Maka saya kaget juga membaca notifikasi itu. 

Pengirimnya adalah orang Indonesia yang nggak saya kenal. Beliau mengidentifikasikan dirinya sebagai muslim, "lurus" (dalam arti bukan g*y), dan bukan pula aktivis HAM. Oh, jadi ini adalah respon dari status facebook saya tempohari tentang "Cerita Dari Pentas Sekolah". Status yang sempat disemprit facebook karena diduga ada muatan ujaran kebencian, tapi kemudian diralat sendiri oleh facebook. Alhasil status saya itu masih eksis hingga saat ini. Alhamdulillah.

Komentator tersebut menulis dalam bahasa Inggris yang cukup baik. Intinya beliau tidak terima atas tulisan saya tentang isu L98T. Dari komentarnya saya salut bahwa ia membaca dengan tuntas seluruh tulisan saya itu, termasuk semua yang merespon di kolom komentar. Termasuk bahwa saya dan teman-teman menganggap L98T sebagai perilaku menyimpang alias sebuah penyakit yang perlu disembuhkan.

Ia menceramahi saya tentang keharusan kita sebagai muslim untuk respek / menghormati hak-hak orang lain, kalau sebagai muslim (apalagi di dunia Barat) mau dihormati. Di akhir komentar, ia menyimpulkan bahwa tulisan saya itu tak diragukan lagi sebagai ujaran kebencian. 
Versi asli sang komentator bisa dilihat di kolom komentar.

Saya memutuskan untuk tidak membalas komentar tersebut. Pertama, saya belum ada keinginan menghidupkan kembali blog yang mati suri itu. Kedua, dan ini yang paling penting: baik saya maupun sang komentator sudah berbeda persepsi di titik awal tentang L98T. Biar adu argumen sekuat apapun, saya yakin nggak akan ada titik temu. Percuma jadinya. Lebih baik dihindari.

Yang cukup membuat saya tergelitik adalah saran sang komentator supaya saya sebagai muslim menghargai hak-hak orang lain, kalau ingin dihargai. Apalagi dia membaca dari media-media Barat bahwa kondisi muslim di negeri Barat banyak yang tertindas. Di sini menurut saya letak nggak sinkron-nya. 

Andai si komentator tadi tahu bahwa saya sudah merantau di beberapa negara Barat selama hampir 19 tahun. Kalau saya nggak respek pada nilai-nilai kehidupan di sini, sudah dari dulu saya sekeluarga didepak dari sini.
Masalah yang harus diingat adalah: respek tidak berarti setuju, apalagi menjadi bagian dari hal yang berbeda dengan pandangan dan prinsip hidup kita.

Selain itu, nggak ada hubungan antara muslim yang tertindas dengan ketidakhormatan mereka pada nilai-nilai yang dianut orang Barat. Penjajahan itu ada karena keserakahan dan nafsu berkuasa. Kebencian sebagian orang Barat pada kaum muslim juga bukan karena mereka merasa direndahkan. Superioritas Barat (termasuk di dalamnya white supremacy) sudah eksis sejak ribuan tahun, dan akan terus ada pendukungnya sampai akhir zaman. 
Mereka baru akan puas kalau kaum Muslim sudah berbondong-bondong mengikuti gaya hidup yang mereka usung. Yang serbabebas tanpa batas. Yang mengerdilkan sesama Muslim dan semakin mengagungkan kehebatan Barat yang seolah segala-galanya.

Saya jadi teringat tulisan seorang teman Muslim Indonesia di perantauan yang dengan penuh amarah memberi cap munafik dan standar ganda pada saudara Muslim lainnya.

"Kalian berkoar-koar haram dan kaf*r, tapi tinggal di negara kaf*r. Menikmati segala fasilitas yang disediakan oleh pemerintah kaf*r..."

"Tahu nggak kalian, kalau facebook, WhatsApp, dan Instagram itu punya orang kaf*r dan bahkan Yah**i? Kalau mau idealis jangan tanggung-tanggung. Sekalian aja pulang atau pindah ke negara Arab dan nggak usah pakai sosmed!"

"Nah kalau saya mending jadi kaf*r, tapi nalar sehat dan menghormati adat dan tradisi leluhur negara sendiri!"

Ketika pemerintah kita memblokir medsos beberapa waktu lalu, seorang teman lain (Indonesia di perantauan juga), berkilah, "Katanya anti Yah***i, anti produk aseng. Kok mengeluh? Ini (medsos) kan produknya Yah***i yang istrinya Ci*a itu, lho!"

Lalu seorang teman Muslimah berhijab menimpali dengan nada sinis, "Waduh, kaf*r kuadrat, dong. Apalagi sambil ngopi nyetarbak."

Ini semua kisah nyata, bukan fiksi. Seringkali kita jadi tahu warna asli seseorang dari pilihan bahasa dan preferensi yang dia tampilkan di media sosial.

***

Sentimen sinisme muslim orang Indonesia terhadap sesamanya ini terasa menyesakkan dada. Dan sayangnya trend baru ini bukan hanya dilakukan oleh orang Indonesia di perantauan saja. Meski saya melihat ada kecenderungan mereka yang hidup di perantauan dan menikmati kehidupan nyaman di negeri orang, merasa menang dan menganggap diri mereka lebih tinggi. Lebih punya privilege.

Hidup di perantauan, apalagi di mana muslim jadi minoritas, sebenarnya susah-susah gampang. Bisa saja kita memutuskan untuk nggak usah salat. Nggak usah puasa. Nggak usah jilbaban, toh nggak ada yang melarang. Nggak apa-apa minum alkohol demi pergaulan. Nggak perlu konsumsi daging dari tempat halal, yang penting asal bukan babi.

Nggak perlu ngaji karena nggak seru dan bikin ngantuk. Anak-anak juga nggak perlu diajarkan salat, puasa, dan ngaji karena akan memberatkan. Kasihan mereka masih anak-anak.

Nggak apa-apa merayakan Natal, demi menghormati keluarga, teman, atau rekan kerja. Anak-anak akan gembira karena dapat banyak hadiah. Toh di sini Natal bukan perayaan agama, melainkan tradisi aja.

Daftarnya bisa semakin panjang. Yang seperti ini banyaaak sekali. Godaan untuk mengambil sikap demikian juga besar. Mudah saja kalau kita mau begitu. Yang berat adalah mempertahankan nilai-nilai budaya dan agama yang sudah kita pegang dengan baik sejak kecil, hasil didikan orangtua di tanah kelahiran. 
Ketika berhadapan dengan paham liberal, nilai-nilai Islam memang akan banyak tidak sinkronnya. 
Sungguh kita akan menjadi seperti kaum yang aneh dan asing.

Di negara serbabebas seperti kebanyakan negeri Barat, kita boleh melakukan apa saja, selama tidak mengganggu hak orang lain dan tidak melanggar hukum. Sayangnya bagian "tidak melanggar hak orang lain" itu sering diartikan sebagai keharusan untuk mengikuti gaya hidup setempat, demi bisa diterima oleh masyarakat. 
Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Pepatah yang agung ini seringkali diartikan secara kebablasan.

Dunia ini betul-betul melenakan. Yang haq dan bathil sudah semakin tipis bedanya. Ghozwul Fikri (perang pemikiran) semakin sengit. Pertanda akhir zaman semakin dekat.

Lalu, apakah kita perlu meninggalkan semua hal berbau Barat, termasuk media sosial? Ah, cupet sekali pemikiran seperti itu.
Islam itu agama terbaik dan sangat akomodatif pada perkembangan zaman. Segala benda, produk, dan teknologi pada dasarnya adalah boleh, sampai ada dalil yang melarangnya.

Sedangkan hukum suatu perbuatan dalam Islam, selalu tergantung pada hukum syara'. Jadi nggak boleh diartikan dan dilakukan sesuka hati.

Kalau ada yang melarang menggunakan medsos demi idealisme yang kaffah, mungkin harus mau menundukkan hati dan pikirannya untuk kembali mempelajari sejarah dan Islam.
Betapa banyak kontribusi ilmuwan Islam dalam perkembangan matematika, kedokteran, pendidikan, ekonomi, tata krama, sampai ilmu penerbangan, ilmu optik, perbintangan, dan banyak lagi; yang dasar-dasar ilmunya masih dipakai hingga zaman modern seperti sekarang. 
Tinggal kita mau atau tidak untuk objektif dalam menilai sebelum menghakimi halal haramnya sesuatu.

***

Saya menuliskan cerita panjang lebar ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap sikap sebagian kaum Muslim yang sudah terlena akan kenikmatan dunia yang cuma sebentar saja. 
Tulisan ini juga sebagai pengingat untuk diri sendiri, agar bisa konsisten dengan apa yang saya utarakan.

Karena kita hidup di zaman teknologi dan medsos yang semakin sulit dihindari, mari kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk sarana dakwah. Sarana menyampaikan kebaikan. 
Sehingga usia kita tak terbuang sia-sia.

Teriring doa agar Allah Sang Maha Pembolak-balik Hati meneguhkan kita semua pada agama-Nya. Semoga di zaman di mana fitnah semakin merajalela, kita selalu berpegang pada kebenaran dan nilai-nilai agama yang luhur, hingga bisa selamat dunia akhirat. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Ditinggal sang ayah menghadap Ilahi, keluarga yatim aktivis dakwah ini tinggal di rumah kayu yang berdiri diatas tanah milik orang lain. Karena tanah ini akan dipakai oleh pemiliknya, terpaksa...

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Latest News
Israel Berusaha Hilangkan Kurikulum Palestina di Wilayah Pedudukan Yerusalem

Israel Berusaha Hilangkan Kurikulum Palestina di Wilayah Pedudukan Yerusalem

Selasa, 22 Oct 2019 20:45

Pejabat Hamas: Agen Asing Siksa Para Tahanan Palestina di Penjara Saudi

Pejabat Hamas: Agen Asing Siksa Para Tahanan Palestina di Penjara Saudi

Selasa, 22 Oct 2019 20:30

2 Pasukan Syi'ah Irak Tewas dalam Serangan Pejuang IS di Ladang Minyak Alas Shalahuddin

2 Pasukan Syi'ah Irak Tewas dalam Serangan Pejuang IS di Ladang Minyak Alas Shalahuddin

Selasa, 22 Oct 2019 19:45

Libya Keluarkan Perintah Penangkapan untuk Jenderal Pemberotak Khalifa Haftar

Libya Keluarkan Perintah Penangkapan untuk Jenderal Pemberotak Khalifa Haftar

Selasa, 22 Oct 2019 19:15

YLBHI Soroti Pidato Pelantikan Jokowi

YLBHI Soroti Pidato Pelantikan Jokowi

Selasa, 22 Oct 2019 17:43

Istri Suka Ghibah, Bagaimana Menyikapinya?

Istri Suka Ghibah, Bagaimana Menyikapinya?

Selasa, 22 Oct 2019 14:30

Bidikmisi Vs Bidikmenteri

Bidikmisi Vs Bidikmenteri

Selasa, 22 Oct 2019 14:17

Milisi Komunis Kurdi Minta Bantuan Israel untuk Melawan Serangan Militer Turki di Suriah Utara

Milisi Komunis Kurdi Minta Bantuan Israel untuk Melawan Serangan Militer Turki di Suriah Utara

Selasa, 22 Oct 2019 14:00

Pilih Oposisi, Kader PKS Diminta Sosialiasikan Sikap Partai

Pilih Oposisi, Kader PKS Diminta Sosialiasikan Sikap Partai

Selasa, 22 Oct 2019 13:19

Saudi Akan Hapuskan Hukum yang Melarang Wanita untuk Bepergian Tanpa Mahram

Saudi Akan Hapuskan Hukum yang Melarang Wanita untuk Bepergian Tanpa Mahram

Selasa, 22 Oct 2019 12:30

Bukan Periode Menikmati

Bukan Periode Menikmati

Selasa, 22 Oct 2019 12:13

Gadget Addict dan Teori Karl Marx Tentang Candu Agama

Gadget Addict dan Teori Karl Marx Tentang Candu Agama

Selasa, 22 Oct 2019 11:44

Merasa Dikhianati, Warga Kurdi di Qamishli Suriah Lempari Pasukan AS dengan Batu dan Buah Busuk

Merasa Dikhianati, Warga Kurdi di Qamishli Suriah Lempari Pasukan AS dengan Batu dan Buah Busuk

Selasa, 22 Oct 2019 11:30

Refleksi Hari Santri di Kota Santri

Refleksi Hari Santri di Kota Santri

Selasa, 22 Oct 2019 09:38

Ustaz Fauzil Adhim: Jangan Cepat Mencela, Jangan Cepat Memuji

Ustaz Fauzil Adhim: Jangan Cepat Mencela, Jangan Cepat Memuji

Selasa, 22 Oct 2019 08:30

Sambut Hari Santri, Fraksi PKS Gelar FGD dengan Pimpinan Pondok Pesantren

Sambut Hari Santri, Fraksi PKS Gelar FGD dengan Pimpinan Pondok Pesantren

Selasa, 22 Oct 2019 07:33

Tumpas Crosshijabers Hingga ke Akarnya

Tumpas Crosshijabers Hingga ke Akarnya

Selasa, 22 Oct 2019 01:27

KontraS Sayangkan Indonesia Terpilih Jadi Dewan HAM PBB, Ini Alasannya

KontraS Sayangkan Indonesia Terpilih Jadi Dewan HAM PBB, Ini Alasannya

Senin, 21 Oct 2019 22:16

BPJS, Pemalakan Model Baru di Bidang Kesehatan?

BPJS, Pemalakan Model Baru di Bidang Kesehatan?

Senin, 21 Oct 2019 21:27

Gangguan Mental, Akibat Layar di Genggaman Tangan?

Gangguan Mental, Akibat Layar di Genggaman Tangan?

Senin, 21 Oct 2019 21:11


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Ahad, 20/10/2019 20:10

Penunjang Keilmuan Auditor Syariah