Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.753 views

Perempuan, Tak Sudi Berbagi Suami?

Oleh:

Mila Ummu Tsabita

Pegiat Sekolah Bunda Sholiha

 

DEWAN Perwakilan Rakyat Aceh sedang menggodok Rancangan Qanun (Raqan) Hukum Keluarga yang mengatur perkawinan, perceraian dan perwalian. Yang cukup bikin heboh adalah beberapa pasal melegalkan dan memudahkan beristri lebih dari satu (poligami). Menurut keterangan wakil Ketua Komisi VII DPR Aceh, Musannif, qanun ini sebenarnya sudah dibahas sejak akhir 2018 lalu dan  akan segera di bawa ke sidang rapat dengar pendapat umum (RDPU) pada tanggal 1 Agustus 2019 mendatang.

Alasannya sederhana,  saat ini marak terjadi kawin siri (pernikahan sah tapi tak tercatat). Hal ini berdampak pada kesulitan mendapatkan legalisasi identitas dari istri dan anak yang lahir. Karena tidak tercatat dalam KK dan akte kelahiran. Konsekuensinya bisa mempersulit urusan administrasi dalam pemenuhan hak-hak sebagai warga negara, seperti hak pendidikan.  (viva.co.id, 10/7).

 

Poligami dicerca,  apa yang salah?

Poligami sering dicerca dan jadi bahan olok-olokan.  Dituding pengacau mahligai sepasang suami-istri. Bahkan istri kedua dan seterusnya disebut pelakor alias perebut laki orang. Tak enak didengar memang.

Padahal dalam Syariah Islam, poligami bukanlah perkara yang diharamkan alias mubah. Karena itu, DPR Aceh memandang perlu mengusulkan legalisasi  poligami bagi masyarakat. Usulan ini memicu munculnya respon  pro dan kontra. Yang pro menyatakan bahwa aturan ini akan memudahkan pelaksanaan poligami dan pemberian hak yang sama bagi istri-istri dan anak-anak hasil poligami. Sedangkan yang kontra langsung mengeluarkan tuduhan keras bahwa jika poligami dilegalkan, hanya akan memuaskan nafsu laki-laki.

Kita tak bisa pungkiri, pro kontra poligami muncul karena ada realita buruk yang diindera oleh masyarakat, diantaranya:  ada pelaku poligami  tidak adil dalam nafkah dan hari berkunjung, bahkan ada yang melakukan aktivitas kekerasan (KDRT).  Biasanya istri tua (bukan umurnya ya..tapi kadang memang karena usianya lebih tua dari istri kedua) yang ditelantarkan. Suami lebih betah di rumah madunya. Atau kasus-kasus penelantaran anak di pernikahan pertama yang sering menghias media.  Fakta-fakta buruk ini menjadi “bola panas” bagi para pembenci Islam untuk memojokkan hukum Islam tentang poligami.

Namun janganlah menutup mata bahwa poligami bisa memberi solusi atas beberapa persoalan. Ibarat pintu emergency lah. Bahkan dapat memberi jaminan kemaslahatan bagi perempuan dan masyarakat. Bisa jadi pada saat tertentu,  perempuan jumlahnya  lebih banyak daripada laki-laki karena peperangan atau musibah, dsb. Seperti di Rusia dengan rasio 0,85   penduduk pria melebihi wanita (bombastis.com). Jadi, para perempuan tadi tetap memiliki peluang menikah secara legal.  Atau seperti kasus di Tunisia, di mana  sekelompok wanita berdemo meminta pemerintah melegalkan taaddud (banyak istri),  karena poligami adalah hal tabu di sana dan bisa dikenakan sanksi.  Padahal jumlah lajang perempuan tinggi. (tempo.co, 31/1/2019).  Atau bisa karena masalah libido yang tinggi, maka laki-laki yang memang memiliki kebutuhan seperti demikian bisa menikah secara legal. Hal ini justru akan dapat menekan perilaku yang menyimpang berupa perselingkuhan, zina, pelacuran bahkan perilaku LGBT. 

Jika fakta yang dijadikan sandaran dalam melihat masalah, maka pro kontra tak pernah berakhir. Seharusnya apa yang menjadi landasan dalam formalisasi poligami? Semata berdasarkan fakta, keinginan manusia, atau berdasarkan hal yang lebih kuat yaitu aturan dari Sang Pencipta manusia, Dienul Islam?

 

Islam Memandang Poligami

Islam datang sebagai Syariah yang sempurna. Dien yang diturunkan Allah Swt ini  bukan untuk mengekang manusia, juga tidak membiarkan mereka bebas tanpa kendali. Kekangan dan kebebasan malah bisa merusak manusia.  Jadi Allah menciptakan manusia dengan segala kebutuhan yang harus disalurkan, dan Islam memberikan solusi bagaimana agar semua kebutuhan bisa dipenuhi dengan benar. Yang menyebabkan dia tetap mulia sebagai makhluk terbaik. Tak seperti binatang yang seenaknya menyalurkan hajat.

Termasuk urusan naluri seksual, Islam mengaturnya untuk menjaga kelestarian manusia, kejelasan nasabnya, dan kebahagiaan lahir-bathin.   Allah Swt berfirman :

 “ Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. “ (TQS. An-Nisaa :3).

Ayat di atas membahas kebolehan poligami, artinya menikah dibatasi hanya dengan 4 istri dalam satu waktu. Tidak boleh lebih.  Bukan dibalik, bahwa Islam membolehkan punya istri banyak, tak terbatas. Karena pada masa sebelum Islam datang, laki-laki bisa saja punya banyak istri, selir, dsb. Jadi justru Islam yang membatasi, hanya boleh 4 dan haram punya selingkuhan dll.

Cuma harus disadari pelaksanaan poligami, membutuhkan kepahaman dan kesungguhan akan hukum-hukum seputar penafkahan dsb.   Sehingga fakta buruk yang sering merugikan para perempuan dan ibu bisa dihindari.  Jadi memang pengaturan poligami ini membutuhkan keterkaitan perangkat aturan lainnya. Di antara perangkat aturan itu misalnya sistem pendidikan Islam yang akan mencerdaskan umat tentang poligami, sistem pergaulan Islam yang akan memahamkan umat tentang teori dan praktik poligami serta jalur nasab, juga sistem ekonomi Islam yang akan membuka mata umat tentang jalur nafkah. Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Sedangkan terkait frase “adil” pada ayat 3 Surah An-Nisa, kadang dianggap sebagian orang sebagai syarat.  Padahal bukan.  Karena dalam setiap perkara, selain poligami, juga ditetapkan oleh Islam untuk menegakkan keadilan.   Jadi, jika telah berpoligami maka seorang suami harus berlaku adil kepada semua istrinya, dalam perkara yang terukur secara syar’i.  Yang masih dalam batas kemampuan manusia untuk melaksanakannya.

Keadilan ini yang penting tidak terperosok dalam pendzhaliman terhadap istri-istri yang jumlahnya lebih dari seorang ini.  Standar adil  artinya segala sesuatunya sesuai syariat Islam. Sementara dzhalim berarti ada pelanggaran syariat Islam. Hal ini dijelaskan secara khusus pula oleh Allah dalam ayat yang lain, Surah An-Nisa ayat 129: 

 “ Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri- istri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “

Karena memang dalam hal cinta dan kasih sayang, tidak ada seorang pun manusia yang mampu berbuat adil.  Tapi jika khawatir tak bisa adil, maka lebih utama membatasi dengan seorang istri saja.  Sabda Nabi Saw :  “Barangsiapa memiliki dua istri, kemudian ia lebih condong kepada salah satu dari keduanya, maka ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan pundaknya miring sebelah.” (HR. Abu Dawud) .

Tentu tak ada orangyang beriman mau seperti demikian. Jadi apa yang salah dari aturan Allah yang mulia ini ?

 

Misi Sebenarnya

Sebenarnya yang ditakutkan oleh pegiat ide liberal itu bukan legalisasi atau formalisasi poligami saja. Tapi  lebih dari itu.  Mereka anti formalisasi Islam kaffah.  Apalagi Aceh adalah pionernya, karena dalam sejarah Indonesia dia tercatat memang memperjuangkan penegakkan syariah kaffah. Meski karena banyak kendala dalam upayanya sejak dulu, sehingga baru bisa parsial sebagaimana yang diterapkan kini di daerah spesial ini.

Baru yang sedikit saja (poligami) sudah memicu perdebatan, bayangkan kalau  Islam totalitas.  Bisa-bisa mati itu para pembenci Islam, saking geram dan bencinya. Padahal poligami adalah suatu yang biasa di masyarakat.  Sebuah sensus WHO pada awal milenium menunjukkan hanya ada 5 % laki-laki muslim yang berpoligami. Angka ini lebih kecil dari angka poligami yang dipraktekkan kelompok-kelompok masyarakat tertentu di berbagai negara.   Justru yang banyak berpoligami bukan dari kelompok muslim.   Contoh di India, 15,25 persen berbagai kelompok suku dan agama mempraktekkan pernikahan seperti ini.  Ada 7,97 persen penganut Budha, dan 5,8 persen penganut Hindu. Kalangan muslim hanya 5,7 persen. (Abu Fuad : 2017). Jadi mengapa cuma ajaran Islam yang mereka serang, sedangkan jika pelaku adalah agama lain, mereka no coment?

Di sisi lain, harus kita sadari bahwa kebencian terhadap poligami ini seiring dengan isu buruk yang terus dihembuskan Barat imprealis.  Hoax yang terus diulang-ulang dari dulu.  Kemudian ditimpali oleh fakta buruk kondisi perempuan atau para istri yang dipoligami.  Padahal suami yang berlaku buruk itu bukan karena dia menjalankan syariah tapi justru karena dia tak paham tanggung jawab yang besar di pundaknya jika berpoligami.   Plus  karena kondisi sistem kapitalis yang tidak ramah kepada orang yang lemah, seperti perempuan dan anak. Padahal poligami tidak akan bermasalah  jika syariat Islam diterapkan secara kaffah.*  

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
AHY: Partai Demokrat Siap Suarakan Perjuangan MUI

AHY: Partai Demokrat Siap Suarakan Perjuangan MUI

Rabu, 15 Jul 2020 08:31

Bantuan Sembako Diselewengkan, Legislator Desak Mensos Awasi Distribusi Bantuan hingga ke Hilir

Bantuan Sembako Diselewengkan, Legislator Desak Mensos Awasi Distribusi Bantuan hingga ke Hilir

Rabu, 15 Jul 2020 07:17

Kasus Corona Melonjak, Pemerintah Diminta Evaluasi Total Strategi dan Narasi

Kasus Corona Melonjak, Pemerintah Diminta Evaluasi Total Strategi dan Narasi

Rabu, 15 Jul 2020 06:17

Ide Kesetaraan, Benarkah Perempuan Teracuni Feminisme?

Ide Kesetaraan, Benarkah Perempuan Teracuni Feminisme?

Selasa, 14 Jul 2020 22:35

Turki Akan Tutup Mosaik Kristen di Hagia Sophia Selama Pelaksanaan Shalat

Turki Akan Tutup Mosaik Kristen di Hagia Sophia Selama Pelaksanaan Shalat

Selasa, 14 Jul 2020 20:55

Amnesty Sebut Lebih Dari 3000 Petugas Kesehatan Meninggal Akibat Virus Corona

Amnesty Sebut Lebih Dari 3000 Petugas Kesehatan Meninggal Akibat Virus Corona

Selasa, 14 Jul 2020 20:30

Pemberontak Syi'ah Houtsi Tangkap 157 Ibu-ibu di Yaman Dalam 2 Tahun Terakhir

Pemberontak Syi'ah Houtsi Tangkap 157 Ibu-ibu di Yaman Dalam 2 Tahun Terakhir

Selasa, 14 Jul 2020 20:00

Lebih Dari 12.000 Tentara Israel Dikarantina Karena Kemungkinan Infeksi Virus Corona

Lebih Dari 12.000 Tentara Israel Dikarantina Karena Kemungkinan Infeksi Virus Corona

Selasa, 14 Jul 2020 19:41

Adil Dong Pak, Tangkap Juga Denny Siregar

Adil Dong Pak, Tangkap Juga Denny Siregar

Selasa, 14 Jul 2020 18:15

Merindukan Tontonan Sebagai Tuntunan

Merindukan Tontonan Sebagai Tuntunan

Selasa, 14 Jul 2020 17:55

Belajar dari Hagia Sophia, Anis Matta: Turki Ingin Tunjukkan kepada Dunia sebagai Pemimpin Berdaulat

Belajar dari Hagia Sophia, Anis Matta: Turki Ingin Tunjukkan kepada Dunia sebagai Pemimpin Berdaulat

Selasa, 14 Jul 2020 16:49

[VIDEO] Awalnya PKI Tak Terang-terangan Anti Pancasila dan Anti Agama

[VIDEO] Awalnya PKI Tak Terang-terangan Anti Pancasila dan Anti Agama

Selasa, 14 Jul 2020 15:59

Tips Meraih Beasiswa Luar Negeri

Tips Meraih Beasiswa Luar Negeri

Selasa, 14 Jul 2020 11:51

Islam Apa?

Islam Apa?

Selasa, 14 Jul 2020 11:44

“Menikahkan” Vokasi dan Industri, Tepatkah?

“Menikahkan” Vokasi dan Industri, Tepatkah?

Selasa, 14 Jul 2020 10:41

[VIDEO] Solusi Kegemukan Dampak dari WFH

[VIDEO] Solusi Kegemukan Dampak dari WFH

Selasa, 14 Jul 2020 10:23

Moderasi Beragama Melemahkan Ajaran Islam Madrasah?

Moderasi Beragama Melemahkan Ajaran Islam Madrasah?

Selasa, 14 Jul 2020 09:29

Legislator Anis Berkomitmen Berdayakan UMKM Jakarta Timur

Legislator Anis Berkomitmen Berdayakan UMKM Jakarta Timur

Selasa, 14 Jul 2020 09:02

Komisi VI DPR Aceh Minta Proses Pendidikan pada Tahun Ajaran Baru Berjalan Maksimal

Komisi VI DPR Aceh Minta Proses Pendidikan pada Tahun Ajaran Baru Berjalan Maksimal

Selasa, 14 Jul 2020 08:55

Positif Covid-19 Terus Meningkat, Pemerintah Butuh Evaluasi Kebijakan

Positif Covid-19 Terus Meningkat, Pemerintah Butuh Evaluasi Kebijakan

Selasa, 14 Jul 2020 08:12


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X