Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.195 views

Masihkah Surga di Telapak Kakimu, Ibu?

SEBENARNYA ini hanya lah kalimat retorika. Tak lagi butuh jawaban karena hadist dengan redaksi yang serupa telah banyak diriwayatkan oleh para perawi.

Penghormatan terhadap sosok orangtua, terkhusus ibu juga terekam dalam surat Al Luqman ayat 14.

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”

Pada ayat ini, selain turun perintah untuk memuliakan orangtua, disebutkan pula bahwa seorang ibu dikodratkan mengalami tiga macam kepayahan. Yakni saat hamil, melahirkan dan kemudian saat menyusui. Tidak heran jika kebaikan untuknya tersebut tiga kali lebih banyak dari pada untuk bapak sebagaimana dikemudian dalam sebuah hadist :

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Demikian menakjubkan Islam meninggikan derajat wanita. Karenanya, tak butuh lagi alibi emansipasi untuk memperjuangkan nasib mereka. Karena Islam jauh lebih dulu memuliakannya bahkan sejak statusnya masih menjadi anak, kemudian bermetamorfosis menjadi istri dan ibu.

Sayangnya, musuh musuh Islam begitu paham bahwa eksistensi wanita muslimah merupakan salah satu unsur kekuatan masyarakat muslim sekaligus kontributor terbesar dalam melahirkan ulama dan generasi harapan. Karenanya, segala upaya tak henti mereka tempuh Untuk melumpuhkan loyalitas kaum muslimah terhadap syariat.

Bak ksatria, para pembenci Islam berbondong-bondong menyamar menjadi peri yang menawarkan solusi di tengah kemelut problematika yang ada. Padahal tak ada yang dibawanya melainkan benih benih sekulerisme yang perlahan mengikis peran agama dalam berkehidupan. Gaya hidup hedon, bebas dan propaganda feminis adalah secuil strategi yang terbukti ampuh menyeret kaum perempuan lengser dari singgasana terhormatnya sebagai ibu dan madrasah utama bagi anak keturunan. Kondisi ini kemudian diperparah dengan hadirnya kecanggihan teknologi yang sayangnya tidak disikapi dengan penuh kebijaksanaan. Bukannya membawa kemanfaatan, ia justru dijadikan lahan basah untuk memperluas jaringan komersial.

Lebih dari itu, propaganda feminisme juga membuat para perempuan tertipu mentah mentah. Adjusment bahwa eksistensi mereka tak lebih dari kaum rendahan pada akhirnya membuat mereka berontak hingga berakhir pada munculnya tuntutan atas kebolehan keterlibatan mereka dalam dunia kerja.

Walhasil, sosok yang awalnya demikian terjaga kini tak lebih dari sekedar komoditas dagang. Pemuas bisnis cukong licik yang gemar mengiming-imingi gelontoran uang. Tanpanya, tentu para kapital dibuat kelimpungan. Karena selain sebagai penggerak roda industri bertarif murah, perempuan adalah target besar pasar produksi.

Jika ibu generasi sudah disibukkan dengan remeh temeh semacam ini dan semakin jauh dari sentuhan sentuhan islam, maka jangan heran jika tatanan peradaban masa depan turut terancam. Anak akan kehilangan panutan lantaran ibu kehilangan sisi keibuannya. Bahkan berakhir pada tindak pembunuhan, bukan lagi hal tak mungkin untuk dilakukan. Lihat saja bagaimana maraknya kasus tersebut terungkap ke permukaan. Termutakhir, seorang ibu di Jakarta Barat tega gelonggong anaknya yang masih balita hingga tewas. Sementara di Palembang, seorang ibu juga sampai hati memasukkan bayi hasil hubungan gelapnya dengan sang pacar ke dalam mesin cuci.

Kalau sudah begini, masih pantaskah surga ada di telapak kakinya?

Sungguh. Tidak ada yang lebih baik dari Islam dalam memperlakukan wanita. Dan tidak akan baik seorang wanita tanpa Islam.

Beratus tahun silam di era pertama Islam, wanita muslimah adalah sosok yang tidak diragukan lagi peranannya dalam membela dan meninggikan risalah Rasulullah. Dari rahimnya lahir generasi dengan loyalitas ketaatan  terhadap syariat yang demikian tinggi. Dari rahimnya lahir para imam besar yang hasil ijtihad nya masih digunakan hingga kini.

Mereka tak tergiur pada tipuan emansipasi  yang  menghinakan  karena  paham Islam jauh lebih memuliakan. Pahamlah pula mereka bahwa tidak ada yang membedakan derajat nya dengan laki laki selain daripada takwanya. Itulah mengapa, dibanding mengejar urusan duniawi, para perempuan muslimah justru memilih untuk memaksimalkan potensinya sebagai ibu dan madrasah pertama dan utama bagi anak turunnya.

Maka, fitrah inilah yang mestinya segera dikembalikan. Fitrah bahwa di telapak kakinya layak akan surga berkat keridhoannya terhadap syariat sehingga Allah pun ridho atasnya. Hanya saja, harapan ini akan selalu berakhir sebatas angan jika roda kehidupan masih dikendalikan oleh sekulerisme. Sehingga, asas inilah yang pertama kali harus dicerabut lebih dulu. Kemudian menggantinya dengan Islam sebagai poros rotasi dalam pengelolaan diri individu, masyart maupun negara.

Barulah dari sini, jaminan atas kehormatan perempuan bisa terpenuhi. Mengapa?

Karena penerapan Islam secara kaffah di masa lalu telah membuktikan keberhasilannya sebagai role mode sistem hidup terbaik sepanjang masa.

Bahkan sejarawan Barat - Will Durant - dalam buku yang dia tulis bersama Istrinya Ariel Durant, STORY of CIVILIZATION dia mengatakan, “Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan kerja keras mereka. Para Khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang untuk siapapun yang memerlukan dan memberikan kesejahteraan selama beradab-abad dalam wilayah yang sangat luas. Fenomena seperti itu belum pernah tercatat (dalam sejarah) setelah zaman mereka”

Maya A

Tinggal di Gresik, Jawa Timur

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
LSM: Raksasa Media Sosial Sensor Konten Pro-Palestina Ratusan Kali

LSM: Raksasa Media Sosial Sensor Konten Pro-Palestina Ratusan Kali

Selasa, 05 Jul 2022 17:30

Milad ke-14, Ini Capaian AQL Islamic Center

Milad ke-14, Ini Capaian AQL Islamic Center

Selasa, 05 Jul 2022 11:50

Menatap Idul Qurban dengan Taqwa

Menatap Idul Qurban dengan Taqwa

Senin, 04 Jul 2022 22:44

Pasukan Pemerintah Yaman Bersiap Lancarkan Operasi Militer Terhadap Al-Qaidah Di Selatan

Pasukan Pemerintah Yaman Bersiap Lancarkan Operasi Militer Terhadap Al-Qaidah Di Selatan

Senin, 04 Jul 2022 22:35

Pasukan Keamanan Saudi Lakukan Parade Di Mekah Dalam Persiapan Untuk Pengamanan Haji

Pasukan Keamanan Saudi Lakukan Parade Di Mekah Dalam Persiapan Untuk Pengamanan Haji

Senin, 04 Jul 2022 22:05

Effendi Simbolon Omong Besar

Effendi Simbolon Omong Besar

Senin, 04 Jul 2022 19:36

Jokowi Akan Menjadi Sekjen PBB?

Jokowi Akan Menjadi Sekjen PBB?

Senin, 04 Jul 2022 16:10

Potensi Diskriminasi dibalik RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA)

Potensi Diskriminasi dibalik RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA)

Senin, 04 Jul 2022 15:52

Miras Holywings di Negeri Muslim Mayoritas

Miras Holywings di Negeri Muslim Mayoritas

Senin, 04 Jul 2022 15:39

Jumlah Warga Jerman Yang Keluar Dari Dinas Militer Meningkat 2 Kali Lipat Karena Perang Rusia-Ukrain

Jumlah Warga Jerman Yang Keluar Dari Dinas Militer Meningkat 2 Kali Lipat Karena Perang Rusia-Ukrain

Senin, 04 Jul 2022 15:32

IHATEC dan Lembaga Riset Jepang Jalin Kerjasama Strategis di Bidang Halal

IHATEC dan Lembaga Riset Jepang Jalin Kerjasama Strategis di Bidang Halal

Senin, 04 Jul 2022 14:35

Bermitra dengan BPJPH, IHATEC Siap Dukung Tercipta SDM Bidang Halal

Bermitra dengan BPJPH, IHATEC Siap Dukung Tercipta SDM Bidang Halal

Senin, 04 Jul 2022 14:24

DPRD: Kasus Holywings Jadi Momentum Evaluasi Perda Miras di Kota Bekasi

DPRD: Kasus Holywings Jadi Momentum Evaluasi Perda Miras di Kota Bekasi

Ahad, 03 Jul 2022 22:07

Anis Byarwati Dinobatkan sebagai Bunda UMKM

Anis Byarwati Dinobatkan sebagai Bunda UMKM

Ahad, 03 Jul 2022 22:02

Laporan: FBI Sewa Vila Di Istanbul Untuk Tersangka Islamic State Sebelum Beri Tahu Otoritas Turki

Laporan: FBI Sewa Vila Di Istanbul Untuk Tersangka Islamic State Sebelum Beri Tahu Otoritas Turki

Ahad, 03 Jul 2022 21:05

Demonstrasi Anti-Militer Berlanjut Di Sudan Untuk Menuntut Pemerintahan Sipil

Demonstrasi Anti-Militer Berlanjut Di Sudan Untuk Menuntut Pemerintahan Sipil

Ahad, 03 Jul 2022 20:45

Otoritas Palestina Serahkan Peluru Yang Menewaskan Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh Ke AS

Otoritas Palestina Serahkan Peluru Yang Menewaskan Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh Ke AS

Ahad, 03 Jul 2022 20:13


MUI

Must Read!
X