Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.443 views

Terapkan 7 Tips Cespleng Ini Saat Anak Berkelahi antar Saudara

 

Oleh: Umi Diwanti

 

Anak masih satu, aman. Dua, drama dimulai. Tiga, dan seterusnya lalu berharap rumah tanpa perkelahian? Mimpi! Bunda salihah yang tadinya kalem pun mulai muncul tanduk satu per satu. Emosi menjalar saat perkelahian anak-anak tak kunjung kelar.

Berharap mereka berhenti bertengkar di usia yang masih anak-anak itu ibarat merindukan bulan di tengah hari. Daripada kita capek sendiri, toh perkelahian tetap saja tak bisa dihindari. Orang bijak bilang ini tuh "wis wayahe". Ya namanya juga anak-anak. Suatu hari pasti akan berhenti sendiri.

Maka yang terpenting bukanlah meratapi, tapi bagaimana agar kita bisa woles aja menghadapi. Semoga beberapa trik berikut bisa menjadi inspirasi para Bunda menghadapi anak-anak yang terus berkelahi dengan sodaranya.

Pertama, kita harus menyadari bahwa hal ini tak hanya menimpa anak-anak kita. Semua ibu yang anaknya lebih dari satu pasti merasakan. Jangan kira anak orang lain selalu akur hanya dengan pertemuan singkat dengan mereka. Belum tentu yang kita lihat itu kenyataan sebenarnya. Toh anak kita juga bisa beraikap manis kalau lagi "di luar kandang". Iya kan Bun?

Jadi, percayalah Bunda, bahwa rata-rata anak di dunia ini memang begitu. Dengan mengetahui dan merasakan banyak ibu di luar sana yang senasib sepenanggungan, niscaya beban pikiran Bunda jadi lebih ringan.

Kedua, mari kita melihat dari sudut pandang berbeda. Di balik keaktifan anak-anak kita, ada tanda bahwa mereka anak-anak sehat. Karena tak mungkin aktif dan sempat berkelahi jika mereka sedang sakit. Juga menandakan adanya naluri baqo' (potensi mempertahankan diri) pada anak kita. Sekali lagi Alhamdulillah, berarti anak kita normal Bun. Kebayang gak kalau anak kita hanya diam sepanjang hari dan no respon saat diganggu/disakiti orang? Ini justru tidak normal dan mengkhawatirkan.

Selain itu, biasanya anak yang sering ribut ini jika terpisah saling rindu berat. Bahkan biasanya tak mau terpisah. Ini pertanda bahwa anak-anak berkelahi itu justru karena mereka sangat dekat. Bukan karena saling benci. Jadi Bunda tak perlu sakit hati.

Ketiga, yang perlu kita lakukan adalah memastikan keamanan mereka saat berkelahi. Pengawasan menjadi sangat penting. Hindarkan memberikan mainan yang bisa membahayakan pada anak. Gunting, pisau atau benda bahaya lainnya harus disimpan di tempat yang aman. Karena anak-anak kita belum mengerti apa saja yang bahaya dan apa yang tidak. Segera pisahkan posisi mereka jika sudah main fisik berlebihan.

Keempat, berikan penjelasan pada anak-anak dengan pendekatan syariat. Sampaikan hadis larangan membahayakan orang lain. Hadis janji Syurga bagi yang mampu menahan amarah. Atau hadis bahwa orang yang kuat itu adalah mereka yang mampu menahan marah disaat punya kesempatan untuk marah.

Sampaikan juga, bahwa yang harus dimusuhi dan dilawan itu adalah musuh-musuh Allah dan kaum muslimin. Bukan saudara sesama muslim apalagi saudara sendiri. Secara tak langsung kita telah mengarahkan penyaluran amarah anak-anak ke tempat yang dibenarkan. Meski mungkin tak langsung mereka ikuti, tapi sangat berarti saat mereka dewasa nanti.

Saat praktik, dalam hal ini kita sebagai Bunda dituntut punya banyak ilmu. Secara tak langsung kondisi mampu memompa semangat kita untuk lebih rajin belajar lagi. Khususnya tentang Islam dan tehnik menyampaikan pesan/komunikasi. Biidznillah, rezeki banyak anak juga menambah rezeki banyak ilmu.

Kelima, meminimalisir penyebab perkelahian. Jika disebabkan rebutan sesuatu maka upayakan membelikan sesuatu selalu sama. Meskipun sekedar warna. Pengalaman saya, maksud hati biar tidak tertukar, apadaya punya sodara selalu terlihat lebih menarik. Akhirnya berebut dan berkelahi juga padahal cuma beda warna.

Jika hanya bisa beli 1 atau sedikit, maka sebelum membelikan minta anak berjanji bahwa benda tersebut untuk bersama dan berbagi. Jika mereka menolak, pilih untuk tidak membelikan sekalian. Jika bendanya adalah pemberian dari orang. Lakukan hal yang sama. Jika tidak berkenan, lebih baik Bunda simpan dulu sampai mereka bersepakat mau saling bagi.

Kalau berkelahinya gara-gara ada yang suka jail. Beri nasehat khusus pada yang suka jail. Pada yang dijaili, nasehati agar tidak reaktif. "Sudah Kak, diemin aja, nanti juga Dede berhenti sendiri kalau kamu biarin." Tapi jika masih kecil dan belum begitu mengerti, maka pisahkan. Berikan kesibukan masing-masing agar fokusnya teralihkan.

Keenam, berusaha bersikap adil di hadapan anak-anak. Kadangkala yang memicu mereka terus bertengkar adalah merasa tidak diperlakukan adil. Si Kaka yang merasa adiknya selalu dibela dan dibelikan sesuatu. Dia akan mencari-cari masalah. Demikian sebaliknya.

Ini memang tidak mudah apalagi pada si Kakak. Karena sebagai Bunda kita sering terlupa bahwa usia mereka hanya terpaut sedikit saja. Kita sudah terlanjur memosisikan si Kakak harus mengerti. Lalu menuntutnya selalu mengalah pada adiknya. Padahal mereka sama-sama masih anak-anak. Sama-sama belum sempurna akalnya.

Ketujuh, yakinlah pada kekuatan doa. Berdoalah pada Allah agar anak-anak kita saling kasih mengasihi. Saling memelihara dan menolong dalam kebaikan. Sesekali lafazkan doa langsung di hadapan anak dengan suara lantang. Misalmya saat mereka sedang heboh-hebohnya berkelahi.

"Ya Allah jadikanlah anak hamba anak-anak yang solih/solihah, saling menyayangi dan tidak mau bekelahi lagi. Ya Allah berikanlah pahala yang lebih banyak pada yang mau mengalah duluan."

Doa yang didengar langsung oleh yang didoakan akan mengena di hati mereka. Tidak mustahil mereka tergugah untuk langsung berubah. Jangan lupa untuk berdoa dan minta didoakan oleh orang-orang yang doanya mustajab. Untuk diri sendiri, agar dikaruniai kesabaran berlipat ganda. Karena masa-masa anak kecil memang begitulah keadaannya. Suatu hari setelah mereka dewasa rumah akan sepi. Saat itu bisa jadi kita akan merindukan kebisingan yang hari ini ingin kita hindari.

Demikian beberapa trik yang bisa kita coba saat menghadapi anak-anak yang sering berkelahi. Semoga bermanfaat. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Anggota Baleg Sebut UU Cipta Kerja Dipaksakan hingga Banyak Revisi

Anggota Baleg Sebut UU Cipta Kerja Dipaksakan hingga Banyak Revisi

Sabtu, 24 Oct 2020 19:16

Informasi dan Komunikasi Soal Vaksin Harus Tegas dan Transparan

Informasi dan Komunikasi Soal Vaksin Harus Tegas dan Transparan

Sabtu, 24 Oct 2020 18:53

China Janji Blokir Penyebar Konten Amoral, Pakistan Cabut Blokir TikTok

China Janji Blokir Penyebar Konten Amoral, Pakistan Cabut Blokir TikTok

Sabtu, 24 Oct 2020 17:11

Surat Yasin Jantungnya Al-Qur’an?

Surat Yasin Jantungnya Al-Qur’an?

Sabtu, 24 Oct 2020 17:00

Presidential Threshold sebagai Akar Masalah Kekisruan Pilpres 2019

Presidential Threshold sebagai Akar Masalah Kekisruan Pilpres 2019

Jum'at, 23 Oct 2020 23:31

Ngalor Ngidul Mahfud MD

Ngalor Ngidul Mahfud MD

Jum'at, 23 Oct 2020 23:26

KAMI Itu Gerakan Moral, Bukan Makar

KAMI Itu Gerakan Moral, Bukan Makar

Jum'at, 23 Oct 2020 23:09

Forum SATHU Soroti Kewajiban Deposit Setoran Umrah di UU Omnibus Law

Forum SATHU Soroti Kewajiban Deposit Setoran Umrah di UU Omnibus Law

Jum'at, 23 Oct 2020 22:03

Dibawah Pendudukan Armenia Masjid Bersejarah di Nagorno-Karabakh Diubah Jadi Kandang Babi

Dibawah Pendudukan Armenia Masjid Bersejarah di Nagorno-Karabakh Diubah Jadi Kandang Babi

Jum'at, 23 Oct 2020 19:45

Israel Hancurkan Desa Badui Palestina di Al-Araqeb Untuk ke-179 Kali Sejak Tahun 2000

Israel Hancurkan Desa Badui Palestina di Al-Araqeb Untuk ke-179 Kali Sejak Tahun 2000

Jum'at, 23 Oct 2020 18:45

Mendadak Kadrun: Budaya Munafik

Mendadak Kadrun: Budaya Munafik

Jum'at, 23 Oct 2020 18:24

The Times: Hamas Gunakan Pangkalan Cyber War di Turki Untuk Targetkan Musuhnya

The Times: Hamas Gunakan Pangkalan Cyber War di Turki Untuk Targetkan Musuhnya

Jum'at, 23 Oct 2020 17:35

Warga UEA Sekarang Bisa Pergi Ke Israel Tanpa Visa dan Tinggal Selama 90 Hari

Warga UEA Sekarang Bisa Pergi Ke Israel Tanpa Visa dan Tinggal Selama 90 Hari

Jum'at, 23 Oct 2020 17:15

SOHR Klaim 14 Anggota Al-Qaidah Gugur dalam Serangan Drone AS di Idlib Suriah

SOHR Klaim 14 Anggota Al-Qaidah Gugur dalam Serangan Drone AS di Idlib Suriah

Jum'at, 23 Oct 2020 16:46

Peneliti UNEJ: Melinjo Berpotensi Jadi Suplemen Cegah Covid

Peneliti UNEJ: Melinjo Berpotensi Jadi Suplemen Cegah Covid

Jum'at, 23 Oct 2020 14:14

Setahun Penuh Gaduh dan Demo yang Dirindukan

Setahun Penuh Gaduh dan Demo yang Dirindukan

Jum'at, 23 Oct 2020 13:30

Lima Cara Agar Generasi Bisa Berkualitas

Lima Cara Agar Generasi Bisa Berkualitas

Jum'at, 23 Oct 2020 11:55

Antisipasi Kriminalisasi, Dai Perlu Perhatikan Basis Data hingga Peraturan Perundangan

Antisipasi Kriminalisasi, Dai Perlu Perhatikan Basis Data hingga Peraturan Perundangan

Jum'at, 23 Oct 2020 11:32

5 Hal Untuk Diketahui Tentang Konflik Terakhir di Nagorno-Karabakh

5 Hal Untuk Diketahui Tentang Konflik Terakhir di Nagorno-Karabakh

Jum'at, 23 Oct 2020 11:00

Tanggapi Hasil Survey Indikator, Anis: Catatan Buruk Kinerja Pemerintah

Tanggapi Hasil Survey Indikator, Anis: Catatan Buruk Kinerja Pemerintah

Jum'at, 23 Oct 2020 10:56


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X