Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.606 views

Ramadhan Berbeda, namun Tetap dalam Kekhusyuan

 

Oleh:

Henyk Nur Widaryanti

 

RAMADHAN kali ini terasa berbeda. Iya kan kawan? Biasanya kita meriahkan dengan tarhib, kajian-kajian, tadarusan sampai tengah malam, tempat kuliner ramai, jalan-jalan ramai, ngabuburit bareng hingga bunyi petasan dimana-mana. Anak-anak ramai bermain kembang api, air mancur bahkan petasan atau kalau di desa sering pakai mercon bumbung. Orang-orang berjalan beriringan untuk menjalankan ibadah tarawih di masjid dengan suka ria. Hati ini rasanya teduh, pikiran pun tenang mendengarkan setiap lantunan ayat suci Al Qur'an saat tadarusan. 

Namun, konsini seperti itu tak lagi bisa kita nikmati. Malam 1 Ramadhan kemarin tak bisa kita mendengarkan lantunan ayat suci dalam tadarusan. Kalaupun ada, hanya sebentar. Jalan-jalan kampung tak lagi ramai dengan riuh canda anak-anak yang bermain. Sholat di masjid seakan dihantui perasaan dag dig dug, harus pakai masker bahkan jarak antar orang harus satu meter. Kultum yang biasa menghiasi mimbar bakda tarawih pun ditiadakan. Jamaah diminta langsung pulang. Itu bagi daerah yang belum berzona merah. Bagaimana dengan daerah zona merah? Suasananya pasti lebih sepi lagi. 

Di saat ngabuburit pun sepi. Tak ada kegiatan buka bersama. Masjid tak lagi ramai dengan riuh canda tawa. Bagaimana tidak? Tradisi buka bersama yang telah ada turun temurun saat ini tak bisa dilakukan. Walhasil semarak Ramadan tak semeriah seperti yang kita rasakan sebelum-sebelumnya. 

Momen buka puasa bersama inipun pasti dirindukan oleh orang-orang yang kekurangan. Pasalnya dengan mengikuti buka bersama, mereka jadi lebih berhemat uang. Mereka bisa menikmati makanan sehat, lezat dan bergizi tentunya. Mereka tak perlu berfikir, nanti saat buka mau makan apa. Dan mereka hanya perlu mempersiapkan untuk makan sahur. 

Sedangkan bagi para dermawan yang biasa memberikan bekal buka puasa. Mereka merindukan pahala yang berlimpah dari doa-doa orang yang berpuasa yang mereka beri hidangan berbuka. Meskipun saat ini mereka masih bisa memberi bekal buka, pastinya tak akan sebanyak dahulu. Apalagi kondisi di daerah zona merah. Tak leluasa keluar rumah.

 

Wabah tak jadi masalah

Mau tidak mau memang harus diakui, saat ini kondisi puasa kita memang tak ideal. Tak seperti biasanya. Kita tak sebebas dulu. Bahkan bisa jadi kita tak dapat mudik ke tanah asal. Apalagi kondisi wabah masih belum ada titik terang selesainya. 

Namun, sebagai orang yang beriman harusnya kondisi minimalis seperti ini tak jadi masalah. Seorang muslim dapat hidup dan menjalankan kehidupannya dalam kondisi terancam, terbatas atau serba ketercukupan. Karena tujuan hidup bagi seorang muslim bukanlah dunia, tapi nikmatnya akhirat. 

Ingatkah kita dengan saudara-saudara di tepi Gaza, Palestina? Apa yang kita alami saat ini, bisa jadi lebih parah. Mereka berbuka dengan hidangan seadanya, berbuka di bawah reruntuhan bangunan atau di bawah desingan peluru laras panjang. Kadang mereka pun tak menemukan air bersih untuk diminum. Roti yang dimakan hanya roti kering yang keras. Saat malam tiba, sering tak ada penerangan. Hanya cahaya lilin yang menemani. Tidur berselimut malam. Udara dingin menusuk hingga persendian. 

Kalau kita ingat itu semua, mereka tetap gembira menyambut Ramadhan. Mereka tetap puasa dalam kekhusyuan. Mereka tetap berbagi. Jadi, kondisi kita saat belum ada apa-apanya jika dibandingkan mereka. Mungkin saat ini memang sepi, tak ada hiruk pikuk lagi. Tapi kita harus percaya, ada ibrah di balik kondisi saat ini.

 

Tetap khusyuk di tengah wabah

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

"Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151). 

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan, “Sebagaimana pahala amalan puasa akan berlipat-lipat dibanding amalan lainnya, maka puasa di bulan Ramadhan lebih berlipat pahalanya dibanding puasa di bulan lainnya. Ini semua bisa terjadi karena mulianya bulan Ramadhan dan puasa yang dilakukan adalah puasa yang diwajibkan oleh Allah pada hamba-Nya. Allah pun menjadikan puasa di bulan Ramadhan sebagai bagian dari rukun Islam, tiang penegak Islam.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 271). 

Betapa luar biasanya iming-iming yang Allah berikan bagi kita orang-orang mukmin. Jadi sebenarnya tak ada alasan bagi kita untuk bersedih atau menggerutu. Sepinya suasana Ramadhan kali ini tak mengurangi pahala yang Allah janjikan. Setiap aktivitas kita tetap berpahala berlipat-lipat. Oleh karena itu, alangkah lebih baiknya kita manfaatkan waktu ini untuk konsentrasi dengan ibadah dan amalan lainnya. Kalaupun memang tak bisa di masjid, kita bisa melakukannya di rumah. Di mana saja, berpahala. Asalkan semua dilakukan ikhlas karena Allah.

 

Memperbanyak amalan meningkatkan iman

Banyak hal yang bisa kita lakukan saat ini. Meskipun kita tak bisa datang ke kajian-kajian umum seperti biasa, kita tetap bisa menyimak kajian-kajian online.  Ada banyak chanel kajian online yang bisa kita hadiri. Tinggal ngisi pulsa dari rumah, kita dapat pergi ke kajian mana yang kita perlukan. 

Di rumah kita pun dapat memperbanyak tadarusan, sholat sunnah, hafalan, bahkan mengerjakan rumah dan mendidik anak-anak. Jika kita jalani semuanya dengan senang dan ikhlas, insyaAllah berpahala. Atau jika memang kita punya kelebihan, bisa kita berikan kepada tetangga sekitar kita yang membutuhkan. Apalagi saat ini banyak karyawan dirumahkan atau pedagang kaki lima yang pendapatannya menurun drastis.

Justru kita harusnya bersyukur. Saat kondisi saat ini, kita tak perlu foya-foya menghamburkan uang. Kita cukup makan apa adanya. Tak perlu berdesakan ngabuburit tak jelas. Cukup di rumah, ngabuburit bareng keluarga. Sambil melatih kita yang selama ini hidup berlebihan untuk belajar bersahaja. Dan mengasah kepekaan terhadap penderitaan yang lainnya. Wallahu a'lam bishowab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Kerumunan Maulid Nabi Muhammad Bukan Tindak Pidana

Kerumunan Maulid Nabi Muhammad Bukan Tindak Pidana

Senin, 19 Apr 2021 15:36

TLP Bebaskan 11 Polisi Yang Mereka Sandera Selama Protes Anti-Prancis Di Lahore

TLP Bebaskan 11 Polisi Yang Mereka Sandera Selama Protes Anti-Prancis Di Lahore

Senin, 19 Apr 2021 13:35

Manuver Poros Umat, Akankah Digdaya?

Manuver Poros Umat, Akankah Digdaya?

Senin, 19 Apr 2021 13:00

Syaikh Bin Bazz: Qunut Witir Boleh Setiap Malam

Syaikh Bin Bazz: Qunut Witir Boleh Setiap Malam

Senin, 19 Apr 2021 11:17

Mencintai Allah

Mencintai Allah

Ahad, 18 Apr 2021 23:07

Jazuli Juwaini Minta Aparat Segera Tangkap Joseph Paul Zhang

Jazuli Juwaini Minta Aparat Segera Tangkap Joseph Paul Zhang

Ahad, 18 Apr 2021 22:37

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Ahad, 18 Apr 2021 22:30

Hari-hari yang Diharamkan Berpuasa dan Rukun Puasa

Hari-hari yang Diharamkan Berpuasa dan Rukun Puasa

Ahad, 18 Apr 2021 22:24

Dewan Da'wah Bantu Warga Terdampak Banjir Bima

Dewan Da'wah Bantu Warga Terdampak Banjir Bima

Ahad, 18 Apr 2021 22:20

Kelompok Sayap Kanan Denmark Instruksikan Pengungsi Untuk 'Pulang Ke Suriah Yang Cerah'

Kelompok Sayap Kanan Denmark Instruksikan Pengungsi Untuk 'Pulang Ke Suriah Yang Cerah'

Ahad, 18 Apr 2021 22:05

Rumah Zakat Salurkan Bantuan untuk Jurnalis Depok

Rumah Zakat Salurkan Bantuan untuk Jurnalis Depok

Ahad, 18 Apr 2021 22:03

Bom Pinggir Jalan Di Somalia Tewaskan Komandan Militer Tertinggi Shabelle Tengah

Bom Pinggir Jalan Di Somalia Tewaskan Komandan Militer Tertinggi Shabelle Tengah

Ahad, 18 Apr 2021 21:45

Josep Paul Zhang Nistakan Islam, Persis Minta Polisi Bertindak Tegas

Josep Paul Zhang Nistakan Islam, Persis Minta Polisi Bertindak Tegas

Ahad, 18 Apr 2021 21:17

Rezim Assad Gunakan 82.000 Bom Barel Dalam 9 Tahun Serangan Terhadap Warga Sipil Suriah

Rezim Assad Gunakan 82.000 Bom Barel Dalam 9 Tahun Serangan Terhadap Warga Sipil Suriah

Ahad, 18 Apr 2021 21:12

Panggilan Jihad

Panggilan Jihad

Ahad, 18 Apr 2021 15:14

Fraksi PKS: Listrik Indonesia Sudah Mahal, Jangan Dinaikan Lagi!

Fraksi PKS: Listrik Indonesia Sudah Mahal, Jangan Dinaikan Lagi!

Ahad, 18 Apr 2021 13:53

Legislator: Penamaan Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed Kurang Tepat

Legislator: Penamaan Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed Kurang Tepat

Ahad, 18 Apr 2021 12:55

Apa Sebab Jurubicara Prabowo Melecehkan Habib Rizieq

Apa Sebab Jurubicara Prabowo Melecehkan Habib Rizieq

Ahad, 18 Apr 2021 11:54

Shalat Tarawih

Shalat Tarawih

Ahad, 18 Apr 2021 11:40

Dubai Izinkan Wanita Menyusui Untuk Menggunakan Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech

Dubai Izinkan Wanita Menyusui Untuk Menggunakan Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech

Sabtu, 17 Apr 2021 21:34


MUI

Must Read!
X

Sabtu, 17/04/2021 12:59

Berharap kepada Allah