Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.848 views

Peran Muslimah dalam Pingitan (Refleksi Hari Kartini saat Wabah)

Oleh: Tari Ummu Hamzah

Kata pingitan berasal dari bahasa Jawa, yaitu pingit, yang artinya dikarantina untuk tujuan tertentu hingga masa yang telah ditentukan. Seiring dengan perkembangan zaman, aktifitas ini sudah tidak relevan bagi perempuan-perempuan Jawa. Sebab perlahan kebebasan aktivitas perempuan di masa pasca perang dunia, mulai memiliki tempat di ruang publik. Peran mereka pun terlihat bagi masyarakat.

Tapi jika melihat kondisi dunia saat ini, mau tidak mau masyarakat harus tetap diam di rumah, termasuk para muslimah. Akankah perempuan kembali dipingit seperti dahulu kala?

Sebenarnya perempuan terutama muslimah tetap memiliki peran di saat seperti ini. Contohnya, mereka tetap bisa mengkaji islam dan mendakwahkannya. Sarana yang ada saat ini mempermudah kita untuk mendapatkan dan menyebarkan informasi. Tapi banyak juga yang berspekulasi, para pengemban dakwah hanyalah orang-orang yang hanya berani bicara tanpa ada aksi nyata. Peran mereka dipandang sebelah mata. Benarkah demikian? Apakah saat memainkan peran, kita harus selalu berada di ruang publik?

Coba kita ingat kembali bagaimana RA. Kartini memperjuangkan hak-hak pendidikan bagi para kaum perempuan. Selama ada dalam pingitan, beliau rajin berkorespondensi dengan teman-temannya di Eropa. Beliau Mengkaji seperti apa peran wanita Eropa di ruang publik di masa itu. Kartini mendapati bahwa salah satu peran perempuan yang paling penting adalah mendapatkan pendidikan, karena ini adalah hak dasar setiap orang.

Aktivitasnya dalam mengkaji peran wanita beliau lakukan dalam masa pingitan. Beliau aktif membaca buku berbahasa Belanda dan berlangganan majalah Hollandsche Lelie. Tak lupa beliau juga aktif menulis artikel dan dimuat di majalah tersebut. Semua beliau lakukan di rumah.

Bahkan ketika cita-citanya didukung oleh suaminya, di awal-awal masa perjuangannya, Kartini mengajarkan baca tulis kepada perempuan-perempuan muda di rumahnya. Ini membuktikan bahwa perempuan juga bisa menjadi tenaga pendidik, memberikan edukasi dan informasi.

Jelas bahwa ketika perempuan di rumah saja, tetap mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat. Tak terkecuali para muslimah pengemban dakwah. Aktivis mereka yang biasanya sebelum pandemi di luar rumah untuk menuntut ilmu dan bedakwah, kini harus diubah menjadi di dalam rumah. Meskipun begitu, mereka tetap mampu memberikan peran lewat dakwah secara on-line, mengkaji islam lewat media sosial. Jadi bukan berarti tidak ada peran, bukan?

Jika aktivitas seperti yang dilakukan Kartini tidak membawa dampak, maka sejarah tidak akan menuliskan namanya sebagai pahlawan nasional. Dan jika aktivitas muslimah pengemban dakwah tak mampu membawa perubahan, tentu tak akan dihalangi oleh rezim untuk terus berdakwah. Sebab apa yang dilakukan para pengemban dakwah adalah bagian dari membangkitkan pemikiran masyarakat. Dan ini harus tetap dilakukan tak peduli di masa pandemi seperti sekarang ini. 

Membangkitkan ini dimaknai sebagai meningkatkan taraf berfikir masyarakat, dari berfikir jahiliyah menuju pemikiran Islam yang cemerlang. Mengapa demikian? Sebab manusia tidak akan mampu menjadi mulia kehidupannya, tanpa kebangkitan berfikir dengan Islam.

Inilah yang harus segera disadari oleh masyarakat kita. Bahwa di masa pandemi seperti saat ini, manusia tak memiliki pilihan lain kecuali menginstal ulang pemikiran mereka (terhadap kehidupan) dengan Islam. Sebab kapitalisme tinggal menunggu lonceng kematiannya. Sosialisme yang diwakili oleh China saat ini, juga telah gagal. Jadi apakah kita mau mengulang kembali kondisi peradaban manusia saat ini?  Yang bobrok dan tak mampu mengurus rakyat? Apakah tawaran syariat islam yang digaungkan oleh para muslimah pengemban dakwah harus ditolak?

Manusia jelas menginginkan ketentraman dalam kehidupannya, tentram berarti kita kembali kepada fitrah kita sebagai manusia. Hanya Islamlah yang mampu memberikan jaminan ketentraman hidup. Sebab syari'at Islam akan mengubah tatanan masyarakat dari jahiliyah menuju kemuliaan. Dari kesengsaraan menuju kesejahteraan. Maka dari itu masihkah kita menolak Islam? Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
TLP Bebaskan 11 Polisi Yang Mereka Sandera Selama Protes Anti-Prancis Di Lahore

TLP Bebaskan 11 Polisi Yang Mereka Sandera Selama Protes Anti-Prancis Di Lahore

Senin, 19 Apr 2021 13:35

Manuver Poros Umat, Akankah Digdaya?

Manuver Poros Umat, Akankah Digdaya?

Senin, 19 Apr 2021 13:00

Syaikh Bin Bazz: Qunut Witir Boleh Setiap Malam

Syaikh Bin Bazz: Qunut Witir Boleh Setiap Malam

Senin, 19 Apr 2021 11:17

Mencintai Allah

Mencintai Allah

Ahad, 18 Apr 2021 23:07

Jazuli Juwaini Minta Aparat Segera Tangkap Joseph Paul Zhang

Jazuli Juwaini Minta Aparat Segera Tangkap Joseph Paul Zhang

Ahad, 18 Apr 2021 22:37

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Ahad, 18 Apr 2021 22:30

Hari-hari yang Diharamkan Berpuasa dan Rukun Puasa

Hari-hari yang Diharamkan Berpuasa dan Rukun Puasa

Ahad, 18 Apr 2021 22:24

Dewan Da'wah Bantu Warga Terdampak Banjir Bima

Dewan Da'wah Bantu Warga Terdampak Banjir Bima

Ahad, 18 Apr 2021 22:20

Kelompok Sayap Kanan Denmark Instruksikan Pengungsi Untuk 'Pulang Ke Suriah Yang Cerah'

Kelompok Sayap Kanan Denmark Instruksikan Pengungsi Untuk 'Pulang Ke Suriah Yang Cerah'

Ahad, 18 Apr 2021 22:05

Rumah Zakat Salurkan Bantuan untuk Jurnalis Depok

Rumah Zakat Salurkan Bantuan untuk Jurnalis Depok

Ahad, 18 Apr 2021 22:03

Bom Pinggir Jalan Di Somalia Tewaskan Komandan Militer Tertinggi Shabelle Tengah

Bom Pinggir Jalan Di Somalia Tewaskan Komandan Militer Tertinggi Shabelle Tengah

Ahad, 18 Apr 2021 21:45

Josep Paul Zhang Nistakan Islam, Persis Minta Polisi Bertindak Tegas

Josep Paul Zhang Nistakan Islam, Persis Minta Polisi Bertindak Tegas

Ahad, 18 Apr 2021 21:17

Rezim Assad Gunakan 82.000 Bom Barel Dalam 9 Tahun Serangan Terhadap Warga Sipil Suriah

Rezim Assad Gunakan 82.000 Bom Barel Dalam 9 Tahun Serangan Terhadap Warga Sipil Suriah

Ahad, 18 Apr 2021 21:12

Panggilan Jihad

Panggilan Jihad

Ahad, 18 Apr 2021 15:14

Fraksi PKS: Listrik Indonesia Sudah Mahal, Jangan Dinaikan Lagi!

Fraksi PKS: Listrik Indonesia Sudah Mahal, Jangan Dinaikan Lagi!

Ahad, 18 Apr 2021 13:53

Legislator: Penamaan Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed Kurang Tepat

Legislator: Penamaan Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed Kurang Tepat

Ahad, 18 Apr 2021 12:55

Apa Sebab Jurubicara Prabowo Melecehkan Habib Rizieq

Apa Sebab Jurubicara Prabowo Melecehkan Habib Rizieq

Ahad, 18 Apr 2021 11:54

Shalat Tarawih

Shalat Tarawih

Ahad, 18 Apr 2021 11:40

Dubai Izinkan Wanita Menyusui Untuk Menggunakan Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech

Dubai Izinkan Wanita Menyusui Untuk Menggunakan Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech

Sabtu, 17 Apr 2021 21:34

Iran Klaim Tersangka Penyerang Fasilitas Nuklir Natanz Tela Melarikan Diri

Iran Klaim Tersangka Penyerang Fasilitas Nuklir Natanz Tela Melarikan Diri

Sabtu, 17 Apr 2021 21:15


MUI

Must Read!
X