Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.108 views

Sekolah Dibuka di Tengah Pandemi, Orangtua Ketar-ketir

 

Oleh:

Dwi Indah Lestari, S.TP

 

PEMERINTAH nampaknya serius untuk memulai kebijakan new normal life yang dimulai bulan juni ini, terrmasuk sektor pendidikan. Rencananya Tahun Ajaran Baru akan dimulai 13 Juli 2020. Meski Indonesia sedang menghadapi pandemi, Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Plt. Dirjen PAUD Dasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hamid Muhammad, menegaskan pihaknya tidak akan memundurkan kalender pendidikan ke bulan januari (kumparan.com, 1 juni 2020). 

Hal ini ternyata membuat para orangtua ketar-ketir. Betapa tidak. Tercatat dari data Kementerian Kesehatan terdapat sekira 831 anak yang terinfeksi Covid-19 (data 23 Mei 2020). Usia anak yang tertular itu berkisar 0-14 tahun. (nasional.okezone.com, 27 Mei 2020).  Lebih lanjut, data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan 129 orang anak meninggal dunia dnegan status PDP. Yang menyedihkan, 14 orang anak telah meninggal  dengan statur positif Covid-19. 

Banyak kalangan yang kemudian meminta agar pemerintah menimbangulang rencana membuka kembali sekolah pertengahan tahun ini. Diantaranya, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyartimeminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag) terus mengkaji langkah pembukaan sekolah pada 13 Juli 2020. (nasional.okezone.com, 27 Mei 2020). Hal ini disebabkan angka kasus positif covid di Indonesia yang masih sangat tinggi. Bahkan kasus covid 19 pada anak di Indonesia cukup besar dibandingkan di negara lain. 

Wajar rasanya, bila banyak pihak yang mengkhawatirkan langkah pemerintah membuka kembali sekolah di tengah wabah yang belum mereda. Sebab hal ini justru akan membahayakan keselamatan guru dan  anak-anak. Penularan virus pada anak-anak diduga rentan melalui orangtua dan keluarga dekat. Karenanya pemerintah diminta untuk merencanakan dan mempersiapkan matang-matang hal ini. 

Meskipun pemerintah sendiri telah mempersiapkan protokol kesehatan yang harus diikuti ketika sekolah benar-benar dimulai, namun pelaksanaannya sangat meragukan akan bisa berjalan dengan benar. Pasalnya, siapa yang akan menjamin anak-anak mempu menjalankan hal itu dnegan sempurna. Justru hal ini menambah resiko mereka akan terpapar virus.

 

Solusi yang tidak solutif

Tak dapat disangkal, virus corona yang berukuran super kecil ini, ternyata mampu memberikan dampak yang besar di semua sektor kehidupan. Ekonomi mengalami goncangan cukup hebat karenanya. Begitu juga sektor pendidikan merasakan dampak berupa kesimpangsiuran arah yang akan dicapai. 

Sementara itu, hingga saat ini belum ada satu negarapun yang mampu mengatasi pandemi ini seratus persen. Padahal kerugian ekonomi akibat pandemi ini harus segera ditalangi. Inilah yang kemudian mendorong banyak negara memberlakukan new normal life. Meski dengan berbagai protokol kesehatan yang harus dijalankan. Semua dalam rangka mengatasi kolapsnya ekonomi. 

Namun pada kenyataannya, beberapa negara yang sudah mulai membuka kembali sekolah, ternyata terpaksa menutupnya kembali akibat munculnya lonjakan kasus-kasus baru covid. Sebut saja, Perancis, Inggris, Finlandia dan Korea Selatan. Padahal negara-negara ini, memiliki semua fasilitas yang  baik dalam penanganan covid 19 dan sebelumnya telah mengalami penurunan jumlah kasus positif covid. 

Sedangkan Indonesia, keadaannya masih jauh dari hal itu. Penambahan kasus positif masih tinggi dan belum menunjukkan tanda akan menurun. Banyak yang memprediksi Indonesia masih belum mencapai puncaknya. Sehingga kebijakan membuka kembali sekolah di tengah pandemi bisa mengancam keselamatan tidak hanya anak-anak tapi juga guru. Sementara itu, penanganan wabah masih saja dilakukan setengah hati dan tidak kunjung mengalami perbaikan. Pantas saja bila wabah ini tak kunjung sirna di bumi pertiwi.

 

Islam Problem Solver

Penanganan ala kapitalistik terhadap wabah covid, ditengarai menjadi biang kerok mengapa pandemi tak segera bisa diatasi. Pertimbangan materialistik yang mengukur dari untung rugi, membuat kebijakan-kebijakan yang digulirkan tak mampu menyelesaikan kasus-kasus covid yang terus muncul tanpa jeda. 

Sebagai contoh, pelaksanaan PSBB belum juga tuntas dijalankan, pemerintah malah mewacanakan akan memberlakukan new normal life. Hal ini membuat program-program yang sebelumnya dicanangkan untuk penanggulangan wabah menjadi tak berjalan efektif. Akibatnya lonjakan kasus positif covid terjadi lagi. Lagi-lagi faktor ekonomi menjadi alasan dibalik mencla-menclenya kebijakan-kebijakan itu. 

Berbeda dengan Itu, Islam tidak menjadikan materi sebagai acuan dalam menanggulangi pandemi. Islam menjadikan syariat Allah sebagai sandaran dalam menyelesaikan segala sesuatu, termasuk dalam menangani wabah. Islam membuat kebijakan yang menyegerakan penanganan wabah, yakni menghentikan penularan sehingga pemulihan kondisi bisa dilakukan setelah situasi terkendali.

Hal ini pernah terjadi pada masa Rasulullah saw, yaitu saat terjadi wabah kusta. Ketika itu Rasulullah ﷺ memerintahkan agar tidak dekat dengan penderita kusta sampai kepada tidak perlu melihat para penderita kusta tersebut. Beliau bersabda: Janganlah kalian terus-menerus melihat orang yang mengidap penyakit kusta (HR al-Bukhari). Begitu juga pada masa Khalifah Umar bin Khattab, dimana terjadi wabah menular di daerah Syam. 

Metode penanganannya adalah dengan melakukan karantina wilayah. Pada saat terjadi wabah kusta, Rasulullah bahkan memastikan agar wabah ini tidak menjangkiti wilayah lain, dengan membangun tembok di sekitar wilayah yang terkena wabah. Abu Hurairah radhiyallahu anhu menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, “Jauhilah orang yang terkena kusta, seperti kamu menjauhi singa.” (HR al-Bukhari).

Rasulullah saw juga memerintahkan untuk tidak mendekati daerah yang terkena wabah dan orang yang berada di wilayah yang terjangkit wabah tidak diperbolehkan keluar. "Jika kalian mendengar wabah terjadi di suatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah itu. Sebaliknya, jika wabah itu terjadi di tempat kalian tinggal, janganlah kalian meninggalkan tempat itu" (HR al-Bukhari). 

Para penderita akan didata dan diisolasi di tempat khusus yang jauh dari pemukiman warga. Mereka diperiksa secara detil dan diobati dengan pengobatan terbaik. Semua itu akan dibiayai oleh negara dengan mengambilnya dari baitul maal. Penduduk yang dikarantina juga akan mendapatkan jaminan pemenuhan kebutuhan pokoknya, sehingga mereka tidak perlu khawatir kelaparan. 

Dengan cara ini, pandemi akan bisa segera diselesaikan dengan tuntas dan tidak menyebar ke wilayah lain. Hal ini hanya bisa dilakukan bila negara menggunakan syariat Allah yang aturannya sempurna dan sesuai dengan fitrah manusia. Kepemimpinan dalam Islam meniscayakan negara akan menjadi yang terdepan dalam menghadapi berbagai persoalan.

Ia tidak akan menjadikan aspek manfaat materialistik dalam menangani wabah, apalagi sampai mengorbankan rakyat untuk kepentingan ekonomi. Pemimpin dalam Islam tidak akan ragu-ragu dalam mengambil kebijakan untuk kemaslahatan umat. Ia akan bersegera melaksanakan tanggung jawabnya dalam pengurusan umat sesuai tuntunan Allah dalam syariatNya. 

Maka umat berharap besar pada sistem Islam yang mampu melahirkan pemimpin yang memiliki sikap tegas dan percaya diri, tidak gagap dan ragu menghadapi wabah. Kebijakan pemerintah pusat dengan daerah pun berjalan dengan baik, tidak ada kontradiksi di antara keduanya. Hingga mampu memastikan situasi terkendali dan dapat segera memulihkan keadaan. Wallahu’alam bisshawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
Pegawai Kantor Pers Federal Jerman Diduga Jadi Agen Mata-mata Untuk Dinas Intelijen Mesir

Pegawai Kantor Pers Federal Jerman Diduga Jadi Agen Mata-mata Untuk Dinas Intelijen Mesir

Jum'at, 10 Jul 2020 10:45

Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

Kamis, 09 Jul 2020 22:13

HRW Minta Bangladesh Pindahkan 300 Lebih Pengungsi Rohingya dari Pulau Bashan Char

HRW Minta Bangladesh Pindahkan 300 Lebih Pengungsi Rohingya dari Pulau Bashan Char

Kamis, 09 Jul 2020 21:30

Satu Batalion Tentara Israel Dikarantina Setelah Ada Anggotanya Terinfeksi Virus Corona

Satu Batalion Tentara Israel Dikarantina Setelah Ada Anggotanya Terinfeksi Virus Corona

Kamis, 09 Jul 2020 21:05

Wacana TNI Dilibatkan untuk Kerukunan Umat Beragama, Bukhori: Menag Kembali Gagal Paham

Wacana TNI Dilibatkan untuk Kerukunan Umat Beragama, Bukhori: Menag Kembali Gagal Paham

Kamis, 09 Jul 2020 20:48

[VIDEO] Komunisme Ajaran Malu-malu

[VIDEO] Komunisme Ajaran Malu-malu

Kamis, 09 Jul 2020 19:44

Yvone Ridlye Berencana Pergi ke Suriah Untuk Upayakan Pembebasan Tauqir Sharif dari Penahanan HTS

Yvone Ridlye Berencana Pergi ke Suriah Untuk Upayakan Pembebasan Tauqir Sharif dari Penahanan HTS

Kamis, 09 Jul 2020 18:15

Pemberontak Syi'ah Houtsi Ancam Targetkan Istana Kerajaan Saudi

Pemberontak Syi'ah Houtsi Ancam Targetkan Istana Kerajaan Saudi

Kamis, 09 Jul 2020 17:00

Anis Matta: Pemerintah Perlu Siapkan Skenario Terburuk terhadap Fundamental Ekonomi

Anis Matta: Pemerintah Perlu Siapkan Skenario Terburuk terhadap Fundamental Ekonomi

Kamis, 09 Jul 2020 16:28

Afghanistan Tidak Akan Bebaskan 600 Tahanan Taliban yang Mereka Anggap 'Terlalu Berbahaya'

Afghanistan Tidak Akan Bebaskan 600 Tahanan Taliban yang Mereka Anggap 'Terlalu Berbahaya'

Kamis, 09 Jul 2020 15:00

Warga Kashmir Takut UU Domisili Baru India Jadikan Wilayah Mereka Palestina Lain

Warga Kashmir Takut UU Domisili Baru India Jadikan Wilayah Mereka Palestina Lain

Kamis, 09 Jul 2020 14:15

Daftar Lengkap Pemenang Indonesia Fundraising Award 2020

Daftar Lengkap Pemenang Indonesia Fundraising Award 2020

Kamis, 09 Jul 2020 12:59

Solusi Islam Mengatasi Quarter Life Crisis

Solusi Islam Mengatasi Quarter Life Crisis

Kamis, 09 Jul 2020 09:26

Cara Hindari Konflik Keuangan Keluarga di Tengah Pandemi

Cara Hindari Konflik Keuangan Keluarga di Tengah Pandemi

Kamis, 09 Jul 2020 08:18

[VIDEO] Haedar Nashir: Umat Islam Miliki Saham Besar Dirikan NKRI dan Pancasila

[VIDEO] Haedar Nashir: Umat Islam Miliki Saham Besar Dirikan NKRI dan Pancasila

Kamis, 09 Jul 2020 07:00

Boikot Produk Pendukung LGBT, Efektifkah?

Boikot Produk Pendukung LGBT, Efektifkah?

Rabu, 08 Jul 2020 23:55

Konsep

Konsep "Tangguh Semeru" di Jawa Timur, Solusi Tatanan Baru ?

Rabu, 08 Jul 2020 23:20

Menjaga Stamina Belajar Mahasiswa

Menjaga Stamina Belajar Mahasiswa

Rabu, 08 Jul 2020 23:06

Trending Bekal untuk Suami, Feminis Sakit Hati Bereaksi

Trending Bekal untuk Suami, Feminis Sakit Hati Bereaksi

Rabu, 08 Jul 2020 22:59

1721 Alumni ITB Dukung Din, RR: Ternyata yang Doyan Jilat Kekuasaan Hanya Minoritas

1721 Alumni ITB Dukung Din, RR: Ternyata yang Doyan Jilat Kekuasaan Hanya Minoritas

Rabu, 08 Jul 2020 21:52


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X