Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.995 views

Ibu, Ambil Kembali Wewenangmu Mendidik Anak (Kritik terhadap Kebijakan Pendidikan Nasiona)

 

Oleh: Mimin Nur Indahsari

“Al ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq. Ibu adalah sebuah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik“.

Begitu pentingnya peran Ibu terhadap proses pendidikan anak dan tumbuh kembangnya dalam menyongsong kehidupan sesuai dengan tuntunan syari’at Islam. Tentu hal itu tidaklah mudah, selain butuh perjuangan dalam menyelami lautan ilmu pengetahuan, juga butuh kesabaran untuk membentuk generasi yang berkepribadian Islam. Namun sayang, masih banyak Ibu yang tak memahami peran strategisnya sebagai pendidik generasi. Ditambah propaganda gender membuat Ibu rela meninggalkan buah hati demi seteguk kenikmatan duniawi.

Maka wajar jika kita temui hari ini, kondisi generasi yang minim takwa, rendah akhlak dan rusaknya karakter diri (kepribadian) hingga menjadi pribadi yang tak manusiawi. Mulai dari bullying, tawuran pelajar, pergaulan bebas, tindakan asusila, korupsi, tindakan kriminal, perampasan aset Negara, keserakahan manusia hingga berimbas pada banyaknya kemiskinan dan berbagai persoalan lainnya.

Sistem Pendidikan Sekular

Nyatanya sistem kapitalisme dengan asasnya sekulerisme berhasil mengubah orientasi pendidikan hari ini. Tujuan pendidikan harus diarahkan untuk kepentingan ekonomi. Karenanya keberhasilan pendidikan hanya diukur dari berapa banyak lulusan yang diterima di dunia kerja.

Mengentaskan kemiskinan menjadi alasan kuat dari target pendidikan sekular. Namun gelombang kemiskinan tak sekedar persoalan pendidikan. Ada  persoalan lain seperti money politik, kesenjangan ekonomi, dan sosial. Bahkan hasil survei menyatakan bahwa 1 % orang kaya RI kuasai 50% asset Nasional yang dilansir dari Tempo.co (10/10/2019).

Telah jelas, sistem kapitalisme lah biang kerok dari semua persoalan. Manusia memang butuh pekerjaan. Seperti para ayah yang berkewajiban mencari nafkah. Namun, pekerjaan bukanlah tujuan dari penddikan. Tujuan mulia pendidikan adalah mencetak generasi terdidik, tak sekedar cerdas atau mendapat pekerjaan bergengsi, tapi juga berkarakter (kepribadian) baik. Sehingga dengan ilmu dan kecerdasannya ia mampu memimpin bumi pertiwi sesuai dengan perintah Ilahi Robbi (Allah SWT).

Sementara, proyek deradikalisasi terus menghantui dunia pendidikan hingga hari ini. Bahkan ada rencana penggabungan mata pelajaran PAI dan PKN yang Dilansir dari Jawapos.com (19/06/2020).

Apabila kita cermati, wacana peleburan dua mata pelajaran ini terungkap dari beredarnya slide FGD yang digagas oleh Kemendikbud. Memang, Nadiem Makarim telah menggagas konsep merdeka belajar episode 1. Tahun 2021, Materi UN akan diubah menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter.

Asesmen kompetensi minimum mencakup literasi (kemampuan bernalar tentang dan menggunakan bahasa) dan numerasi (kemampuan bernalar menggunakan matematika). Sedangkan survei karakter, semisal karakter pembelajar, gotong royong, kebhinekaan, dan perundungan.  Lalu di manakah letak pelajaran agama Islam?

Lebih lanjut Nadiem menjelaskan bahwa materi UN tak hanya mengikuti ide Kemendikbud. Tapi ada banyak bantuan dari organisasi baik dalam negeri maupun luar negeri seperti OECD dan World Bank.

Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) adalah suatu organisasi internasional yang bergerak di bidang kerjasama ekonomi dan pembangunan. Tentu hal ini semakin menguatkan gagasan Nadiem akan konsep merdeka belajar episode 4 bahwa ada banyak organisasi masyarakat yang peduli terhadap mutu pendidikan. Bahkan mereka dengan sukarela membiayai berbagai inisiasi bidang pendidikan secara mandiri.

Apakah dengan banyaknya organisasi yang peduli adalah berkah pendidikan bagi bumi pertiwi? Harusnya kita juga mawas diri. Bukankah deradikalisasi juga merupakan misi untuk memuluskan agenda liberalisasi proyek ekonomi? Jika semua terpedaya, lalu siapa yang akan lantang menentang proyek  yang berujung pada penguasaan kekayaan negeri?

Ingatlah dengan UU minerba dan UU cilaka, mereka nikmati kekayaan alam bumi pertiwi. Padahal rakyat sedang menjerit dan terhimpit. Para wakil rakyat justru tega mengetok palunya di tengah wabah. Itulah bukti keberpihakan mereka kepada kepentingan para kapitalis (pemilik modal).

Lalu, masihkah kita berharap dengan pendidikan sekuler kapitalis yang justru mencetak generasi jauh dari norma agama. Mereka menjadikan untung rugi sebagai pertimbangan dalam penentuan kebijakan. Hingga lahirlah para perampok aset Negara yang mengakibatkan pemiskinan secara sistemik.

Sistem Pendidikan Islam

Inilah tantangan para Ibu tangguh pendidik generasi. Di tengah gempuran arus liberalisasi dan deradikalisasi, mereka harus bangkit untuk memperbaiki kondisi. Untuk itu, mereka harus memahami hakikat sebuah pendidikan. Tujuan pendidikan bukanlah untuk bekerja. Pendidikan harus ditujukan untuk mendapatkan ilmu dan membentuk kepribadian Islam.

Kerena generasi yang memiliki kepribadian Islam akan menjadikan halal haram sebagai tolok ukur perbuatan. Tolok ukur inilah yang akan menyeleksi ilmu seperti apa yang harus dipelajari dan dikembangkan, dan mana yang harus ditinggalkan.

Dikutip dari buku Menyiapkan Anak Tangguh  (karya Yanti Tanjung), apabila tujuan pendidikan Islam adalah membentuk kepribadian Islam anak maka kurikulum wajib berbasiskan aqidah. Sehingga semua konten, metode, strategi, dan sarana pembelajaran dihimpun untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Kurikulum secara umum terkait 4 hal, yakni kurikulum dasar (bahasa Arab dan siroh Rasulullah SAW), kurikulum inti (aqidah Islam, fiqih, Al-qur’an, hadits, adab), kurikulum penunjang (sains, matematika, geografi), dan  keterampilan (olah raga, hasta karya dan seni). Semua kurikulum terintegral dengan aqidah Islam. Bahkan untuk kompetensi dasar dan kompetensi inti yang kesemuanya adalah bagian dari tsaqofah Islam. Harus diberikan disetiap jenjang pendidikan baik PAUD, SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi.

Meski, sebenarnya Negara wajib menfasilitasi pendidikan rakyat secara gratis dan berkualitas, baik saat kondisi normal maupun saat wabah. Namun kenyataan yang kita alami justru sebaliknya. Sehingga tak ada pilihan lagi, seorang Ibu tangguh harus pasang badan dan siap menjadi pembelajar sekaligus menjadi guru bagi anak-anaknya. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Latest News
Ajak Sinergi dan Kolaborasi, Muslimah Wahdah dan Mushida Siap Berkontribusi untuk Indonesia

Ajak Sinergi dan Kolaborasi, Muslimah Wahdah dan Mushida Siap Berkontribusi untuk Indonesia

Jum'at, 22 Oct 2021 22:45

 Indonesia Berpeluang Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah dan Industri Halal Dunia

Indonesia Berpeluang Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah dan Industri Halal Dunia

Jum'at, 22 Oct 2021 22:31

ACN Membentangkan Spanduk Protes Kebebasan Seksual di Pancoran

ACN Membentangkan Spanduk Protes Kebebasan Seksual di Pancoran

Jum'at, 22 Oct 2021 21:36

43 Negara PBB Serukan Cina Buka Akses 'Segera' Ke Xinjiang Untuk Para Pengamat

43 Negara PBB Serukan Cina Buka Akses 'Segera' Ke Xinjiang Untuk Para Pengamat

Jum'at, 22 Oct 2021 17:35

Laporan: Hampir Setengah Dari Seluruh Pengungsi Afghanistan Di AS Anak-anak

Laporan: Hampir Setengah Dari Seluruh Pengungsi Afghanistan Di AS Anak-anak

Jum'at, 22 Oct 2021 16:45

Pihak Berwenang Filipina Klaim Tangkap Anggota Abu Sayyaf Yang Terlibat Penculikan 2 Warga Kanada

Pihak Berwenang Filipina Klaim Tangkap Anggota Abu Sayyaf Yang Terlibat Penculikan 2 Warga Kanada

Jum'at, 22 Oct 2021 15:45

DDII: Hari Santri Momentum Kebangkitan Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Terbaik

DDII: Hari Santri Momentum Kebangkitan Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Terbaik

Jum'at, 22 Oct 2021 15:34

Laporan: Apple Akan Mulai Paksa Karyawan Yang Tidak Divaksin Untuk Tes COVID-19 Setiap Masuk Kantor

Laporan: Apple Akan Mulai Paksa Karyawan Yang Tidak Divaksin Untuk Tes COVID-19 Setiap Masuk Kantor

Jum'at, 22 Oct 2021 14:50

Murid Kiai Ahmad Dahlan Jelaskan Bahwa Maulid Nabi Adalah Hal yang Baik

Murid Kiai Ahmad Dahlan Jelaskan Bahwa Maulid Nabi Adalah Hal yang Baik

Kamis, 21 Oct 2021 16:35

2 Mantan Tentara Jerman Ditangkap Karena Berusaha Bentuk Unit Paramiliter Untuk Bertempur Di Yaman

2 Mantan Tentara Jerman Ditangkap Karena Berusaha Bentuk Unit Paramiliter Untuk Bertempur Di Yaman

Kamis, 21 Oct 2021 15:12

Mulianya Nabi Hinanya Kita

Mulianya Nabi Hinanya Kita

Kamis, 21 Oct 2021 14:14

Maraknya Pinjaman Online Ilegal, Waketum PERSIS: Dampak Krisis Ekonomi dan Perilaku Konsumtif

Maraknya Pinjaman Online Ilegal, Waketum PERSIS: Dampak Krisis Ekonomi dan Perilaku Konsumtif

Kamis, 21 Oct 2021 13:14

Ketua Bidgar Ekonomi PP PERSIS: Semua Pihak Harus Bersatu Berantas Pinjol Ilegal

Ketua Bidgar Ekonomi PP PERSIS: Semua Pihak Harus Bersatu Berantas Pinjol Ilegal

Kamis, 21 Oct 2021 13:02

Hanya Satu: Islam

Hanya Satu: Islam

Kamis, 21 Oct 2021 12:55

Rizal Ramli: Kereta Cepat dan Ibu Kota Baru Bukan Prioritas

Rizal Ramli: Kereta Cepat dan Ibu Kota Baru Bukan Prioritas

Kamis, 21 Oct 2021 09:27

HNW Dukung Perkuat Hubungan Indonesia-Turki tapi Tolak  Attaturk Dijadikan Nama Jalan di Jakarta

HNW Dukung Perkuat Hubungan Indonesia-Turki tapi Tolak Attaturk Dijadikan Nama Jalan di Jakarta

Rabu, 20 Oct 2021 22:58

Mungkinkah, Nama Jalan Mustafa Kemal Atuturk Diganti dengan Osman Bey?

Mungkinkah, Nama Jalan Mustafa Kemal Atuturk Diganti dengan Osman Bey?

Rabu, 20 Oct 2021 22:05

Laporan: Facebook Berencana Ubah Nama Untuk Fokus Pada Metaverse

Laporan: Facebook Berencana Ubah Nama Untuk Fokus Pada Metaverse

Rabu, 20 Oct 2021 21:30

Rezim Teroris Assad Bombardir Pasar di Kota Ariha Idlib, 11 Warga Sipil Tewas 35 Lainnya Terluka

Rezim Teroris Assad Bombardir Pasar di Kota Ariha Idlib, 11 Warga Sipil Tewas 35 Lainnya Terluka

Rabu, 20 Oct 2021 21:20

Menkes: Vaksinasi di Indonesia Capai 171,9 Juta Dosis

Menkes: Vaksinasi di Indonesia Capai 171,9 Juta Dosis

Rabu, 20 Oct 2021 21:07


MUI

Must Read!
X