Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.868 views

Menjadi Ayah Tunggal Efek Gaul Bebas, Kisah Ini sebagai Renungan

 

Oleh: Nonny Irayanti

Pada hari ini ada bahkan banyak orang tua yang harus membesarkan anak tanpa dibersamai oleh pasangannya. Hal ini terjadi baik karena pilihannya atau nasib yang memaksanya. Ya, menjadi single parent atau orang tua tunggal istilahnya.

Hal ini dialami oleh Bae Jin-Soo, seorang pria korea yang telah membesarkan bayi perempuannya seorang diri. Dalam wawancaranya dengan Asian Boss, sebuah channel youtube yang menyajikan isu-isu nyata yang terjadi di Asia, Soo menceritakan bagaimana sulitnya mengasuh seorang bayi tanpa bantuan siapa pun. Ia menceritakan bagaimana saat-saat sang bayi cantik yang bernama Surin, mengalami demam tinggi, dan dia tak mampu berbuat apapun untuk menolongnya.

Ia sulit mendapatkan asuransi kesehatan untuk anaknya, karena biaya kesehatan di sana relatif mahal jika tanpa asuransi. Kesulitan itu karena anaknya tidak terdaftar secara resmi, walaupun ia ayah kandungnya dan memiliki bukti catatan kelahiran, bahkan telah memiliki hasil test DNA yang menyatakan bahwa Surin adalah anak kandungnya. Sulitnya pendaftaran ini dikarenakan ibu kandung Surin adalah orang dengan kewarganegaraan asing.

 

Rusaknya Gaya Hidup dan Pergaulan Liberal

Soo dan ibu Surin saling jatuh cinta dan hidup bersama tanpa menikah hingga Surin dilahirkan. Saat itu ibunya hendak membawa Surin pergi dan Soo tidak menginginkannya. Ibunya pergi dan tak pernah ada kabar lagi. Sejak saat itulah Soo membesarkan Surin, hingga usianya 9 bulan saat video itu ditayangkan (3/2020). Ketika Soo hendak mengurusi akte kelahiran Surin, ia menemukan berkas bahwa ibunya Surin masih tercatat menikah dengan pria lain, sehingga proses pendaftaran akte Surin makin runyam.

Dan ternyata Soo, tidak seorang diri. Ada komunitas single parent yang saling support para ayah yang bernasib sama dengan Soo. Komunitas ini didirikan Ji-Hwan seorang ayah yang telah melewati masa-masa sulit membesarkan anaknya sendirian. Ia bahkan tidak mampu bekerja karena harus 24 jam mengurus bayi. Hingga sampai pada hari ketika persediaan susu dan popoknya sudah hampir habis, ia menjual semua barang yang ia miliki untuk menghidupi mereka berdua. Ia benar-benar sulit untuk melakoni peran ganda mengasuh layaknya seorang ibu sambil bekerja mencari nafkah layaknya seorang ayah. Akhirnya ia berinisiatif untuk menggalang dana membantu mereka yang bernasib sama dengannya.

Sungguh kisah nyata ini bisa mengaduk-aduk emosi kita ketimbang roman picisan yang biasa disuguhkan dalam drama korea.

Islam, Menjaga Hak Anak sejak Belum Dilahirkan

Jika kita meneliti lebih jauh dan menimbang dengan kaca mata Islam, setidaknya ada beberapa hal yang bisa kita diskusikan dari peristiwa ini.

Pertama adalah sumber terjadinya masalah, yaitu adanya kebebasan berprilaku yang katanya dijamin HAM. Saat sepasang manusia saling mencinta, kebebasan ini memberikan mereka berdua kebebasan untuk mengekspresikannya walau tanpa ikatan. Sehingga saat terlahir seorang anak dari keduanya, tidak ada kesiapan dan kejelasan tanggung jawab atas pemeliharaan jiwa anak ini. Mereka lebih mengedepankan hawa nafsu tanpa jelas ujung akhirnya. Kita menemukan banyak kisah nyata tentang janin tak berdosa di dalam kandungan wanita tanpa status istri. Karena hawa nafsu yang menuntun, bayi tak berdosa tak tumbuh sebagaimana mestinya. Seperti Surin yang dibesarkan tanpa ibu di sisinya.

Kedua, ketika kita melihat dengan kacamata Islam, seorang anak hanya dapat terlahir dari sebuah pernikahan yang suci. Ketika seorang pria menerima akad nikah seorang wanita, sejak saat itu ia mengemban tanggung jawab kewajiban seorang suami terhadap istri. Begitu pula sang wanita menerima tanggung jawab seorang istri kepada suami. Sehingga masing-masing mendapatkan haknya. Begitu pula ketika seorang anak terlahir dari pernikahan ini.

Ketiga, ibunya memiliki hak sekaligus kewajiban untuk membesarkan anaknya. Sementara menjadi kewajiban seorang ayah untuk menafkahi keluarganya. Sehingga sebuah pernikahan di dalam Islam tidak sekadar menautkan dua hati dalam sebuah ikatan yang sah saja. Akan tetapi berkaitan dengan bagaimana memainkan peran sebagai seorang suami, istri, ayah, ibu, atau orang tua sesuai dengan tuntutan yang digariskan oleh Islam. Saat akad nikah telah disahkan, sejak saat itulah aturan-aturan turunan dari pernikahan juga diberlakukan.

Keempat, berkaitan dengan pemeliharaan seorang anak, Islam mengenal istilah hadhanahHadhanah atau pengasuhan anak merupakan sebuah kewajiban. Kewajiban memelihara jiwa anak ini bertujuan agar anak terhindar dari kebinasaan dan diselamatkan dari segala sesuatu yang membinasakannya. Karenanya  Islam mengkategorikan hadhanah ke dalam penjagaan atas jiwa yang diwajibkan oleh Allah SWT.

Islam memiliki aturan sempurna dan paripurna tentang kehidupan. Termasuk aturan yang lengkap mengenai hadhanah. Penjelasan yang rinci tentang siapa saja yang berhak sekaligus berkewajiban dalam pemeliharaan atas anak. Sama seperti bagaimana Islam mengatur tentang nasab keturunan dan jalur nafkah. Hingga ketika pun seorang anak harus mengalami orang tua yang bercerai, hukumnya jelas, pada siapa anak tersebut dipelihara, dan oleh siapa anak itu dinafkahi.

Di samping itu Islam juga memberikan peran pada negara dalam pemeliharaan jiwa anak ini. Seperti yang dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khathab ra. Beliau memiliki perhatian besar terhadap generasi hingga siapa pun warga negara yang melahirkan anak, diberikan tunjangan agar kualitas ASI sang ibu baik, sehingga anak-anak kaum muslimin terlahir sehat dan bahagia.

Penerapan Islam secara kaaffah pun menempatkan manusia pada fitrahnya. Pergaulan laki-laki dan perempuan berjalan sesuai aturan Islam, meminimalisir terciptanya pergaulan yang tidak patut. Lebih jauh, diberlakukan sanksi yang diberlakukan negara, bagi mereka yang keluar dari jalur yang seharusnya. Aurat laki-laki dan perempuan terjaga. Laki-laki dimotivasi untuk bekerja memberikan nafkah sesuai kewajibannya, para ibu diberikan keleluasaan untuk mengatur wilayah domestiknya dan menjadi ibu dari anak-anaknya.  

Inilah Islam dan segala keindahannya. Wallahu a’lam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Latest News
PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

Sabtu, 16 Jan 2021 02:14

Memilih Pemimpin

Memilih Pemimpin

Jum'at, 15 Jan 2021 21:15

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Jum'at, 15 Jan 2021 19:45

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Jum'at, 15 Jan 2021 16:56

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 12:59

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Jum'at, 15 Jan 2021 11:35

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Jum'at, 15 Jan 2021 11:10

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Jum'at, 15 Jan 2021 10:59

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 10:47

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

Jum'at, 15 Jan 2021 00:16

Ketua KPU Arief Budiman Dipecat

Ketua KPU Arief Budiman Dipecat

Jum'at, 15 Jan 2021 00:10

Unduhan WhatsApp Menyusut Buntut Pengumuman Kebijakan Privasi Baru

Unduhan WhatsApp Menyusut Buntut Pengumuman Kebijakan Privasi Baru

Kamis, 14 Jan 2021 21:05

Pemberonak Syi'ah Houtsi Bantai 20 Petani di Taiz Yaman

Pemberonak Syi'ah Houtsi Bantai 20 Petani di Taiz Yaman

Kamis, 14 Jan 2021 20:45

Ngenes, Kematian Nakes Tertinggi se-Asia?

Ngenes, Kematian Nakes Tertinggi se-Asia?

Kamis, 14 Jan 2021 18:54

Ketua STAI PTDII: Syekh Ali Jaber Inspirasi Program Tahfiz

Ketua STAI PTDII: Syekh Ali Jaber Inspirasi Program Tahfiz

Kamis, 14 Jan 2021 16:21

Orang Meninggal dengan Izin Allah, Apa Maksudnya?

Orang Meninggal dengan Izin Allah, Apa Maksudnya?

Kamis, 14 Jan 2021 14:45

Meski Sempat Jadi WN Arab Saudi, MUI Sebut Syekh Ali Jaber Cinta Indonesia Sepenuh Hati

Meski Sempat Jadi WN Arab Saudi, MUI Sebut Syekh Ali Jaber Cinta Indonesia Sepenuh Hati

Kamis, 14 Jan 2021 14:36

Donald Trump Jadi Presiden AS Pertama yang Dimakzulkan untuk Kedua Kalinya

Donald Trump Jadi Presiden AS Pertama yang Dimakzulkan untuk Kedua Kalinya

Kamis, 14 Jan 2021 14:15

Waspada terhadap Covid-19 adalah Bentuk Ketaqwaan

Waspada terhadap Covid-19 adalah Bentuk Ketaqwaan

Kamis, 14 Jan 2021 13:01

Bagong Mbangun Deso Versus Gelandangan Instant

Bagong Mbangun Deso Versus Gelandangan Instant

Kamis, 14 Jan 2021 11:55


MUI

Must Read!
X