Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.096 views

Kesetaraan Upah, Ilusi Kapitalis bagi Perempuan

 

Oleh: Emil Apriani, S.Kom 

Untuk pertama kalinya Indonesia dan seluruh dunia memperingati Hari Kesetaraan Upah Internasional (Equal Pay Day) pada 18 September lalu. Perayaan hari internasional ini menandai komitmen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap hak asasi manusia dan menentang segala bentuk diskriminasi, termasuk diskriminasi terhadap perempuan dan anak perempuan.

Hari peringatan ini dilatarbelakangi dari data global yang dikeluarkan oleh International Labour Organization (ILO) dan UN Women yang menunjukkan bahwa perempuan masih dibayar lebih rendah dibandingkan laki-laki, dengan perkiraan kesenjangan upah sebesar 16 persen. Perempuan memperoleh 77 sen dari satu dolar yang diperoleh laki-laki untuk pekerjaan yang bernilai sama. Angka ini sudah dihitung dengan kesenjangan yang bahkan lebih besar bagi perempuan yang memiliki anak. (Bisnis.com, 21/09/2020)

Sedangkan di Indonesia sendiri, data menunjukkan perempuan memperoleh pendapatan 23 persen lebih rendah dibandingkan laki-laki. Posisi perempuan di dunia kerja juga masih kurang akurat. Hingga saat ini kebanyakan perempuan masih banyak berada di pekerjaan informal. Menurut Kementerian Keuangan, kurang dari 50 persen perempuan yang bekerja sebagai profesional dan hanya 30 persen yang menduduki posisi manajerial dimana mereka dibayar lebih rendah dibandingkan laki-laki.

Saat pandemi menyerang seperti sekarang ini, tak sedikit perempuan yang harus hidup tanpa memiliki asuransi kesehatan dan perlindungan sosial. Belum lagi perempuan yang bekerja dalam sektor-sektor perekonomian lainnya seperti akomodasi, makanan, penjualan dan manufaktur. Mereka ini paling terdampak dengan kehadiran Covid-19.

Seharusnya peringatan Hari Kesetaraan Upah Internasional ini tidak hanya sekadar seremoni dan basa-basi. Harus ada solusi untuk menyelesaikan masalah kaum perempuan dalam jeratan sistem sekuler-kapitalis saat ini.  

Kesetaraan upah dianggap bisa menjamin keadilan dan kesejahteraan bagi perempuan. Padahal kondisi perempuan tidak akan jauh berbeda, tetap berada dalam pusaran eksploitasi ekonomi dan menjadi tumbal kerakusan kaum kapitalis. Ide kesetaraan upah ini hanyalah ilusi, faktanya justru akan berujung pada eksploitasi bagi perempuan demi kepentingan bisnis dan keuntungan materi.

Dalam sistem kapitalisme seperti sekarang ini, perempuan akan diposisikan sama seperti laki-laki, dieksploitasi secara fisik meski harus mengorbankan kehormatan dan peran utamanya sebagai pengasuh dan pendidik generasi. Mereka terpaksa ikut membantu perekonomian suami untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mencapai kesejahteraan bagi keluarganya. Dan negara seakan lepas tangan terhadap tanggung jawabnya menyejahterakan dan menjamin kebutuhan perempuan.

Hal ini tidak terjadi dalam sistem Islam. Islam memberikan jaminan terhadap hak-hak ekonomi perempuan, di mana negara akan menjamin pemenuhan kebutuhan dasar bagi setiap individu dengan pemenuhan yang menyeluruh. Pemenuhan kebutuhan dasar tersebut sampai pada tataran perempuan mendapatkan pemenuhan dalam makanan, tertutup auratnya dan mendapatkan tempat tinggal. Dan perempuan diberikan hak yang sama dengan laki-laki, mendapatkan kewajiban seperti yang diwajibkan kepada laki-laki, kecuali apa yang dikhususkan atasnya.

Sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan bahwa peran utama perempuan secara khusus adalah pencetak dan penjaga generasi, sebagai ibu dan pengatur rumah tangga (ummun wa rabbah al-bayt). Kalaupun mereka bekerja semata mengamalkan ilmu untuk kemaslahatan umat. Sementara tanggung jawab sebagai istri dan ibu juga tetap terlaksana. Jenis pekerjaannya pun adalah yang tetap menjaga kehormatan dan kemuliaan perempuan. Negara Khilafah akan menutup semua jenis pekerjaan yang mengeksploitasi perempuan.

Bekerja bagi seorang perempuan hanya sekadar pilihan bukan tuntutan keadaan. Pilihan ini bisa diambil secara leluasa karena negara menjamin kebutuhan pokok perempuan dengan mekanisme kewajiban nafkah ada pada suami atau ayah, kerabat laki-laki bila tidak ada suami atau ayah, atau mereka ada tapi tidak mampu. Bila jalur kekerabatan dan perwalian tersebut tidak ada, maka negara akan mengambil alih. Perempuan tidak perlu bersusah payah bekerja ke luar rumah dengan menghadapi berbagai risiko sebagaimana yang dialami dalam sistem kapitalis sekarang ini.

Demikianlah sistem Islam memiliki aturan menyeluruh yang menjamin kesejahteraan bagi siapa pun, termasuk perempuan. Aturan yang bersifat tetap dan sempurna, memuliakan dan menjaga kehormatan perempuan dalam kehidupan. Perempuan hidup berdampingan secara harmonis dan damai dengan laki-laki dalam kancah kehidupan, tanpa memihak salah satunya seraya mengabaikan yang lainnya. Wallahu’alam bishowab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Latest News
Legalisasi Miras: Apa Kabar Kiyai Ma’ruf Amin?

Legalisasi Miras: Apa Kabar Kiyai Ma’ruf Amin?

Selasa, 02 Mar 2021 07:48

Abdul Mu'ti Minta Pemerintah Dengarkan Aspirasi Masyarakat yang Keberatan dengan Perpres Miras

Abdul Mu'ti Minta Pemerintah Dengarkan Aspirasi Masyarakat yang Keberatan dengan Perpres Miras

Selasa, 02 Mar 2021 07:11

Pilpres 2024, Antara yang Muda dan yang Tua

Pilpres 2024, Antara yang Muda dan yang Tua

Selasa, 02 Mar 2021 06:54

Perpres Produksi Miras, Presiden Jokowi Mikir Apa Tidak Ya?

Perpres Produksi Miras, Presiden Jokowi Mikir Apa Tidak Ya?

Selasa, 02 Mar 2021 06:39

Laporan: 3 Nama Secara Misterius Dihapus Dari Laporan AS Tentang Pembunuhan Khashoggi

Laporan: 3 Nama Secara Misterius Dihapus Dari Laporan AS Tentang Pembunuhan Khashoggi

Senin, 01 Mar 2021 20:35

Badan Amal Turki Akan Bangun Kota Untuk Para Pengungsi Di Azaz Barat Laut Suriah

Badan Amal Turki Akan Bangun Kota Untuk Para Pengungsi Di Azaz Barat Laut Suriah

Senin, 01 Mar 2021 20:01

Taliban Serukan AS Patuhi Perjanjian Damai Yang Ditandatangani Tahun Lalu Di Qatar

Taliban Serukan AS Patuhi Perjanjian Damai Yang Ditandatangani Tahun Lalu Di Qatar

Senin, 01 Mar 2021 17:03

Politik Mabuk Jokowi

Politik Mabuk Jokowi

Senin, 01 Mar 2021 14:54

Forum Jurnalis Muslim Tetapkan Dudy Sya'bani Takdir sebagai Ketum Periode 2021-2024

Forum Jurnalis Muslim Tetapkan Dudy Sya'bani Takdir sebagai Ketum Periode 2021-2024

Senin, 01 Mar 2021 14:28

281 Anak dari 19 Provinsi Ikuti Lomba Tahfidz Nasional yang Diadakan Masjid Astra

281 Anak dari 19 Provinsi Ikuti Lomba Tahfidz Nasional yang Diadakan Masjid Astra

Senin, 01 Mar 2021 13:48

Sebagus Apapun, Dakwah Bisa Gagal Jika Salah Pendekatan

Sebagus Apapun, Dakwah Bisa Gagal Jika Salah Pendekatan

Senin, 01 Mar 2021 12:15

Bisa Jatuh Digoyang Maumere

Bisa Jatuh Digoyang Maumere

Senin, 01 Mar 2021 12:05

Bentrokan Meningkat Di Marib Antara Pasukan Pemerintah Yaman Dan Pemberontak Syi'ah Houtsi

Bentrokan Meningkat Di Marib Antara Pasukan Pemerintah Yaman Dan Pemberontak Syi'ah Houtsi

Ahad, 28 Feb 2021 22:36

10 Demonstran Anti-Kudeta Tewas Oleh Tindakan Keras Pasukan Keamanan di Beberapa Kota Myanmar

10 Demonstran Anti-Kudeta Tewas Oleh Tindakan Keras Pasukan Keamanan di Beberapa Kota Myanmar

Ahad, 28 Feb 2021 21:06

PKS Tolak Perpres Terkait Penanaman Modal untuk Industri Minuman Keras

PKS Tolak Perpres Terkait Penanaman Modal untuk Industri Minuman Keras

Ahad, 28 Feb 2021 18:52

Workshop Jurnalistik Wahdah Islamiyah

Workshop Jurnalistik Wahdah Islamiyah

Ahad, 28 Feb 2021 18:20

Waketum Persis: Minuman Keras adalah Induk Segala Kejahatan

Waketum Persis: Minuman Keras adalah Induk Segala Kejahatan

Ahad, 28 Feb 2021 18:18

Kelompok Ham: Inggris Berisiko Ciptakan 'Guantanamo Baru' Di Suriah

Kelompok Ham: Inggris Berisiko Ciptakan 'Guantanamo Baru' Di Suriah

Ahad, 28 Feb 2021 16:45

Mantan Perdana Menteri Maroko Sebut Musim Semi Arab Belum Berakhir

Mantan Perdana Menteri Maroko Sebut Musim Semi Arab Belum Berakhir

Ahad, 28 Feb 2021 15:48

Buzzer Mendengung Membuat Bising Aceh

Buzzer Mendengung Membuat Bising Aceh

Ahad, 28 Feb 2021 10:52


MUI

Must Read!
X