Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.976 views

Sembako Dipajaki, Emak pun Harus Berani Menolak!

 

Oleh: Henyk Widaryanti

"Sudah jatuh tertimpa tangga". Peribahasa yang cocok untuk para Emak. Setiap hari Emak harus mengurus kebutuhan rumah, tak terkecuali masalah dapur. Mulai dari beras, gula, garam, tepung, minyak, dan bumbu-bumbu lainnya. Emak harus pintar mengatur pengeluaran rumah. Jangan sampai besar pasak dari pada tiang.

Emak Tambah Stres Mikir Pajak

Mengelola keuangan semacam itu adalah hal yang serius. Emak butuh kejelian yang khusus. Uang parkir di pasar saja diperhitungkan. Bahkan kalau bisa gratis. Ada beberapa sembako yang harganya naik, sudah pusing dan memperketat pengeluaran. Bagaimana kalau seluruh harga sembako ikut meninggi?

Kemungkinan naiknya harga sembako disinyalir akan terjadi. Hal ini dikarenakan adanya rencana penarikan pajak pertambahan nilai (PPN) pada komoditas dapur itu. Selain itu masalah lainnya juga mulai mengintai. Salah satunya penarikan pajak sekolah. Padahal sekolah itu termasuk kebutuhan dasar masyarakat. Kalau benar terjadi, Emak-Emak darah tingginya bisa "kumat".

Memang susah hidup di negeri serba pajak. Punya kendaraan ditarik pajak, hendak makan di restoran dapat bonus pajak, punya rumah atau tanah juga ada pajaknya, bahkan bisnis jual beli baik offline atau online juga dibebani pajak.

Sekarang ingin mengenyam pendidikan juga akan kena pajak, yang paling berat ketika sembako juga dibebani pajak. Emak akan tambah beban pengeluaran. Kalau pendapatan besar mungkin tak begitu terasa, tapi bagi kaum "missquen"? Bisa-bisa mengerem pakai "ikat pinggang".

Keluarga Makin Sengsara karena Pajak

Ketika semuanya ditarik pajak, harga sembako naik, maka emak akan semakin mengirit. Apalagi hidup di tengah pandemi yang tak pasti, pendapatan tak bertambah, kadang juga berkurang. Belum lagi kalau drama pemutusan hubungan kerja (PHK) datang, kesulitan keuangan akan mencekik leher para Emak.

Jika dahulu mampu beli protein hewani, sekarang mentok pada protein nabati. Kondisi akan semakin parah saat harga bahan protein nabati juga naik. Siapa yang dikorbankan? Tentu masyarakat yang hidup pas-pasan. Ancaman kurang gizi, stunting, busung lapar mulai menghantui. Kalau sudah begini, kecerdasan anak pun dipertaruhkan.

Bagaimana anak-anak mampu bersaing dengan asing jika kebutuhan penunjang kecerdasan dan kesehatannya saja tak terpenuhi? Jadi jangan salahkan rakyat jika mereka kalah dengan pekerja asing.

Selain itu, jika sekolah jadi membayar pajak, bagaimana nasib anak-anak tak beruang? Apakah mereka dibiarkan putus sekolah? Jika ada yang demikian gara-gara tak bisa bayar sekolah, berarti hak pendidikan bukan untuk semua orang, tapi hanya beberapa kalangan. Bukankah kita sebagai rakyat punya hak mendapat penghidupan, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan yang layak?

Emak Perlu Teriak Tolak Pajak

Jika para Emak tak ingin stres menghadapi ini. Selain itu ingin agar anak-anaknya mendapat penghidupan yang layak, maka Emak harus punya inisiatif. Secara individu Emak memang perlu lebih ketat mengatur pengeluaran, mengerem hal yang tidak perlu, memilah mana kebutuhan, keinginan dan sekadar nafsu. Agar tidak terjadi besar pasak dari  pada tiang.

Tapi, tak cukup hanya mengencangkan ikat pinggang. Emak perlu mencari solusi  jangka panjang. Agar masalah pajak ini tak berlarut-larut sampai anak cucu nanti. Pajak dipakai negara yang menerapkan sistem ekonomi kapitalis. Jadi, kalau ingin pajak hilang, tinggalkan dulu sistem ekonomi kapitalis. Kemudian ambil sistem ekonomi Islam yang pernah jaya 13 Abad.

Sumber keuangan sistem ekonomi Islam berasal dari kharaj, jizyah, fa'i, ghanimah, harta tak bertuan, zakat hingga pendapatan sumber daya alam (SDA). Jadi tidak perlu mengandalkan pajak. Semua pemasukan tadi akan cukup untuk mengurusi kebutuhan rakyat. Baik sandang, pangan, papan atau pendidikan.

Lantas, dimana Emak bisa mendapatkan itu semua? Haruskah Emak lari dari negeri 1001 pajak? Seperti halnya Sumaiyyah atau sahabiyah lainnya, mereka tidak serta merta lari begitu saja. Tapi mereka berusaha menyampaikan kebenaran dan menyadarkan pemegang kebijakan (saat itu Quraisy) untuk bertaubat dan mengambil Islam. Kalau sekarang, ya mengajak pada Islam.

Seperti yang selalu dilakukan Rasulullah saw dan para sahabat, berarti Emak juga perlu ngomong kalau kebijakan ini telah menyengsarakan mereka. Lebih dari itu, menurut Islam juga salah jalan. Bukankah sebagai muslim kita diperintahkan taat syariat? Jadi, Emak jangan diam saja saat teraniaya. Mereka wajib teriak dan memberitahu mana yang benar dan mana yang salah.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.” [HR. Muslim, no. 49]

Jadi meskipun emak-emak, harus bersatu tolak pajak! (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Jebakan Busuk Itu Bernama Terorisme

Jebakan Busuk Itu Bernama Terorisme

Senin, 29 Nov 2021 11:38

Pasca Putusan MK, Legislator Minta Proyek Food Estate di Lahan Hutan Dihentikan

Pasca Putusan MK, Legislator Minta Proyek Food Estate di Lahan Hutan Dihentikan

Senin, 29 Nov 2021 08:58

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Senin, 29 Nov 2021 04:06

Masjid Dinasti Umayyah Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Irak

Masjid Dinasti Umayyah Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Irak

Ahad, 28 Nov 2021 22:04

Partai Gelora Mulai Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

Partai Gelora Mulai Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

Ahad, 28 Nov 2021 16:52

MK Putuskan UU Ciptaker Inkonsitusional, PKS: Bukti Pemerintah Gegabah

MK Putuskan UU Ciptaker Inkonsitusional, PKS: Bukti Pemerintah Gegabah

Ahad, 28 Nov 2021 16:28

Family Festival 3 Persembahan Adara Resmi Digelar

Family Festival 3 Persembahan Adara Resmi Digelar

Ahad, 28 Nov 2021 16:06

Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Ahad, 28 Nov 2021 15:07

Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Sabtu, 27 Nov 2021 21:33

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Sabtu, 27 Nov 2021 20:22

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Sabtu, 27 Nov 2021 19:54

Terkait Putusan MK soal UU Ciptaker, HNW: Sejak RUU, PKS Mengkritisi dan Menolaknya

Terkait Putusan MK soal UU Ciptaker, HNW: Sejak RUU, PKS Mengkritisi dan Menolaknya

Sabtu, 27 Nov 2021 12:42

Aksi Umat Islam di Solo Minta Pembebasan Tiga Ulama

Aksi Umat Islam di Solo Minta Pembebasan Tiga Ulama

Sabtu, 27 Nov 2021 11:32

MK Minta UU Cipta Kerja Diperbaiki, Fahira Idris: Buka Partisipasi Publik Seluas-luasnya dan Kedepan

MK Minta UU Cipta Kerja Diperbaiki, Fahira Idris: Buka Partisipasi Publik Seluas-luasnya dan Kedepan

Sabtu, 27 Nov 2021 11:27

MK Sebut Pembentukan UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Netty: Kenapa Tetap Berlaku?

MK Sebut Pembentukan UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Netty: Kenapa Tetap Berlaku?

Sabtu, 27 Nov 2021 10:19

Kader Muda MUI Kalimantan Deklarasi Siap Jadi Mujahid Digital

Kader Muda MUI Kalimantan Deklarasi Siap Jadi Mujahid Digital

Jum'at, 26 Nov 2021 22:28

Weleh, Prabowo Bertemu Itay Tagner

Weleh, Prabowo Bertemu Itay Tagner

Jum'at, 26 Nov 2021 21:25

Soal Permendikbud, Politisi: Tujuan Pendidikan Bukan untuk Merusak Moral

Soal Permendikbud, Politisi: Tujuan Pendidikan Bukan untuk Merusak Moral

Jum'at, 26 Nov 2021 17:20

Polisi Uzbekistan Paksa Pria Muslim Untuk Mencukur Jenggot

Polisi Uzbekistan Paksa Pria Muslim Untuk Mencukur Jenggot

Jum'at, 26 Nov 2021 17:15

Aliansi Cerahkan Negeri Kembali Melakukan Aksi Penolakan RUU TPKS di DPR

Aliansi Cerahkan Negeri Kembali Melakukan Aksi Penolakan RUU TPKS di DPR

Jum'at, 26 Nov 2021 16:54


MUI

Must Read!
X