Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.881 views

Childfree Merendahkan Kaum Hawa

 

Penulis: 

Keni Rahayu || Influencer Dakwah Millenial

 

DISCLAIMER dulu. Tulisan ini dikerucutkan untuk penganut childfree tanpa alasan syar'i. Bagi keluarga yang menganut childfree dengan alasan medis, atau pertimbangan lain di luar kuasa manusia tidak termasuk dibahas dalam tulisan ini. Semoga dipahami.

---

Lagi-lagi. Bukan dunia namanya kalau gak gonjang-ganjing. Isu childfree ramai diperbincangkan sampai pusing. Berseberangan dengan para pengembannya, menurut hemat kami malah sejatinya gagasan childfree ini merendahkan wanita, bukan memuliakannya. Bagaimana bisa? Berikut uraiannya.

1. Meminta kesetaraan, mengakui ketidaksetaraan. Ketika perempuan meminta kesetaraan, tandanya ia mengakui adanya ketidaksetaraan. Ia memahami betul dirinya tidak setara dengan kaum adam, sampai-sampai minta disetarakan. 

Padahal dalam Islam, perempuan sangat mulia dalam fitrahnya. Allah sampaikan dalam Al-Qur'an bahwa perempuan dan laki-laki kedudukannya sama. Perbedaan hanya dilihat dari tingkat ketakwaan. Tak ada kasta dalam jenis yang Allah ciptakan. Keduanya setara.

2. Tidak memaksimalkan fungsi rahim. Perempuan yang memilih childfree sejatinya ia menghinakan dirinya sendiri. Padahal, ia mulia dengan rahim yang dimilikinya. 

Allah titipkan rahim dengan tujuan mulia, yakni mengandung sebelum melahirkan. Memang Allah ciptakan rahim di dalam perut perempuan tanpa maksud apa-apa? Kalau benar perempuan menggunakan akalnya, ia akan memahami amanah agungnya bahwa ia adalah rahim peradaban. Jika semua ibu mogok punya anak, bagaimana peradaban ini bisa terus berjalan? 

Allah dengan rinci sampaikan di QS al Hajj ayat 5 prosesi pertemuan sel telur dengan sel sperma sampai berubah menjadi makhluk imut bernama jabang bayi. Di mana latar kisah indah tersebut terjadi? Di rahim. Tiap bulan haid masih gak sadar juga Allah titipkan amanah luar biasa di jasad makhluk bernama perempuan? 

3. Tidak menjabat jadi ibu. Dengan menjadi ibu, maka "tugas" perempuan sempurna. Tentu saja ini bagi mereka yang Allah izini mengandung dan melahirkan. Kita tidak membahas yang qada'nya lain ya. Ibu adalah karir tertinggi perempuan. 

Sungguh rugi sekali, bagi perempuan yang tidak memiliki kendala apapun tiba-tiba memutuskan tidak akan menjadi ibu. Apalagi tidak ada usaha sedikitpun ke sana. Satu pintu surga tertutup, satu pintu investasi dunia akhirat juga tertutup.

Padahal dalam Islam, perempuan sangat dimuliakan dengan gelarnya sebagai ibu. Lihat bagaimana rasul menyebut ibu tiga kali baru ayah ketika seorang sahabat bertanya terkait bakti anak. Betapa mulia perempuan dalam pandangan Islam, lebih-lebih seorang ibu. Bukankah rugi wahai muslimah, ketika kita semata-mata memutuskan untuk childfree?

4. Mengakui kelemahan. Di antara banyak alasan yang melandasi keputusan childfree adalah alasan pengakuan kelemahan. Di antaranya takut tidak mampu mendidik, takut anak jadi korban kemarahan orang tua, takut tidak punya biaya dan sebagainya. Alasan ini bak kalah sebelum berjuang. Para pemain mengibarkan bendera putih bahkan sebelum masuk ke medan perang. 

Di antara ketakutan itu sejatinya adalah mereka mengakui kelemahan mereka. Betul kan? Kalau benar takut seharusnya mereka tidak menghindari, tapi mengupayakan. Takut tidak punya uang ya bekerja, itu tugas ayah. Takut tidak bisa mendidik ya belajar, itu kan tugas anak manusia. Bahkan sejatinya ketakutan ini adalah gambaran hari ini negara berlepas tangan atas jaminan hidup masyarakat. Masyarakat terbiasa mandiri menjalani hidup, childfree menjadi pelarian.

Anehnya, sudah mengaku lemah tapi malah buat aturan sendiri. Bukan mencari hakikat diri. Bikin gagasan childfree yang jelas-jelas asasnya liberalisme yang bikin ngeri. Sudah sadar lemah, tapi gak mengakui bahkan bikin jalan ninja aneh sendiri. Bukankah ini merendahkan kaum hawa sebagai pelaksana teknisnya?

5. Tidak paham jati diri. My body my authority adalah gambar bahwa manusia tak paham jati dirinya. Kita tahu betul bahwa ini ide khas milik feminis. Asas feminis jelas liberalisme, apa lagi? Allah dinomorduakan dengan gagasan pribadi yang lebih nyaman di hati.

Tentu saja ini berkebalikan dengan gambaran seorang muslimah. Seorang muslimah menyadari dirinya adalah seorang hamba. Seorang hamba paham tugas fungsinya hidup dunia, yakni beribadah kepada Allah, sang pencipta. Ia paham fitrah dalam dirinya, sehingga ia dengan senang hati mengandung, melahirkan, dan menyusui. Ia paham fitrah ini adalah bentuk kemuliaan sejati dari sang Ilahi rabbi.

Bahkan ia bervisi bahwa bayi-bayi yang lahir dari rahimnya adalah tonggak peradaban dunia dengan Islam yang diembannya. Sungguh berbeda sekali bukan gambaran hamba yang taat total dengan pencipta-Nya dengan yang ngeyel alias hidup suka-suka dia? Bandingkan, mana yang lebih mulia?

Sejatinya, semua hal terjadi tergantung pola pikir. Pola pikir pasti akan melahirkan pola sikap. Oleh karenanya wahai muslimah, mari kita jaga pola pikir kita dengan duduk bermajelis dengan orang-orang salih. Jangan habiskan waktu sibuk memburu dunia. Sebab sadarilah dirimu adalah rahim peradaban. Kamu adalah pintu kelahiran anak-anak salih khalifah di muka bumi. Wallahu a'lam bishowab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Bertemu Dubes Saudi, Plt Dirjen Lobi Jemaah Umrah Indonesia Bisa Diberangkatkan

Bertemu Dubes Saudi, Plt Dirjen Lobi Jemaah Umrah Indonesia Bisa Diberangkatkan

Jum'at, 24 Sep 2021 13:12

Selamatkan Lembaga Pendidikan dari Framing Terkait Radikalisme

Selamatkan Lembaga Pendidikan dari Framing Terkait Radikalisme

Jum'at, 24 Sep 2021 10:29

Anies Dituding Pembohong, Senator: Mungkin karena Hasil Survei Selalu Bagus

Anies Dituding Pembohong, Senator: Mungkin karena Hasil Survei Selalu Bagus

Jum'at, 24 Sep 2021 10:28

Dua Tim Robotic MAN 2 Kota Makassar Juara Asean Robotic Day 2021

Dua Tim Robotic MAN 2 Kota Makassar Juara Asean Robotic Day 2021

Jum'at, 24 Sep 2021 08:18

Islamic Center PERSIS Resmi Dibangun, KH. Aceng Zakaria: Representasi PERSIS di Ibu Kota Jakarta

Islamic Center PERSIS Resmi Dibangun, KH. Aceng Zakaria: Representasi PERSIS di Ibu Kota Jakarta

Kamis, 23 Sep 2021 23:53

Komunis Itu Radikal dan Intoleran

Komunis Itu Radikal dan Intoleran

Kamis, 23 Sep 2021 22:35

NB Bak Pembuka Kran yang Tersumbat

NB Bak Pembuka Kran yang Tersumbat

Kamis, 23 Sep 2021 22:25

MIUMI Aceh: Pernyataan Semua Agama Benar Sesat dan Menyesatkan

MIUMI Aceh: Pernyataan Semua Agama Benar Sesat dan Menyesatkan

Kamis, 23 Sep 2021 21:50

Estonia Ancam Tarik Pasukan Jika Mali Lanjutkan Kesepakatan Dengan Tentara Bayaran Rusia

Estonia Ancam Tarik Pasukan Jika Mali Lanjutkan Kesepakatan Dengan Tentara Bayaran Rusia

Kamis, 23 Sep 2021 20:16

Anis Matta: Indonesia Harus Punya Skenario Hadapi Perang Supremasi AS-China di  Laut China Selatan

Anis Matta: Indonesia Harus Punya Skenario Hadapi Perang Supremasi AS-China di Laut China Selatan

Kamis, 23 Sep 2021 20:11

Bahas Arah Perjuangan, MPUII Gelar Silaturahim Ulama dan Tokoh Umat

Bahas Arah Perjuangan, MPUII Gelar Silaturahim Ulama dan Tokoh Umat

Kamis, 23 Sep 2021 19:37

62 Anak Tewas Tahun Ini Di Kamp Al-Hol Suriah Yang Dikelola Teroris YPG

62 Anak Tewas Tahun Ini Di Kamp Al-Hol Suriah Yang Dikelola Teroris YPG

Kamis, 23 Sep 2021 19:30

Aktivis Desak Pihak Berwenang Tangkap Mantan Presiden George W. Bush Atas Kejahatan Perang Di Irak

Aktivis Desak Pihak Berwenang Tangkap Mantan Presiden George W. Bush Atas Kejahatan Perang Di Irak

Kamis, 23 Sep 2021 18:30

Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Kamis, 23 Sep 2021 12:05

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Kamis, 23 Sep 2021 09:18

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:47

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Kamis, 23 Sep 2021 08:39

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:37

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Kamis, 23 Sep 2021 08:21

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Kamis, 23 Sep 2021 07:59


MUI

Must Read!
X