Hidup di Zaman Fitnah: Ujian Iman dan Jalan KeselamatanKamis, 02 Apr 2026 12:00 |
|
Kesempatan Tidak Datang Dua KaliKamis, 02 Apr 2026 10:37 |

Diposting Sabtu, 08-12-2012 | 08:45:05 WIB
INGGRIS, muslimdaily.net, - Menghadapi bias pekerjaan yang berkembang, ada sebagaian Muslim Inggris dan etnis minoritas yang melepas jilbab mereka atau mengubah nama mereka agar terdengar lebih Inggris untuk menghadapi diskriminasi, sebuah laporan parlemen baru mengungkapkan.
"Hal ini mengejutkan bahwa di Inggris pada abad ke-21 ini ada wanita yang merasa mereka harus melepas jilbab mereka atau mengubah nama mereka hanya untuk bisa bersaing dengan ketentuan yang sama dengan kandidat lain ketika mencari pekerjaan," ujar David Lammy, anggota parlemen dari Partai Buruh yang membidangi masalah ras dan kemasyarakayan, mengatakan kepada The Guardian pada Jumat, 7 Desember, sebagaimana dilansir onislam.net.
"Semua orang pengangguran kasihan tetapi kami tidak bisa lagi tetap jadi santai tentang perempuan yang menjadi korban baik masalah seksisme dan rasisme ketika mereka bersaing di pasar tenaga kerja."
Kelompok lintas Partai tengah berupaya untuk mengatasi masalah diskriminasi sementara Equality and Human Rights Commission (Komisi Kesetaraan dan Hak Asasi Manusia), sedang menghadapi pemotongan anggaran besar dan kritik atas efektivitasnya.
Laporan tersebut menemukan bahwa bagian besar perempuan etnis minoritas dua kali lipat lebih mungkin untuk menjadi pengangguran dibanging rekan-rekan kulit putih mereka.
Mengungkap masalah, laporan tersebut menegaskan bahwa diskriminasi etnis di pasar kerja Inggris bukan masalah baru, menunjukkan bahwa tingkat pengangguran untuk wanita etnis minoritas telah gagal untuk turun dalam tiga dekade terakhir.
Laporan tersebut juga menemukan beberapa pengusaha menganggap perempuan Muslim akan berhenti bekerja setelah memiliki anak dan anggota parlemen dan rekan-rekan mengatakan pemerintah harus mengakhiri sikap "buta warna"-nya pada pendekatan untuk meningkatkan kesetaraan kerja.
"Ini memiliki implikasi besar bagi keluarga dan masyarakat secara keseluruhan," tambah Lammy.
Selain itu, laporan tersebut menemukan bahwa seperempat dari tingkat pengangguran yang lebih tinggi dihadapi oleh perempuan dari Pakistan, Bangladesh, dan komunitas kulit hitam.
"Wanita Pakistan dan Bangladesh yang sangat terpengaruh, dengan 20,5% yang menganggur dibandingkan dengan 6,8% dari perempuan kulit putih, dengan 17,7% dari perempuan kulit hitam juga menjadi pengangguran," kata laporan itu.
Untuk mengatasi diskriminasi, beberapa wanita Muslim harus melepas jilbab mereka atau membuat nama mereka terdengar lebih Inggris.
Laporan itu mendesak perubahan pendekatan yang diambil oleh pemerintah Inggris untuk menghadapi masalah yang berkembang.
"Kami percaya bahwa bukti-bukti menunjukkan bahwa terdapat hambatan bervariasi dan kompleks yang dihadapi perempuan kulit hitam, Pakistan dan Bangladesh yang berbeda dengan yang dihadapi perempuan kulit putih atau laki-laki etnis minoritas," kata anggota parlemen dalam laporan mereka. [rah]
+Pasang iklan
FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id
Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com
Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com
Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%.
Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com
Hidup di Zaman Fitnah: Ujian Iman dan Jalan KeselamatanKamis, 02 Apr 2026 12:00 |
|
Kesempatan Tidak Datang Dua KaliKamis, 02 Apr 2026 10:37 |
