Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
19.684 views

Amin Rais:Jokowi-Ahok Akan Menggilas Ekonomi Rakyat Kecil

Jakarta, (voa-islam.com) Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah dan Partai Amanah Nasional (PAN), tak begitu antusias dengan kemenangan Jokowi-Ahok. Amin merasa skeptis, sekalipun Jokowi-Ahok, dielu-elukan oleh media-media sekuler dan kristen, setinggi langit.

Bahkan, Harian Kompas di dalam berbagai tulisannya, di halaman depan, sesudah kemenangan Jokowi-Ahok, mengagungkan Jokowi-Ahok, yang diprediksikan akan membawa perubahan besar dalam kepemimpinan nasional. Sungguh sangat luar biasa, menempatkan posisi Walikota Solo itu, seakan manusia yang membawa berkah bagi masa depan Indonesia.

Menghadapi puja-puji media massa nasional itu, politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais secara tegas mengatakan terpilihnya pasangan Jokowi-Ahok sebagai Gubenur dan Wakil Gubenur DKI Jakarta, tidak akan membawa perubahan apapun.
 
Malah sebaliknya, menurut Amin Rais, dengan gaya khasnya, tokoh reformasi ini mengatakan bahwa dengan kemenangan Jokowi-Ahok, kekuatan ekonomi kecil (rakyat jelata) di Jakarta pasti akan semakin tergilas dengan kekuatan ekonomi besar yang berada di rangkaian gerbong Ahok. Ahok bukan sendirian, pasti banyak kepentingan pembisnis yang dibelakangnya.
 
“Kemenangan Jokowi-Ahok tidak akan membawa perubahan apapun bagi Jakarta. Saya tak menyebutnya etnis. Di belakang Ahok, didukung pebisnis-pebisnis kuat," tegas Amien kepada para wartawan di sela Rakerda DPD PAN,di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (29/9/2012) malam.
 
Menurut Amien, kekuatan pebisnis yang dibawa Ahok dikontrol oleh kekuatan politik di belakangnya. Sehingga arah kebijakan pemerintahan Jokowi-Ahok praktis juga dikontrol. “Perkawinan politik dan bisnis ini bisa mengancam demokrasi dan kontraproduktif dengan kepentingan rakyat,” paparnya.
 
Menurut Amien, kondisi pemerintahan semacam itu sangat tidak sehat. Seharusnya yang bisa mengontrol dan mengendalikan pebisnis itu politik. Bukan sebaliknya,tambah Amien, pebisnis yang mengendalikan politik, yang  efek dari perkawinan tersebut. “Kemenangan tersebut melambangkan masa depan demokrasi di ambang kehancuran,” ujarnya lagi.
 
Tak hanya itu saja, kemenangan Jokowi-Ahok salah satunya bisa mengendalikan media massa. Karena salah satu faktor kekalahan Foke yaitu ketidakmampuan Foke mengendalikan media massa. “Faktanya hampir 85 persen media massa berpihak kepada Jokowi. Foke tidak bisa merebut media massa, karena Foke tidak memiliki dana cukup untuk mengendalikan media massa," paparnya. 

Sudah dapat diprediksi para rakyat jelata yang menggantungkan nasibnya kepada Jokowi-Ahok, pasti akan "mlongo". Mereka hanya terperangah, melihat kenyataan yang mereka hadapi nantinya. Tidak mungkin sehebat apapun, pejabat semacam Ahok, memihak kepentingan rakyat jelata.

Kekuatan besar dibelakang Ahok, terutama kelompok bisnis dari kalangan pengusaha cina, pasti akan membangun dan menguasai seluruh sektor bisnis di Jakarta, yang menjadi pusat ekonomi nasional.

Jakarta yang menjadi pusat politik, ekonomi, budaya, serta berbagai kepentingan, bertumpuk di Jakarta. Termasuk 85 persen perputaran uang Indonesia berpusat di Jakarta. Dengan menguasai Jakarta, maka sejatinya menguasai Indonesia.

Ini berarti jaringan ekonomi kelompok cina semakin dalam menguasai asset ekonomi nasional Indonesia. Mereka dengan dukungan kapital, dan kekuatan modal, para pengusaha cina perantauan (chinese oversease), maka kaum pribumi hanya akan menjadi kuli dan babu di daerah pecinan, seperti di Glodok, Pasar baru, Kelapa Gading dan Pantai Indah Kapuk.

Pengusaha cina bangkit di zaman Soeharto dengan diberi berbagai lisensi (izin), modal (kapital) dari bank-bank pemerintah, dan proteksi, kemudian menguasai mayoritas asset negeri ini. Pengusaha cina menjadi kaya-raya, umumnya mereka mendapatkan izin HPH (Hak Pengusahaan Hutan).

Di mana mereka dapat menggunduli hutan, dan hanya mengganti dengan dana reboisasi, yang tak seberapa itu, dan sebagian dana reboisasi itu dikorup para pejabat.

Seperti Bob Hasan yang disebut sebagai "Raja Hutan", dan begitu dekat dengan Soeharto, dan bahkan pernah diangkat menjadi menteri di era akhir kekuasaan Soeharto. Termasuk Liem Sieo Liong, yang di beri izin mengimport terigu, dan kemudian dibuat produk turunannya, seperti mie instan, yang akhirnya menjadi industri kartel, yang menguasai jaringan dari hulu sampai ke hilir.

Di zaman Soeharto, ada sekitara 200 orang konglomerat, mengelilingi Soeharto dan menjadi orang kepercayaan. Mereka sering dibawa oleh Soeharto ke peternakannya di Tapos, dan sambil ngerumpi bisnis. Soeharto tak begitu suka dengan pengusaha Muslim dan pribumi, dan lebih memilih pengusaha cina yang menjadi pilar kekuasaannya.

Mereka mendirikan bank-bank, dan menjamur, saat Menteri Keuangannya JB. Sumarlin (Katolik), serta memberikan kemudahan izin pendirian bank-bank. Menjelang akhir kekuasaan rezim Soeharto, bank-bank itu dihantam krisis, dan mereka menikmati berkah dari BLBI, yang jumlahnya 650 triliun.

Soeharto jatuh, mereka lari ke Singapura dengan membawa asset kekayaannya, dan ketika rezim berganti, mereka kembali ke Indonesia. Dengan membeli kembali asset, yang dulu dimiliki pemerintah, melalui dana BLBI yang dikucurkan oleh pemerintah.

Sungguh negeri ini, tak memberi berkah kepada kaum pribumi, sejak zaman Belanda sampa Reformasi. Justru para kaki tangan penjajah yang sekarang menikmati negeri ini. Sudah seharusnya orang-orang pribumi melakukan introspeksi diri terhadap keadaan yang ada di sekeliling mereka.Wallahu'alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Bayi ini Lahir Caesar, Ayahnya Sedang Dipenjara Karena Jihad Bela Muslim Rohingnya. Ayo Bantu..!!

Bayi ini Lahir Caesar, Ayahnya Sedang Dipenjara Karena Jihad Bela Muslim Rohingnya. Ayo Bantu..!!

Bayi ini lahir Caesar dengan biaya sekitar 7 juta rupiah. Sang ayah uzur syar'i sedang menjalani vonis penjara 7,5 tahun karena Jihad Rohingnya....

Bantuan Muallaf Enny Hutajulu Sudah Diserahkan Rp 24 Juta untuk Pengobatan dan Modal Usaha

Bantuan Muallaf Enny Hutajulu Sudah Diserahkan Rp 24 Juta untuk Pengobatan dan Modal Usaha

Bantuan untuk muallaf Enny Hutajulu telah diserahkan untuk keluar dari keterpurukan, dimanfaatkan untuk: modal usaha, biaya pengobatan anaknya, biaya sekolah dan biaya kontrak rumah....

Pembengkakan Jantung, Ummu Gaza Istri Mujahid Opname di Rumah Sakit, Ayo Bantu!!!

Pembengkakan Jantung, Ummu Gaza Istri Mujahid Opname di Rumah Sakit, Ayo Bantu!!!

Sudah dua hari Ummu Ghaza opname di rumah sakit karena pembengkakan jantung hingga anfal. Sang suami tidak cukup dana karena baru keluar penjara akibat amaliah jihadnya di Cirebon beberapa tahun...

Biaya Operasi Mujahid Eksekutor Pendeta Penghujat Islam Sudah Diserahkan, Tapi Diinfakkan Kembali

Biaya Operasi Mujahid Eksekutor Pendeta Penghujat Islam Sudah Diserahkan, Tapi Diinfakkan Kembali

Bantuan Rp 5 juta untuk operasi sudah diserahkan. Karena dana sudah terpenuhi maka mujahid ini menginfakkan kembali kepada IDC untuk keluarga mujahid yang memerlukan....

Alhamdulillah!!! Sepeda Motor Mujahid yang Hilang Diambil Densus 88 Sudah Diganti Baru oleh IDC

Alhamdulillah!!! Sepeda Motor Mujahid yang Hilang Diambil Densus 88 Sudah Diganti Baru oleh IDC

Sepeda motor mujahid yang hilang diambil Densus di Yogyakarta, kini sudah diganti dengan sepeda motor baru oleh IDC. Amanah para donatur IDC sudah ditunaikan. ...

Latest News
Jokowi Dianggap Penipu, OPM Ancam Revolusi Total untuk Papua

Jokowi Dianggap Penipu, OPM Ancam Revolusi Total untuk Papua

Ahad, 24 May 2015 17:40

28 Petugas Keamanan Afghanistan Tewas atau Terluka dalam Serangan Taliban di Distrik Sangin

28 Petugas Keamanan Afghanistan Tewas atau Terluka dalam Serangan Taliban di Distrik Sangin

Ahad, 24 May 2015 17:30

Ada Perpres, DPR RI Himbau Pemerintah Segera Cairkan Anggaran MUI

Ada Perpres, DPR RI Himbau Pemerintah Segera Cairkan Anggaran MUI

Ahad, 24 May 2015 17:25

KH. Mahrus Amin Kritik Pedas Ustadz Yusuf Mansur

KH. Mahrus Amin Kritik Pedas Ustadz Yusuf Mansur

Ahad, 24 May 2015 17:15

Damainya Islam Disebut Ancaman bagi Negara Myanmar dan India

Damainya Islam Disebut Ancaman bagi Negara Myanmar dan India

Ahad, 24 May 2015 17:05

Biksu Pembantai Muslim Rohingya Terus Sebarkan Kebencian Lewat Media Sosial

Biksu Pembantai Muslim Rohingya Terus Sebarkan Kebencian Lewat Media Sosial

Ahad, 24 May 2015 16:55

Mualaf: Langgam Jawa Indikasi Nasionalisasi Bacaan Al-Quran

Mualaf: Langgam Jawa Indikasi Nasionalisasi Bacaan Al-Quran

Ahad, 24 May 2015 16:45

Daulah Islam (IS) Kuasai Perlintasan Al-Walid di Sisi Perbatasan Irak-Suriah

Daulah Islam (IS) Kuasai Perlintasan Al-Walid di Sisi Perbatasan Irak-Suriah

Ahad, 24 May 2015 16:15

Habib Zein Al-Kaff: Rukun Iman Kita dan Syi'ah Jelas Berbeda

Habib Zein Al-Kaff: Rukun Iman Kita dan Syi'ah Jelas Berbeda

Ahad, 24 May 2015 14:08

Voa-Islamic Parenting (43): Jangan Mudah Mengucapkan 'Suamiku Ceraikanlah Aku'

Voa-Islamic Parenting (43): Jangan Mudah Mengucapkan 'Suamiku Ceraikanlah Aku'

Ahad, 24 May 2015 13:30

Ustadz Abu Jibril Gelorakan Jihad Melawan Syi'ah

Ustadz Abu Jibril Gelorakan Jihad Melawan Syi'ah

Ahad, 24 May 2015 13:07

Sonangol-Media Grup Bangun Gedung Rp 8 Triliun, China Makin 'Menggila' di Pasar Properti Indonesia

Sonangol-Media Grup Bangun Gedung Rp 8 Triliun, China Makin 'Menggila' di Pasar Properti Indonesia

Ahad, 24 May 2015 12:00

Gaji Aparatur Desa Akan Ditahan jika Tidak Tunaikan Syariat Islam

Gaji Aparatur Desa Akan Ditahan jika Tidak Tunaikan Syariat Islam

Ahad, 24 May 2015 11:46

Akhirnya Ustadz Yusuf Mansur Minta Maaf Kepada Haji Puspo Wardoyo

Akhirnya Ustadz Yusuf Mansur Minta Maaf Kepada Haji Puspo Wardoyo

Ahad, 24 May 2015 11:20

Setelah Sonangol, TV dari China Akan Mengudara di Indonesia; Komunis Semakin Kuat?

Setelah Sonangol, TV dari China Akan Mengudara di Indonesia; Komunis Semakin Kuat?

Ahad, 24 May 2015 11:05

Panglima: TNI Untuk Kemaslahatan Umat, Bukan Untuk Politik

Panglima: TNI Untuk Kemaslahatan Umat, Bukan Untuk Politik

Ahad, 24 May 2015 10:55

Konsep Sedekah Puspo Wardoyo Beda dengan Yusuf Mansur

Konsep Sedekah Puspo Wardoyo Beda dengan Yusuf Mansur

Ahad, 24 May 2015 10:40

25 Tentara Pemerintah Tewas dalam Serangan Al-Shabaab di Somalia Selatan

25 Tentara Pemerintah Tewas dalam Serangan Al-Shabaab di Somalia Selatan

Ahad, 24 May 2015 09:45

Utusan PBB: Daulah Islam (IS) Bisa jadi Ancaman Serius Bagi Libya dan Kami

Utusan PBB: Daulah Islam (IS) Bisa jadi Ancaman Serius Bagi Libya dan Kami

Ahad, 24 May 2015 09:30

Kemuliaan dan Ketulusan Muslim Aceh Terhadap Muslim Rohingya

Kemuliaan dan Ketulusan Muslim Aceh Terhadap Muslim Rohingya

Ahad, 24 May 2015 09:09



Must Read!
X