Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
137.676 views

Gereja Kharismatik dan Gerakan Politik Cina Menguasai Indonesia

JAKARTA (voa-islam.com) - Sungguh sangat luar biasa gambaran yang disampaikan oleh Dr.Ir. Sri Bintang Pamungkas, ketika berlangsung ‘diskusi’ di Masjid Baiturrahim, Jalan Saharjo, Jakarta Selatan, Sabtu, 22/2/2014.

Sri Bintang Pamungkas menggambarkan kolaborasi antara Gerekan Gereja Kharismatik dan kelompok konglomerat Cina di Indonesia dengan dukungan Amerika, Israel, dan Eropa, bertujuan melakukan penguasaan kedaulatan politik atas Indonesia, dan  menjadikan INDONESIA negeri Kristen. Di bawah ini penggambaran oleh Sri Bintang Pamungkas.

Kharismatik awalnya sebuah acara adat yang berkembang di Israel, disebut Pentecosta, yaitu upacara syukur kepada Tuhan atras berkahnya terhadap hasi pertanian. Acara adat ini kemudian dibawa ke Inggris pada tahun l920, dan berkembang di wilayah Wales menjadi bagian dari upacara gerejani.

Upacara gerejani ini tidak sama dengan yang dilakukan oleh gereja Protestan ataupun Katolik, tapi lebih menekankan pengajaran karunia dari Roh Kudus. Upacara gerejani ini berkembang menjadi besar di Amerika Serikat dan dunia,terutama karena kewajiban yang disebut sepersepuluh. Di mana 10 persen ari kekayaan wajib diserahkan kepada kepentingan gereja agar kekayaan individu yang bersangkutan menjadi berlipat.

Perkembangan Kharimastik

Setelah berkembang, Gereja Katolik Roma menjadi khawatir akan terjadinya pemisahan umat Katolik, seperti yang pernah pada masa pemisahan Protestan. Oleh sebab itu, Gereja Vatikan memberikan ruang khusus bagi kaum Kharismatik untuk beribadah. Hal ini justru mengakibatkan semakin meningkatnya perpindahan umat Katolik menjadi pengikut kaum Kharismatik, sekalipun begitu, terjadi pula persekutuan yang erat antara kaum Katolik dan Kharismatik.

Gereja Kharismatik mengajarkan pula puji-pujian disertai napak tilas ke Israel. Mereka percaya, bahwa keimanan mereka menjadi sempurna kalau bias mandi di Sungai Yordan, Israel. Menurut mereka, berziarah ke Israel adalah wajib, sebagaimana umat Islam wajib berhaji ke Masjidil Haram, sekiranya mampu. Dalam setahun ada tiga kali sekumpulan orang dari Jaringan Kharismatik Indonesia ke Israel dengan koordinasi oleh Nani Susanti dari Yayasan Gratia, Cirebon. Yaitu bulan Mei (sebagai hari kemerdekaan Israel), Oktober (Pondok Daud), dan Desember (Hari Natal).

Setelah itu juga ke Cina, Korea, dan Australia, konon Kharismatik masuk ke Indonesia sekitar tahun l967, yaitu lewat para misionaris Amerika Serikat yang berkunjung ke Nusa Tenggara Timur, antara lain, Pulau Timor. Tokoh Kharismatik di Nusa Tenggara Timur adalah Pendeta Melly.

Oleh Pendeta Melly dan Thenny Landena, Kharismatik dibawa memasuki Jawa lewat Surabaya sekitar tahun l975. Di Surabaya juga mengalami perkembangan, antara lain oleh Pendeta Jeremia Rim, Daniel Alexander, Stephen Tong dan Alex Abraham Tanusaputra.

Jaringan Kharismatik di Indonesia

Anak-anak murid para Pendeta itu, ikut mengembangkan Gereja Kharismatik dengan berbagai nama gereja , antara lain, Pendeta Jeremia Rim bersama Dr.Ir.Bambang Wijaya mendirikan Gereja Perjanjian Baru, yang kemudian berganti nama menjadi Gereja Masa depan Cerah, dan Alex Abraham Tanusaputra  mendirikan Gereja Bethany.

Dari Surabaya, aliran Kharismatik berkembang ke Semarang, Yogyakarta, Cirebon dan Bandung. Mreka tidak lagi harus menyebut tempat peribadatan sebagai gereja, tetapi segala bentuk bangunan yang di dalamnya orang bias beribadah. Di Semarang ada Pendeta Petrus Agung yang mendirikan Holly Stadium, sebagai tempat peribadatan, yang terbesar di Asia Tengara.

Di Yogyakarta ada tokoh Gondowidjojo yang menggunakan tempat percetakannya, Andi Offset, dengan majalahnya Bahana, sebagai tempat beribadah juga. Di Temanggung ada Pendeta Petrus Hadi Santoso, di Cirebon ada Nani Susanti dengan Gedung Gratia-nya, serta Wim Brataatmadja, dan di Bandung ada Yusak Cipto, Nani Susanti, Yuda Mailool, Andreas Nawawi, dan Petrus Nawami. Di kota Bekasi juga da Heru Sungkono dan Iin Cipto.

Selain berbentuk Gereja atau Rumah peribadatan, jaringan Kharismatik juga mendirikan banyak usaha gerejani, seperti sekolah Inti, sebuah Perhimpunan Indonesia Tionghoa, Sekolah Cahaya Bangsa, Sekolah Garda Terdepan, Sekolah Tinggi Theologia, Yayasan Doulos,  Yayasan Ayub, Penerbit Andy, Taman Bacaan Mahanaim, Gerakan Priya  Sejati (Business Mens Fellowship, Vibrant Men’s Ministry dn Christian Mens’s Networking).  Sekolah Inti dan Sekolah Garda Terdepan membina anak-anak muda untu diterjunkan ke desa-desa sebagai petani dan penyelengara kegiatan social.

Gereja-Gereja Kharismatik dan Tokohnya

Beberapa Gereja dala Jaringan Kharismatik beserta pimpinannya adalah sebagai berikut :

1.Gereja Kristen Perjanjian Baru (Jakarta - Andreas Nawawi, Bandung, GKPB Fajar Pengharapan-Bambang Widjaja, Cirebon, GKPB FAjar Keagungan-Pendeta Wim Brataatmadja.

2.Gereja Bethany  (Bandung-Pendeta Agung Takariana, Surabaya-Alex Abraham Tanusaputra.

3.Gereja Mawar Saron (Pendeta Yakub Nahuruay)

4.Gereja Tiberias Indonesia (Pendeta Pariadji dengan penyandang dana Hasyim Djojohadikusumo)

5.Gereja el-Shaday (Bandung – Natawidjaja)

6.Gereja Anak Panah (Bandung-Pendeta Juliono, dengan Sekolah Cahaya Bangsa)

7.Gereja Duta Injil

8.Gereja Rumah Do’a Segala Bangsa

9.Gereja Yesus Kristus Tuhan (Gereja Abba Love, Jakarta –Eddy Leo)

10.Gereja Bethel Indonesia (Jakarta-Ir.Niko Nyotorahardjo, Pendeta Gilbert Lumaindong, Cirebon Bethel Yos Sudarso-Pendeta Yuda D.Mailool)

11.Gereja Bethel Tabernakel

12.Gereja Pelayanan Kesembuhan Kharismatik

13.Gereja Reformasi (Jakarta-Stephen Tong, Bandung-Hok Im Tong, Khaleb Tong, Kha Im Tong, Dorothy Tong)

14.Gereja Pusat Pantekosta

15.Gereja Pantekosta Philadelphia (Cirebon-Pendeta Paul Masail)

16.Charismatic City Church

17.Charismatic Worship Service

18.Gereja Duta Injil

19.Gereja Kemenangan Iman Indonesia

20.Gereja Jemaat Kristen Indonesia

21.Gereja Jemaat Kristus Indonesia (Cirebon:Gedung Gratia)

22.Gereja Sidang Jemaat Alah

Tempat-Tempat Kebaktian

Gereja Kharismatikmenyadari bahwa pada saat ini sulit, dan hampir tidak mungkin, mendirikan gereja di Indonesia. Karena itu, mereka banyak mengadaka kebaktian di hotel-hotel,gedung pertemuan dan komplek perumahan.

Sebagai contoh, Gereja Tiberias banyak megnadakan kebaktian di Balai Sarbini, Jakarta dan Pusat Perbelajaan Braga Walk, Bandung. Gereja Bethany mengadakan di BTC Jalan Pasteur, Bandung, Gereja Bethel di Perumahan Sukawarna, di Gedung Gratia, Cirebon, serta di Holy Stadium, Semarang.

Di Bandung Trade Center Jalan Pasteur, ada dua gereja yagn menggunakan gedung itu, yaitu Gereja Bethany, dan Gereja Masa Depan Cerah. Di Kompleks Perumahan Singgasana, di Mekar Wangi, Bandung juga ada dua gereja megah dan besar, yaitu Gereja Hok Im Thong, dan Gereja Bethel, dimana 99 persen penghuni Perumahan itu adalah orang-orang Cina yang kaya raya.

Para pengusaha Cina ini jugamendirikan Perumahan Kota Baru Parahiyangan, Bandung. Komplek Perumahan Harapan Baru, Bekasi, ada 25 gereja, tanpa papan nama. Di Bumi Serpong Damai, Andreas Nawawi, Petrus Nawawi, Edy Sindoro dan Bambang Widjaja adalah pengurus Gereja Masa Depan Cerah, yang banyak mendirikan komplek perumahan.

Dukungan dan Gerakan Politik Cina Menguasai Indonesia

Para tokoh pendukung Jaringan Gereja Kharismatik adalah para konglomerat Cina. Seperti Mochtar Riyadi, dan James Riyadi. Bapak dan anak pendiri Lippo, adalah orang-orang yang mula mengajak memberikan dukungan Jaringan Gereja Kharismatik.

Sesudah itu masuk konglomerat-konglomerat Cina lainnya, seperti Prayogo Pangestu, Ciputra dan Kelompok Gramedia-Kompas. Ciputra awalnya kesulitan uang pada masa krisis monoter, lalu mendapat pertolongan dari kelompok Gereja Kharismatik, dank arena itu dia masuk ke dalam jaringan mereka.

Dukungan juga dating dari dunia internasional, seperti Israel, Singapura, Australia, Kanada, Selandia Baru, dan Amerika. Tentunya, Negara-negara Sekutu Amerika juga memberikan dukungan.

Konon Korea Selatan dan Taiwan juga membantu. Ada kelompok Budha,Tsu Tsi, yagn berkiblat ke Taiwan. Yang juga memberikan dukungan dengan cara-cara tertentu. Mochtar dan James Riady pada awalnya, sebagai sahabat dan pendana kampanye Presiden Amerika Bill Clinton, mendapat tugas dari Presiden Amerika Serikat itu untuk menjatuhkan Presiden Soeharto.

Soeharto dinilai mempermalukan Amerika, karena tidak mampu menyelesaikan masalah Timor-Timur setelah diberi waktu 20 tahun. Sehingga harus dijatuhkan. Salah satunya upayanya adalah menciptakan krisis mototer. Sebagai akibatnya masyrakat bergolak untuk menolak kehadiran Soeharto setelah 30 tahun berkuasa.

Berbgai kejadian sesudah itu, seperti penjatuhan Presiden Habibie, terlepasnyaTimor-Timur, jatuhnya  Gus Dur dan Megawati,serta Amandemen UUD-45, adalah rekayasa politik untuk melemahkan Indonesia agar bias dikuasai oleh Cina.

Dengan Amandemen itu, ada empat hal yang ingin dituju oleh  kelompok Cina, yaitu pelemahan MPR, sebagai lembaga Tertinggi Negara,penguatan fungsi dan tugas DPR, sehingga memiripkan  Pemerintahan Parlementer, Penghapusan Presiden Indonesia Harus Orang Asli. Dan Perubahan dari Asas Kekeluargaan menjadi Sistem Kapitalisme dan Liberalisme.

Sasaran yang terutama adalah membuat kerusakan ekonomi guan memperlemah kekuatan ‘Rakyat, Negara, dan Bangsa, khususnya kekuatan ekonomi Pribumi, Islam dan ABRI.

Di sini kelompok Cina Indonesia lewat koordinasi Keluarga Riady dengan dukungan CSIS (Center Strategic  International Studies), sebagai ‘thin-than’, ikut bermain menggerogoti kekayaan Indonesia demi kepentingan social ekonomi dan politik bagi kelompok Cina.

CSIS sendiri sudah mula