Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
82.619 views

Inilah Alasan Mengapa Jokowi Harus Ditolak Rakyat

JAKARTA (voa-islam.com) - Inilah alasan mengapa Jokowi harus ditolak oleh rakyat dan bangsa Indonesia menjadi presiden di dalam pemilihan presiden Juli 2014 nanti. Diantara alasannya:

Pertama, Jokowi tidak jujur dan tidak amanah. Rakyat bisa melihat sikap dan karakter tidak jujur dan tidak amanah Jokowi secara kasat mata. Saat kampanye di DKI, dia berjanji akan melaksanakan kewajiban sebagai gubernur, jika terpilih sampai selesai masa jabatannya. Tetapi, Jokowi sudah kebelet mendapatkan tawaran menjadi calon presiden, dia tinggalkan rakyat Jakarta yang telah memilihnya. Dia berkhianat rakyat yang memilihnya.

Sementara itu, di DKI Jakarta, sebagai gubernur, belum genap dua tahun. Belum ada apapun  yang dihasilkan. Bagaimana Jokowi bisa menjadi pemimpin dan memimpin bangsa Indonesia kalau sudah nampak sikap tidak jujur dan tidak amanah? Di Jakarta Jokowi prestasinya baru menghapus tukang ‘topeng monyet’.

Kedua, Jokowi itu berbohong dan hanya tukang glembuk (ngapusi). Di dalam debat presiden kedua, 15 Juni, dia mengatakan mengatasi korupsi dengan pengawasan. Dengan pengawasan dari detik ke detik, dari menit ke menit, dari hari ke minggu. Prinsipinya mengatasi korupsi dengan pengawasan. Faktanya, kasus Transjakarta menunjukkan dia sebagai gubernur, tidak melakukan pengawasan secara baik.

Bagaimana bisa terjadi korupsi yang menghabiskan dana Rp1,5 triliun? Membeli bus ‘butut’ dari Cina. Tanpa  adanya kontrol dari seorang gubernur. Sekarang yang dikorbankan bawahannya, kepala dinas perhubungan DKI, Undar. Sementara itu, sekarang terkuak, Megawati melakukan campur tangan, membungkam Jaksa Agung, Basrief Arief agar tidak mengutik-ngutik kasus yang  terkait dengan Jokowi.

Ketiga, Jokowi pemimpin palsu. Dia merupakan produk pemimpinn yang direkayasa oleh media massa dan media sosial. Menghabiskan ratusan miliar, membiayai proyek pencitraan Jokowi. Di mana media massa dan jaringan media sosial, seperti JASMEV (Jokowi Ahok Sosial Medika Volunteer), yang dibelakangnya para cukong Cina hitam.

Media massa dan media sosial yang jumlahnya ribuan, merekayasa menggelembungkan nama Jokowi. Tanpa henti. Dengan citra, jujur, sederhana dan merakyat. Sampai menjelang pilpres.

Dua belas media massa, termasuk media televisi, seperti Metro TV, tanpa henti mengangkat Jokowwi.Melakukan pressurer (tekanan) terhadap Megawati, sampai akhirnya Megawati menyerahkan mandat kepada Jokowi sebagai capres.

Megawati mengkhianati Prabowo yang sudah berjanji dengan perjanjian yang dikenal dengan perjanjian ‘Batutulis’, yang akan mencalonkan Prabowo sebagai calon presiden. Semuanya, karena presure dari media dan para cukong.

Keempat, Jokowi hanyalah boneka. Kalau sekarang di jalan-jalan spanduk berjejer spanduk yang mengkapamnyekan, Jokowi pemimpin lahir dari rakyat dan untuk rakyat itu. Itu bohong. Jokowi bukan produk rakyat. Tetapi, dia hanyalah hasil konspirasi antara kepentingan Mega, elite PDIP, konglomerat, dan Barat (Israel).

Di mana sebelum Mega memutuskan mencalonkan Jokowi, sudah didahului oleh pertemuan  di Singapura, antara Mega dan tujuh tokoh, diantaranya seperti James Riyadi, termasuk Dubes Amerika dan Dubes di Israel. Dilanjutkan, pertemuan di Jakarta,  di Hotel milik konglomerat keturunan Cina, Jacob Soetojo, di mana Mega, Jokowi, Sabam Sirait, Dubes Amerika, Dubes Vatikan, Dubes Myanmar, Dubes Meksiko. Padahal, Jokowi belum menjadi presiden. Ini menunjukkan Jokowi hanyalah seorang boneka.

Kelima, Jokowi tidak memiliki kemampuan menjadi presiden. Ini terbukti saat berlangsung dalam debat capres 15 Juni lalu. Di mana dia, meskipun sudah membaca catatan, dan bahkan Jokowi sudah dua hari dua malam, di latih oleh tim ahli dan psycholog, masih tampak Jokowi menyampaikan visi misinya dengan tidak percaya diri. Suaranya bergetar, wajahnya nampak kuyu.

Bagaimana Jokowi akan memimpin 250 juta bangsa Indonesia? Di tengah-tengah perubahan global. Jokowi hanya bisa mengacung-ngacungkan kartu sehat dan cerdas. Padahal, pemerintah SBY sudah mengeluarkan kartu BPJS, berdasarkan undang-undang, dan sudah mengcover semua kebutuhan kesehatan rakyat. Jadi semua hanyalah sia-sia belaka. Sementara itu, kartu sehat Jokowi itu, ditolak rumah sakit di Jakarta. Rakyat kecil tetap susah, ketika dia sakit.

Sekurang-kurangnya lima alasan ini, rakyat dapat berfikir mempertimbangkan pilihan terhadap Jokowi. Apakah Jokowi layak memimpin negeri ini? Megawati dahulu dicitrakan oleh media massa sebagai ‘Ratu Adil’ dan pemimpin ‘Wong Cilik’. Sesudah berkuasa semuanya diingkari oleh Mega.

Keenam, rezim Jokowi-JK, rezim anti Islam. Ini sudah tidak dapat dipungkiri oleh siapapun. Karena, koalisi yang mendukung Jokowi-JK, partai-partai anti Islam, nasionalis sekuler, liberal, dan phalangis (kristen). PDIP, Nasdem, PKB, Hanura, dan PKPI. Tidak akan pernah mengakomodasi terhadap kepentingan Islam dan umat Islam.

Ini tergambar sikap para tokohnya. Seperti Triemedia Panjaitan, yang menjadi kuasa hukum Jokowi akan menghapus perda (peraturan daerah) yang berbau syariah. Menghapus kolom agama dari KTP. Rezim Jokowi-JK, hanyalah akan menggunakan kelompok Islam liberal, dan menjadikan alat menghancurkan kelompok Islam yang dituduh fundamentalis. 

Rezim Jokowi-JK, yang didukung para jenderal bagian dari Orde Baru, dan telah berlaku kejam terhadap umat Islam. Seperti Jenderal Hendropriyono, Wiranto, dan sejumlah jenderal lainnya yang diduga terlibat dalam pembantaian umat Islam di Talangsari, Lampung.

Rezim Jokowi-JK berpotensi akan lebih kejam terhadap umat Islam jika berkuasa dengan menggunakan 'bedil' membasmi umat Islam yang dituduh sebagai fundamentalis. Tetapi, sekarang yang dibesar-besarkan peristiwa 98. Ini memutar-balikan fakta.

Dibagian lain, saat Mega bukan menjadi pembela rakyat ‘Wong Cilik’, justeru menjadi pembela konglomerat Cina. Memberikan ampunan dan memutihkan para pengemplang BLBI Rp 650 triliun. Jokowi tidak akan jauh-jauh dari Mega. Jokowi seperti dikatakan oleh Mega hanyalah seorang petugas partai. Bukan pemimpin.

Menjual asset penting negara, seperti Indosat, tiga kapal tanker, menjual BCA,Danamon, dan sejumlah bank lainnya, yang mendapatkan bantuan bailout dari pemerintah dengan harga yang murah. Undang-undang perburuhan yang mengenalkan ‘outsourching’ di zaman Mega, melalui  Menteri Jacob Numawea.  Banyak lagi. Sekarang rakyat akan kecele dengan ‘gelembung’ Jokowi. Wallahu’alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Eks Menteri M. S. Kaban Nilai PERSIS Dorong Kemajuan Indonesia dengan Gerakan Dakwahnya

Eks Menteri M. S. Kaban Nilai PERSIS Dorong Kemajuan Indonesia dengan Gerakan Dakwahnya

Sabtu, 24 Sep 2022 23:29

KEPPRES Kontroversial Jokowi

KEPPRES Kontroversial Jokowi

Sabtu, 24 Sep 2022 21:39

Ulama Uzbekistan Larang Warga Uzbek Ikut Bertempur Bersama Rusia Di Ukraina

Ulama Uzbekistan Larang Warga Uzbek Ikut Bertempur Bersama Rusia Di Ukraina

Sabtu, 24 Sep 2022 21:34

Filter Agama dalam Keluarga adalah Pedomanan Menuju Kebahagian Dunia dan Akhirat

Filter Agama dalam Keluarga adalah Pedomanan Menuju Kebahagian Dunia dan Akhirat

Sabtu, 24 Sep 2022 21:25

Akmal Sjafril: Sains Tak Mampu Mengudeta Tuhan

Akmal Sjafril: Sains Tak Mampu Mengudeta Tuhan

Sabtu, 24 Sep 2022 21:12

Muktamar PERSIS XVI, Wakil Presiden KH. Maruf Amin Siap Buka Acara

Muktamar PERSIS XVI, Wakil Presiden KH. Maruf Amin Siap Buka Acara

Sabtu, 24 Sep 2022 21:05

Pendidikan Indonesia Tidak Mengajarkan Sekulerisme

Pendidikan Indonesia Tidak Mengajarkan Sekulerisme

Sabtu, 24 Sep 2022 08:35

Toleransi Tidak Ahistoris; Jangan Paksakan Jika Masyarakat Menolak Pembangunan Gereja

Toleransi Tidak Ahistoris; Jangan Paksakan Jika Masyarakat Menolak Pembangunan Gereja

Sabtu, 24 Sep 2022 05:27

Mulailah Dari Land Cruiser Hitam

Mulailah Dari Land Cruiser Hitam

Jum'at, 23 Sep 2022 23:21

Peringati Serangan 11 September, Al-Qaidah Sebut Aliansi Utara 'Cucu Abu Righal'

Peringati Serangan 11 September, Al-Qaidah Sebut Aliansi Utara 'Cucu Abu Righal'

Jum'at, 23 Sep 2022 21:30

Menjadi Pemuda Istimewa

Menjadi Pemuda Istimewa

Jum'at, 23 Sep 2022 21:19

Ribuan Warga Rusia Melarikan Diri Ke Luar Negeri Setelah Seruan Putin Untuk Perang Di Ukraina

Ribuan Warga Rusia Melarikan Diri Ke Luar Negeri Setelah Seruan Putin Untuk Perang Di Ukraina

Jum'at, 23 Sep 2022 20:55

Saudi Minta Iran Berhenti Campuri Urusan Dalam Negeri Orang Lain

Saudi Minta Iran Berhenti Campuri Urusan Dalam Negeri Orang Lain

Jum'at, 23 Sep 2022 18:15

Laporan BSR Temukan Facebook Langgar Hak Pengguna Palestina

Laporan BSR Temukan Facebook Langgar Hak Pengguna Palestina

Jum'at, 23 Sep 2022 17:32

MUI Jabar Sepakat: Ajaran Syiah Sesat

MUI Jabar Sepakat: Ajaran Syiah Sesat

Jum'at, 23 Sep 2022 17:24

15 Faidah Dzikrullah dari Kitab ''Fiqh Doa dan Dzikir''

15 Faidah Dzikrullah dari Kitab ''Fiqh Doa dan Dzikir''

Jum'at, 23 Sep 2022 17:01

Benteng Itu akan Bobol Juga

Benteng Itu akan Bobol Juga

Jum'at, 23 Sep 2022 15:47

Isu Aksi: Jokowi Turun

Isu Aksi: Jokowi Turun

Jum'at, 23 Sep 2022 13:46

Peranan Akal dalam Masalah Keimanan

Peranan Akal dalam Masalah Keimanan

Jum'at, 23 Sep 2022 12:17

Tito Membangun Otoritarian dengan Cuci Tangan

Tito Membangun Otoritarian dengan Cuci Tangan

Jum'at, 23 Sep 2022 11:45


MUI

Must Read!
X