Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
80.586 views

Inilah Alasan Mengapa Jokowi Harus Ditolak Rakyat

JAKARTA (voa-islam.com) - Inilah alasan mengapa Jokowi harus ditolak oleh rakyat dan bangsa Indonesia menjadi presiden di dalam pemilihan presiden Juli 2014 nanti. Diantara alasannya:

Pertama, Jokowi tidak jujur dan tidak amanah. Rakyat bisa melihat sikap dan karakter tidak jujur dan tidak amanah Jokowi secara kasat mata. Saat kampanye di DKI, dia berjanji akan melaksanakan kewajiban sebagai gubernur, jika terpilih sampai selesai masa jabatannya. Tetapi, Jokowi sudah kebelet mendapatkan tawaran menjadi calon presiden, dia tinggalkan rakyat Jakarta yang telah memilihnya. Dia berkhianat rakyat yang memilihnya.

Sementara itu, di DKI Jakarta, sebagai gubernur, belum genap dua tahun. Belum ada apapun  yang dihasilkan. Bagaimana Jokowi bisa menjadi pemimpin dan memimpin bangsa Indonesia kalau sudah nampak sikap tidak jujur dan tidak amanah? Di Jakarta Jokowi prestasinya baru menghapus tukang ‘topeng monyet’.

Kedua, Jokowi itu berbohong dan hanya tukang glembuk (ngapusi). Di dalam debat presiden kedua, 15 Juni, dia mengatakan mengatasi korupsi dengan pengawasan. Dengan pengawasan dari detik ke detik, dari menit ke menit, dari hari ke minggu. Prinsipinya mengatasi korupsi dengan pengawasan. Faktanya, kasus Transjakarta menunjukkan dia sebagai gubernur, tidak melakukan pengawasan secara baik.

Bagaimana bisa terjadi korupsi yang menghabiskan dana Rp1,5 triliun? Membeli bus ‘butut’ dari Cina. Tanpa  adanya kontrol dari seorang gubernur. Sekarang yang dikorbankan bawahannya, kepala dinas perhubungan DKI, Undar. Sementara itu, sekarang terkuak, Megawati melakukan campur tangan, membungkam Jaksa Agung, Basrief Arief agar tidak mengutik-ngutik kasus yang  terkait dengan Jokowi.

Ketiga, Jokowi pemimpin palsu. Dia merupakan produk pemimpinn yang direkayasa oleh media massa dan media sosial. Menghabiskan ratusan miliar, membiayai proyek pencitraan Jokowi. Di mana media massa dan jaringan media sosial, seperti JASMEV (Jokowi Ahok Sosial Medika Volunteer), yang dibelakangnya para cukong Cina hitam.

Media massa dan media sosial yang jumlahnya ribuan, merekayasa menggelembungkan nama Jokowi. Tanpa henti. Dengan citra, jujur, sederhana dan merakyat. Sampai menjelang pilpres.

Dua belas media massa, termasuk media televisi, seperti Metro TV, tanpa henti mengangkat Jokowwi.Melakukan pressurer (tekanan) terhadap Megawati, sampai akhirnya Megawati menyerahkan mandat kepada Jokowi sebagai capres.

Megawati mengkhianati Prabowo yang sudah berjanji dengan perjanjian yang dikenal dengan perjanjian ‘Batutulis’, yang akan mencalonkan Prabowo sebagai calon presiden. Semuanya, karena presure dari media dan para cukong.

Keempat, Jokowi hanyalah boneka. Kalau sekarang di jalan-jalan spanduk berjejer spanduk yang mengkapamnyekan, Jokowi pemimpin lahir dari rakyat dan untuk rakyat itu. Itu bohong. Jokowi bukan produk rakyat. Tetapi, dia hanyalah hasil konspirasi antara kepentingan Mega, elite PDIP, konglomerat, dan Barat (Israel).

Di mana sebelum Mega memutuskan mencalonkan Jokowi, sudah didahului oleh pertemuan  di Singapura, antara Mega dan tujuh tokoh, diantaranya seperti James Riyadi, termasuk Dubes Amerika dan Dubes di Israel. Dilanjutkan, pertemuan di Jakarta,  di Hotel milik konglomerat keturunan Cina, Jacob Soetojo, di mana Mega, Jokowi, Sabam Sirait, Dubes Amerika, Dubes Vatikan, Dubes Myanmar, Dubes Meksiko. Padahal, Jokowi belum menjadi presiden. Ini menunjukkan Jokowi hanyalah seorang boneka.

Kelima, Jokowi tidak memiliki kemampuan menjadi presiden. Ini terbukti saat berlangsung dalam debat capres 15 Juni lalu. Di mana dia, meskipun sudah membaca catatan, dan bahkan Jokowi sudah dua hari dua malam, di latih oleh tim ahli dan psycholog, masih tampak Jokowi menyampaikan visi misinya dengan tidak percaya diri. Suaranya bergetar, wajahnya nampak kuyu.

Bagaimana Jokowi akan memimpin 250 juta bangsa Indonesia? Di tengah-tengah perubahan global. Jokowi hanya bisa mengacung-ngacungkan kartu sehat dan cerdas. Padahal, pemerintah SBY sudah mengeluarkan kartu BPJS, berdasarkan undang-undang, dan sudah mengcover semua kebutuhan kesehatan rakyat. Jadi semua hanyalah sia-sia belaka. Sementara itu, kartu sehat Jokowi itu, ditolak rumah sakit di Jakarta. Rakyat kecil tetap susah, ketika dia sakit.

Sekurang-kurangnya lima alasan ini, rakyat dapat berfikir mempertimbangkan pilihan terhadap Jokowi. Apakah Jokowi layak memimpin negeri ini? Megawati dahulu dicitrakan oleh media massa sebagai ‘Ratu Adil’ dan pemimpin ‘Wong Cilik’. Sesudah berkuasa semuanya diingkari oleh Mega.

Keenam, rezim Jokowi-JK, rezim anti Islam. Ini sudah tidak dapat dipungkiri oleh siapapun. Karena, koalisi yang mendukung Jokowi-JK, partai-partai anti Islam, nasionalis sekuler, liberal, dan phalangis (kristen). PDIP, Nasdem, PKB, Hanura, dan PKPI. Tidak akan pernah mengakomodasi terhadap kepentingan Islam dan umat Islam.

Ini tergambar sikap para tokohnya. Seperti Triemedia Panjaitan, yang menjadi kuasa hukum Jokowi akan menghapus perda (peraturan daerah) yang berbau syariah. Menghapus kolom agama dari KTP. Rezim Jokowi-JK, hanyalah akan menggunakan kelompok Islam liberal, dan menjadikan alat menghancurkan kelompok Islam yang dituduh fundamentalis. 

Rezim Jokowi-JK, yang didukung para jenderal bagian dari Orde Baru, dan telah berlaku kejam terhadap umat Islam. Seperti Jenderal Hendropriyono, Wiranto, dan sejumlah jenderal lainnya yang diduga terlibat dalam pembantaian umat Islam di Talangsari, Lampung.

Rezim Jokowi-JK berpotensi akan lebih kejam terhadap umat Islam jika berkuasa dengan menggunakan 'bedil' membasmi umat Islam yang dituduh sebagai fundamentalis. Tetapi, sekarang yang dibesar-besarkan peristiwa 98. Ini memutar-balikan fakta.

Dibagian lain, saat Mega bukan menjadi pembela rakyat ‘Wong Cilik’, justeru menjadi pembela konglomerat Cina. Memberikan ampunan dan memutihkan para pengemplang BLBI Rp 650 triliun. Jokowi tidak akan jauh-jauh dari Mega. Jokowi seperti dikatakan oleh Mega hanyalah seorang petugas partai. Bukan pemimpin.

Menjual asset penting negara, seperti Indosat, tiga kapal tanker, menjual BCA,Danamon, dan sejumlah bank lainnya, yang mendapatkan bantuan bailout dari pemerintah dengan harga yang murah. Undang-undang perburuhan yang mengenalkan ‘outsourching’ di zaman Mega, melalui  Menteri Jacob Numawea.  Banyak lagi. Sekarang rakyat akan kecele dengan ‘gelembung’ Jokowi. Wallahu’alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
Umat Islam Menghadapi Bangkitnya PKI

Umat Islam Menghadapi Bangkitnya PKI

Selasa, 26 May 2020 23:32

Kemenangan Lelang M. Nuh di Gelaran Konser Amal Corona Dianulir

Kemenangan Lelang M. Nuh di Gelaran Konser Amal Corona Dianulir

Selasa, 26 May 2020 23:31

Perlukah Hari Kebangkitan Rasional di Tengah Pandemi Covid-19?

Perlukah Hari Kebangkitan Rasional di Tengah Pandemi Covid-19?

Selasa, 26 May 2020 23:27

Cek Arah Kiblat, 27 dan 28 Mei Matahari Melintas di atas Ka'bah

Cek Arah Kiblat, 27 dan 28 Mei Matahari Melintas di atas Ka'bah

Selasa, 26 May 2020 21:57

Presiden Filipina Duterte Tidak Akan Izinkan Siswa Kebali Ke Sekolah Sampai Vaksin Corona Ditemukan

Presiden Filipina Duterte Tidak Akan Izinkan Siswa Kebali Ke Sekolah Sampai Vaksin Corona Ditemukan

Selasa, 26 May 2020 21:30

PKS: Pemerintah Jangan Buru-buru New Normal

PKS: Pemerintah Jangan Buru-buru New Normal

Selasa, 26 May 2020 20:44

Hacker Gantikan Panggilan Adzan di Beberapa Masjid Turki dengan Lagu Protes Italia

Hacker Gantikan Panggilan Adzan di Beberapa Masjid Turki dengan Lagu Protes Italia

Selasa, 26 May 2020 20:35

Muslim AS dan Kanada Lakukan Shalat Idul Fitri di Dalam Mobil Di Tengah Pembatasan Virus Corona

Muslim AS dan Kanada Lakukan Shalat Idul Fitri di Dalam Mobil Di Tengah Pembatasan Virus Corona

Selasa, 26 May 2020 20:15

Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Selasa, 26 May 2020 19:51

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Selasa, 26 May 2020 19:44

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Selasa, 26 May 2020 18:57

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Selasa, 26 May 2020 17:38

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Selasa, 26 May 2020 16:56

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Selasa, 26 May 2020 16:28

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Selasa, 26 May 2020 15:06

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Selasa, 26 May 2020 14:02

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Selasa, 26 May 2020 13:29

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

Selasa, 26 May 2020 12:23

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal  Melawan Covid-19

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal Melawan Covid-19

Selasa, 26 May 2020 10:45

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Selasa, 26 May 2020 09:46


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X