Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
22.014 views

Bangsa Indonesia Tidak Pernah Bisa Belajar Dari Masa Lalu

JAKARTA (voa-islam.com) - Sebuah pilihan strategi politik yang dirancang dengan membungkus calon presiden Jokowi sebagai tokoh yang 'jujur,sederhana dan merakyat'. Sebuah strategi pendekatan yang dipilih oleh 'Tim Pemenangan' Jokowi ini, tujuannya ingin mendekatkan Jokowi dengan mayoritas rakyat Indonesia.

Rakyat Indonesia yang berjumlah 250 juta, mayoritasnya adalah miskin, dan dengan pendapatan kurang dari $ 3 dollar setiap hari. Bahkan, di daerah-daerah yang jauh dari ibukota Jakarta, pendapatan rakyat jauh lebih kecil lagi. Angka absolut kemiskinan di Indonesia masih sangat tinggi, sebesar 60 juta penduduk.

Maka, langkah strategis dengan cara menampilkan sosok dan karakter, yang benar-benar sesuai dan cocok dengan kondisi mayoritas rakyat yang absolut miskin. Jokowi di tampilkan dengan idiom 'kejujuran, kesederhanaan, merakyat', sebagai bagian merebut simpati rakyat.

Sang tokoh 'Jokowi' juga disetting dengan setingan yang sesuai dengan agenda, yaitu bukan hanya penampilannya yang sederhana, tetapi Jokowi terus diarahkan mengunjungi ke daerah-daerah atau tempat-tempat yang menjadi konsentrasi orang-orang miskin.

Operator Jokowi adalah 'setan' merah yang kiri, yang berideolgo 'komunis', termasuk kaum phalangis (kristen), dan terus mengembuskan isu kerakyatan, sembari menghantam Prabowo dengan isu HAM. Semua itu agenda mereka, tujuannya menghancurkan Prabowo.

Dengan mendapatkan liputan media yang luas, dan berlangsung konstan terus-menerus, sehingga membentuk opini, pemikiran, persepsi, dan bahkan keyakinan rakyat tentang Jokowi sebagai tokoh yang benar-benar berpihak kepada rakyat.

Sekarang, di mana-mana terpampang baliho, poster, dan spanduk, tentang Jokowi sebagai tokoh yang : 'jujur, sederhana, dan merakyat'. Ada pula spanduk atau baliho yang berbunyi pemimpin ?dari rakyat untuk rakyat?. Sehingga, rakyat benar-benar terpengaruh, dan kemudian meyakini Jokowi sebagai tokoh yang jujur, sederhana, dan merakyat.

Gambaran ini terus digalang dengan masif di tengah-tengah rakyat oleh relawan Jokowi yang jumlahnya ribuan. Mereka memasuki kampung-kampung dan berbagai tempat dengan terus membuat pencitraan.

Ini hanya mengingatkan seperti sesudah Soeharto jatuh dan lengser dari kekuasaan. Bagaimana Mega digambarkan sebagai anti-tesa dari rezim Orde Baru. Mega dan PDIP mendapatkan covered (liputan) media massa yang sangat luas. Sosok Mega sebuah harapan baru bagi rakyat Indonesia yang sudah sangat muak dengan rezim Orde Baru. Dengan rekayasa yang sangat sistematis, di tahun l999, Mega-PDIP memenangkan pemilihan pertama di era Reformasi.

Seluruh rakyat menaruh harapan dan optimisme dengan lahirnya sosok baru, Mega. Rakyat sebagian menyambut dengan antusias dan optimis sebagai sebuah solusi bagi rakyat yang sudah terlalu lama menunggu datangnya sang ?Ratu Adil?, dan hidup rakyat digantungkan kepada Mega.

Tetapi, sesudah Mega berkuasa dan menjadi presiden, semua harapan dan mimpi rakyat, hanya ilusi belaka. Apa yang diharapkan dari ?Ratu Adil? itu, tidak pernah ada. Mega tidak pernah benar-benar menjadi pembela dan penyelamat 'wong cilik'. 'Wong Cilik' tetap tergeletak, dan tanpa ada yang membela.

Mega di hari ulang tahunnya, di Istana Tampak Siring, Bali, sambil menikmati indahnya malam, justru lupa terhadap rakyat miskin, dan julukan ?Ratu Adil? itu, pupus, bersamaan dengan keputusan Mega memberikan maaf kepada para obligor yang sudah ngemplang dana BLBI, Rp 650 triliun. Semua menjadi lupa. Rakyat juga lupa.

Di tahun 2014 ini, berlangsung pemilihan presiden, dan sejumlah orang mendadani sang tokoh 'Jokowi'. Dengan dandanan sebagai tokoh rakyat jelata dengan diberi aksesoris sebagai orang yang : 'jujur, sederhana dan merakyat'. Dengan dukungan media yang luas, sejak pemilukada di DKI, Jokowi berhasil meraih jabatan gubernur.

Sekarang sang tokoh 'jadi-jadian' ini disulap menjadi calon presiden oleh Mega dan PDIP. Rakyat yangsudah dicuci otaknya, dan dijejali dongeng dan mimpi tentang tokoh yang dianggap sebagai 'juru selamat' ini dengan bangga sebagai tokoh, bukan dari ketua umum partai, maju dalam pemilihan presiden.

Lalu, para pendukungnya memberikan, kata dengan 'pemimpin lahir dari rakyat dan untuk rakyat'. Rakyat sebagian yang memilih Jokowi telah memilih pemimpinnya. Mereka akan selalu menjadi korban. Rakyat tidak pernah bisa menentukan pilihan sendiri dengan jujur. Karena mereka sudah menjadi korban opini dan rekayasa yang sistematis oleh para pemilik modal yang ingin menjajah Republik Indonesia. Wallahu'alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Eks Menteri M. S. Kaban Nilai PERSIS Dorong Kemajuan Indonesia dengan Gerakan Dakwahnya

Eks Menteri M. S. Kaban Nilai PERSIS Dorong Kemajuan Indonesia dengan Gerakan Dakwahnya

Sabtu, 24 Sep 2022 23:29

KEPPRES Kontroversial Jokowi

KEPPRES Kontroversial Jokowi

Sabtu, 24 Sep 2022 21:39

Ulama Uzbekistan Larang Warga Uzbek Ikut Bertempur Bersama Rusia Di Ukraina

Ulama Uzbekistan Larang Warga Uzbek Ikut Bertempur Bersama Rusia Di Ukraina

Sabtu, 24 Sep 2022 21:34

Filter Agama dalam Keluarga adalah Pedomanan Menuju Kebahagian Dunia dan Akhirat

Filter Agama dalam Keluarga adalah Pedomanan Menuju Kebahagian Dunia dan Akhirat

Sabtu, 24 Sep 2022 21:25

Akmal Sjafril: Sains Tak Mampu Mengudeta Tuhan

Akmal Sjafril: Sains Tak Mampu Mengudeta Tuhan

Sabtu, 24 Sep 2022 21:12

Muktamar PERSIS XVI, Wakil Presiden KH. Maruf Amin Siap Buka Acara

Muktamar PERSIS XVI, Wakil Presiden KH. Maruf Amin Siap Buka Acara

Sabtu, 24 Sep 2022 21:05

Pendidikan Indonesia Tidak Mengajarkan Sekulerisme

Pendidikan Indonesia Tidak Mengajarkan Sekulerisme

Sabtu, 24 Sep 2022 08:35

Toleransi Tidak Ahistoris; Jangan Paksakan Jika Masyarakat Menolak Pembangunan Gereja

Toleransi Tidak Ahistoris; Jangan Paksakan Jika Masyarakat Menolak Pembangunan Gereja

Sabtu, 24 Sep 2022 05:27

Mulailah Dari Land Cruiser Hitam

Mulailah Dari Land Cruiser Hitam

Jum'at, 23 Sep 2022 23:21

Peringati Serangan 11 September, Al-Qaidah Sebut Aliansi Utara 'Cucu Abu Righal'

Peringati Serangan 11 September, Al-Qaidah Sebut Aliansi Utara 'Cucu Abu Righal'

Jum'at, 23 Sep 2022 21:30

Menjadi Pemuda Istimewa

Menjadi Pemuda Istimewa

Jum'at, 23 Sep 2022 21:19

Ribuan Warga Rusia Melarikan Diri Ke Luar Negeri Setelah Seruan Putin Untuk Perang Di Ukraina

Ribuan Warga Rusia Melarikan Diri Ke Luar Negeri Setelah Seruan Putin Untuk Perang Di Ukraina

Jum'at, 23 Sep 2022 20:55

Saudi Minta Iran Berhenti Campuri Urusan Dalam Negeri Orang Lain

Saudi Minta Iran Berhenti Campuri Urusan Dalam Negeri Orang Lain

Jum'at, 23 Sep 2022 18:15

Laporan BSR Temukan Facebook Langgar Hak Pengguna Palestina

Laporan BSR Temukan Facebook Langgar Hak Pengguna Palestina

Jum'at, 23 Sep 2022 17:32

MUI Jabar Sepakat: Ajaran Syiah Sesat

MUI Jabar Sepakat: Ajaran Syiah Sesat

Jum'at, 23 Sep 2022 17:24

15 Faidah Dzikrullah dari Kitab ''Fiqh Doa dan Dzikir''

15 Faidah Dzikrullah dari Kitab ''Fiqh Doa dan Dzikir''

Jum'at, 23 Sep 2022 17:01

Benteng Itu akan Bobol Juga

Benteng Itu akan Bobol Juga

Jum'at, 23 Sep 2022 15:47

Isu Aksi: Jokowi Turun

Isu Aksi: Jokowi Turun

Jum'at, 23 Sep 2022 13:46

Peranan Akal dalam Masalah Keimanan

Peranan Akal dalam Masalah Keimanan

Jum'at, 23 Sep 2022 12:17

Tito Membangun Otoritarian dengan Cuci Tangan

Tito Membangun Otoritarian dengan Cuci Tangan

Jum'at, 23 Sep 2022 11:45


MUI

Must Read!
X