Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
21.004 views

Bangsa Indonesia Tidak Pernah Bisa Belajar Dari Masa Lalu

JAKARTA (voa-islam.com) - Sebuah pilihan strategi politik yang dirancang dengan membungkus calon presiden Jokowi sebagai tokoh yang 'jujur,sederhana dan merakyat'. Sebuah strategi pendekatan yang dipilih oleh 'Tim Pemenangan' Jokowi ini, tujuannya ingin mendekatkan Jokowi dengan mayoritas rakyat Indonesia.

Rakyat Indonesia yang berjumlah 250 juta, mayoritasnya adalah miskin, dan dengan pendapatan kurang dari $ 3 dollar setiap hari. Bahkan, di daerah-daerah yang jauh dari ibukota Jakarta, pendapatan rakyat jauh lebih kecil lagi. Angka absolut kemiskinan di Indonesia masih sangat tinggi, sebesar 60 juta penduduk.

Maka, langkah strategis dengan cara menampilkan sosok dan karakter, yang benar-benar sesuai dan cocok dengan kondisi mayoritas rakyat yang absolut miskin. Jokowi di tampilkan dengan idiom 'kejujuran, kesederhanaan, merakyat', sebagai bagian merebut simpati rakyat.

Sang tokoh 'Jokowi' juga disetting dengan setingan yang sesuai dengan agenda, yaitu bukan hanya penampilannya yang sederhana, tetapi Jokowi terus diarahkan mengunjungi ke daerah-daerah atau tempat-tempat yang menjadi konsentrasi orang-orang miskin.

Operator Jokowi adalah 'setan' merah yang kiri, yang berideolgo 'komunis', termasuk kaum phalangis (kristen), dan terus mengembuskan isu kerakyatan, sembari menghantam Prabowo dengan isu HAM. Semua itu agenda mereka, tujuannya menghancurkan Prabowo.

Dengan mendapatkan liputan media yang luas, dan berlangsung konstan terus-menerus, sehingga membentuk opini, pemikiran, persepsi, dan bahkan keyakinan rakyat tentang Jokowi sebagai tokoh yang benar-benar berpihak kepada rakyat.

Sekarang, di mana-mana terpampang baliho, poster, dan spanduk, tentang Jokowi sebagai tokoh yang : 'jujur, sederhana, dan merakyat'. Ada pula spanduk atau baliho yang berbunyi pemimpin ?dari rakyat untuk rakyat?. Sehingga, rakyat benar-benar terpengaruh, dan kemudian meyakini Jokowi sebagai tokoh yang jujur, sederhana, dan merakyat.

Gambaran ini terus digalang dengan masif di tengah-tengah rakyat oleh relawan Jokowi yang jumlahnya ribuan. Mereka memasuki kampung-kampung dan berbagai tempat dengan terus membuat pencitraan.

Ini hanya mengingatkan seperti sesudah Soeharto jatuh dan lengser dari kekuasaan. Bagaimana Mega digambarkan sebagai anti-tesa dari rezim Orde Baru. Mega dan PDIP mendapatkan covered (liputan) media massa yang sangat luas. Sosok Mega sebuah harapan baru bagi rakyat Indonesia yang sudah sangat muak dengan rezim Orde Baru. Dengan rekayasa yang sangat sistematis, di tahun l999, Mega-PDIP memenangkan pemilihan pertama di era Reformasi.

Seluruh rakyat menaruh harapan dan optimisme dengan lahirnya sosok baru, Mega. Rakyat sebagian menyambut dengan antusias dan optimis sebagai sebuah solusi bagi rakyat yang sudah terlalu lama menunggu datangnya sang ?Ratu Adil?, dan hidup rakyat digantungkan kepada Mega.

Tetapi, sesudah Mega berkuasa dan menjadi presiden, semua harapan dan mimpi rakyat, hanya ilusi belaka. Apa yang diharapkan dari ?Ratu Adil? itu, tidak pernah ada. Mega tidak pernah benar-benar menjadi pembela dan penyelamat 'wong cilik'. 'Wong Cilik' tetap tergeletak, dan tanpa ada yang membela.

Mega di hari ulang tahunnya, di Istana Tampak Siring, Bali, sambil menikmati indahnya malam, justru lupa terhadap rakyat miskin, dan julukan ?Ratu Adil? itu, pupus, bersamaan dengan keputusan Mega memberikan maaf kepada para obligor yang sudah ngemplang dana BLBI, Rp 650 triliun. Semua menjadi lupa. Rakyat juga lupa.

Di tahun 2014 ini, berlangsung pemilihan presiden, dan sejumlah orang mendadani sang tokoh 'Jokowi'. Dengan dandanan sebagai tokoh rakyat jelata dengan diberi aksesoris sebagai orang yang : 'jujur, sederhana dan merakyat'. Dengan dukungan media yang luas, sejak pemilukada di DKI, Jokowi berhasil meraih jabatan gubernur.

Sekarang sang tokoh 'jadi-jadian' ini disulap menjadi calon presiden oleh Mega dan PDIP. Rakyat yangsudah dicuci otaknya, dan dijejali dongeng dan mimpi tentang tokoh yang dianggap sebagai 'juru selamat' ini dengan bangga sebagai tokoh, bukan dari ketua umum partai, maju dalam pemilihan presiden.

Lalu, para pendukungnya memberikan, kata dengan 'pemimpin lahir dari rakyat dan untuk rakyat'. Rakyat sebagian yang memilih Jokowi telah memilih pemimpinnya. Mereka akan selalu menjadi korban. Rakyat tidak pernah bisa menentukan pilihan sendiri dengan jujur. Karena mereka sudah menjadi korban opini dan rekayasa yang sistematis oleh para pemilik modal yang ingin menjajah Republik Indonesia. Wallahu'alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Panggilan Jihad

Panggilan Jihad

Ahad, 18 Apr 2021 15:14

Fraksi PKS: Listrik Indonesia Sudah Mahal, Jangan Dinaikan Lagi!

Fraksi PKS: Listrik Indonesia Sudah Mahal, Jangan Dinaikan Lagi!

Ahad, 18 Apr 2021 13:53

Legislator: Penamaan Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed Kurang Tepat

Legislator: Penamaan Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed Kurang Tepat

Ahad, 18 Apr 2021 12:55

Apa Sebab Jurubicara Prabowo Melecehkan Habib Rizieq

Apa Sebab Jurubicara Prabowo Melecehkan Habib Rizieq

Ahad, 18 Apr 2021 11:54

Shalat Tarawih

Shalat Tarawih

Ahad, 18 Apr 2021 11:40

Dubai Izinkan Wanita Menyusui Untuk Menggunakan Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech

Dubai Izinkan Wanita Menyusui Untuk Menggunakan Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech

Sabtu, 17 Apr 2021 21:34

Iran Klaim Tersangka Penyerang Fasilitas Nuklir Natanz Tela Melarikan Diri

Iran Klaim Tersangka Penyerang Fasilitas Nuklir Natanz Tela Melarikan Diri

Sabtu, 17 Apr 2021 21:15

Jumlah Kematian Akibat Virus Corona Global Mencapai Tiga Juta Orang

Jumlah Kematian Akibat Virus Corona Global Mencapai Tiga Juta Orang

Sabtu, 17 Apr 2021 20:46

Benteng Ummat Islam

Benteng Ummat Islam

Sabtu, 17 Apr 2021 13:14

Berharap kepada Allah

Berharap kepada Allah

Sabtu, 17 Apr 2021 12:59

Hari-hari yang Diharamkan Berpuasa dan Rukun Puasa

Hari-hari yang Diharamkan Berpuasa dan Rukun Puasa

Sabtu, 17 Apr 2021 12:44

Hal-hal yang Tidak Merusak Puasa

Hal-hal yang Tidak Merusak Puasa

Sabtu, 17 Apr 2021 12:27

MUI dan PKS Disebut Miliki Kesamaaan Ruh Perjuangan dalam Melayani Umat

MUI dan PKS Disebut Miliki Kesamaaan Ruh Perjuangan dalam Melayani Umat

Sabtu, 17 Apr 2021 12:02

Ramadhan, Momentum Pas Berhenti Merokok

Ramadhan, Momentum Pas Berhenti Merokok

Sabtu, 17 Apr 2021 11:40

Silaturahim Kebangsaan PKS dan PPP Hasilkan 7 Poin Kesepahaman Bersama

Silaturahim Kebangsaan PKS dan PPP Hasilkan 7 Poin Kesepahaman Bersama

Sabtu, 17 Apr 2021 11:35

Percepat Layanan Halal, BPJPH-LPPOM MUI Siapkan Integrasi SIHALAL-CEROL

Percepat Layanan Halal, BPJPH-LPPOM MUI Siapkan Integrasi SIHALAL-CEROL

Sabtu, 17 Apr 2021 11:25

Muktamar XIII Pemuda Persis, Semangat Baru Peradaban

Muktamar XIII Pemuda Persis, Semangat Baru Peradaban

Sabtu, 17 Apr 2021 06:28

Dewan Dakwah Jabar Lepas 12 Dai Kafilah

Dewan Dakwah Jabar Lepas 12 Dai Kafilah

Jum'at, 16 Apr 2021 23:56

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Jum'at, 16 Apr 2021 23:10

Turki Kritik Pelarangan Kursus Al-Qur'an Di Siprus Utara

Turki Kritik Pelarangan Kursus Al-Qur'an Di Siprus Utara

Jum'at, 16 Apr 2021 22:05


MUI

Must Read!
X