Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
19.945 views

Mengapa Nasib 250 Juta Bangsa Ditentukan Quick Count?

JAKARTA (voa-islam.com) - Mengapa 250 juta rakyat Indonesia harus ditentukan nasibnya oleh lembaga Quick Count? Seakan Quick Count sebagai 'tuhan' yang menentukan nasib bangsa Indonesia, siapa yang dipilih dan didukung oleh Quick Count, maka rakyat harus percaya dan menerimannya, tanpa reserve.

Quick Count sudah menjadi penentu hasil pilihan rakyat. Bukan lagi rakyat yang menentukan siapa yang berhak dipilih sebagai presiden. Dengan narasi Quick Count, yang selalu diopinikan sebagai sebuah lembaga yang memiliki 'trust' dan kredibel (jujur), rakyat wajib mengakui setiap hasil dari Quick Count. Rakyat dan bangsa Indonesia tidak berhak menanyakan tentang hasil Quick Count yang sudah di rilis (dipublikasikan) kepada media.

Sekarang terjadi kolaborasi atau lebih tepatnya konspirasi (persekongkolan jahat) antara Quick Count, intelektual (?), dan PDIP, khususnya Tim Sukses Jokowi. Dengan hanya mempunyai agenda satu : 'JOKOWI PRESIDEN INDONESIA'. Jadi siapapun harus sadar ada konspirasi dan persekongkolan yang direkayasa secara sistematis, memenangkan dan memberi legitimasi Jokowi menjadi presiden!

Puluhan lembaga Quick Count pura-pura melakukan survei, dan diantara lembaga Quick Count itu, sudah ada kerjasama dan membuat 'plot' tentang hasil Quick Count, yang hasilnya Jokowi menang. Hanya antara satu lembaga Quick Count lainnya, itu be da-beda tipis. Seakan mereka benar-benar bekerja dengan profesioanal, sebagai sebuah lembaga survei.

Quick Count inilah yang menjadi dasar dari Megawati yang mengumumkan secara sefihak hasil pemilihan presiden, dan dengan 'KLAIM' Jokowi menang. Seperti membuat sebuah pemaksaan, bahkan ada yang mengatakan 'KUDETA' hanya berbekal hasil Quick  Count yang memang bagian dari Tim Sukses Jokowi. Inilah  yang akhirnya akan mempunyai dampak luas bagi kehidupan bangsa Indonesia.
 
Sampai pada tingkat konflik horisontal yang luas, mungkin kearah perang saudara. Karena, bila pengumuman KPU tidak sesuai dengan hasil Quick Count, maka kemudian dituduh dan di 'judge' melakukan kecurangan. Jadi lembaga apapun, termasuk KPU tidak dipercaya, kecuali hasil Quick Count. 
 
Bahkan, sekarang pemilik Lippo Group Pendeta James Riyadi,  salah satu pendukung dari Jokowi, sudah mendatangkan mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, dan  pasti akan turun tangan melobi semua fihak, agar menerima Jokowi sebagai presiden! 
 
Bill Clinton datang ke Jakarta, mulai tanggal 16-23 Juli, dan bersamaan dengan menjelang pengumuman KPU tentang hasil pemilihan presiden Indonesia. Ingat. Keputusan Mega tentang menjadikan Jokowi sebagai capres, di dahului pertemuan di Singapura, yang dihadiri Dubes Amerika, Israel, Singapura, dan sejumlah tokoh lainnya. 
 
Di Jakarta, berlangsung pula, pertemuan di hotel milik konglomerat Cina, Jacob Soetojo, pertemuan menjelang pencapresan Jokowi itu, dihadiri Mega, Sabam Sirait (salah pendiri PDIP), Dubes Amerika Serikat, Dubes Vatikan, Dubes Inggris, dan sejumlah nengara sahabat. Inilah kronologis pencapresan Jokowi, dan Jokowi harus menjadi presiden. 
 
Karena hanya Jokowi yang dipandang layak menerima tanggung jawab, menjaga kepentingan Barat di Indonesia. Hanya Jokowi yang mendapatkan mandat dari Barat, meneruskan kelangsungan kepentingan Barat di Indonesia. Jokowi tidak akan  pernah berpihak kepada rakyat. Sama seperti Mega yang sudah menghabiskan asset Indonesia, dan dijual kepada fihak asing.
 
Sebuah gerakan yang sangat sistematis yang dilakukan berbagai kekuatan lokal dan internasional, yang menyatu bertujuan  mendudukan si 'boneka' Jokowi menjadi presiden Indonesia. Di dahului dengan kampanya massif, Jokowi sebagai tokoh yang jujur, sederha, dan merakyat.
 
Manipulasi itu dilanjutkan sampai ke tingkat penghitungan suara hasil pemilu oleh Quick Count, dan algojonya adalah Megawati.  Sebuah kejahatan yang sempurna, dan hanya rakyat yang akan menjadi korbannya. Wallahu'alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kamis, 18 Aug 2022 19:26

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Kamis, 18 Aug 2022 18:57

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Kamis, 18 Aug 2022 15:03

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Kamis, 18 Aug 2022 14:03

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 17 Aug 2022 20:47

Mengawal Generasi Muslim

Mengawal Generasi Muslim

Rabu, 17 Aug 2022 20:39

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Rabu, 17 Aug 2022 20:31

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Rabu, 17 Aug 2022 20:25

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Rabu, 17 Aug 2022 13:30

Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Selasa, 16 Aug 2022 21:18

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Selasa, 16 Aug 2022 21:15

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Selasa, 16 Aug 2022 20:30

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Selasa, 16 Aug 2022 20:19

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Selasa, 16 Aug 2022 19:49

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Selasa, 16 Aug 2022 10:42

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Selasa, 16 Aug 2022 10:29

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Selasa, 16 Aug 2022 09:00


MUI

Must Read!
X