Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
74.274 views

Cara Kotor Memenangkan Jokowi Menjadi Presiden?

JAKARTA (voa-islam.com) - Benar-benar seperti theori Niccolo Machiavelli yang sangat terkenal, di mana dalam rangka mencapai tujuan kekuasaan menghalalkan segala cara. Barangkali ini yang dijalankan oleh orang-orang yang berada di belakang Jokowi.

Pertama, di mulai dengan politik pencintraan tentang Jokowi, sebagai tokoh yang jujur, sederhana, dan merakyat. Tujuannya mendekatkan calon pemimpin dengan rakyat, yang mayoritas miskin, dan masih terbelakang.

Dengan jargon ‘jujur, sederhana, dan merakyat’ itu, kemudian menjadi antitesa dari lawannya Prabowo. Pencintraan ini dilakukan secara massif oleh ribuan jaringan media sosial, telivisi, dan media cetak. Sehingga, terpateri di pikiran, hati, dan bahkan menjadi keyakinan, bahwa Jokowi itu, tokoh yang jujur, sederhana, dan merakyat.

Kedua, sebaliknya dengan kampanye yang masif pula, tokoh yang menjadi antitesa Jokowi itu, yaitu Prabowo, terus di ‘bulli’, dan secara sistematis dihancurkan. Dengan kasus-kasus yang sengaja dihembuskan, melakukan kejahatan pelanggaran HAM, penculikan terhadap aktivis kiri, dipecat dari dinas militer,  soal keluarga, sampai para pendukungnya para partai yang korup. Ini dibahas di media sosial, telivisi (METRO TV), media cetak, tanpa henti.

Semuanya tujuannya menghancurkan pribadi Prabowo. Sehingga, rakyat menjadi sangat anti pati, dan kemudian rakyat membuat kesimpulan Prabowo tidak layak dipilih.

Ketiga, membuat lembaga-lembaga survei atau eksit poll, dan digunakan sebelum pemilu legislatif maupun pemilihan presiden. Dengan secara konsisten menempatkan Jokowi-JK selalu menang atas Prabowo. Jauh sebelum pemilihan presiden dikeluarkan hasil survei yang menempatkan posisi Jokowi selalu diatas. Dibanding Prabowo.

Rata-rata hasil survei dari lembaga-lembaga yang ada menempatkan Jokowi dengang dukungan diatas 50 persen suara. Dengan hasil survei ini, membuat legitimasi menjadi kuat, dan memang didukung oleh rakyat. Sehingga, jika angka hasil pemilihan presiden, tidak sesuai dengan hasil survei lembaga-lembaga itu, kemudian di ‘judge’ melakukan kecurangan.

Keempat, dalam dunia militer atau intelijen, sejatinya dikenal dengan istilah ‘pre-emptive’, menyerang lebih dahulu lawan, sebelum lawan menyerang. Itulah yang dipraktikan oleh Mega, Jokowi,dan PDIP. Di mana saat penghitungan baru 70 persen, secara dini, Mega sudah menyelenggarakan konferensi pers, dan dihadiri oleh Jokowi dan JK, dan mengumumkan kemenangan.

Seakan-akan yakin akan kemenangan Jokowi-JK, dan klaim itu tentu tujuannya membuat opini, bahwa Jokowi-JK, sebagai pemenang pilpres 2014. Berdasar hasil quick count lembaga-lembaga yang menjadi perpanjangan tangan dari PDIP ini.

Kelima : Teror, menciptakan kekacauan, sampai desintegrasi nasional. Seperti tokoh Katolik Franz Magnis Suseno dan Kompas, sebelumnya sudah mengancam, jika Jokowi kalah, maka akan terjadi kekacauan (chaos), sehingga aparat militer dan polisi dikerahkan guna mengamankan  pilpres.

Jika pasca pengumuman KPU, tanggal 22 Juli, tentang hasil pilpres yang sangat menentukan dan tidak menguntungkan Jokowi, apakah fihak yang kalah bisa menerima keputusan KPU? Disinilah akan terjadi kekacauan. Bukan hanya mengajukan gugatan kepada MK (Mahkamah Konstitusi), tetapi akan terjadi pergerakan massa, melakukan tekanan yang hebat.

Jika Jokowi-kalah berdasarkan keputusan KPU, dan tidak menerimanya, hanya menjadi  jalan menuju kekacauan  politik, karena memang sudah diskenariokan. Mega, Jokowi, PDIP, sudah menjadi sandera kepentingan para pendukung ‘dibelakangnya’ (Asing dan A Seng), yang memang Jokowi ‘harus’ mengambil alih kekuasaan dan jabatan presiden. Tidak ada yang lain. Bahkan, mungkin sampai pada tingkat mengancam terjadinya des-integrasi nasional. Wallahu’alam.

#Pemilu2014

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kamis, 18 Aug 2022 19:26

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Kamis, 18 Aug 2022 18:57

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Kamis, 18 Aug 2022 15:03

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Kamis, 18 Aug 2022 14:03

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 17 Aug 2022 20:47

Mengawal Generasi Muslim

Mengawal Generasi Muslim

Rabu, 17 Aug 2022 20:39

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Rabu, 17 Aug 2022 20:31

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Rabu, 17 Aug 2022 20:25

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Rabu, 17 Aug 2022 13:30

Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Selasa, 16 Aug 2022 21:18

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Selasa, 16 Aug 2022 21:15

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Selasa, 16 Aug 2022 20:30

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Selasa, 16 Aug 2022 20:19

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Selasa, 16 Aug 2022 19:49

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Selasa, 16 Aug 2022 10:42

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Selasa, 16 Aug 2022 10:29

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Selasa, 16 Aug 2022 09:00


MUI

Must Read!
X