Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
21.247 views

Amin Rais Menjadi Mata-Hati Rakyat dan Bangsa Indonesia?

JAKARTA (voa-islam.com) - Amin Rais adalah ‘vangard’ (pelopor) perubahan. Bangsa ini tak pernah menikmati kebebasan seperti sekarang ini, tanpa usaha dan jerih payah Amin Rais.

Saat rezim Soeharto masih kokoh cengkeraman kekuasaannya, Amin Rais sudah menyuarakan agar Soeharto ‘lengser’. Amin Rais terus menyuarakan perlawanan terhadap rezim Soeharto. Sampai gerakan Amin Rais berubah menjadi ‘people power’, dan Soeharto lengser tahun 1998.

Perubahan itu, berlanjut dalam bentuk gerakan ‘reformasi’  terhadap segala aturan dan undang-undang dasar, dan paling pokok membatasi kekuasaan presiden. Hanya dua periode. Mengakhiri otoritarian alias despotisme.

Ketika Amin Rais menjadi Ketua MPR, menghasilkan perubahan yang mendasar dalam sistem ketatanegaraan. Seperti sekarang ini. Rakyat menikmati kebebasan. Menikmati demokrasi. Menikmati kehidupan serba liberal. Indonesia tidak ada padanan dalam hal demokrasi. Diantara negara-negara Islam. Indonesia sangat demokratis dan liberal.

Mungkin ‘reformasi’ itu, akhirnya menjadi sebuah ‘kutukan’. Karena, demokrasi dan liberalisasi di segala aspek bidang kehidupan itu, tak menghasilkan apapun bagi rakyat jelata. Hampir selama sepuluh tahun reformasi ini, seluruh asset dan sumber daya alam, dikuasai oleh asing.

Pernyataan Amin Rais, di berbagai media, mengatakan bahwa Indonesia menjadi bangsa ‘jongos’. Tidak menjadi tuan di negerinya sendiri. Justru yang menjadi tuan bukan rakyat dan bangsa Indonesia, tapi kekuatan pemilik modal asing.

Sampai Amin Rais, ketika bertemu di rumah Prabowo Subianto, di Hambalang bersama tokoh Koalisi Merah Putih, mengatakan bahwa Koalisi Merah Putih, sebagai ‘Bastion’ (benteng terakhir), bagi masa depan Indonesia. Ini sebuah harapan juga pesimisme.

Ini bentuk keprihatinan Amin Rais terhadap rezim baru dibawah Jokowi, yang dia yakini akan lebih memberikan keleluasaan terhadap kepentingan asing. Masuk akal. Karena Jokowi membawa ‘gerbong’ para cukong (konglomerat) yang menjadi ‘backbone’ (tulang punggung) kemenangannya.

Inilah sebenarnya yang menjadi keprihatinan Amin Rais. Bukan semata kemenangan Jokowi. Bukan semata ‘dengki’ kepada pribadi Jokowi. Tapi kelompok-kelompok kepentingan dibelakang Jokowi itulah yang menjadi keprihatinan Amin Rais.

Hanya Amin Rais dan Koalisi Merah Putih kalah. Segala apa yang menjadi keprihatinan Amin Rais dinilai tidak masuk akal dan terlalu mengada-ngada. Mungkin ada pendukung Jokowi yang menganggap Amin Rais sudah 'sakit jiwa'. 

Rakyat sudah terlanjur dimanipulasi dengan berbagai opini yang menyudutkan Koalisi Merah Putih. Termasuk kampanye negative terhadap Amin Rais. Melalui media massa dan media sosial. Bahkan ada sekelompok masyarakat  di Yogya, pendukung Jokowi yang ‘meruwat’ Amin Rais.

Sebaliknya kemenangan Jokowi tidak bisa memberikan optimisme. Jokowi tidak mendapat dukungan kekuatan parlemen yang memadai. Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang mendukung Jokowi terdiri dari PDIP, PKB, Nasdem, Hanura, dan PKPI, lima kali kalah dalam voting di parlemen.

Sekarang kedudukan Ketua DPR dan MPR, termasuk Ketua-Ketua Komisi DPR, di tangan Koalisi Merah Putih. Inilah yang menjadi pokok persoalan baru, antara Jokowi dan Koalisi Merah Putih.

Maka, sekarang digalang besar-besaran, dukungan massa kepada Jokowi. Sehingga, muncul polarisasi yang sengaja diciptakan, yaitu Koalisi Merah yang menguasai DPR dan MPR melawan Koalisi Jokowi-Rakyat. Kampanye ini akan terus diciptakan.

Bahkan, ada langkah-langkah dijalankan KIH secara terbuka dan tertutup, bagaimana melemahkan dan menghancurkan Koalisi Merah Putih. Seperti usaha memasukkan unsur-unsur partai Koalisi Merah Putih ke dalam pemerintah Jokowi, termasuk perpecahan PPP, dan bergabung dengan Koalisi Indonesia Hebat.

Sepanduk terpampang di seluruh Jakarta, bahwa Jokowi ‘presiden pilihan rakyat’ dan pilkada lewat DPRD, sebagai pengkhiantan terhadap rakyat. Bahkan, sampai ada ancaman akan menduduki DPR, jika mengganggu pemerintahan Jokowi.

Seakan yang lain itu bukan pilihan dan tidak mendapatkan dukungan rakyat. Padahal Jokowi hanya mendapatkan suara 52 persen. Kemenangannya bukanlah mayoritas mutlak. Begitu pula PDIP hanya mendapatkan suara 18 persen suara dalam pemilu legislatif. Tapi seolah-olah hanya Jokowi yang menjadi pilihan rakyat. Satu-satunya.

Sejak kemenangan Koalisi Merah Putih di DPR dan MPR, terus digelembungkan tentang isu akan adanya boikot terhadap pelantikan Jokowi, dan pelengseran Jokowi melalui MPR. Dengan segala ulasan dan opini dibuat secara terus-menerus oleh media pendukung Jokowi.

Kemudian Jokowi bermanuver dengan mendatangi Aburizal Bakri dan Prabowo. Memastikan pelantikannya sebagai presiden berjalan. Itulah strategi politik mereka. Menyerang sebelum lawan menyerang. Taktik dunia intelijen dijalankan.

Amin Rais memang harus diakui sebagai ‘King Maker’. Melalui ‘Poros Tengah’ Amin Rais, membuat Megawati yang menang pemilihan legislative, gagal menjadi presiden tahun l999. Melalui ‘Poros Tengah’, lahir pemimpin baru, yaitu Abdurrahman Wahid.

Abdurrahman Wahid, saat menjadi presiden terlalu banyak bertingkah, dan tidak jelas arah pemerintahannya, dan justru mengancam integritas nasional, melalui gerakan ‘people power’ Abdurrahman Wahid, kemudian 'di impeacht’ (dilengserkan) oleh DPR, karena skadal  ‘Bulog Gate dan Brunei Gate’. Dia lengser. Semua itu tak terlepas campur tangan Amin Rais.

Penolakan Amin Rais terhadap Mega dan mengangkat Abdurrahman Wahid, karena Mega dan PDIP yang menang pemilu tahun l998, sudah dipandang sebagai ancaman dengan warna ‘merahnya’ bagi bangsa.

Kalangan Islam merasa kawatir ‘fears’, melihat gelombang ‘merah’ yang begitu massif di parlemen, bukan hanya semata sebagai gerakan politik, tapi Mega dan PDIP, sebagai gerakan ideologi.

Inilah yang menjadi keprihatinan Amin Rais. Sama sekali bukan ‘ansicht’ kekuasaan. Namun, Abdurrahman Wahid yang tokoh NU itu, ternyata juga lebih ‘nyleneh’ lagi. Abdurrahman Wahid, juga secara ideologis, hanya memberi keuntungan kepada kelompok dan golongan anti-Islam.

Beberapa waktu lalu, saat pemillihan presiden 2014, antara kubu Jokowi dan Prabowo, melalui pernyataannya Amin Rais, dan sangat gamblang, menggambarkan pemilihan presiden 2014 itu, seperti ‘perang Badr’. Perang antara mukmin - kafir.

Pernyataan Amin Rais itu, menggegerkan berbagai kalangan, terutama kubu Jokowi. Tak kurang tokoh Katolik Fran Magnis Suseno sangat berang dengan pernyataan Amin Rais.

Kemarin, saat para tokoh dari berbagai kalangan dalam dan luar negeri hadir dalam pelantikan Jokowi, justru Amin Rais tidak hadir dalam pelantikan itu. Ketidak hadiran Amin Rais menimbulkan berbagai pertanyaan. Mengapa Amin Rais tidak hadir?

Sampai ada yang menuduh Amin tidak mementingkan agenda kebangsaan. Semua tokoh memberi puja-puji kepada Jokowi. Hanya Amin Rais tidak memberi puja-puji kepada Jokowi, bahkan tidak menghadiri pelantikan Jokowi.

Jokowi diarak dengan ‘kreta kencono’ menuju Istana. Penuh kemeriahan. Sanjungan dan pujian. Hanya Amin Rais. Tetap berada di Yogya. Tak beranjak pergi ke Senayan, Jakarta.

Amin Rais masih memilliki hati nurani. Memang, tak layak memberikan puja-puji kepada manusia. Siapapun manusianya. Termasuk Jokowi.

Amin Rais tetap memiliki ‘furqon’ (pembeda) dalam dirinya. Mana baik dan mana buruk. Mana haq dan mana bathil. Tak larut oleh apapun yang ada disekelilingnya. Dia tetap menjadi mata-hati bangsa. Di tengah-tengah kehidupan yang penuh dengan kepalsuan. Wallahu’alam.

[email protected]

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Menhan AS Sebut Militernya Tidak Akan Mundur dari Afghanistan Tanpa Koordinasi dengan Sekutu

Menhan AS Sebut Militernya Tidak Akan Mundur dari Afghanistan Tanpa Koordinasi dengan Sekutu

Jum'at, 15 Feb 2019 21:00

Laporan: Calon Istri Khashoggi Bisa Jadi Korban Kedua Jika Masuki Konsulat Saudi di Istanbul

Laporan: Calon Istri Khashoggi Bisa Jadi Korban Kedua Jika Masuki Konsulat Saudi di Istanbul

Jum'at, 15 Feb 2019 20:18

Parlemen Mesir Pilih 'Mosi Fir'aun', Setujui Al-Sisi Berkuasa Hingga 2034

Parlemen Mesir Pilih 'Mosi Fir'aun', Setujui Al-Sisi Berkuasa Hingga 2034

Jum'at, 15 Feb 2019 19:45

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Jum'at, 15 Feb 2019 11:33

Intelijen Militer Israel Sedang Persiapkan Perang Baru di Gaza

Intelijen Militer Israel Sedang Persiapkan Perang Baru di Gaza

Jum'at, 15 Feb 2019 09:47

Ketika Guru Banyak Dilecehkan, Tanya Kenapa?

Ketika Guru Banyak Dilecehkan, Tanya Kenapa?

Jum'at, 15 Feb 2019 00:22

Anadolu: Polisi Turki Yakin Mayat Jamal Khashoggi Kemungkinan Dibakar

Anadolu: Polisi Turki Yakin Mayat Jamal Khashoggi Kemungkinan Dibakar

Kamis, 14 Feb 2019 23:00

Jaish e-Mohammed Nyatakan Tanggung Jawab Atas Bom Jibaku yang Menewaskan 40 Pasukan India di Kashmir

Jaish e-Mohammed Nyatakan Tanggung Jawab Atas Bom Jibaku yang Menewaskan 40 Pasukan India di Kashmir

Kamis, 14 Feb 2019 22:45

Menuduh Hoax

Menuduh Hoax

Kamis, 14 Feb 2019 22:38

Hamas dan Fatah Tolak Kesepakatan Abad Ini untuk Timur Tengah yang Digagas Trump

Hamas dan Fatah Tolak Kesepakatan Abad Ini untuk Timur Tengah yang Digagas Trump

Kamis, 14 Feb 2019 21:15

Soal Penolakan Prabowo Shalat Jumat, Bawaslu: Tidak Ada Larangan Peserta Pemilu Beribadah

Soal Penolakan Prabowo Shalat Jumat, Bawaslu: Tidak Ada Larangan Peserta Pemilu Beribadah

Kamis, 14 Feb 2019 20:14

Sindir Jokowi, Cucu Pendiri NU: Prabowo Shalat Menghadap Kiblat Bukan Kamera

Sindir Jokowi, Cucu Pendiri NU: Prabowo Shalat Menghadap Kiblat Bukan Kamera

Kamis, 14 Feb 2019 20:07

Sudirman Said: Ada Pihak yang Ingin Politisir Shalat Jumat Prabowo

Sudirman Said: Ada Pihak yang Ingin Politisir Shalat Jumat Prabowo

Kamis, 14 Feb 2019 19:56

Laporan: Kepala Intelijen Israel Diam-diam Kunjungi Saudi pada 2014

Laporan: Kepala Intelijen Israel Diam-diam Kunjungi Saudi pada 2014

Kamis, 14 Feb 2019 19:45

Ujaran Kebencian

Ujaran Kebencian

Kamis, 14 Feb 2019 19:36

WNI Pelaku Pemboman di Gereja Jolo-Sulu Filipina?

WNI Pelaku Pemboman di Gereja Jolo-Sulu Filipina?

Kamis, 14 Feb 2019 17:15

X Files

X Files

Kamis, 14 Feb 2019 17:00

Yang Gaji Kamu Siapa?

Yang Gaji Kamu Siapa?

Kamis, 14 Feb 2019 15:20

Serangan Bom Jibaku Jaisyul Adl Tewaskan 41 Anggota Pasukan Elit Syi'ah Iran

Serangan Bom Jibaku Jaisyul Adl Tewaskan 41 Anggota Pasukan Elit Syi'ah Iran

Kamis, 14 Feb 2019 14:20

Sebentar Lagi Takmir Masjid Agung Semarang Disebut ‘Orang Prabowo’

Sebentar Lagi Takmir Masjid Agung Semarang Disebut ‘Orang Prabowo’

Kamis, 14 Feb 2019 12:07


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X