Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.452 views

Tontonan Peringatan KAA, Penjajahan, Perbudakan dan Kemelaratan Rakyat

JAKARTA (voa-islam.com) - Mulai hari ini akan berlangsung sebuah ‘tontotan’ yang disuguhkan kepada rakyat tentang peringatan KAA (Konferensi Asia Afrika), ditengah kegagalan Jokowi memerintah negeri ini. KAA tontotan yang tidak menarik, dan  tidak memberi manfaat apapun bagi rakyat.

Di mana rakyat ditimpa penderitaan yang semakin dalam. Mereka terpuruk akibat berbagai kenaikan kebutuhan pokok. Rakyat dicekik dengan berbagai kenaikan kebutuhan pokok. Mulai dari beras, minyak, gula, terigu, cabe,  sayur-mayur, dan semua barang kebutuhan pokok lainnya.

Masih ditambah lagi dengan kenaikan BBM, gas, tariff dasar listik (TDL), angkutan (tranportasi). Semua naik. Menjelang puasa dan lebaran rakyat terus dihimpit dan digencet oleh Jokowi dengan kenaikan-kenaikan yang membuat rakyat semakin sengsara.

Tontontan KAA tidak memberikan dampak apapun bagi kehidupan rakyat. Termasuk terhadap posisi Indonesia di dalam percaturan politik regional dan global. Sekalipun Indonesia mempunyai posisi strategis secara geopolitik dan geostrategic, Indonesia tetap menjadi negara ‘jajahan’ antara Amerika, Eropa, dan Cina.

Pertemuan KAA yang dihadiri oleh berbagai pemimpin negara di dunia, yang berlangsung di Jakarta, hanyalah pertemuan ‘kangen-kangenan’ (romanstisme) di antara anggota KAA, yang sudah terbelenggu oleh penjajahan dan perbudakan oleh kekuatan imperialis dan kapitalis global. Seperti Amerika, Eropa dan Cina.

Triumvirat (Amerika, Eropa, dan Cina) inilah yang sekarang ini menjadi penentu kehidupan global dan regional di berbagai kawasan dunia.

Negara-negara Asia dan Afrika yang merupakan negara pheriperal (pinggiran), dan selalu bergantung (dependensi) kepada kekuatan ‘triumvirat), tidak mungkin akan bisa melepaskan diri dari genggaman kekuatan penjajah atau kolinialisme. Apalagi, para pemimpin Asia dan Afrika, mereka ini tak lebih tipologi dari ‘jongos’ para penjajah.

Mereka tidak akan pernah bisa melakukan perubahan apapun, tanpa restu para ‘bos’ yang sudah menjajah negara-negara Asia dan Afrika, sejak berakhirnya Perang Dunai I.

Penjajahan itu terus berlanjut hingga hari ini. Para penjajah kaum imperialis dan kapitalis yang sudah menikmati hasil penjajahan dan perbudakan, dan mengeruk seluruh sumber daya alam atau kekayaan alam di negara-negara Asia dan Afrika, tidak akan pernah berhenti.

Para penjajah Amerika, Eropa dan Cina, tidak akan bermurah hati, membiarkan setiap pemimpin dan gerakan yang bertujuan ingin melepaskan negaranya dari penjajahan dan perbudakan oleh kaum imperialis dan kapitalis yang sudah mencekik itu.

Para penguasa lokal yang sudah menjadi jongos penjajah Amerika, Eropa, dan Cina  itu, tak akan pernah menaruh perhatian terhadap nasib rakyatnya yang sudah penuh dengan   penderitaan. Bahkan, mereka akan meghancurkan setiap kekuatan yang muncul, dan ingin melepaskan diri dari penajajah koionialis Amerika, Eropa dan Cina.

Lihat negara Timur Tengah, Arab, dan Afrika yang melakukan revolusi yang disebut ‘Arab Spring’ (musim semi Arab), sekarang dibikin luluh lantak. Rakyat di Timur Tengah, Arab dan Afrika, yang sudah  membuang para pemimpin negaranya yang sudah menjadi ‘anjing’ piaraan Amerika, Eropa, dan Cina, sekarang dibikin porak-poranda. Hancur.

Perang berkecamuk dengan sangat dahsyat. Sudah ratusan ribu rakyat di Timur Tengah, Arab, dan Afrika yang tewas. Akibat perang. Perang diantara kekuatan baru melawan kekuatan lama yang merupakan pendukung dari kaum komprador (pendukung) para penjajah Amerika, Eropa, dan Cina.

Kekuatan para penjajah imperialis dan kapitalis, tidak pernah mau memberikan hak-hak dasar bagi kehidupan rakyat di Asia dan Afrika.

Di kawasan Timur Tengah, Arab dan Asia terjadi powershif (perubahan kekuatan) dan geostrategi. Di mana sekarang Amerika dan Eropa bergandeng tangan dengan rezim Syi'ah Iran, menghancurkan kekuatan Sunni, yang sudah diberi lebel teroris, fundamentalis, radikal, dan militan oleh para penjajah yaitu Zionis-Israel, Amerika, dan Eropa.

Sementara itu, di Asia peranan Amerika Serikat yang sudah jompo itu, digantikan oleh Cina. Cina menjadi penjajah baru di kawasan Asia menggantikan Amerika.

Indonesia menjadi jajajahan Cina, yang sebelumnya dijajah oleh Amerika. Lihat Jokowi dan JK, tak lain, bagian dari kepentingan Cina di Indonesia.  

Sekarang ini, kekuatan penjajah global yang sudah mencekik terhadap rakyat Asia dan Afrika, mereka bersama-sama menyanyikan lagu ‘sengau’ yang harus diikuti oleh semua peserta Konferensi Asia dan Afrika (KAA), perang melawan terorisme. Persis seperti yang dinyanyikan ‘bos’ di Gedung Putih.

Kesepakatan tentang dukungan terhadap negara Palestina merdeka dan berdaulat masih sangat jauh. Hanya sebatas menjadi isu politik. Tidak akan ada perjuangan yang riil, sampai Palestina menjadi merdeka.

Memperjuangkan Palestina merdeka, pasti mentok ditangan Israel, Amerika, Eropa, dan Cina. Karena, Dewan Keamanan PBB hanyalah alat negara-negara penjajah. Perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina, hanya ada di tangan rakyat Palestina.

Jadi di tengah-tengah kehidupan yang semakin sulit dan penuh dengan penderitaan, perang,  penjajahan, perbudakan oleh kekuatan imperialis Barat dan Cina, tak akan pernah memberikan manfaat apapun bagi  rakyat Indonesia. KAA tontonan yang tidak menarik bagi rakyat. Wallahu’alam.

*mashadi/dtta

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Presiden Turki Tayyip Erdogan Berharap Prancis Akan Segera Menyingkirkan Emmanual Macron

Presiden Turki Tayyip Erdogan Berharap Prancis Akan Segera Menyingkirkan Emmanual Macron

Jum'at, 04 Dec 2020 21:35

Menlu Qatar Sebut Ada Kemajuan Untuk Menyelesaikan Krisis Teluk

Menlu Qatar Sebut Ada Kemajuan Untuk Menyelesaikan Krisis Teluk

Jum'at, 04 Dec 2020 21:00

Putra Syaikh Al-Audah: Ayah Saya Kehilangan Separuh Kemampuan untuk Mendengar dan Melihat di Penjara

Putra Syaikh Al-Audah: Ayah Saya Kehilangan Separuh Kemampuan untuk Mendengar dan Melihat di Penjara

Jum'at, 04 Dec 2020 19:45

Heboh Video Orasi Calon Bupati Sukoharjo Singgung Jilbab Bikin Warga Marah

Heboh Video Orasi Calon Bupati Sukoharjo Singgung Jilbab Bikin Warga Marah

Jum'at, 04 Dec 2020 19:44

Seorang Perwira CIA Tewas Dalam Serangan Terhadap Pejuang Al-Shabaab di Kota Pesisir Somalia

Seorang Perwira CIA Tewas Dalam Serangan Terhadap Pejuang Al-Shabaab di Kota Pesisir Somalia

Jum'at, 04 Dec 2020 18:16

Sekolah Pemikiran Islam Bandung Angkatan 6: Rihlah Daring Hingga ke Alhambra

Sekolah Pemikiran Islam Bandung Angkatan 6: Rihlah Daring Hingga ke Alhambra

Jum'at, 04 Dec 2020 15:57

Kolaborasi Wanita ISMA Malaysia dan Mushida Indonesia Bahas Peran Muslimah Membangun Peradaban

Kolaborasi Wanita ISMA Malaysia dan Mushida Indonesia Bahas Peran Muslimah Membangun Peradaban

Jum'at, 04 Dec 2020 15:39

''Di Dunia Ini Hanya Ada Dua Khadijah Saja''

''Di Dunia Ini Hanya Ada Dua Khadijah Saja''

Jum'at, 04 Dec 2020 15:15

MUI Akan Merangkul Umat Islam yang Tidak Berafiliasi dengan Ormas

MUI Akan Merangkul Umat Islam yang Tidak Berafiliasi dengan Ormas

Jum'at, 04 Dec 2020 11:10

Ultimatum Marcon dan Ketakutannya pada Islam

Ultimatum Marcon dan Ketakutannya pada Islam

Jum'at, 04 Dec 2020 10:16

Akun Youtube Front TV Milik FPI Hilang

Akun Youtube Front TV Milik FPI Hilang

Jum'at, 04 Dec 2020 09:57

Ahmad Syaikhu Minta Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Tidak Tebang Pilih

Ahmad Syaikhu Minta Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Tidak Tebang Pilih

Jum'at, 04 Dec 2020 09:29

Fraksi PKS Usulkan Jokowi Bentuk Kementerian Khusus Papua dan Indonesia Bagian Timur

Fraksi PKS Usulkan Jokowi Bentuk Kementerian Khusus Papua dan Indonesia Bagian Timur

Jum'at, 04 Dec 2020 08:08

Kopi Sehat UBM: Hilangnya Ilmu dengan Wafatnya Ulama

Kopi Sehat UBM: Hilangnya Ilmu dengan Wafatnya Ulama

Jum'at, 04 Dec 2020 07:38

Publik Konsentrasi ke Habib Rizieq, PDIP Sibuk Memaksakan RUU HIP

Publik Konsentrasi ke Habib Rizieq, PDIP Sibuk Memaksakan RUU HIP

Jum'at, 04 Dec 2020 07:25

Seandainya Jokowi dan Habib Rizieq Bertemu

Seandainya Jokowi dan Habib Rizieq Bertemu

Jum'at, 04 Dec 2020 06:59

Pendidikan, Antara Keluarga, Sekolah dan Masyarakat

Pendidikan, Antara Keluarga, Sekolah dan Masyarakat

Jum'at, 04 Dec 2020 06:54

Apa Kabar Covid-19? Siapkah Sekolah Dibuka?

Apa Kabar Covid-19? Siapkah Sekolah Dibuka?

Jum'at, 04 Dec 2020 06:35

Ibu, Engkaulah Guru Pertama Anakmu

Ibu, Engkaulah Guru Pertama Anakmu

Kamis, 03 Dec 2020 21:26

Anis Byarwati Minta  BI Tingkatkan Kualitas SDM Pelaku UMKM

Anis Byarwati Minta BI Tingkatkan Kualitas SDM Pelaku UMKM

Kamis, 03 Dec 2020 19:52


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X