Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.225 views

MIUMI Aceh: Perayaan Tahun Baru Bukan Ajaran Islam

Pers Rilis

Tanggapan Terhadap Polemik Mengucapkan Selamat Tahun Baru Masehi dan Merayakannya

بسم الله الرحمن الرحيم

Sehubungan dengan perayaan Tahun Baru Masehi yang akan diperingati orang-orang non muslim khususnya umat Kristen, dan fenomena perilaku sebahagian umat Islam yang memberikan ucapan Tahun baru Masehi dan merayakannya dengan meniup terompet, membakar lilin dan mercon, berkumpul dan buat acara tertentu baik acara keduniaan maupun ibadah khusus seperti zikir, doa, baca Alquran, shalat, puasa dan sebagainya dalam rangka menyambut Tahun Baru Masehi, seperti yang terjadi pada setiap tahunnya, serta adanya "fatwa" orang-orang yang membolehkan ucapan selamat dan perayaan Tahun Baru Masehi, maka saya sebagai seorang muslim ingin memberikan tanggapan sebagai berikut:

Pertama: Sangat menyayangkan perilaku sebahagian muslim yang memberikan ucapan selamat Tahun Baru Masehi, merayakannya, dan "fatwa" orang-orang yang membolehkannya dengan alasan toleransi, asal tidak berlebihan dan tidak mengandung maksiat, dan sebagainya.

Kedua: Perayaan Tahun Baru bukan ajaran Islam. Perayaan ini ajaran Romawi kuno yang beraliran paganis (penyembah dewa) dan agama kristen. Perayaan ini pertama kali dilakukan oleh orang-orang Romawi kuno. Perayaaan ini merupakan warisan pesta maksiat yang dirayakan oleh orang-orang Romawi untuk mengagungkan seorang dewa yang bernama Janus. Dia adalah dewa yang memiliki dua wajah, satu menatap ke depan dan satu lagi menatap ke belakang, sebagai filosofi menatap masa depan dan masa lalu, layaknya momen pergantian tahun baru.

Ketiga: Perayaan Tahun Baru Masehi menyerupai ritual dan keyakinan agama orang-orang kafir. Ini membahayakan dan merusak aqidah seorang muslim. Karena mengandung kekufuran, kesyirikan, dan pengagungan terhadap syiar agama lain serta maksiat lainnya. Maka hukumnya haram dan bisa membatalkan keislaman seseorang berdasarkan Alquran, As-Sunnah dan ijma' para ulama salaf.

Keempat: Merayakan Tahun Baru berarti menampakkan sikap loyal dan kasih sayang dengan orang-orang kafir dengan merayakan hari raya agama mereka dengan alasan toleransi dan lainnya. Allah Swt berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman-teman setia sehingga kamu kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal mereka telah ingkar terhadap kebenaran yang disampaikan kepadamu..." (Al-Mumtahanah: 1). Allah Swt juga berfirman: "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau muhammad mengikuti agama mereka". (Al-Baqarah: 120).

Kelima: Islam merupakan agama yang toleran. Toleransi dalam Islam hanya berlaku dalam persoalan muamalah (hubungan sosial atau keduniaan) dan kebebasan beragama serta kebebasan menjalankan agama. Bukan dalam persoalan aqidah dan ibadah. Maka tidak boleh mengikuti ibadah dan aqidah agama lain. Ini toleransi diajarkan oleh Alquran (QS. Al-Kaafiruun: 1-6 dan Al-Mumtahanah: 8-9) dan As-Sunnah. Rasulullah Saw bersikap toleransi terhadap orang-orang kafir dalam batasan muamalah, namun beliau Saw tidak pernah mengikuti ajaran agama lain, termasuk hari rayanya. Beliau tidak pernah mengucapkan selamat atas hari raya orang-orang kafir dan tidak pula merayakannya. Begitu pula para sahabat radhiyallaahu an'hum.

Keenam: Hari raya merupakan bagian dari agama dan doktrin keyakinan, bukan semata perkara dunia atau hiburan. Oleh karena itu, Rasulullah saw melarang penduduk Madinah merayakan hari raya orang-orang kafir (yaitu Nairuz dan Mahrajan) ketika beliau mendatangi Madinah. Rasulullah Saw bersabda: "Saya mendatangi kalian dan kalian memiliki dua hari raya yang kalian jadikan waktu untuk bermain padanya. Maka sesungguhnya Allah telah menggantikan untuk kalian dua hari raya yang lebih baik dari keduanya yaitu Idul Fitri dan Idul Adha." (HR. Ahmad, Abu Daud, dan An-Nasai).

Ketujuh: Umat Islam dilarang menyerupai atau mengikuti ibadah dan keyakinan agama lain. "Rasulullah Saw bersabda: "Barangsiapa yang menyerupai (mengikuti ibadah dan aqidah) suatu kaum, maka dia bagian dari mereka". (HR. Abu Daud). Maka mengucapkan selamat Tahun Baru dan merayakannya haram hukumnya. Hukum ini sama seperti mengucapkan selamat Natal, Valentine, Nyepi, Waisak dan ucapan hari raya agama lainnya. Begitu pula merayakan hari raya agama apapun selain Islam.

Kedelapan: Perayaan Tahun Baru Masehi tidak ada manfaat sedikitpun. Perayaaan ini terkesan euforia, hura-hura, mubazir dan membuang waktu. Semua ini dilarang dalam Islam. Allah Swt berfirman, "Janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya." (Al-Isra: 26-27). Rasulullah Saw bersabda: "Di antara tanda sempurnanya Islam seseorang adalah meninggalkankan hal-hal tidak tidak bermanfaat. (HR. At-Tirmizi dan Ibnu Majah).

Kesembilan: Perayaan Tahun Baru biasanya diiringi dengan berbagai macam maksiat seperti mabuk-mabukan, ikhtilath (percampuran laki-laki dan wanita), pacaran, joget, dansa, musik, lagu, zina dan sebagainya. Semua ini haram hukumnya. Allah Swt berfirman: "Janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk." (Al-Isra': 32). Allah Swt berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung." (Al-Maidah: 90).

Kesepuluh: Malam dan hari Tahun Baru sama seperti malam dan hari lainnya. Tidak ada keistimewaan dan keutamaan dalam Islam. Maka tidak boleh bagi seorang muslim mengkhususkan ibadah tertentu seperti doa, zikir, baca Alquran, shalat dan puasa, pada malam atau siang hari Tahun Baru dalam rangka menyambut Tahun Baru. Semua perbuatan itu tidak ada dasar hukumnya atau dalil (petunjuk) dari Nabi Saw. Perkara agama itu tauqifiyyah (wajib bersumber dari Alquran dan As-Sunnah). Allah Swt berfirman: "..Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya." (Al-Hasyr: 7). Allah Swt berfirman: "Dan janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan.." (Al-Baqarah: 42). Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang membuat perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya maka perkara tersebut itu tertolak." (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Rasulullah saw bersabda: Sebaik-baik perkataan adalah kitabullah (Alqur'an). Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad. Seburuk-buruk perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan adalah bid'ah, dan setiap bid'ah adalah kesesatan." (HR. Muslim).

Kesebelas: Mengucapkan selamat Tahun Baru Masehi atau merayakannya itu bukan toleransi yang benar dan dibolehkan dalam Islam. Ini toleransi yang salah dan melampaui batas. Sikap toleransi agama yang benar adalah menghormati pemeluk agama lain, memberikan kebebasan beragama dan menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya, hidup berdampingan dengan aman dan damai, dan tidak mengganggu ibadah pemeluk agama lain. Bukan mengikuti atau berbaur dengan ajaran agama lain. Inilah toleransi yang benar dan sesuai dengan ajaran Islam (Al-Kaafiruun: 1-6, al-Mumtahanah: 8-9 dan al-an'aam: 108).

Kedua belas: Meminta umat Islam untuk tidak mengucapkan selamat Tahun Baru Masehi, merayakannya dengan membakar lilin dan kembang api/mercon atau membuat acara khusus baik bersifat keduniaan maupun keagamaan dalam rangka menyambut Tahun Baru Masehi pada malamnya maupun siangnya, karena semua itu bertentangan dengan Alquran dan As-Sunnah serta ijma' (kesepakatan) para ulama salaf. Ini perbuatan maksiat dan kemungkaran yang wajib ditinggalkan dan dijauhi oleh umat Islam. Allah Swt berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluarga dari api neraka..." (At-Tahrim: 6).

Ketiga belas: Memberi dukungan dan apresiasi kepada pemerintah Aceh, khususnya pemerintah Banda Aceh atas himbauannya untuk tidak merayakan Tahun Baru Masehi dan tidak pula membuat acara dalam bentuk apapun pada malam dan hari Tahun Baru, baik acara itu bersifat keduniaan maupun keagamaan. Semoga bisa diikuti oleh provinsi dan kota/kabupaten lainnya di Indonesia.

Keempat belas: Terakhir, Mengajak umat Islam taat kepada Alquran dan As-Sunnah serta para ulama sesuai perintah Allah Swt (QS: An-Nisa': 59) dan menjaga aqidahnya dengan tidak mengucapkan selamat hari raya agama lainnya seperti selamat Natal, Tahun Baru Masehi, Valentine, Nyepi, Waisak dan lainnya. Begitu pula tidak merayakannya, baik dengan memakai atributnya, mengikuti perayaannya bersama atau membuat acara khusus pada malam maupun siang harinya dalam rangka menyambut atau merayakannya.


Banda Aceh, 31 Desember 2019.
Ttd

(Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA)
Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh, Dosen Fakultas Syari'ah UIN Ar-Raniry, Alumnus Fakutas Syari'ah Universitas Islam Madinah (UIM) Arab Saudi, Master dan Doktor bidang Fiqh & Ushul Fiqh di International Islamic University Malaysia (IIUM) dan Anggota Ikatan Ulama dan Da'i Asia Tenggara

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Pers Rilis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Selasa, 26 May 2020 18:57

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Selasa, 26 May 2020 17:38

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Selasa, 26 May 2020 16:56

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Selasa, 26 May 2020 16:28

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Selasa, 26 May 2020 15:06

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Selasa, 26 May 2020 14:02

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Selasa, 26 May 2020 13:29

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

Selasa, 26 May 2020 12:23

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal  Melawan Covid-19

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal Melawan Covid-19

Selasa, 26 May 2020 10:45

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Selasa, 26 May 2020 09:46

Cegah Gelombang Kedua Penularan Covid-19, Anies Baswedan Perketat Pintu Masuk ke Jakarta

Cegah Gelombang Kedua Penularan Covid-19, Anies Baswedan Perketat Pintu Masuk ke Jakarta

Selasa, 26 May 2020 08:57

Aa Gym Terkena Hoaks

Aa Gym Terkena Hoaks

Selasa, 26 May 2020 07:43

Jurus Gubernur Anies Cegah Gelombang Kedua Corona di Jakarta

Jurus Gubernur Anies Cegah Gelombang Kedua Corona di Jakarta

Selasa, 26 May 2020 06:52

150 TKA China di Jember Dipulangkan ke Negaranya

150 TKA China di Jember Dipulangkan ke Negaranya

Selasa, 26 May 2020 05:46

Pendemi Menghantam Negeri, KDRT kian Bersemi; Salah Siapa?

Pendemi Menghantam Negeri, KDRT kian Bersemi; Salah Siapa?

Senin, 25 May 2020 23:05

Lebaran Seru #diRumahAja

Lebaran Seru #diRumahAja

Senin, 25 May 2020 22:30

Tentara Pakistan Peringatkan India Terkait Status Wilayah Sengketa Kashmir

Tentara Pakistan Peringatkan India Terkait Status Wilayah Sengketa Kashmir

Senin, 25 May 2020 21:35

Pria Bersenjata Serang dan Bakar Markas Milisi Syi'ah Dukungan Iran di Maysan Irak

Pria Bersenjata Serang dan Bakar Markas Milisi Syi'ah Dukungan Iran di Maysan Irak

Senin, 25 May 2020 21:15

Pemerkosaan Hak Asasi Habib Bahar bin Smith

Pemerkosaan Hak Asasi Habib Bahar bin Smith

Senin, 25 May 2020 21:14

Jepang Akhiri Keadaan Darurat Virus Corona di Seluruh Wilayah

Jepang Akhiri Keadaan Darurat Virus Corona di Seluruh Wilayah

Senin, 25 May 2020 20:45


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X