Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.471 views

Himbauan Shalat Tarawih di Rumah Saat Pandemi Sudah Tepat

Tanggapan Terhadap Panduan Ibadah Ramadhan 1441 H dari Menteri Agama Mengenai Shalat Tarawih Saat Wabah Covid-19

بسم الله الرحمن الرحيم

Sehubungan dengan dikeluarkannya surat edaran Menteri Agama tentang panduan ibadah di bulan Ramadhan 1441 H yang salah satu isinya adalah menghimbau umat Islam untuk melakukan shalat tarawih di rumah baik secara pribadi maupun berjama'ah dan tidak melakukan aktivitas yang mengumpulkan orang banyak seperti pawai takbir, tadarus bersama, sahur dan buka puasa bersama, dan lainnya karena suasana sedang wabah covid-19, sebagaimana diberitakan di berbagai media dan viral di media sosial (medsos), maka saya ingin memberi tanggapan sebagai berikut:

Pertama: Mendukung himbauan Menteri Agama tersebut. Himbauan ini untuk kemaslahatan kita semua, agar terhindar dari virus corona yang sedang mewabah di Indonesia bahkan dunia. Jadi, himbauan ini sudah sesuai dengan syariat Islam yang mewajibkan kita untuk menjaga jiwa dari segala sesuatu yang membahayakannya.

Kedua: Para ahli medis sepakat bahwa salah satu penyebab penyebaran virus ini adalah kerumunan atau perkumpulan orang. Maka, mereka menghimbau kepada semua orang untuk menghindari kerumunan atau perkumpulan dan tinggal di rumah untuk mencegah dan memutuskan mata rantai penyebaran virus.

Ketiga: Pemerintah telah menghimbau masyarakat untuk menerapkan sosial distancing (menjaga jarak sosial) dan tinggal di rumah. Himbauan pemerintah ini berdasarkan arahan dan petunjuk dari para ahli medis. Maka sudah sepatutnya masyarakat patuh kepada himbauan ini untuk kemaslahatan bersama.

Keempat: Para ulama dunia, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah menghimbau umat Islam untuk menjaga jarak sosial dan tinggal di rumah. Mereka juga merujuk kepada para ahli medis. Oleh karena itu, mereka menghimbau umat Islam agar tidak melakukan shalat berjama'ah lima waktu dan Jum'at di masjid selama wabah penyakit, namun shalat tersebut dilakukan di rumah baik secara masing-masing maupun berjama'ah dengan keluarga inti. Adapun shalat Jum'at diganti dengan zhuhur di rumah.

Kelima: Para ulama sedunia telah menfatwakan kebolehan tidak shalat berjama'ah dan Jum'at di masjid selama wabah penyakit. Shalat Jum'at diganti dengan shalat Zhuhur di rumah. Di antara para ulama dunia yang menfatwakan ini yaitu: Dewan ulama senior Arab Saudi, Dewan ulama senior Al-Azhar Mesir, Dewan ulama senior Kuwait, Turki, Persatuan Ulama Dunia, Persatuan Ulama Liga Arab, dan para ulama besar dunia lainnya baik secara kelompok maupun pribadi. Pendapat ini pula diikuti oleh majelis Ulama Malaysia dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Keenam: Fatwa para ulama besar dunia ini berdasarkan dalil-dalil dari Alqur'an dan hadits. Selain itu, berdasarkan ijma', qiyas, maqashid asy-syariah, kaidah-kaidah Fiqh dan Ushul Fiqh serta sadduz zari'ah. Para Ulama berargumentasi dengan ayat-ayat Alqur'an dan hadits-hadits yang melarang perbuatan yg memudharatkan bagi diri sendiri dan orang lain. Selain itu, mereka mengqiyaskan kekhawatiran terhadap penyakit covid-19 kepada hujan deras yang membolehkan meninggalkan shalat berjama'ah berdasarkan hadits-hadits yang shahih, di samping menggunakan dalil ijma' dan saddu az-zari'ah, serta kaidah-kaidah Fiqh dan Ushul Fiqh tentang kemudharatan dan kondisi darurat.

Ketujuh: Para ulama salaf dan khalaf sepakat (ijma') bahwa wabah penyakit merupakan salah satu uzur (halangan) dibolehkannya meninggalkan shalat jama'ah dan Jum'at di masjid. Shalat berjama'ah dan Jum'at dilakukan di rumah. Shalat Jum'at diganti dengan shalat Zhuhur. Ini ijma' ulama. Tidak ada khilafiah para ulama dalam hal ini.

Kedelapan: Begitu pula para ulama sepakat (ijma') bahwa hujan deras itu salah satu uzur syar'i untuk meninggalkan jama'ah di masjid berdasarkan hadits-hadits. Jika hujan bisa dijadikan sebagai uzur meninggalkan jama'ah, maka kekhawatiran terhadap penyakit pada saat wabah penyakit itu tentu lebih kuat menjadi uzur syar'i untuk meninggalkan jama'ah di masjid. Karena, wabah penyakit bisa membahayakan jiwa manusia. Adapun hujan tidak membahayakan. Ini berdasarkan qiyas.

Kesembilan: Jika shalat lima waktu dan Jum'at yang hukumnya wajib diberi rukhsah untuk dilakukan di rumah selama wabah penyakit, maka terlebih lagi shalat Tarawih yang hukumnya hanya sunnat. Maka sudah sepatutnya shalat Tarawih dilakukan di rumah pada waktu wabah penyakit. Terlebih lagi shalat Tarawih tidak diwajibkan dilakukan secara berjama'ah. Berbeda dengan shalat lima waktu dan Jum'at, hukum berjama'ah wajib bagi laki-laki.

Kesepuluh: Menjaga jiwa merupakan kewajiban setiap muslim. Islam memerintahkan umatnya untuk menjaga adh-dharuuriyyat al-khams (lima kebutuhan pokok manusia) yaitu agama, jiwa, harta, akal dan nasab. Menjaga kelima hal ini merupakan maqashid asy-syari'ah. Maka, kewajiban kita berikhtiar untuk menjaga jiwa dari segala sesuatu yang membahayakannya. Dalam kondisi wabah covid-19 ini, kita berikhtiar mencegah virus dengan menghindari kerumunan atau perkumpulan baik di waktu ibadah maupun di luar ibadah, tinggal di rumah, memakai masker, memcuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, tidak bersalaman atau menyentuh dan sebagainya.

Kesebelas: Terakhir, saya mendesak pemerintah untuk menutup rapat semua akses masuknya orang asing, khususnya TKA China, ke negara kita. Pemerintah harus segera menerapkan lockdown seperti yang dilakukan oleh berbagai negara lainnya. Ini solusi yang paling ampuh untuk mencegah dan memutuskan mata rantai penyebaran virus covid-19.

Demikianlah tanggapan saya terhadap persoalan shalat tarawih pada saat wabah ini sebagai wujud kepedulian saya terhadap persoalan umat. Semoga ilmu dan pendapat yang saya sampaikan ini bermanfaat bagi umat dan bangsa. Amin.

Banda Aceh, Jumat, 1 Ramadhan 1441 H/ 24 April 2020 M

Ttd

(Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA)

Ketua Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Provinsi Aceh, alumni Fakutas Syari'ah Universitas Islam Madinah Arab Saudi, Doktor Fiqh & Ushul Fiqh di International Islamic University Malaysia (IIUM), dan Anggota Ikatan Ulama & Da'i Asia Tenggara.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Pers Rilis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Menjaga Pelita Kehidupan

Menjaga Pelita Kehidupan

Selasa, 29 Sep 2020 13:37

Tegas! Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jakarta Selatan Ditutup

Tegas! Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jakarta Selatan Ditutup

Selasa, 29 Sep 2020 13:27

Angka Kematian Covid-19 Indonesia Lebih Tinggi dari Dunia, Netty: Akibat Sistem Kesehatan Buruk

Angka Kematian Covid-19 Indonesia Lebih Tinggi dari Dunia, Netty: Akibat Sistem Kesehatan Buruk

Selasa, 29 Sep 2020 12:33

Komisi E Apresiasi Penambahan Fasilitas Isolasi Terkendali Milik Pemprov DKI

Komisi E Apresiasi Penambahan Fasilitas Isolasi Terkendali Milik Pemprov DKI

Selasa, 29 Sep 2020 12:21

Please, Bikin Kreatif atau Adiktif ya?

Please, Bikin Kreatif atau Adiktif ya?

Selasa, 29 Sep 2020 11:45

Berhenti Menyakiti Ulama

Berhenti Menyakiti Ulama

Selasa, 29 Sep 2020 11:18

Legislator: Program JKP dalam RUU Cipta Kerja Hanya Menguntungkan Pengusaha

Legislator: Program JKP dalam RUU Cipta Kerja Hanya Menguntungkan Pengusaha

Selasa, 29 Sep 2020 11:05

Waspadai 'Jualan Revolusi Islam' ala Syiah

Waspadai 'Jualan Revolusi Islam' ala Syiah

Senin, 28 Sep 2020 23:55

Azerbaijan Bantah Klaim Dubes Armenia Bahwa Turki Kirim 4000 Pejuang Asal Suriah

Azerbaijan Bantah Klaim Dubes Armenia Bahwa Turki Kirim 4000 Pejuang Asal Suriah

Senin, 28 Sep 2020 20:50

Makin Diserang, KAMI Makin Terbang

Makin Diserang, KAMI Makin Terbang

Senin, 28 Sep 2020 18:46

FDP Gelar Pengajian Bulanan di Daerah Perbatasan Aceh

FDP Gelar Pengajian Bulanan di Daerah Perbatasan Aceh

Senin, 28 Sep 2020 18:35

PM Maroko: Tidak Ada Perdamaian Tanpa Negara Merdeka Bagi Palestina

PM Maroko: Tidak Ada Perdamaian Tanpa Negara Merdeka Bagi Palestina

Senin, 28 Sep 2020 15:00

Negara Timur Tengah dan Asia Khawatir Atas Konflik Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh

Negara Timur Tengah dan Asia Khawatir Atas Konflik Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh

Senin, 28 Sep 2020 14:00

AS Ancam Tutup Kedutaan Besar di Irak Jika Serangan Roket Terus Berlanjut

AS Ancam Tutup Kedutaan Besar di Irak Jika Serangan Roket Terus Berlanjut

Senin, 28 Sep 2020 11:50

Kesetaraan Upah, Ilusi Kapitalis bagi Perempuan

Kesetaraan Upah, Ilusi Kapitalis bagi Perempuan

Ahad, 27 Sep 2020 22:53

Menjawab Pak Wapres: Layakkah Korean Wave Dijadikan Panutan?

Menjawab Pak Wapres: Layakkah Korean Wave Dijadikan Panutan?

Ahad, 27 Sep 2020 22:28

Ulama Pewaris Nabi, Harusnya Dilindungi

Ulama Pewaris Nabi, Harusnya Dilindungi

Ahad, 27 Sep 2020 21:56

Sekularisasi di Kampus Yes, Islamisasi No?

Sekularisasi di Kampus Yes, Islamisasi No?

Ahad, 27 Sep 2020 21:39

Ketua Satgas Penanganan Covid-19: Penular Orang Terdekat, OTG Itu Silent Killer

Ketua Satgas Penanganan Covid-19: Penular Orang Terdekat, OTG Itu Silent Killer

Ahad, 27 Sep 2020 21:15

ATSI Dukung Pemerintah Beri Bantuan Kuota Internet untuk PJJ

ATSI Dukung Pemerintah Beri Bantuan Kuota Internet untuk PJJ

Ahad, 27 Sep 2020 21:07


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X