Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.688 views

Jokowi Ternyata Telah Gadaikan Jabatan-Jabatan Strategis

JAKARTA (voa-islam.com) - Jokowi dinilai telah menggadaikan jabatan-jabatan strategis di bidang hukum untuk memenuhi transsaksi politik dan balas budi saja. Yang memberi penilaian adalah Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (Iluni FHUI) Melli Darsa.

“Presiden Jokowi tampak telah menggadaikan jabatan-jabatan strategis di bidang hukum dalam rangka transaksi politik dan politik balas budi, sedangkan pemberantasan mafia hukum serta KKN sama sekali belum diprioritaskan,” ujarnya pada keterangan pers “100 hari Pemerintahan Jokowi-JK” di Jakarta, Ahad (25/1).

Melli Darsa menambahkan, penilaian Iluni FHUI itu didasarkan pada dua indikator utama. Pertama: program kebijakan hukum nasional yang disusun. Kedua: dalam pelaksanaan hak prerogratif presiden terkait penunjukan pejabat di bidang hukum.

Contohnya penunjukan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasona Laoly, Jaksa Agung Prasetyo, dan aupun calon Kapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan. “Pemerintahan Jokowi-JK tidak punya blue print tentang daftar program legislasi nasional.

Begitu juga penunjukan pejabat di bidang hukum, tidak memiliki kompetensi dan kontribusi yang memadai,” katanya.

Melli mengungkapkan, semua penunjukan pejabat di bidang hukum sangat kental bernuansa “imbalan” atas dukungan politik yang diterima Jokowi saat pencalonannya sebagai presiden.

“Presiden Jokowi sama sekali tidak konsisten dengan janji-janjinya karena ia saat pemilihan kabinet melibatkan KPK dan PPATK, namun saat ia memilih Jaksa Agung dan Kapolri bertindak seolah-olah partisipasi maupun masukan dari KPK serta PPATK tidak relevan, yang justru menimbulkan kecurigaan bahwa proses pencalonan memang sarat KKN dan politik balas budi,” ujar Melli Darsa.

Iluni FHUI pun Jokowi tidak melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri dan mempertimbangkan penggantian pejabat negara di bidang hukum yang telah ditunjuk atau dicalonkan dengan pihak-pihak yang lebih bersih, profesional, dan kompeten.

Iluni FHUI juga meminta Jokowi segera melepaskan diri dari belenggu politik yang mendistorsi hak-haknya dalam mengangkat pejabat negara di bidang hukum. “Kami meminta Presiden Jokowi segera menyusun program pembangunan hukum nasional dan legislasi nasional memasukkan agenda sistem penegakan hukum dan HAM melalui KUHP-KUHAP serta pemberantasan korupsi,” tutur Melli Darsa.

Jokowi, katanya lagi, harus membuka ruang partisipasi publik secara luas serta melibatkan KPK dan PPATK dalam pengambilan kebijakan-kebijakannya untuk menghindari potensi pelenggaran hukum dan korupsi.

Jokowi Dicemooh Koordinator Kontras dan Peneliti Cyrus Network

Jokowi banyak menghancurkan harapan rakyat. Bahkan, sinyal kehancuran itu sudah muncul sebelum seratus hari pemerintahannya. Demikian dikatakan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar.

Ia juga mengatakan, Jokowi sudah mengingkari janji-janji kampanyenya. “Jokowi lebih menarik menjadi capres daripada presiden,” ujar Haris di Jalan Sabang, Jakarta, Ahad (25/1).

Haris menilai, ketegasan Jokowi sama dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yakni sama-sama lemah mengakhiri konflik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri

Haris menilai, ketegasan Jokowi sama dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yakni sama-sama lemah mengakhiri konflik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri. “Kita lihat enggak ada intervensi dan saya enggak tahu Jokowi mirip SBY.

Intervensi itu boleh dan dia yang mimpin satu sistem,” katanya. Menurut dia, penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto oleh Kabareskrim Polri seharusnya menjadi ajang bagi Jokowi memperlihatkan ketegasan sebagai kepala negara.

Seharusnya, tambahnya, Jokowi sebagai kepala pemerintah menujukkan wewenangnya dalam menentukan keputusan atas penangkapan Bambang. “Nampil dong, Presiden. Ini kemarin keadaan sudah genting cuma berikan statement yang enggak ada isinya di Istana Bogor,” tutur Haris.

Malah, tambahnya, pernyataan Jokowi tidak memberikan kontribusi dalam penyelesaian konflik dua lembaga tersebut. Dalam penangguhan penahanan Bambang pun, Jokowi tidak tampil menyelesaikan konflik tersebut. “Kontribusinya tidak ada dan presiden enggak bekerja. Pak Adnan dan Pak Zulkarnaen [Wakil Ketua KPK]-lah yang tampil sampai malam,” ujar Haris lagi.

Pada kesempatan yang sama, peneliti dari Cyrus Network Hasan Batupahat mengatakan Jokowi harusnya berani bersikap tegas dan jelas untuk menyelesaikan konflik KPK dan Polri. Karena, Jokowi memegang kepentingan seluruh rakyat Indonesia, baik yang memilihnya maupun tidak. “Jokowi banyak bertindak sebagai presiden PDIP dan Partai Nasdem,” ujar Hasan.

Padahal, Jokowi presiden untuk rakyat Indonesia, baik yang pilih dia maupun yang tidak memilih dia. “Dia kan presiden rakyat, bukan presiden partai,” katanya.

Diungkapkan Hasan, rekam jejak Jokowi selalu membuat kebijakan yang bertentangan dengan kepentingan rakyat. Jokowi saat menjadi presiden, juga tidak punya kekuatan politik. “Yang punya kekuatan politik, ya, Mega dan Paloh. Pemerintahan akan bermasalah tanpa itu,” katanya.[yasin/Prb/ahmed/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Gelar Remaja Bertanya Ulama Menjawab di Garut, LSBPI MUI Edukasikan Seni Budaya Islam

Gelar Remaja Bertanya Ulama Menjawab di Garut, LSBPI MUI Edukasikan Seni Budaya Islam

Jum'at, 30 Sep 2022 22:20

Data Pribadi Bocor, Mahasiswa Muhammadiyah Ramai – Ramai Surati Presiden RI

Data Pribadi Bocor, Mahasiswa Muhammadiyah Ramai – Ramai Surati Presiden RI

Jum'at, 30 Sep 2022 15:21

Bank Pembiayaan Rakyat Syari’ah Kampus Muhammadiyah Ini Raih Sharia Award

Bank Pembiayaan Rakyat Syari’ah Kampus Muhammadiyah Ini Raih Sharia Award

Jum'at, 30 Sep 2022 15:00

Mokaf, Terobosan Alternatif Pangan Bernilai Tambah

Mokaf, Terobosan Alternatif Pangan Bernilai Tambah

Jum'at, 30 Sep 2022 13:48

Jahatkah Jokowi?

Jahatkah Jokowi?

Jum'at, 30 Sep 2022 13:05

Potret Pagar Makan Tanaman di Negeri Antahberantah

Potret Pagar Makan Tanaman di Negeri Antahberantah

Jum'at, 30 Sep 2022 09:35

Kondisi Keuangan Negara Buruk, Legislator Minta Pemerintah Lakukan Ini

Kondisi Keuangan Negara Buruk, Legislator Minta Pemerintah Lakukan Ini

Kamis, 29 Sep 2022 20:10

Saudi Sita 765.000 Pil Narkoba Yang Diseludupkan Dalam Semangka

Saudi Sita 765.000 Pil Narkoba Yang Diseludupkan Dalam Semangka

Kamis, 29 Sep 2022 20:09

Utusan PBB: Israel Terus Menentang Resolusi PBB Tentang Penghentian Pemukiman Ilegal

Utusan PBB: Israel Terus Menentang Resolusi PBB Tentang Penghentian Pemukiman Ilegal

Kamis, 29 Sep 2022 16:00

Save the Children dengan Islam

Save the Children dengan Islam

Kamis, 29 Sep 2022 15:32

Jadikan setiap momen aqiqah anda berkesan menjadi #AqiqahEmas Darul Munir

Jadikan setiap momen aqiqah anda berkesan menjadi #AqiqahEmas Darul Munir

Kamis, 29 Sep 2022 15:23

Cengkeraman Kapitalisme dari Hulu Hingga Hilir

Cengkeraman Kapitalisme dari Hulu Hingga Hilir

Kamis, 29 Sep 2022 15:18

Bos NCSC Inggris Sebut Ukraina Dan Rusia Terkunci Dalam Perang Dunia Maya Terbesar Yang Pernah Ada

Bos NCSC Inggris Sebut Ukraina Dan Rusia Terkunci Dalam Perang Dunia Maya Terbesar Yang Pernah Ada

Kamis, 29 Sep 2022 15:00

Politisi NasDem: Penolakan RUU Sisdiknas Harus Jadi Introspeksi Pemerintah

Politisi NasDem: Penolakan RUU Sisdiknas Harus Jadi Introspeksi Pemerintah

Kamis, 29 Sep 2022 09:21

ICMI Orwil Banten Serukan Kawal Pemilu 2024 Agar Jurdil

ICMI Orwil Banten Serukan Kawal Pemilu 2024 Agar Jurdil

Kamis, 29 Sep 2022 09:10

Survei: Recep Tayyip Erdogan Pemimpin Paling Populer Di Kalangan Orang Arab

Survei: Recep Tayyip Erdogan Pemimpin Paling Populer Di Kalangan Orang Arab

Rabu, 28 Sep 2022 21:50

Taliban Tandatangani Kesepakatan Dengan Rusia Untuk Pasok Minyak, Gas Dan Gandum Ke Afghanistan

Taliban Tandatangani Kesepakatan Dengan Rusia Untuk Pasok Minyak, Gas Dan Gandum Ke Afghanistan

Rabu, 28 Sep 2022 21:25

Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi Wafat, Bukhori: Umat Islam Kehilangan Mujahid Dakwah

Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi Wafat, Bukhori: Umat Islam Kehilangan Mujahid Dakwah

Rabu, 28 Sep 2022 20:49

Raja Salman Tunjuk Putra Sekaligus Pewarisnya Mohammed Bin Salman Sebagai Perdana Menteri Saudi

Raja Salman Tunjuk Putra Sekaligus Pewarisnya Mohammed Bin Salman Sebagai Perdana Menteri Saudi

Rabu, 28 Sep 2022 20:17

Kentut Setelah Selesai Wudhu’, Haruskah Mengulangi Wudhu’ Lagi?

Kentut Setelah Selesai Wudhu’, Haruskah Mengulangi Wudhu’ Lagi?

Rabu, 28 Sep 2022 17:47


MUI

Must Read!
X