Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
14.350 views

Nasib Ketua KPK Abraham Samad Hanya Menghitung Hari?

JAKARTA (voa-islam.com) - Nampaknya nasib Ketua KPK Abraham Samad hanya tinggal menghitung hari. Ini berkaitan dengan ambisi Abraham Samad yang sangat kental, dan berulangkali menemui elite PDIP, sekadar 'ngiler' ingin menjadi pendamping Jokowi.

Sekarang desakan kepada pelaksana tugas (Plt) Sekjen PDI Perjuangan Hasto Krostiyanto disarankan agar segera menyerahkan bukti dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Ketua KPK Abraham Samad.

Tentu, laporan itu akan berujung pembentukan Komite Etik KPK untuk memeriksa Samad terkait pertemuan dengan pihak PDI Perjuangan pada pilpres lalu.

"Saya pikir Pak Hasto sebagai Plt Sekjen PDI-P melaporkan dulu secara resmi dengan bukti-bukti yang ada," kata ahli hukum tata negara Bayu Dwi Anggono di Jakarta, Rabu (28/1/2015).

Pihak KPK akan menelaah apakah benar Samad selaku Ketua KPK telah melakukan pelanggaran etika. Jika terbukti, kedudukan Samad akan terancam.

"Dengan laporan itu komite etik akan menelaah apakah ada pelanggaran atau tidak. Lebih baik dikedepankan komite etik," ujar Bayu yang juga dosen Fakultas Hukum Universitas Jember .

Sebagaimana diberitakan, Hasto Kristiyanto buka-bukaan kepada media, Kamis 22 Januari 2015. Hal itu dilakukannya setelah Abraham Samad tidak mengakui tulisan "Rumah Kaca Abraham Samad" di salah satu media sosial.

Hasto menegaskan terjadi beberapa kali pertemuan pihak PDIP dengan Samad yang ingin menjadi cawapres dari Jokowi. Apa yang dimuat dalam tulisan itu, tidak bohong alias benar.

Selanjutnya, politikus PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengaku memiliki sejumlah saksi yang kredibel untuk membuktikan bahwa ada pelanggaran etik yang dilakukan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad.

Sejumlah saksi tersebut kini telah menjabat sebagai menteri di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo - Jusuf Kalla.

"Ada sekitar dua hingga empat menteri yang sekarang duduk di kabinet Jokowi-JK, bisa menjadi saksi soal pertemuan Abraham Samad dengan kami," kata Hasto di Jakarta, Kamis 22 Januari 2015.

Sayangnya, Hasto enggan menyebutkan siapa saja menteri yang dimaksud. Namun, ia berjanji, bila memang dibutuhkan untuk menjadi saksi, keempat menteri tersebut bisa didudukkan sebagai saksi terkait pertemuan antara PDIP dengan Abraham Samad.

"Nanti akan kami beberkan ke publik. Tapi, tunggu komisi etik dulu. Yang jelas kami ada saksi, juga nanti bisa dilihat di CCTV dan kami juga memiliki foto," kata Hasto.

Hasto tidak menampik bila jauh sebelumnya memang ada komunikasi politik antara tim pemenangan Joko Widodo dengan tim dari Abraham Samad untuk menjadikan keduanya sebagai capres dan cawapres.

Namun, kalkulasi politik saat itu memaksa nama Abraham Samad harus dicoret dari penjaringan calon pendamping Joko Widodo.

Menurut Hasto, sebelum pemilihan presiden tahun lalu, pihaknya telah menggelar enam kali pertemuan rahasia dengan Abraham Samad. Tak cuma di Jakarta, pertemuan juga dilakukan di Yogyakarta.

"Ada enam kali pertemuan, pertama di Capital Residence dan ada juga di salah satu hotel bintang lima di Yogyakarta. Tempat-tempat lain, akan kami beberkan nanti," tegas Hasto. 

Kata Hasto, Samad menyebut Komjen Budi Gunawan sebagai orang yang menggagalkannya menjadi cawapres. Tidak hanya itu, masih kata Hasto, Samad siap 'membantu' kasus politikus PDIP.

Hasto bersama mantan Kepala BIN Hendropriyono siap dipanggil dan diperiksa Komite Etik KPK. Ia memiliki bukti-bukti yang siap disetor. Hingga kini, Hasto belum melaporkan ke KPK terkait dugaan itu. Kita tunggu saja.

Abraham Samad juga menggunakan KPK untuk menjebloskan penjara sebagai pesakitan kepada para pimpinan partai-partai Islam. Dengan tujuan agar partai-partai Islam bangkrut, dan yang menang PDIP dan Jokowi, dan Abraham Samad berhasil. Sekarang Abraham memetik buah karyanya sendiri.

Contohlah Abdullah Hehamahua mantan penasehat KPK, dan dia menjauhi segala ambisi pribadi, dan bahkan setiap diundang ke berbagai acara, sekadar air minum saja menolak, dia membawa sendiri, tidak mau diberi oleh panitia, bukan malah pengin mendamingi si 'Krempeng' menjadi wakil presiden. (dimas/dbs/voa-islam.com)

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Kamis, 21 Jan 2021 23:55

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Kamis, 21 Jan 2021 22:05

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Kamis, 21 Jan 2021 21:51

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Kamis, 21 Jan 2021 20:54

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Kamis, 21 Jan 2021 19:00

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Kamis, 21 Jan 2021 16:26

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Kamis, 21 Jan 2021 16:20

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Kamis, 21 Jan 2021 15:15

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Kamis, 21 Jan 2021 14:03

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Kamis, 21 Jan 2021 12:52

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Kamis, 21 Jan 2021 12:42

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Kamis, 21 Jan 2021 12:32

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 12:14

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Kamis, 21 Jan 2021 11:59

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Kamis, 21 Jan 2021 11:46

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 11:34

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Kamis, 21 Jan 2021 11:29

Anies Dikerjain Lagi!

Anies Dikerjain Lagi!

Kamis, 21 Jan 2021 11:01

Jakarta Dinobatkan Kota Bebas Macet

Jakarta Dinobatkan Kota Bebas Macet

Kamis, 21 Jan 2021 00:04

Italia Penjarakan Tersangka Jihadis Asing Afiliasi Al-Qaidah Yang Ditangkap di Turki

Italia Penjarakan Tersangka Jihadis Asing Afiliasi Al-Qaidah Yang Ditangkap di Turki

Rabu, 20 Jan 2021 22:28


MUI

Must Read!
X

Selasa, 19/01/2021 17:00

Risma, Tahun Depan Pilgub DKI