Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.460 views

Anak-anak Putus Sekolah Tinggi, Pengangguran Terancam Meningkat

JAKARTA (voa-islam.com)- Masih tergolong tingginya angka putus sekolah anak menjadi pekerjaan rumah bangsa ini. Anak-anak di usia 16-18 tahun menjadi golongan terbesar dalam penyumbang angka Anak Putus Sekolah di Indonesia, dari sekitar 4,5 juta Angka Putus Sekolah, sekitar 2,4 juta anak usia 16-18 tahun putus sekolah.

Beragam alasan yang mengakibatkan masih tingginya angka putus sekolah di Indonesia, salah satu masalah utamanya adalah Kemiskinan,” demikian perhatian Gerindra, kemarin.

Sehingga banyak anak-anak yang sudah beranjak dewasa antara 16-18 tahun lebih memilih bekerja membantu orang tua atau bahkan sudah menjadi tulang punggung keluarga demi kebutuhan ekonomi keluarga.

Jika permasalahan ini tidak segera dientaskan, kekhawatiran jebakan demografi pada tahun 2020 akan menjadi nyata. Melambungnya angka pengangguran, lantaran rendahnya kualitas dan kemampuan SDM Indonesia di mata dunia kerja. 

“Sementara, kewajiban negara sudah tercantum dalam pembukaan UUD 1945, '....dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial....’"

Untuk mencapai tujuan hakiki tersebut, maka menurut Gerindra, setiap upaya pembangunan harus dilaksanakan secara komprehensif dan menyeluruh, serta bersamaan antara pembangunan ekonomi dengan pembangunan sosial (agama, pendidikan, kesehatan, budaya dan aspek sosial lainnya). Memang dalam perjalanan dan dinamika pembangunan suatu negara seringkali terjadi ketimpangan dan ketertinggalan satu sama lain, antara pembangunan ekonomi dan pembangunan sosial.

“Pembangunan ekonomi seringkali menjadi yang selalu di prioritaskan dan difokuskan, baru diikuti oleh pembangunan sosial berikutnya,” demikian yang tertulis di akun Twitter resminya.

Bahkan, lanjut Gerindra, juga terjadi pembangunan sosial malah cenderung terabaikan karena seluruh sumber daya terkuras untuk pembangunan ekonomi. Kalau pada kasus saat ini contohnya adalah pembangunan infrastruktur.

Tetapi pembangunan sebagai cara atau proses atau moda untuk mencapai tujuan berbangsa dan bernegara harus didesain, diformulasikan, dan dilaksanakan secara utuh dari sisi ekonomi dan sisi sosialnya. Tantangannya adalah bagaimana melaksanakan dan menginternalisasikan pembangunan sosial berkualitas ini ke dalam pembangunan ekonomi nasional saat ini dan di masa mendatang.

“Pada masa kampanye lalu, Gerindra dan pak Prabowo sempat mengutarakan komitmennya untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas untuk mencetak "Generasi Emas".”

Komitmen tersebut antara lain:

- Menyediakan beasiswa bagi putra putri petani, nelayan, guru, dan buruh, untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana.

- Membenahi kurikulum Perguruan tinggi, Pendidikan Vokasi, dan Politeknik berbasis riset, inovatif, aplikatif, dan inkubasi yang terhubung dengan industri.

- Penguatan sistem Pendidikan Nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang produktif & berdaya saing global.

- Membangun perpustakaan dan taman-taman bacaan untuk mendorong gerakan literasi masyarakat.

- Mengembangkan dan meningkatkan kualitas sekolah-sekolah kejuruan dalam segala bidang keahlian teknis, melakukan revitalisasi balai-balai latihan kerja.

- Memberlakukan upah minimum untuk kategori guru swasta, PAUD, madrasah, dan yayasan.

- Meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan seperti pondok pesantren dan memberikan beasiswa bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan baik di tingkat nasional maupun internasional.

- Mencegah terjadinya permasalahan gizi, termasuk stunting pada anak Indonesia dengan program gizi seimbang dan Gerakan EMAS (Emak-emak dan Anak Minum Susu).

- Menggandeng perusahaan swasta bermitra dgn BUMN untuk membuka program beasiswa & magang bagi lulusan perguruan tinggi & sekolah kejuruan.

- Membangun sistem pendidikan nasional yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa dgn melaksanakan program pengembangan budi pekerti.

- Meningkatkan kesejahteraan dosen, peneliti, dan penyuluh, serta memberikan akses yang mudah bagi generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan dengan meningkatkan ketersediaan daya tampung perguruan tinggi, standarisasi kualitas, dan mempermudah akses masuk perguruan tinggi.

- Mendorong perguruan tinggi dalam pengembangan riset dan ilmu pengetahuan yang mendukung strategi pembangunan dan berkolaborasi dengan dunia usaha.

“Walaupun pada kenyataannya Gerindra dan Pak Prabowo tidak memenangkan pemilu. Semua komitmen tersebut akan coba kami wujudkan satu persatu lewat perjuangan di jalur parlemen bersama para anggota dewan kami, ataupun jalur lainnya yg sesuai dengan konstitusi.”

(Robi/voa-islam.com)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Latest News
Judoka Alzajair Mundur Dari Olimpiade Tokyo Setelah Menolak Bertarung Dengan Pejudo Israel

Judoka Alzajair Mundur Dari Olimpiade Tokyo Setelah Menolak Bertarung Dengan Pejudo Israel

Jum'at, 23 Jul 2021 22:29

Kelompok HAM: Iran Gunakan Kekuatan Melanggar Hukum Dan Berlebihan Terhadap Protes Krisis Air

Kelompok HAM: Iran Gunakan Kekuatan Melanggar Hukum Dan Berlebihan Terhadap Protes Krisis Air

Jum'at, 23 Jul 2021 22:00

Bimas Islam: Prof Huzaemah Tahido Yanggo Perempuan Intelektual yang Patut Diteladani

Bimas Islam: Prof Huzaemah Tahido Yanggo Perempuan Intelektual yang Patut Diteladani

Jum'at, 23 Jul 2021 21:19

Untuk Pertama Kalinya Tentara Wanita Saudi Dikerahkan Untuk Pengamanan Ibadah Haji

Untuk Pertama Kalinya Tentara Wanita Saudi Dikerahkan Untuk Pengamanan Ibadah Haji

Jum'at, 23 Jul 2021 21:00

Naftali Bennet Bersumpah Bawa Pulang Warga Dan Mayat Tentara Israel Yang Ditahan Hamas

Naftali Bennet Bersumpah Bawa Pulang Warga Dan Mayat Tentara Israel Yang Ditahan Hamas

Jum'at, 23 Jul 2021 20:20

Komisi IX Ingatkan Pemerintah Soal Bom Waktu Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

Komisi IX Ingatkan Pemerintah Soal Bom Waktu Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

Jum'at, 23 Jul 2021 20:14

Dewan Dakwah Aceh Salurkan Daging Kurban untuk 440 Keluarga Kurang Mampu dan Muallaf

Dewan Dakwah Aceh Salurkan Daging Kurban untuk 440 Keluarga Kurang Mampu dan Muallaf

Jum'at, 23 Jul 2021 19:35

Ketika Nyawa Jadi Tumbal Kebijakan Penguasa di Tengah Wabah

Ketika Nyawa Jadi Tumbal Kebijakan Penguasa di Tengah Wabah

Jum'at, 23 Jul 2021 15:00

Indonesia Halal Watch Potong Hewan Kurban dengan Prokes Ketat

Indonesia Halal Watch Potong Hewan Kurban dengan Prokes Ketat

Jum'at, 23 Jul 2021 11:14

Penyintas Covid Isoman Tak Mampu Memasak, Bantuan IDC Sangat Membantu

Penyintas Covid Isoman Tak Mampu Memasak, Bantuan IDC Sangat Membantu

Jum'at, 23 Jul 2021 10:54

Legislator Minta Pemerintah Evaluasi Efektivitas Penggunaan Vaksin Sinovac

Legislator Minta Pemerintah Evaluasi Efektivitas Penggunaan Vaksin Sinovac

Jum'at, 23 Jul 2021 09:25

Innalillahi, Pakar Fikih Prof Huzaemah Tahido Yanggo Berpulang

Innalillahi, Pakar Fikih Prof Huzaemah Tahido Yanggo Berpulang

Jum'at, 23 Jul 2021 08:22

Keterlaluan, Biaya Tes PCR Rp900.000

Keterlaluan, Biaya Tes PCR Rp900.000

Jum'at, 23 Jul 2021 08:14

AS Lancarkan Serangan Udara Ke Al-Shabaab, Yang Pertama Di Era Pemerintahan Joe Biden

AS Lancarkan Serangan Udara Ke Al-Shabaab, Yang Pertama Di Era Pemerintahan Joe Biden

Kamis, 22 Jul 2021 22:06

AS Akan Tampung Ribuan Penerjemah Afghanistan Yang Bekerja Untuk Mereka Di Pangkalan Qatar

AS Akan Tampung Ribuan Penerjemah Afghanistan Yang Bekerja Untuk Mereka Di Pangkalan Qatar

Kamis, 22 Jul 2021 21:45

Hacker Tuntut 50 Juta USD Dari Saudi Aramco Untuk Hapus Data Perusahaan Yang Mereka Retas

Hacker Tuntut 50 Juta USD Dari Saudi Aramco Untuk Hapus Data Perusahaan Yang Mereka Retas

Kamis, 22 Jul 2021 20:25

Taliban: Kami Dalam Posisi Bertahan Selama Hari Raya Idul Adha

Taliban: Kami Dalam Posisi Bertahan Selama Hari Raya Idul Adha

Kamis, 22 Jul 2021 19:01

Dapat Bantuan Ini, Petugas Pemakaman Covid TPU Mangunjaya Ucapkan Terima Kasih kepada IDC

Dapat Bantuan Ini, Petugas Pemakaman Covid TPU Mangunjaya Ucapkan Terima Kasih kepada IDC

Kamis, 22 Jul 2021 18:15

Evaluasi PPKM Darurat, Bukhori Sampaikan Catatan Kritis

Evaluasi PPKM Darurat, Bukhori Sampaikan Catatan Kritis

Kamis, 22 Jul 2021 16:56

Statuta Universitas Indonesia Direvisi, Legislator: Kampus Dikebiri?

Statuta Universitas Indonesia Direvisi, Legislator: Kampus Dikebiri?

Kamis, 22 Jul 2021 16:27


MUI

Must Read!
X

Jum'at, 23/07/2021 08:14

Keterlaluan, Biaya Tes PCR Rp900.000