Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
901 views

Soal Calling Visa Israel, Legislator: Pemerintah Harus Segera Cabut!

JAKARTA (voa-islam.com)--Anggota DPR RI Fraksi PKS, Bukhori Yusuf melayangkan kritik keras atas keputusan pemerintah Indonesia membuka pelayanan calling visa bagi warga negara Israel. Ia menilai kebijakan tersebut mengabaikan amanat konstitusi.

“Kebijakan tersebut adalah bentuk pengkhianatan pemerintah terhadap Pembukaan UUD 1945. Padahal, konstitusi kita menegaskan supaya penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Mirisnya lagi, keputusan tersebut tidak merepresentasikan aspirasi dan kehendak tulus dari masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, yang sejak lama konsisten memihak pada kemerdekaan Palestina,” tegas Bukhori di Jakarta, Selasa (02/12).

Anggota Komisi VIII DPR ini menilai kebijakan tersebut kontradiktif dengan komitmen Presiden Jokowi yang secara tegas mendukung kemerdekaan Palestina. Sikap tegas tersebut disampaikannya saat menyampaikan pidato untuk pertama kalinya di Sidang Majelis Umum ke-75 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 23 September 2020 silam.

Dalam pidatonya, Presiden  mengungkapkan bahwa Indonesia terus konsisten memberikan dukungan bagi Palestina untuk mendapatkan hak-haknya.

“Pertanyaannya adalah, apakah Presiden mengetahui tindakan anak buahnya (red, Kemenkum HAM) tersebut? Saya justru curiga bahwa tindakan ini dilakukan sepihak tanpa sepengetahuan Presiden bila mengacu pada sikap dukungan yang telah Presiden tunjukan selama ini terhadap isu Palestina,” tandas Bukhori.

“Tetapi sebaliknya, jika keputusan tersebut nyatanya atas restu dan sepengetahuan Presiden, maka sikap Presiden Jokowi bertentangan dengan Founding Father, Bung Karno, yang memiliki komitmen kuat atas kemerdekaan Palestina. Sebab, konsekuensi politik dari membuka hubungan dengan Israel berarti mengakui eksistensi negara tersebut. Artinya, pemerintah mengakui penjajahan Israel kepada Palestina yang sampai saat ini belum merdeka sepenuhnya,” ujar mantan Anggota Komisi III tersebut.

Apalagi, sambungnya, sikap pemerintah tersebut patut dicurigai sebagai kompensasi atas rencana investasi Uni Emirat Arab (UEA) ke Indonesia. Pasalnya, UEA adalah negara pertama di kawasan Timur Tengah yang akhirnya memutuskan normalisasi hubungan dengan Israel di abad 20 ini.

Ketua DPP PKS ini mendesak supaya pemerintah segera mencabut Israel dari daftar negara yang menerima pelayanan calling visa tersebut. Hal tersebut perlu dilakukan dalam upaya menjaga wibawa dan integritas pemerintah dalam percaturan politik global mengingat Indonesia sejak lama memiliki garis politik luar negeri yang tegas terhadap isu konflik Palestina-Israel.

Selain itu, ia menambahkan bahwa Indonesia tidak akan mengalami kerugian dari segi ekonomi, apalagi dikatakan melanggar HAM dengan mengecualikan negara Israel dari daftar tersebut. Pasalnya, Israel tidak termasuk dalam jajaran negara investor terbesar di Indonesia dan negara zionis tersebut terbukti memiliki catatan buruk tentang penegakan nilai HAM.

Melansir data dari BKPM pada tahun 2019, Singapura, Tiongkok, dan Jepang menempati posisi tiga teratas sebagai 10 negara investor terbesar di Indonesia. Sementara, tidak ada satupun negara dari kawasan Timur Tengah yang tercantum di dalam daftar negara investor, termasuk Israel.

“Pada dasarnya saya tidak keberatan dengan kebijakan calling visa sepanjang mengecualikan Israel dari daftar tersebut. Dengan tetap membuka calling visa, saya akui akan membuka peluang investasi lebih luas. Namun, saya mengingatkan supaya pemerintah lebih cermat dalam menentukan negara prioritas dan tidak mengorbankan kepentingan yang lebih besar, yakni kepercayaan rakyat Indonesia dan umat muslim dunia, terhadap komitmen Indonesia untuk menjadi bangsa yang terdepan dalam membela nilai perikemanusiaan dan perikeadilan bagi bangsa Palestina,” pungkasnya.*[Ril/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
RESENSI BUKU: Mengupas Pemikiran Politik Buya Hamka

RESENSI BUKU: Mengupas Pemikiran Politik Buya Hamka

Senin, 25 Jan 2021 16:44

Banjir Jakarta, Tiba Saatnya Salahkan Anies

Banjir Jakarta, Tiba Saatnya Salahkan Anies

Senin, 25 Jan 2021 16:23

Efek Buruk dari Dosa yang Menumpuk, Tinggalkan!

Efek Buruk dari Dosa yang Menumpuk, Tinggalkan!

Senin, 25 Jan 2021 14:23

Persiapkan Diri Wujudkan Pernikahan Impian

Persiapkan Diri Wujudkan Pernikahan Impian

Senin, 25 Jan 2021 14:10

Komisi Khusus Majelis Nasional Prancis Setujui RUU Yang Menargetkan Umat Muslim

Komisi Khusus Majelis Nasional Prancis Setujui RUU Yang Menargetkan Umat Muslim

Senin, 25 Jan 2021 14:05

6 Tentara Mali Tewas 18 Terluka Dalam Dua Serangan Dekat Perbatasan Dengan Burkina Faso

6 Tentara Mali Tewas 18 Terluka Dalam Dua Serangan Dekat Perbatasan Dengan Burkina Faso

Senin, 25 Jan 2021 13:15

Madam dan Pak Lurah Keluarlah

Madam dan Pak Lurah Keluarlah

Senin, 25 Jan 2021 12:39

Mengapa Barang Gunaan Seperti Kulkas, Alat Masak dll Harus Disertifikasi Halal?

Mengapa Barang Gunaan Seperti Kulkas, Alat Masak dll Harus Disertifikasi Halal?

Senin, 25 Jan 2021 09:12

Pemberontak Syi'ah Houtsi dan Pemerintah Yaman Lanjutkan Pembicaraan Pertukaran Tahanan

Pemberontak Syi'ah Houtsi dan Pemerintah Yaman Lanjutkan Pembicaraan Pertukaran Tahanan

Ahad, 24 Jan 2021 22:05

Pria AS Ditangkap Karena Gunakan Dana Bantuan Virus Corona Untuk Membeli Mobil dan Rumah Mewah

Pria AS Ditangkap Karena Gunakan Dana Bantuan Virus Corona Untuk Membeli Mobil dan Rumah Mewah

Ahad, 24 Jan 2021 20:30

Perpres No. 7/2021 Sangat Berbahaya

Perpres No. 7/2021 Sangat Berbahaya

Ahad, 24 Jan 2021 19:59

Erick Thohir Dipilih Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah, Ini Pesan dan Harapan Anis Byarwati

Erick Thohir Dipilih Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah, Ini Pesan dan Harapan Anis Byarwati

Ahad, 24 Jan 2021 19:46

Sukamta Minta Pemerintah Atasi Ekstremisme Tanpa Timbulkan Perpecahan

Sukamta Minta Pemerintah Atasi Ekstremisme Tanpa Timbulkan Perpecahan

Ahad, 24 Jan 2021 19:22

11 Milisi Syi'ah Dukungan Iran Tewas Dalam Penyergapan Pejuang Islamic State di Tikrit Irak

11 Milisi Syi'ah Dukungan Iran Tewas Dalam Penyergapan Pejuang Islamic State di Tikrit Irak

Ahad, 24 Jan 2021 19:21

Italia Perintahkan TikTok Blokir Akun Pengguna Setelah Kematian Bocah Berusia 10 Tahun

Italia Perintahkan TikTok Blokir Akun Pengguna Setelah Kematian Bocah Berusia 10 Tahun

Sabtu, 23 Jan 2021 21:30

Cina Beri Wewenang Penjaga Pantai Untuk Menembak Dan Menghancurkan Kapal Asing

Cina Beri Wewenang Penjaga Pantai Untuk Menembak Dan Menghancurkan Kapal Asing

Sabtu, 23 Jan 2021 20:15

Putra Pengusaha Suriah Yang Terkait Ledakan Beirut Selamat Dari Upaya Pembunuhan

Putra Pengusaha Suriah Yang Terkait Ledakan Beirut Selamat Dari Upaya Pembunuhan

Sabtu, 23 Jan 2021 19:45

Pemerintahan Biden Akan Tinjau Kesepakatan Perjanjian Dengan Taliban

Pemerintahan Biden Akan Tinjau Kesepakatan Perjanjian Dengan Taliban

Sabtu, 23 Jan 2021 18:15

Ketua Komnas HAM Bagaikan Merangkap Ketua Tim Pembela Polisi

Ketua Komnas HAM Bagaikan Merangkap Ketua Tim Pembela Polisi

Sabtu, 23 Jan 2021 17:55

Cerita Syekh Palestina Selesaikan Hafalan Quran Bersanad di Pengungsian

Cerita Syekh Palestina Selesaikan Hafalan Quran Bersanad di Pengungsian

Sabtu, 23 Jan 2021 17:50


MUI

Must Read!
X