Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.879 views

Partai Gelora Usul Fraksi di DPR Dihapus, Ini Alasannya

JAKARTA (voa-islam.com)--Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah mengatakan, keberadaan fraksi di DPR selama ini membuat kamar legislatif menjadi tidak berdaya, sehingga perlu dilakukan penghapusan. 

Sebab, fraksi dinilai menjadi alat kepentingan politik ketua umum partai atau elit-elit politik lainnya, bukan berpikir untuk rakyat atau konstituen 

"Jadi berbicara reformasi politik, menghapus fraksi di DPR diantara yang paling penting kita lakukan karena berbagai atau banyak alasan. Alasan pertama tadi kita melihat agak mencemaskan bagaimana sebuah kekuatan di kamar kekuasaan legislatif itu tidak nampak fungsinya," kata Fahri dalam Gelora Talk bertajuk 'Reformasi Sistem Politik, Mengapa Fraksi di DPR Sebaiknya Dihapus?', Rabu (12/1/2022) petang. 

Menurut Fahri, saat menjadi Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019, ia diminta melakukan tindakan yang bertentangan dengan kehendak masyarakat oleh partai sebelumnya, karena dipengaruhi oleh oligarki. Hingga akhirnya ia dipecat, karena memilih melawan. 

"Saya sendiri memiliki yurisprudensi, makanya waktu itu saya melawan kendali partai, karena berpotensi mendistorsi kehendak rakyat menjadi kehendak parpol. Ini yang mesti kita lawan ke depan," katanya. 

Dalam sistem demokrasi, lanjutnya, anggota DPR harus menjadi wakil rakyat, bukan sebaliknya menjadi wakil partai politik. Menurutnya, jika terus begitu pandangannya akan membahayakan. 

Fahri menilai adanya kekeliruan tersebut lantaran adanya kekeliruan paradigmatik yang memandang apa peran partai politik dalam fraksi. 

"Ketika kita sudah memilih sistem demokrasi, mau tidak mau maka kita harus memurnikan demokrasi itu, tidak saja sebagai nilai-nilai luhur, tetapi juga dalam sistem pemilu dan sistem perwakilan kita," tegasnya. 

Terkait keberadaan fraksi ini, jelas Fahri, akhirnya memunculkan sekelompok orang di balik layar yang terlihat menyetir parlemen. Akibatnya, hubungan antara eksekutif dengan legislatif, menjadi tidak sehat dan bisa menginvasi yudikatif. 

"Fraksi ini sebenarnya ada dalam tradisi totaliter seperti dalam tradisi negara komunis. Di tradisi demokrasi, perannya negara totaliter itu, ya partai politik adalah negara itu sendiri. Makanya hampir tidak ada jarak dengan partai politik dengan jabatan publik," ungkapnya. 

"Artinya sehari-hari mereka lebih nampak sebagai wakil partai politik. Karena itu lah reformasi politik perlu dilakukan," imbuhnya. 

Pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Bivitri Susanti mengatakan, keberadaan fraksi ini juga menjadi kegelisahan dari PSHK. Dari hasil penelitian yang dilakukan, terungkap bahwa ketua fraksi atau ketua kelompok fraksi (kapoksi) di komisi-komisi memiliki kekuatan menyakinkan seseorang untuk memenangi berbagai 'pertarungan' 

"Hasil penelitian kami, jauh lebih efisien kalau kita langsung lobby kepada ketua fraksi atau ketua kelompok fraksi yang ada di komisi-komisi. Kita bisa meyakinkan seseorang, kita bisa memenangkan pertarungan," kata Bivitri. 

Seharusnya, yang memiliki power untuk berbicara mengenai aspirasi masyarakat adalah setiap anggota DPR, bukan fraksi atau parpol. 

"Karena itu, perlu dilakukan perubahan dalam UU MD3, fraksi perlu dihapus. Sebab dalam konstitusi, fraksi juga tidak diatur, sehingga secara konstitusional ketika dilakukan uji materi di Mahkamah Konstitusi saya kira akan dikabulkan," katanya. 

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research Pangi Syarwi Chaniago menilai, penguasaan fraksi dinilai akan memudahkan oligarki  berkomunikasi dalam membuat keputusan, dan tidak terlalu menimbulkan kegaduhan politik seperti dalam pengesahan UU Cipta Kerja beberapa waktu lalu dan keputusan penundaan Pilkada sekarang. 

"Presiden jangan-jangan memang sangat  menyukai pakai fraksi, tidak terlalu susah untuk berkomunikasi, karena garis komandonya sangat gampang. Itu  mencerminkan DPR ya tukang stempel, mengamini apa maunya semua pemerintah, mana yang tidak diamini," katanya. 

Karena itu, Pangi setuju keberadaan fraksi dihapuskan saja karena lebih banyak mudharatnya, serta lebih berpihak kepada kepentingan para bohir, ketimbang masyarakat. 

Akibatnya, banyak anggota DPR memilih menuruti kemauan fraksi dan partainya daripada sikap berlawanan yang bisa berujung PAW dirinya sebagai anggota DPR. 

"Kalau dilihat DNA-nya, fraksi ini banyak kepentingan tertentu, bukan kepentingan konstituen, sehingga mengganggu fungsi-fungsi lembaga perwakilan kita yang semestinya untuk mengamankan agenda-agenda rakyat," katanya.

"Itu artinya yang menjadi menjadi penyebab kenapa presiden sangat mudah mengendalikan DPR kita, karena bisa mengendalikan partai politik, termasuk fraksi di dalamnya bisa dikendalikan," sambungnya. 

Sebaliknya, Ketua DPR-RI Periode 2009-2014 Marzuki Alie berpandangan, keberadaan fraksi di DPR tidak perlu dihapus, justru kekuatan absolut dari seorang ketua umum yang perlu direformasi. 

"Ini ada partai, partai ini dimiliki ketua umum. Padahal dalam sistem politik modern, AD/ART-nya semua dibatasi, tidak ada kekuasan absolut. Memangnya kalau fraksi dihapus, ketua umum tidak bisa mecat, ya tetap bisa," kata Marzuki Alie.

Melihat sosok Fahri Hamzah, Marzuki Alie menaruh harapan besar kepada Partai Gelora dapat memperjuangkan semua aspirasi masyarakat dalam proses perjuangannya hingga nantinya duduk di Senayan. 

"Saya berharap Partai Gelora sebagai partai politik harus mengembangkan sikap partai yang mau mendengarkan semua aspirasi yang disampaikan masyarakat, dan digunakan nanti di lembaga perwakilan," pungkasnya.*[Ril/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Luar Biasa! Suporter Sepak Bola Bangun Masjid di Ciomas

Luar Biasa! Suporter Sepak Bola Bangun Masjid di Ciomas

Sabtu, 25 Jun 2022 09:19

PKS Siap Perjuangkan Kesejahteraan Peternak

PKS Siap Perjuangkan Kesejahteraan Peternak

Jum'at, 24 Jun 2022 22:43

Holywings Mesti Diberi Sanksi

Holywings Mesti Diberi Sanksi

Jum'at, 24 Jun 2022 22:43

Kepala Mata-mata IRGC Dipecat Setelah Serangkaian Pembunuhan Dan Insiden Sabotase 'Oleh Israel'

Kepala Mata-mata IRGC Dipecat Setelah Serangkaian Pembunuhan Dan Insiden Sabotase 'Oleh Israel'

Jum'at, 24 Jun 2022 21:05

PBB Sebut Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh Ditembak Mati Pasukan Israel

PBB Sebut Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh Ditembak Mati Pasukan Israel

Jum'at, 24 Jun 2022 20:18

Yahudi Ultra-Ortodoks Hindari Penggunaan Perangkat Teknologi, BeralasanTidak Baik Untuk Manusia

Yahudi Ultra-Ortodoks Hindari Penggunaan Perangkat Teknologi, BeralasanTidak Baik Untuk Manusia

Jum'at, 24 Jun 2022 17:45

JSIT Kota Bekasi Siap Sinergi Bangun Pendidikan Islam Berkualitas

JSIT Kota Bekasi Siap Sinergi Bangun Pendidikan Islam Berkualitas

Jum'at, 24 Jun 2022 08:16

Masih Suka Jengkel dan Dendam? Awas 350 Penyakit Mengintai Anda

Masih Suka Jengkel dan Dendam? Awas 350 Penyakit Mengintai Anda

Jum'at, 24 Jun 2022 08:02

Sedikitnya 10 Tentara Yaman Tewas Dalam Serangan Al-Qaidah Di Abyan Dan Shabwa

Sedikitnya 10 Tentara Yaman Tewas Dalam Serangan Al-Qaidah Di Abyan Dan Shabwa

Kamis, 23 Jun 2022 21:15

PKS Dukung Cuti Hamil 6 Bulan

PKS Dukung Cuti Hamil 6 Bulan

Kamis, 23 Jun 2022 19:53

Munas I JATTI Hasilkan Rekomendasi, Politik Akhlak Mulia hingga Lawan Islamofobia

Munas I JATTI Hasilkan Rekomendasi, Politik Akhlak Mulia hingga Lawan Islamofobia

Kamis, 23 Jun 2022 16:32

Korban Tewas Akibat Gempa Di Afghanistan Meningkat Jadi 1.150 Orang

Korban Tewas Akibat Gempa Di Afghanistan Meningkat Jadi 1.150 Orang

Kamis, 23 Jun 2022 16:00

Twitter Sensor Akun Penulis CJ Werleman Karena Liputan Tentang Kekerasan Anti-Muslim Di India

Twitter Sensor Akun Penulis CJ Werleman Karena Liputan Tentang Kekerasan Anti-Muslim Di India

Kamis, 23 Jun 2022 15:15

Haedar Nashir Ingatkan Pentingnya Kalender Hijriyah Internasional untuk Umat Islam Global

Haedar Nashir Ingatkan Pentingnya Kalender Hijriyah Internasional untuk Umat Islam Global

Kamis, 23 Jun 2022 09:58

Atasi 16 Masalah Jiwa Anda dengan Quranic Hypnotheraphy

Atasi 16 Masalah Jiwa Anda dengan Quranic Hypnotheraphy

Kamis, 23 Jun 2022 06:07

Ketua MIUMI Aceh: Haji Mabrur Itu Haji Yang Tidak Dicampuri Dengan Dosa

Ketua MIUMI Aceh: Haji Mabrur Itu Haji Yang Tidak Dicampuri Dengan Dosa

Kamis, 23 Jun 2022 05:42

Kampanye Seks Bebas

Kampanye Seks Bebas

Rabu, 22 Jun 2022 22:00

Piagam Jakarta Adalah Kompromi Bangsa

Piagam Jakarta Adalah Kompromi Bangsa

Rabu, 22 Jun 2022 21:54

Dewan Da'wah Resmi Ajukan sebagai Pihak Terkait dalam Sidang Gugatan Nikah Beda Agama di MK

Dewan Da'wah Resmi Ajukan sebagai Pihak Terkait dalam Sidang Gugatan Nikah Beda Agama di MK

Rabu, 22 Jun 2022 21:47

KH. Aceng Zakaria: Persis Harus Menyiapkan Kader yang Memiliki Spesifikasi Ilmu Khusus

KH. Aceng Zakaria: Persis Harus Menyiapkan Kader yang Memiliki Spesifikasi Ilmu Khusus

Rabu, 22 Jun 2022 21:47


MUI

Must Read!
X