Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
Kesejahteraan Prajurit TNI di Bawah Standar Kelayakan

Berita Terkait

1.368 views

Kesejahteraan Prajurit TNI di Bawah Standar Kelayakan

 

JAKARTA- Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Fayakhun Andriadi, menilai, tingkat kesejahteraan prajurit TNI beserta keluarganya masih di bawah standar kelayakan. "Itu antara lain yang kami temukan selang kunjungan kerja (Kunker) di masa reses lalu ke sejumlah barak dan perumahan prajurit TNI di Indonesia," katanya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Beberapa persoalan mendasar yang dihadapi para prajurit dan keluarganya itu, menurutnya, berturut-turut menyangkut perumahan, pendidikan, kesehatan, uang lauk pauk dan tunjangan tugas masih harus ditingkatkan. "Di satu pihak, TNI dituntut untuk lebih profesional, tetapi di sisi lain, kesejahteraan prajuritnya haruslah layak, sehingga harapan rakyat adanya sebuah postur TNI yang tangguh dalam mengawal NKRI, ideologi Pancasila, kebhinekaan dan kekayaan bangsa ini, dapat diandalkan," tandasnya.

Itulah sebabnya, Fayakhun Andriadi dan beberapa pengamat tidak sependapat dengan beberapa pernyataan yang seolah menghendaki penghentian program remunerasi TNI akibat adanya kasus Gayus Tambunan.

Risiko Tugas
Secara terpisah, pengamat pertahanan dan politik luar negeri dari Universitas Parahiyangan (Unpar) Bandung, Dr Andreas H Pareira, mengatakan tidak adil dan malah sangat tak relevan jika kasus Gayus Tambunan dipakai sebagai alasan untuk menghentikan program remunerasi di lingkup TNI. Ia mengatakan itu melalui hubungan telepon seluler, sehubungan dengan pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) yang menyatakan, untuk tidak mengaitkan remunerasi TNI dengan kasus Gayus Tambunan, sebagaimana dilansir sebuah media televisi di Jakarta, Jumat (2/4) malam.

"Sekadar 'background', remunerasi di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) termasuk TNI baru dimulai tahun ini. Itu pun setelah melalui upaya perjuangan panjang sejak tiga tahun yang lalu," ungkap mantan anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan pada periode 2004-2009.

Dijelaskannya, ketika Menteri Keuangan (Menkeu) pada tahun 2007 menyampaikan rencana renumerasi di beberapa lembaga negara sebagai 'pilot project', Komisi I DPR RI mempertanyakan, "Mengapa Kemenhan tidak dimasukkan?" "Kami pertanyakan itu, mengingat berat dan tingginya risiko tugas para prajurit TNI. Akhirnya, setelah dua tahun Komisi I DPR RI 'ngotot', barulah tahun lalu rencana remunerasi di lingkup Kemenhan disetujui," ungkapnya.

Oleh karena itu, Andreas Pareira berulang-ulang menyatakan seputar ketidakrelevanan dan ketidakadilan kalau lantaran perilaku seorang Gayus Tambunan yang dituduh "memanipulasi pajak" serta pencucian uang, lalu membuat program yang merupakan bagian dari reformasi birokrasi itu dibatalkan di instansi lainnya.
"Ingat, Gayus Tambunan yang PNS peringkat pelaksana ini sudah menikmati remunerasi di lingkup Kemenkeu (dalam hal ini Ditjen Pajak -red), dan menerima 'take home pay' sebesar Rp12 juta dari instansi 'basah' pula," ujarnya.

Kondisi sangat berbeda terjadi di lingkup TNI yang hingga kini masih menghadapi banyak sekali keprihatinan, mulai dari kondisi barak serta asrama prajurit tak layak huni hingga rendahnya tingkat kesejahteraan pada umumnya, kata Andreas Pareira. "Lihat saja kasus beberapa janda eks prajurit yang rumahnya mau diambil pegadaian, atau para purnawirawan yang terpaksa kena gusur di mana-mana. Itu menunjukkan situasi sangat bertolak belakang dengan apa yang dialami PNS di Kemenkeu, terutama Ditjen Pajak, tempatnya si Gayus itu," katanya.

Padahal, kata dia, prajurit TNI amat dibutuhkan dalam pengawalan NKRI, ideologi Pancasila, kebinekaan, dan kelangsungan bangsa ini.
"Bagaimana para prajurit ini bisa meningkatkan kualitas profesionalisme dan semangat kejuangannya jika kelayakan dan kesejahteraan hidupnya memprihatinkan? Padahal, tantangan mengamankan NKRI, baik itu ideologi maupun kekayaan alamnya dari serbuan asing, termasuk tetangga semakin meningkat," katanya.
Agar kasus Gayus Tambunan ini tidak harus membatalkan remunerasi di lingkup Kemenhan, menurut dia perlu dilakukan evaluasi dan merancang sistem yang bisa sesuai antara remunerasi dan peningkatan kinerja serta peningkatan "output".
"Dengan demikian, gaji naik diimbangi dengan kinerja prajurit TNI yang juga menjadi lebih baik," kata Andreas Pareira.

Red: krisman
Sumber: ant

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Republika Online lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Diterjang banjir bandang, rumah sekaligus markas pengajian Ustadz Wahyudin roboh. Taklim diliburkan, puluhan santri berduka. Dibutuhkan dana Rp 60 juta untuk membangunnya dengan tembok permanen....

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

Beratnya tugas dai pedalaman di Gunung Lawu. Jarak tempuh dan medan pedalaman sering kali harus membelah hutan, naik turun bukit, jalan berkelok, aspal rusak dan tanah becek. Ayo Wakaf Motor...

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Tanpa didampingi ibu dan ayah yang sudah wafat, Muhammad Zulfian harus berjuang melawan penyakit typus saat mengejar cita-cita di Rumah Tahfizh Al-Qur'an Sidoarjo, Jawa Timur...

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Uzur gagal ginjal, Ustadz Darmanto tak bisa berdakwah dan mencari nafkah. Untuk menutupi biaya berobat dan pesantren anak-anaknya sebesar 3,5 juta perbulan, ia mengandalkan gaji istri guru TK...

Latest News
Afghanistan Selidiki Kelompok di Balik Pemboman Kabul yang Menewaskan 55 Orang

Afghanistan Selidiki Kelompok di Balik Pemboman Kabul yang Menewaskan 55 Orang

Rabu, 21 Nov 2018 15:15

Pertempuran Antara Koalisi Saudi dan Pemberontak Syi'ah Houtsi Kembali Berkobar di Hodeidah

Pertempuran Antara Koalisi Saudi dan Pemberontak Syi'ah Houtsi Kembali Berkobar di Hodeidah

Rabu, 21 Nov 2018 14:05

Jualan Isu Intoleransi dan Perda Syariah

Jualan Isu Intoleransi dan Perda Syariah

Rabu, 21 Nov 2018 12:13

Umat dan Ulama takkan Diam Lihat Kemungkaran

Umat dan Ulama takkan Diam Lihat Kemungkaran

Rabu, 21 Nov 2018 11:15

Orla, Orba, dan Orde Bohong

Orla, Orba, dan Orde Bohong

Rabu, 21 Nov 2018 11:13

Kewajiban Membaca Siroh Nabawiyah

Kewajiban Membaca Siroh Nabawiyah

Rabu, 21 Nov 2018 04:57

Merindukan Ulama

Merindukan Ulama

Selasa, 20 Nov 2018 23:00

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Selasa, 20 Nov 2018 19:46

Puluhan Napi di Penjara Hama Lakukan Mogok Makan Memprotes Hukuman Mati

Puluhan Napi di Penjara Hama Lakukan Mogok Makan Memprotes Hukuman Mati

Selasa, 20 Nov 2018 18:00

Laporan: Mohammed Dahlan Kirim Tim Keamanan untuk Hapus Bukti Pembunuhan Khashoggi

Laporan: Mohammed Dahlan Kirim Tim Keamanan untuk Hapus Bukti Pembunuhan Khashoggi

Selasa, 20 Nov 2018 16:45

Boko Haram Serang 3 Pangkalan Militer di Timur Laut Nigeria Selama Akhir Pekan

Boko Haram Serang 3 Pangkalan Militer di Timur Laut Nigeria Selama Akhir Pekan

Selasa, 20 Nov 2018 16:00

[Video] Islam Solusi untuk Peradaban Dunia

[Video] Islam Solusi untuk Peradaban Dunia

Selasa, 20 Nov 2018 15:35

Mengaku Tuhan, Kemenag: Aliran Shinsei Bukkyo Tak Terdaftar

Mengaku Tuhan, Kemenag: Aliran Shinsei Bukkyo Tak Terdaftar

Selasa, 20 Nov 2018 15:34

Politik Bumi Hangus Jokowi

Politik Bumi Hangus Jokowi

Selasa, 20 Nov 2018 15:00

Brimob Jangan Buka Pintu Kolusi

Brimob Jangan Buka Pintu Kolusi

Selasa, 20 Nov 2018 14:40

KOPI DIGITAL (1): Sukses Gelar Training 1000 Peserta Cyber Marketing, miliki 8 produknya

KOPI DIGITAL (1): Sukses Gelar Training 1000 Peserta Cyber Marketing, miliki 8 produknya

Selasa, 20 Nov 2018 10:43

Hamas: Pasukan Khusus Israel yang Menyusup ke Gaza Berusaha Pasang Peralatan Mata-mata

Hamas: Pasukan Khusus Israel yang Menyusup ke Gaza Berusaha Pasang Peralatan Mata-mata

Selasa, 20 Nov 2018 10:00

Rabu, Kamis, & Jum'at Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rabi’ul Awal 1440 H

Rabu, Kamis, & Jum'at Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rabi’ul Awal 1440 H

Selasa, 20 Nov 2018 09:00

Ketua Umum MUI Sumbar Haramkan Muslim Pilih Partai Penolak Perda Syariah

Ketua Umum MUI Sumbar Haramkan Muslim Pilih Partai Penolak Perda Syariah

Selasa, 20 Nov 2018 07:19

Kepsek Melecehkan, Perempuan Jadi Korban

Kepsek Melecehkan, Perempuan Jadi Korban

Selasa, 20 Nov 2018 01:57


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X