Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.367 views

Musholatorium; Masjid Sekaligus Planetarium

KABUPATEN BANDUNG (voa-islam.com) - Tiga orang pekerja sibuk memasang lantai berbahan kayu di sebuah bangunan berkubah. Pada akhir pekan ini, bangunan model geodesic dome dengan pondasi berbentuk segi 10 itu direncanakan bakal diresmikan oleh Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaludin.

Oleh pemiliknya, Hendro Setyanto (43), bangunan itu dinamakan sebagai musholatorium, yakni Masjid Kubah Bentang An-Najm yang sekaligus bisa difungsikan untuk planetarium. Dengan modal sekitar Rp 600 juta yang kebanyakan berasal dari sumbangan, bangunan itu nyaris beres sejak mulai dirintis pada tiga tahun lalu.

"Kenapa musholatorium, karena konsep awalnya adalah musala atau masjid. Kalau mau membangun masjid kan biasanya mudah dapat sumbangan. Kemudian mau dinamakan masjidtorium, kok terdengar enggak enak," kata Hendro, terdengar bercanda tapi dengan mimik serius, di rumahnya, Kampung Areng RT 2 RW 12, Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin, 30 Oktober 2017.

Sebagai ahli astronomi yang menggagas komunitas Imah Noong untuk mewadahi para astronom amatir, dia mengisahkan, ide pendirian musholatorium bermula ketika para peneliti dari Badan Hisab-Rukyat Jawa Barat berkunjung ke Imah Noong di rumahnya. Para peneliti itu menanyakan keberadaan masjid terdekat kepada Hendro.

"Karena lokasinya terbatas, saya harus bikin konsep yang berbeda. Akhirnya, lahirlah konsep masjid planetarium. Saya menggagas konsep itu, dibantu oleh teman-teman dari arsitek Institut Teknologi Bandung untuk perencanaan desainnya. Khusus model kubahnya memang dari saya, biar enggak sama seperti masjid pada umumnya," ucapnya.

 

Melengkapi observatorium

Kehadiran musholatorium di Imah Noong itu melengkapi dua observatorium sederhana yang dibuat Hendro pada beberapa tahun lalu. Di Jabar, dia meyakini bahwa musholatorium itu adalah planetarium yang pertama. Soalnya, planetarium di Indonesia hanya ada lima tempat, yakni dua di Jakarta, lalu di Yogyakarta, Surabaya, dan Tenggarong.

"Dibandingkan planetarium lain, ini yang paling murah dan paling kecil. Diameternya hanya 6 meter, tapi cukup untuk menampung 40 orang. Sejak Ramadan kemarin, musolatorium ini juga sudah dipakai untuk solat berjamaah. Ada tempat khusus buat imam, jadi bentuknya enggak persis setengah lingkaran," tutur lulusan pria yang meraih gelar sarjana dan master astronomi dari ITB itu seperti dikutip dari pikiran-rakyat.com.

Menurut dia, yang membuat mahal pembuatan planetarium ialah pembangunan kubah dan penggunaan proyektornya. Proyektor buat musholatorium dipesan khusus dari Jepang, dengan lensa dari Rusia. "Awalnya saya ingin bikin proyektor sendiri, tapi beberapa kali uji coba itu gagal terus," akunya.

Sebelum diresmikan pada 5 November 2017, Hendro menyatakan bahwa uji coba penayangan film astronomi sudah dilakukan sampai 10 kali dalam sepekan terakhir ini. Uji coba penayangan film itu melibatkan anak-anak di sekitar Kampung Areng serta para pegiat astronomi. Dari uji coba musholatorium itu, dia mengakui masih diperlukan sejumlah penyempurnaan.

"Masukannya itu terutama dari sisi konten, karena film yang dipakai menggunakan bahasa Inggris. Kami lagi mempertimbangkan untuk di-dubbing dan sudah ada yang membantu buat jadi dubber-nya. Kemudian, di dalam itu ternyata gerah kalau ada banyak orang, padahal sudah ada ventilasinya. Jadi, perlu ada penghisap (blower) buat solusinya. Kalau malam sih enggak terasa gerah, karena di sini kan dingin," tuturnya.

 

Butuh film khusus

Film yang diputar di planetarium, terang dia, juga tidak mudah diperoleh, karena diperlukan film khusus buat diputar pada media yang berbentuk kubah. Sementara ini, Hendro baru memiliki 7 film untuk diputar, di antaranya ialah 3 film panjang berdurasi lebih dari 20 menit. Walaupun film-film itu dia peroleh dengan mengunduh secara gratis, prosesnya tidak dilakukan dengan mudah.

"Enggak sembarangan film bisa diputar di planetarium. Namun, kalau dulu planetarium dimanfaatkan untuk memutar film khusus bertema astronomi, maka seiring dengan perkembangan media digital sekarang ini film dengan tema lainnya, seperti pendidikan atau biologi, juga bisa diputar di planetarium," ucapnya.

Ke depan, dia berharap, konsep musolatorium dapat digunakan di sekolah-sekolah, sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan di sekolah. Selain bisa untuk mushola atau masjid, musolatorium juga dapat digunakan sebagai medium peraga pendidikan bagi anak-anak sekolah.

"Kalau musolatorium yang ada di sini, mudah-mudahan kehadirannya ini bisa menjadi daya tarik eduwisata di Kampung Areng, yang tujuan akhirnya adalah untuk pemberdayaan masyarakat sekitar," tuturnya. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Science lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Latest News
Muhammadiyah Minta Pemerintah Usut Tuntas Kematian Randi dan Yusuf Kardawi

Muhammadiyah Minta Pemerintah Usut Tuntas Kematian Randi dan Yusuf Kardawi

Kamis, 12 Dec 2019 23:17

Indeks Kerukunan Beragama di Aceh Terburuk, DPRA: Ini Pelecahan

Indeks Kerukunan Beragama di Aceh Terburuk, DPRA: Ini Pelecahan

Kamis, 12 Dec 2019 22:12

GNA Peringatkan Kemungkinan Pasukan Haftar Bisa Rebut Tripoli dengan Bantuan Rusia

GNA Peringatkan Kemungkinan Pasukan Haftar Bisa Rebut Tripoli dengan Bantuan Rusia

Kamis, 12 Dec 2019 21:50

Limbah Bikin Warga Pusing dan Mual, DSKS Minta PT RUM Ditutup

Limbah Bikin Warga Pusing dan Mual, DSKS Minta PT RUM Ditutup

Kamis, 12 Dec 2019 21:40

Terkait Bantahan Genosida Myanmar, Pengungsi Rohingya: Suu Kyi Berbohong

Terkait Bantahan Genosida Myanmar, Pengungsi Rohingya: Suu Kyi Berbohong

Kamis, 12 Dec 2019 21:36

Ini Pesan Menpora kepada Peserta Muktamar KAMMI

Ini Pesan Menpora kepada Peserta Muktamar KAMMI

Kamis, 12 Dec 2019 21:08

Nilai Perusahaan Minyak Saudi Aramco Capai Lebih dari 2 Trilyun USD

Nilai Perusahaan Minyak Saudi Aramco Capai Lebih dari 2 Trilyun USD

Kamis, 12 Dec 2019 21:00

Inilah 3 Waktu Terbaik Menasehati Anak

Inilah 3 Waktu Terbaik Menasehati Anak

Kamis, 12 Dec 2019 20:48

Refleksi Akhir Tahun 2019, Cukupkah Hanya Mengganti Rezim?

Refleksi Akhir Tahun 2019, Cukupkah Hanya Mengganti Rezim?

Kamis, 12 Dec 2019 20:34

Israel Tangkap Beberapa Pimpinan Hamas di Hebron Tepi Barat

Israel Tangkap Beberapa Pimpinan Hamas di Hebron Tepi Barat

Kamis, 12 Dec 2019 18:59

Pejuang Oposisi Tewaskan 20 Pasukan Assad dalam Serangan Kejutan di Idlib

Pejuang Oposisi Tewaskan 20 Pasukan Assad dalam Serangan Kejutan di Idlib

Kamis, 12 Dec 2019 15:15

Turki Dapat Gunakan Cara Militer Untuk Bekukan Pengeboran Gas Ilegal di Perairan Siprus

Turki Dapat Gunakan Cara Militer Untuk Bekukan Pengeboran Gas Ilegal di Perairan Siprus

Kamis, 12 Dec 2019 14:10

Suka Mengolok-olok Umat Islam, Allah Hinakan Munafikin di Akhirat

Suka Mengolok-olok Umat Islam, Allah Hinakan Munafikin di Akhirat

Kamis, 12 Dec 2019 12:02

Jawaban Cerdas Siswa SMP dari Indonesia saat Debat LGBT di Norwegia

Jawaban Cerdas Siswa SMP dari Indonesia saat Debat LGBT di Norwegia

Rabu, 11 Dec 2019 21:56

MUI Apresiasi Masuknya RUU Perlindungan Ulama dan Guru Ngaji

MUI Apresiasi Masuknya RUU Perlindungan Ulama dan Guru Ngaji

Rabu, 11 Dec 2019 20:14

Wabup Aceh Utara Minta Seluruh Gampong Miliki Qanun Adat dan Reusam

Wabup Aceh Utara Minta Seluruh Gampong Miliki Qanun Adat dan Reusam

Rabu, 11 Dec 2019 19:53

Setelah Wapres, Kini Menag Sebut Radikalisme Menyusup PAUD

Setelah Wapres, Kini Menag Sebut Radikalisme Menyusup PAUD

Rabu, 11 Dec 2019 18:37

KH Tengku Zulkarnain kepada Jokowi: Film Dilan Dikomentari, Masak Kasus Penghinaan Agama Tidak

KH Tengku Zulkarnain kepada Jokowi: Film Dilan Dikomentari, Masak Kasus Penghinaan Agama Tidak

Rabu, 11 Dec 2019 17:21

Mantan Anggota Intelijen AS Bantu UEA Bangun Unit Mata-mata Rahasia Kontroversial

Mantan Anggota Intelijen AS Bantu UEA Bangun Unit Mata-mata Rahasia Kontroversial

Rabu, 11 Dec 2019 15:15

FPKS Minta PGN Serius Wujudkan Target 30 Juta Sambungan Gas

FPKS Minta PGN Serius Wujudkan Target 30 Juta Sambungan Gas

Rabu, 11 Dec 2019 14:46


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X