Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.582 views

Musholatorium; Masjid Sekaligus Planetarium

KABUPATEN BANDUNG (voa-islam.com) - Tiga orang pekerja sibuk memasang lantai berbahan kayu di sebuah bangunan berkubah. Pada akhir pekan ini, bangunan model geodesic dome dengan pondasi berbentuk segi 10 itu direncanakan bakal diresmikan oleh Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaludin.

Oleh pemiliknya, Hendro Setyanto (43), bangunan itu dinamakan sebagai musholatorium, yakni Masjid Kubah Bentang An-Najm yang sekaligus bisa difungsikan untuk planetarium. Dengan modal sekitar Rp 600 juta yang kebanyakan berasal dari sumbangan, bangunan itu nyaris beres sejak mulai dirintis pada tiga tahun lalu.

"Kenapa musholatorium, karena konsep awalnya adalah musala atau masjid. Kalau mau membangun masjid kan biasanya mudah dapat sumbangan. Kemudian mau dinamakan masjidtorium, kok terdengar enggak enak," kata Hendro, terdengar bercanda tapi dengan mimik serius, di rumahnya, Kampung Areng RT 2 RW 12, Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin, 30 Oktober 2017.

Sebagai ahli astronomi yang menggagas komunitas Imah Noong untuk mewadahi para astronom amatir, dia mengisahkan, ide pendirian musholatorium bermula ketika para peneliti dari Badan Hisab-Rukyat Jawa Barat berkunjung ke Imah Noong di rumahnya. Para peneliti itu menanyakan keberadaan masjid terdekat kepada Hendro.

"Karena lokasinya terbatas, saya harus bikin konsep yang berbeda. Akhirnya, lahirlah konsep masjid planetarium. Saya menggagas konsep itu, dibantu oleh teman-teman dari arsitek Institut Teknologi Bandung untuk perencanaan desainnya. Khusus model kubahnya memang dari saya, biar enggak sama seperti masjid pada umumnya," ucapnya.

 

Melengkapi observatorium

Kehadiran musholatorium di Imah Noong itu melengkapi dua observatorium sederhana yang dibuat Hendro pada beberapa tahun lalu. Di Jabar, dia meyakini bahwa musholatorium itu adalah planetarium yang pertama. Soalnya, planetarium di Indonesia hanya ada lima tempat, yakni dua di Jakarta, lalu di Yogyakarta, Surabaya, dan Tenggarong.

"Dibandingkan planetarium lain, ini yang paling murah dan paling kecil. Diameternya hanya 6 meter, tapi cukup untuk menampung 40 orang. Sejak Ramadan kemarin, musolatorium ini juga sudah dipakai untuk solat berjamaah. Ada tempat khusus buat imam, jadi bentuknya enggak persis setengah lingkaran," tutur lulusan pria yang meraih gelar sarjana dan master astronomi dari ITB itu seperti dikutip dari pikiran-rakyat.com.

Menurut dia, yang membuat mahal pembuatan planetarium ialah pembangunan kubah dan penggunaan proyektornya. Proyektor buat musholatorium dipesan khusus dari Jepang, dengan lensa dari Rusia. "Awalnya saya ingin bikin proyektor sendiri, tapi beberapa kali uji coba itu gagal terus," akunya.

Sebelum diresmikan pada 5 November 2017, Hendro menyatakan bahwa uji coba penayangan film astronomi sudah dilakukan sampai 10 kali dalam sepekan terakhir ini. Uji coba penayangan film itu melibatkan anak-anak di sekitar Kampung Areng serta para pegiat astronomi. Dari uji coba musholatorium itu, dia mengakui masih diperlukan sejumlah penyempurnaan.

"Masukannya itu terutama dari sisi konten, karena film yang dipakai menggunakan bahasa Inggris. Kami lagi mempertimbangkan untuk di-dubbing dan sudah ada yang membantu buat jadi dubber-nya. Kemudian, di dalam itu ternyata gerah kalau ada banyak orang, padahal sudah ada ventilasinya. Jadi, perlu ada penghisap (blower) buat solusinya. Kalau malam sih enggak terasa gerah, karena di sini kan dingin," tuturnya.

 

Butuh film khusus

Film yang diputar di planetarium, terang dia, juga tidak mudah diperoleh, karena diperlukan film khusus buat diputar pada media yang berbentuk kubah. Sementara ini, Hendro baru memiliki 7 film untuk diputar, di antaranya ialah 3 film panjang berdurasi lebih dari 20 menit. Walaupun film-film itu dia peroleh dengan mengunduh secara gratis, prosesnya tidak dilakukan dengan mudah.

"Enggak sembarangan film bisa diputar di planetarium. Namun, kalau dulu planetarium dimanfaatkan untuk memutar film khusus bertema astronomi, maka seiring dengan perkembangan media digital sekarang ini film dengan tema lainnya, seperti pendidikan atau biologi, juga bisa diputar di planetarium," ucapnya.

Ke depan, dia berharap, konsep musolatorium dapat digunakan di sekolah-sekolah, sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan di sekolah. Selain bisa untuk mushola atau masjid, musolatorium juga dapat digunakan sebagai medium peraga pendidikan bagi anak-anak sekolah.

"Kalau musolatorium yang ada di sini, mudah-mudahan kehadirannya ini bisa menjadi daya tarik eduwisata di Kampung Areng, yang tujuan akhirnya adalah untuk pemberdayaan masyarakat sekitar," tuturnya. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Science lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga di pelosok Polokarto Sukoharjo yang masih minim dakwah ini sangat haus terhadap pengajian dan pembinaan Dinul Islam. Ayo bantu wakaf, pahalanya terus mengalir berlipat-lipat tak terbatas...

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Bencana Palu adalah Derita Kita Semua. Relawan IDC bekerja sama dengan PDUI menerjunkan relawan, dai motivator dan tim medis....

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Bila cinta Allah sudah melekat, tak ada yang bisa menghalangi amal infak. Wakaf mobil bagi driver gojek motor pun menjadi ringan. Semoga Allah memberkahi dan menggantinya dengan yang lebih baik....

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Wakaf tidak menghabiskan harta, justru mengekalkan harta. Pahalanya terus mengalir tak terbatas usia, manfaatnya dirasakan umat seluas-luasnya dari generasi ke generasi...

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

Relawan IDC Solo Raya menyerahkan wakaf sepeda motor kepada Ustadz Sriyono untuk menunjang aktifitas dakwah di tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau di lereng Gunung Lawu...

Latest News
Rusia Klaim Tewaskan 88.000 Pejuang Oposisi sejak Mulai Intervensi di Suriah 2015

Rusia Klaim Tewaskan 88.000 Pejuang Oposisi sejak Mulai Intervensi di Suriah 2015

Sabtu, 20 Oct 2018 18:16

Serangan Udara Koalisi Pimpinan AS Tewaskan 30 Lebih Warga Sipil di Deir Al-ZOr

Serangan Udara Koalisi Pimpinan AS Tewaskan 30 Lebih Warga Sipil di Deir Al-ZOr

Sabtu, 20 Oct 2018 17:15

Saudi Pecat Jenderal Tingkat Atas Setelah Akui Khashoggi Tewas di Konsulat Istanbul

Saudi Pecat Jenderal Tingkat Atas Setelah Akui Khashoggi Tewas di Konsulat Istanbul

Sabtu, 20 Oct 2018 16:15

Jumlah LGBT di Tasikmalaya Ribuan, Almumtaz Serukan Masyarakat dan Aparat Aktif Penanganan

Jumlah LGBT di Tasikmalaya Ribuan, Almumtaz Serukan Masyarakat dan Aparat Aktif Penanganan

Sabtu, 20 Oct 2018 15:32

Dosa Sebab Datangnya Bencana

Dosa Sebab Datangnya Bencana

Sabtu, 20 Oct 2018 14:42

GNPF Ulama Bogor Ajak Waspadai LGBT

GNPF Ulama Bogor Ajak Waspadai LGBT

Sabtu, 20 Oct 2018 12:30

Bertahan dari terjangan Lumpur Liquifaksi, Asmudin Kehilangan Cucu Kembar

Bertahan dari terjangan Lumpur Liquifaksi, Asmudin Kehilangan Cucu Kembar

Sabtu, 20 Oct 2018 12:21

Tak Ingin Kena Azab Bencana, FPI Banyuwangi Tolak Festival Gandrung Sewu

Tak Ingin Kena Azab Bencana, FPI Banyuwangi Tolak Festival Gandrung Sewu

Sabtu, 20 Oct 2018 10:47

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Sabtu, 20 Oct 2018 06:16

Women Empowering, Ilusi Kapitalisme untuk Perempuan agar Berdaya?

Women Empowering, Ilusi Kapitalisme untuk Perempuan agar Berdaya?

Jum'at, 19 Oct 2018 23:48

Penyelidik Turki Periksa Hutan Belgrad di Istanbul Terkait Lenyapnya Jamal Khashoggi

Penyelidik Turki Periksa Hutan Belgrad di Istanbul Terkait Lenyapnya Jamal Khashoggi

Jum'at, 19 Oct 2018 21:05

Pejuang Oposisi Serang Wilayah yang Dikuasai Pasukan Pemerintah di Kota Alppo

Pejuang Oposisi Serang Wilayah yang Dikuasai Pasukan Pemerintah di Kota Alppo

Jum'at, 19 Oct 2018 20:45

LPPOM MUI Kembali Gelar Pameran Halal Internasional di Smesco

LPPOM MUI Kembali Gelar Pameran Halal Internasional di Smesco

Jum'at, 19 Oct 2018 20:39

Ulama Terkemuka Inggris Syaikh Anjem Choudary Dibebaskan dari Penjara

Ulama Terkemuka Inggris Syaikh Anjem Choudary Dibebaskan dari Penjara

Jum'at, 19 Oct 2018 16:15

Sesat Pikir Intoleransi

Sesat Pikir Intoleransi

Jum'at, 19 Oct 2018 14:39

Sempat Masuk Ke Dalam Tanah yang Terbelah, Ini Cerita Korban Gempa di Balaroa

Sempat Masuk Ke Dalam Tanah yang Terbelah, Ini Cerita Korban Gempa di Balaroa

Jum'at, 19 Oct 2018 14:18

Relatif Kondusif Dua Pekan Pasca Gempa Palu, Insiden Jarah Sempat Terjadi di Pelabuhan

Relatif Kondusif Dua Pekan Pasca Gempa Palu, Insiden Jarah Sempat Terjadi di Pelabuhan

Jum'at, 19 Oct 2018 14:02

Mengenal Titik Kritis Kehalalan Biskuit

Mengenal Titik Kritis Kehalalan Biskuit

Jum'at, 19 Oct 2018 10:17

Racun LGBT Ancam Generasi

Racun LGBT Ancam Generasi

Jum'at, 19 Oct 2018 09:56

Indonesia Darurat Maksiat, Saatnya Bertobat

Indonesia Darurat Maksiat, Saatnya Bertobat

Jum'at, 19 Oct 2018 00:07


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X