Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.890 views

Ilmui Gempa, Kuatkan Iman

 

Oleh:

Taufik Hidayat

 

PADA 30 September 2009 pukul 17:16:09 WIB seluruh wilayah Sumatera Barat merasakan guncangan gempabumi yang sangat kuat, guncangan yang disebabkan oleh gempabumi tersebut juga dirasakan di kota-kota Sumatera lainnya, bahkan guncangan tersebut terasa sampai ke Singapura, Malaysia, Thailand dan juga di Jakarta dengan intensitas III MMI. Gempa bumi dengan kekuatan 7.9 SR dengan kedalaman 71 km dan pusat gempa pada 0.84 LS – 99.65 BT ini kurang lebih sekitar 57 Km Barat Daya Pariaman, Sumatera Barat, gempa ini telah memporak-porandakan hampir seluruh wilayah Sumatera Barat khususnya wilayah pantai Barat Sumbar. 

Pada 26 Desember 2004, saat dunia tengah bersiap berganti nominal tahun, tsunami dahsyat menerjang Aceh. Bencana yang kemudian didaulat sebagai salah satu yang terhebat di abad 21 ini dimulai dari gempa 9,1 SR di Samudra Hindia. Meganya besaran gempa memicu gelombang tsunami yang menghantam Aceh, Thailand, Sri Lanka, India, Maladewa, dan pesisir timur Afrika. Tsunami menggelontorkan jutaan liter air laut ke darat dan diperkirakan memakan korban hingga 280 ribu jiwa. Aceh menjadi wilayah paling teruk dengan korban lebih dari 200 ribu jiwa. 

Setelah membaca dua berita diatas, apakah gempa hanya menimbulkan kerusakan? Kenapa gempa mesti terjadi? Apa manfaatnya gempa? Berikut ini beberapa ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang gempa:

Q.S. An-Naba’: 7 (Gempa dan Gunung)

وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا

“Dan gunung-gunung sebagai pasak?”

Bumi sebagai makhluk Allah yang ditugaskan untuk bergerak perlahan, terkadang “lupa”. Akibatnya, gerakannya tiba-tiba tersentak dan dipercepat sehingga terjadilah gempa bumi yang merusak tatanan harmonisasi normal. Manusia pun turut “terusik”, sehingga timbul kecelakaan bahkan kematian. Namun, hal tersebut sesungguhnya merupakan kehendak Allah juga.           

Gempa sebenarnya juga merupakan kebutuhan bumi dan manusia. Lewat gempa, bumi melepaskan energinya secara teratur setiap saat. Gempa yang terjadi setiap saat berskala relatif kecil, sekitar 4-5 skala richter. Bayangkan jika gempa tidak dicicil, namun terjadi secara sekaligus. Bisa dibayangkan bagaimana penghuni bumi akan musnah. Jadi, gempa sebagai bagian proses penghamparan bumi secara umur sebenarnya juga terjadi dengan “lembut”. 

Selanjutnya, pada Q.S. An-Naba’: 7, gunung-gunung disebut sebagai “pasak”. Penyebutan tersebut bisa dijelaskan dengan sains modern. Dalam teori tektonik lempeng, gunung api yang terbentuk sepanjang punggung jalur subduksi berfungsi sebagai pasak/paku raksasa. Paku ini mengerem laju litosfer agar tidak terlalu cepat berjalan sehingga berpotensi menimbulkan guncangan yang sangat kuat. Pasak gunung tersebut berupa jalur magma sepanjang cekungan busur belakang (back arc basin). Cekungan di sepanjang perbatasan lempeng benua dan samudra ini menonjol jauh diatas permukaan membentuk jalur pegunungan dan gunung api.           

Gunung sebagai pasak kadang kala tidak mampu menahan tekanan litosfer yang super besar. Dalam kondisi tersebut, material didalam gunung tersebut akan dimuntahkan sebagai aliran lava ke permukaan bumi. Muntahan ini hanya dikeluarkan gunung api aktif sebagai harmonisasi agar terbentuk keseimbangan material yang baru. Jadi, meletusnya gunung pun merupakan kebutuhan. Jika tidak meletus, gunung akan menciptakan gempa-gempa baru.           

Disisi lain, ketika gunung meletus, seluruh vegetasi disekitarnya menjadi subur. Berbagai jenis material berharga juga keluar & dihamparkan untuk digunakan. Muntahan lava dan aktivitas gunung api tersebut benar-benar memberikan berkah dalam bentuk aneka mineral. Besi, tembaga, emas, perak, perunggu, dsb., dimuntahkan gunung api untuk kesejahteraan manusia.           

Jadi, sesungguhnya aktivitas gunung api tersebut semata-mata agar manusia dapat memetik berkah Allah SWT.. Akan tetapi, untuk mendapatkan berkah Allah harus dilakukan dengan ilmu pengetahuan. Dengan pengetahuanlah manusia mampu menggali berkah tersebut. Karena itu, manusia harus mengetahui zonasi aktivitas gunung api agar tidak seperti “semut mati di lumbung gula” atau “tikus mati di lumbung padi”. Dengan kecerdasannya, manusia dapat menggunakan moto “ada gula, ada semut”. Manusia dapat melaksanakan mineral-mineral gunung api sebagai berkah besar dari Allah, dengan tetap menjaga keselamatannya. 

      Q.S. Al-Zalzalah (Gempa dan Kiamat)

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا (1) وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا (2) وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا (3) يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا (4) بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا (5)

“1) Apabila bumi digoncangkan dengan guncangan (yang dahsyat),                                   

  2) Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,

  3) Dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”,

  4) Pada hari itu bumi menceritakan beritanya,

  5) Karena sesungguhnya Tuhan mu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.”           

Gempa umumnya terjadi karena proses pertumbuhan dan pelumatan lempeng lewat mekanisme tektonik lempeng. Kepulauan Indonesia duduk disepanjang pertemuan tiga lempeng (triple junction) yang terus tumbuh berdesakan. Lempeng tersebut adalah Lempeng Pasifik, Indo-Australia, dan Eurasia. Desakan ini menimbun energy stress (tekanan) di pertemuan lempeng-lempeng tersebut. Karena itu, potensi gempa di negeri ini sangat tinggi.           

Gempa ibarat seorang wanita yang hendak melahirkan. Kontraksinya sudah sangat kuat, sewaktu-waktu si jabang bayi akan keluar tapi kita tidak tahu persis kapan keluarnya. Para ahli seismologi telah mendeteksi tingginya stress di zona subduksi (penumjaman lempeng) sepanjang Sumatera dan Jawa sebelum gempa Nias (2005), Yogyakarta (2005), dan Padang (2006). Namun, mereka tetap tidak mampu memastikan bulan, pekan apalagi tanggal kejadian gempanya.           

Meski belum bisa diperkirakan, besarnya magnitudo gempa dapat diukur dengan seismograf, yang dinyatakan dalam skala richter. Magnitudo gempa tektonik umumnya diatas 7 skala richter (SR). Gempa vulkanik antara 5-7 SR. Gempa ini disebabkan gerakan magma ke permukaan menjelang meletusnya gunung berapi. Gempa lokal, karena longsoran atau runtuhan tebing, biasanya dibawa 5 SR. 

Intensitas kerusakan gempa dinyatakan dalam skala Mercalli. Intensitas ini bergantung pada jarak dan kedalaman suatu wilayah dari pusat gempa. Skala I (instrumental) hanya bisa dideteksi seismograf. Skala V (kuat) bisa dirasakan semua orang, barang-barang berjatuhan, pintu maupun jendela rusak. Padas kala tertinggi, yaitu XII (kataklismik), terjadi kehancuran total, benda-benda terlempar ke udara dan permukaan tanah tampak bergelombang. Gempa diatas 7 SR biasanya menimbulkan kerusakan diatas skala VIII Mercalli. 

Ayat pertama Q.S. Al-Zalzalah bukan memberitakan gempa biasa. Yang dimaksud dengan zulzilat menurut Ibnu Abbas adalah digoncangkan dari dasar bumi. Setelah itu, tidak akan pernah ada lagi guncangan. Dengan kata lain, guncangan yang diceritakan adalah peristiwa hari kiamat. 

Gempa pada saat kiamat berbeda dengan gempa yang pernah kita rasakan. Pada gempa bumi yang terjadi sekarang, yang berguncang hanyalah lapisan kulit bumi. Akan tetapi, pada hari Kiamat nanti, bumi akan diguncangkan seguncang-guncangnya. Tidak akan terukur oleh skala mana pun. Saat itu, bumi akan mengeluarkan beban-beban beratnya. Bukan hanya lapisan kulit bumi saja, “selimut bumi (lapisan mantel)” dan “inti bumi” pun akan ikut dimuntahkan. 

Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Q.S. Al-Insyiqaq: 3-4 (“Dan apabila bumi dikempeskan, dan melemparkan segala yang didalamnya sampai kosong!”). Hal tersebut dapat saja terjadi namun belum diketahui mekanisme apa yang mampu memuntahkan mantel, apalagi inti, sampai ke permukaan bumi. 

Mekanisme gempa yang mungkin terjadi ketika kiamat adalah percepat pergerakan lempeng. Lempeng-lempeng dimuka bumi saat ini bergerak dengan kecepatan 7-12 cm per tahun. Gempa-gempa besar sekalipun seperti di Aceh tahun 2004 lalu terjadi karena pergerakan lempeng dengan kecepatan tersebut. Apa gerangan yang bakal terjadi jika pergerakan tersebut lebih dipercepat lagi? 

Bagaimana percepatan tersebut mungkin terjadi? Konveksi di mantel yang menggerakkan lempeng-lempeng tektonik mungkin saja berjalan lebih cepat. Suhu inti bumi bisa saja meningkat tajam sehingga material mantel memanas dan memutar konveksi lebih cepat. Bagaimana suhu inti bumi dapat melonjak, belum dapat dijelaskan. Mungkin saja, akan ada peningkatan aktivitas matahari dan radiasi partikel-partikelnya ke bumi sehingga suhu inti bumi melonjak. 

Hal lain yang menarik dari surah ini adalah pernyataan ayat (4) bahwa ketika gempa, bumi “mengabarkan beritanya”. Para ahli seismologi memang mendapat banyak sekali informasi mengenai bumi dari gelombang gempa. Model bumi yang berlapis-lapis mulai kerak sampai inti lahir dari penafsiran atas perbedaan cepat rambat gelombang gempa. Sifat-sifat masing-masing lapisan pun ditafsirkan berdasarkan perbedaan cepat rambat tersebut. 

Yang jelas, gempa jangan dilupakan manfaatnya. Mekanisme tektonik lempeng membentuk basin (cekungan) dibagian back arc, yaitu dibalik zona subduksi (penumjaman lempeng). Basin ini menjadi tempat penimbunan sedimen yang menjadi batuan reservoar minyak bumi dan gas alam. Gaya-gaya tektonik juga membentuk struktur patahan dan lipatan yang memerangkap minyak bumi atau gas di satu tempat. Bahkan, gempa mendorong minyak mengisi struktur terperangkap tersebut. 

Selain minyak dan gas alam, tektonik lempeng juga mendorong beraneka mineral keluar dari perut bumi. Di lautan, mineral yang terbentuk di rekahan tengah samudera umumnya berada disebelah kiri sistem atau tabel periodik unsur-unsur kimia. Rekahan tersebut terjadi akibat pergerakan divergen lempeng. Sementara di daratan, mineral yang terbentuk dari letusan gunung api, umumnya berada disebelah kanan sistem atau tabel periodik unsur-unsur kimia. 

Gempa memang harus dipandang dengan ilmu dan iman. Dengan ilmu, manusia dapat memahami bagaimana peristiwa gempa terjadi, apa penyebabnya, apa kerusakan dan manfaat yang dibawanya, serta bagaimana memanfaatkannya. Sementara dengan iman, manusia dapat meresapi kemahabesaran Allah dalam peristiwa gempa, menyadari kelemahan dirinya, agar dapat mempersiapkan diri menuju kampung akhirat kelak. Wallahu a’lam bish showab. 

Referensi:

Tim Tafsir Salman ITB., 2014. Tafsir Salman ITB. Bandung: Mizan Pustaka

www.sumbarprov.go.id

www.nationalgeographic.co.id

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Science lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Yordania Cabut Larangan Shalat Jum'at Menyusul Penurunan Kasus Infeksi COVID-19

Yordania Cabut Larangan Shalat Jum'at Menyusul Penurunan Kasus Infeksi COVID-19

Selasa, 20 Apr 2021 21:45

Parlemen Pakistan Adakan Sesi Debat Apakah Akan Mengusir Dubes Prancis Dari Islamabad

Parlemen Pakistan Adakan Sesi Debat Apakah Akan Mengusir Dubes Prancis Dari Islamabad

Selasa, 20 Apr 2021 21:10

Presiden Chad Idris Deby Tewas Setelah Perangi Pemberontak Di Garis Depan

Presiden Chad Idris Deby Tewas Setelah Perangi Pemberontak Di Garis Depan

Selasa, 20 Apr 2021 20:40

Persis Desak Polri Tangkap Joseph Paul Zhang yang Diduga Menista Islam

Persis Desak Polri Tangkap Joseph Paul Zhang yang Diduga Menista Islam

Selasa, 20 Apr 2021 11:55

Adara Salurkan Bantuan Langsung Untuk Pengungsi Palestina di Libanon

Adara Salurkan Bantuan Langsung Untuk Pengungsi Palestina di Libanon

Selasa, 20 Apr 2021 11:11

Jadikan Rumahmu Kiblat

Jadikan Rumahmu Kiblat

Senin, 19 Apr 2021 21:36

Shalat Tarawih (Bagian Dua)

Shalat Tarawih (Bagian Dua)

Senin, 19 Apr 2021 21:28

Pensiunan Kolonel Militer Israel Sebut Sistem Pertahanan Iron Dome Tidak Dapat Diandalkan

Pensiunan Kolonel Militer Israel Sebut Sistem Pertahanan Iron Dome Tidak Dapat Diandalkan

Senin, 19 Apr 2021 19:30

Hamas: Perjuangan Akan Terus Berlanjut Sampai Pembebasan Penuh Al-Aqsa Dari Musuh Zionis

Hamas: Perjuangan Akan Terus Berlanjut Sampai Pembebasan Penuh Al-Aqsa Dari Musuh Zionis

Senin, 19 Apr 2021 19:10

Mengganti Shalat Tarawih dengan Tahajjud, Bolehkah?

Mengganti Shalat Tarawih dengan Tahajjud, Bolehkah?

Senin, 19 Apr 2021 17:12

Kerumunan Maulid Nabi Muhammad Bukan Tindak Pidana

Kerumunan Maulid Nabi Muhammad Bukan Tindak Pidana

Senin, 19 Apr 2021 15:36

TLP Bebaskan 11 Polisi Yang Mereka Sandera Selama Protes Anti-Prancis Di Lahore

TLP Bebaskan 11 Polisi Yang Mereka Sandera Selama Protes Anti-Prancis Di Lahore

Senin, 19 Apr 2021 13:35

Manuver Poros Umat, Akankah Digdaya?

Manuver Poros Umat, Akankah Digdaya?

Senin, 19 Apr 2021 13:00

Syaikh Bin Bazz: Qunut Witir Boleh Setiap Malam

Syaikh Bin Bazz: Qunut Witir Boleh Setiap Malam

Senin, 19 Apr 2021 11:17

Mencintai Allah

Mencintai Allah

Ahad, 18 Apr 2021 23:07

Jazuli Juwaini Minta Aparat Segera Tangkap Joseph Paul Zhang

Jazuli Juwaini Minta Aparat Segera Tangkap Joseph Paul Zhang

Ahad, 18 Apr 2021 22:37

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Ahad, 18 Apr 2021 22:30

Hari-hari yang Diharamkan Berpuasa dan Rukun Puasa

Hari-hari yang Diharamkan Berpuasa dan Rukun Puasa

Ahad, 18 Apr 2021 22:24

Dewan Da'wah Bantu Warga Terdampak Banjir Bima

Dewan Da'wah Bantu Warga Terdampak Banjir Bima

Ahad, 18 Apr 2021 22:20

Kelompok Sayap Kanan Denmark Instruksikan Pengungsi Untuk 'Pulang Ke Suriah Yang Cerah'

Kelompok Sayap Kanan Denmark Instruksikan Pengungsi Untuk 'Pulang Ke Suriah Yang Cerah'

Ahad, 18 Apr 2021 22:05


MUI

Must Read!
X