Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.515 views

Aku Cemburu Pada Mereka Berdua (Bagian 1)

Setelah sekian lama majalah Tawazun edisi 8 dan 9 (tahun 2006-2007) itu nongkrong di atas meja saya (berdampingan dengan Kimia Chang, Kalkulus Purcell, dan komik-komik... ups), akhirnya kemarin majalah itu saya gotong ke atas tempat tidur untuk diteliti. Artikel yang pertama kali saya baca (setelah komik “Si Ajun” tentunya ^^) adalah cerpen yang direkomendasikan oleh teteh yang juga merekomendasikan majalah itu kepada saya. Cerpen itu berjudul “I’m Jealous”.

“Aku Cemburu”? Eits, ini bukan kisah kasih-kasihan dua insan yang dimabuk asmara (halah), ya. Karena kecemburuan di sini begitu indah dan begitu menggugah. Bukan picisan yang melibatkan sejumlah konspirasi (disiram air keras lah, difitnah hamil diluar nikah lah... sinetron banget ya?), melainkan sebuah kisah yang membuat kita benar-benar digelorakan oleh luapan cemburu. Ya, cemburu untuk segera menjumpai-Nya dalam keridhaan-Nya.

Penulis cerpen ini terinspirasi oleh kisah nyata wafatnya sosok ‘Mas Gagah’ Elektro ITB angkatan 2001. ‘Mas Gagah’? Ya, siapa lagi kalau bukan Mas Sigit Firmansyah. Mas Sigit yang kisah wafatnya, meski sudah berlalu sekian lama, tetap turun temurun diceritakan kepada adik-adik mentor (termasuk kita-kita ini 2008). Tidak, teteh mentor yang menceritakannya tidak berwajah sedih atau berduka, tetapi berwajah kagum dan “kabita”. Cemburu. Ya, wajar saja. Siapa yang tidak?

***

Beliau adalah sosok aktivis segala. Di jurusannya, di Kabinet Mahasiswa, di kegiatan mentoring... pokoknya aktivis banget, deh. Tapi, amanah kampus yang segunung itu tidak menghalangi amanahnya untuk tetap berbakti kepada kedua orang tua (aduh, kesindir). Beliau adalah anak kesayangan kedua orang tuanya. Ibundanya berkata, “Sigit itu sama dengan ayahnya. Orangnya baik. Mereka sama-sama ndak suka kalau lihat orang ngomongin orang lain (ghibah). Kalau ada orang yang seperti itu pasti diingatkan: ‘Jangan bilang gitu, nggak baik.’ Sigit itu kalau pulang, sukanya tadarusan (tilawah) terus. Di tasnya selalu ada Al-Qur’an kecil, ke mana pun dia pergi. Dia itu selalu shalat tahajjud, nggak pernah absen. Kalau dia nggak dibangunin untuk shalat tahajjud, dia akan marah dan bilang: ‘Kok saya nggak dibangunin sih?’ Dia suka ngasih petuah sama kakak-kakaknya, meski dia anak paling kecil. Hampir tiap hari Sigit ngirim SMS yang isinya petuah. Ayahnya Sigit sejak Sigit masih kecil sampai dewasa, sayaang sekali sama Sigit. Sampai-sampai kalau Sigit mau pulang, ayahnya sendiri yang menyiapkan dan merapikan kamar Sigit. Kasurnya saja sampai dijemur segala. Begitu dekatnya kedua bapak-anak itu, dan ternyata mereka pun meninggal bersama-sama...”

Ya, Mas Sigit yang subhanallah itu meninggal bersama ayahnya tepat menjelang Idul Fithri, tanggal 27 Ramadhan 1425 H. Tepat ketika maghfirah-Nya mencurah di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Dan tepat ketika beliau baru saja dalam perjalanan menuju rumahnya. Subhanallah...

Tidak ada yang menduganya, karena tidak ada yang tahu kapan seseorang menjemput ajalnya kecuali Sang Rabb. Hari itu tetap berlangsung seperti biasa. Percakapan-percakapan yang ringan mengantarnya ketika ia hendak berangkat menuju stasiun. Obrolan macam “Bawain oleh-oleh, ya!” ditanggapinya dengan ucapan, “Siip! Insya Allah, kalau masih diberi kesempatan balik lagi ke Bandung. Tapi kalau nggak, jangan ditagih di akhirat, ya?! He he he...” Ah, betapa tidak ada yang pasti di dunia ini...

Malam itu beliau berangkat bersama salah seorang kawannya, Tomy, dengan kereta api yang berangkat ba’da Isya. Rencananya, beliau akan tiba di stasiun Tegal pukul 02.00. Sebelumnya, beliau telah menelepon ibundanya, mengabarkan bahwa beliau sudah kangen ingin sahur bersama keluarga. Setelah berpamitan dengan teman-teman satu kost-nya, saling meminta maaf dalam suasana haru-biru Lebaran dan indahnya ukhuwah, beliau dan Tomy berangkat.

Seperti biasanya penumpang kereta malam, waktu di dalam kereta tentunya dihabiskan orang-orang dalam satu aktivitas berjama’ah paling kompak: tidur. Tomy pun ikut tertidur. Yah, mau apa lagi? Kereta padat gara-gara arus mudik begini sih mana bisa dipakai jalan mondar-mandir? Tapi Mas Sigit ini, alih-alih tertidur, malah asyik melantunkan bait-bait syahdu firman-Nya. Ya, beliau begitu gigih mengejar keutamaan Ramadhan, tak ingin kalah dengan sahabat-sahabatnya yang beri’tikaf di masjid kampus tercinta atau masjid yang bacaan shalat qiyamul lail-nya tiga juz.

Begitulah... beliau tak bosan-bosannya berdialog dengan Sang Rabb, hingga akhirnya waktu menunjukkan pukul 23.00, beliau meraih benda kecil lain dari sakunya. Bukan mushaf, namun sebuah handphone. Ya, beliau mengetik baris-baris SMS yang kemudian dikirimkannya kepada salah seorang kawan...
Aslmkm. Akh, ‘afwan.. sudah tidur? Lagi i’tikaf ya? Dimana? Subhanallaah.. Saya sedang di kereta nih, mau mudik ke Brebes. Oh ya, gimana da’wah himpunan dan LDD? Sementara, saya titip da’wah departemen yah?! InsyaAllah saya tetap pantau, kok. Syukran. Selamat i’tikaf :). Mohon maaf atas semua salah dan khilaf saya. Salam buat temen-temen yang lain. Wslmkm.

Ketika akhirnya kereta berhenti di stasiun Tegal, beliau membangunkan Tomy. Kemudian saling berjanji untuk mengunjungi pada hari Lebaran nanti. Berdua dengan sang ayah dari stasiun, keduanya mengendarai motor, melintasi jalan raya yang sepi. Tak disangka, kurang lebih pukul 02.30, sebuah truk menabrak motor yang dikendarai oleh bapak dan anak itu. Tak ada yang menolong. Pengendara truk pun terus menjalankan kendaraannya. Tabrak lari!

Ayah Mas Sigit langsung meninggal di tempat. Sedang Mas Sigit yang melihat ayahnya terkapar, segera mencari bantuan. Meski bersimbah darah, beliau tetap berjuang mencari pertolongan. Alhamdulillah, seorang tukang becak melihatnya. Tapi tak lama kemudian, Mas Sigit pun lunglai. Terlalu banyak darah yang keluar dari tubuhnya...

Ibunda Mas Sigit berkisah, “Saya sengaja menunggu suami dan anak saya untuk makan sahur. Karena saat di telepon, Sigit bilang dia mau makan sahur bersama keluarga. Sekian lama saya tunggu, ternyata mereka belum juga muncul. Pun saat mendekati waktu Subuh, mereka belum juga tiba di rumah. Akhirnya saya makan sahur sendiri, tanpa mereka. Kalau mereka betul-betul mau sahur di rumah, mestinya mereka sudah sampai jauh sebelum waktu Subuh. Saya mulai cemas, khawatir terjadi apa-apa pada suami dan anak saya. Saya hanya bisa berdo’a pada Allah, semoga Allah melindungi mereka,”

“Begitu saya tahu apa yang menimpa suami dan anak saya, maka saya langsung ke Rumah Sakit. Saya ke kamar mayat, dan di sana saya dapati suami saya sudah meninggal. Meski banyak darah yang keluar, namun tak ada bau amis tercium. Hanya wangi. Lalu saya ke ruang ICU. Saya dapati anak saya, Sigit, sudah dikasih alat bantu pernafasan. Saya hampiri dia, dan setelah saya cukup dekat dengannya, saya hanya sempat mendengarnya mengucapkan kata: ‘Allah...’ pelaaan sekali, dan dia langsung meninggal. Seolah dia hanya menunggu kedatangan saya untuk berpamitan dan kemudian meninggalkan saya selama-lamanya...”

Ah, saat sakaratul maut adalah saat tersulit yang akan dialami setiap insan. Tak semua orang mampu menyebut asma Allah di hembusan nafas terakhirnya. Tapi Mas Sigit ini bisa. Lagi-lagi tak ada kata yang patut kita ucapkan kecuali “Subhanallah...”

***

Saya tak pernah mengenal Mas Sigit sebelumnya, terlebih melihat wajahnya. Tapi kisah beliau ini selalu dapat membuat saya menangis. Bukan karena sedih atau duka, tapi seperti kata penulis kisah di majalah ini, karena “I’m jealous...” Ya, begitu cemburunya ingin bisa seperti beliau yang begitu dikasihi Allah. Begitu cemburunya ingin seperti beliau yang begitu indah sambutannya di penghujung hidupnya. Disambut bidadari-bidadari bermata indah yang tidak pernah disentuh sebelumnya oleh jin dan manusia. Ya, seperti yang pernah dikatakan oleh beliau sendiri:
”Surga hanya akan menemukan definisinya di hati para pejuang.”Allahua’lam bisshawab..
Saya sungguh sangat ingin menjadi pejuang seperti beliau...(Rajab 14.1430/Nadia Hana Soraya)
(Bersambung ke bagian 2)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Sudah 9 hari bayi Tazkia kritis terinfeksi toxoplasma. Sang ayah, Ustadz Yusron pengasuh pesantren Tahfizh Al-Qur'an Sukoharjo terbentur biaya yang sudah mencapai 31 juta rupiah...

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Mujahid Dakwah ini mengalami kecelakaan hebat: rahangnya bergeser harus dioperasi; bibir atas sobek hingga hidung; tulang pinggul retak. Ayo bantu supaya bisa beraktivitas dakwah lagi....

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Tak berselang lama setelah berikrar masuk Islam bersama seluruh keluarganya, Ganda Korwa wafat meninggalkan istri dan 6 anak yatim. Kondisi mereka sangat mengenaskan....

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Tanpa didampingi ayah-bunda, ia menahan perihnya tumor ganas. Daging tumor dengan luka menganga menutupi separo wajahnya. Studi di Pesantren pun tidak sanggup ditempuhnya sampai tamat....

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Latest News
Aliran Kepercayaan Bukan Agama

Aliran Kepercayaan Bukan Agama

Selasa, 21 Nov 2017 17:57

Kemenag Jateng Tegaskan Aliran Kepercayaan Bukan Agama

Kemenag Jateng Tegaskan Aliran Kepercayaan Bukan Agama

Selasa, 21 Nov 2017 17:24

Kronologis Umum dan Kronologis Kekerasan yang Diduga Dilakukan Polisi atas Warga Pulau Pari

Kronologis Umum dan Kronologis Kekerasan yang Diduga Dilakukan Polisi atas Warga Pulau Pari

Selasa, 21 Nov 2017 16:59

Warga Pulau Pari Diduga Dipukuli Aparat Kepolisian, Walhi: Kami Kutuk Keras

Warga Pulau Pari Diduga Dipukuli Aparat Kepolisian, Walhi: Kami Kutuk Keras

Selasa, 21 Nov 2017 14:59

Rina Nose

Rina Nose "HIDUNG PESEK" Dalam Sorotan

Selasa, 21 Nov 2017 12:35

Jangan Dikira Tidak Tahu Islam Itu Bebas dari Tuntutan

Jangan Dikira Tidak Tahu Islam Itu Bebas dari Tuntutan

Selasa, 21 Nov 2017 11:08

Umat Islam Surakarta Keluarkan Resolusi

Umat Islam Surakarta Keluarkan Resolusi

Selasa, 21 Nov 2017 10:20

Doa-doa Sesuai Jenis Hujan; Agar Muslim Peka Perubahan di Sekitarnya

Doa-doa Sesuai Jenis Hujan; Agar Muslim Peka Perubahan di Sekitarnya

Selasa, 21 Nov 2017 10:15

Bentak Alfian Tanjung, Jaksa Dikecam Pengunjung Sidang

Bentak Alfian Tanjung, Jaksa Dikecam Pengunjung Sidang

Selasa, 21 Nov 2017 10:05

Putusan MK Suburkan Aliran Sesat

Putusan MK Suburkan Aliran Sesat

Selasa, 21 Nov 2017 07:39

Setya Novanto Sengaja Dibidik, Skenario Bubarkan Golkar?

Setya Novanto Sengaja Dibidik, Skenario Bubarkan Golkar?

Selasa, 21 Nov 2017 04:51

Demi Selamatkan Uang Negara (PLN), Pemerintah Dituding Kelabui Rakyat

Demi Selamatkan Uang Negara (PLN), Pemerintah Dituding Kelabui Rakyat

Senin, 20 Nov 2017 23:27

Tidak Konstitusional, Mahkamah Agung Irak Batalkan Referendum Kemerdekaan Kurdi

Tidak Konstitusional, Mahkamah Agung Irak Batalkan Referendum Kemerdekaan Kurdi

Senin, 20 Nov 2017 22:18

Utang PLN hampir 200 Triliun, Pemerintah Berencana Hapus Pelanggan Listrik 900 VA

Utang PLN hampir 200 Triliun, Pemerintah Berencana Hapus Pelanggan Listrik 900 VA

Senin, 20 Nov 2017 21:27

Turki Tangkap 51 Mantan Guru Diduga Terkait Organisasi Teroris Fethullah

Turki Tangkap 51 Mantan Guru Diduga Terkait Organisasi Teroris Fethullah

Senin, 20 Nov 2017 21:26

Rencana Pemerintah Jokowi Ini Dianggap Terselubung dan Jahat kepada Rakyat

Rencana Pemerintah Jokowi Ini Dianggap Terselubung dan Jahat kepada Rakyat

Senin, 20 Nov 2017 19:27

Sukses Buru Setya Novanto, KPK Ditantang Buru Sumber Waras, Reklamasi, dan BLBI

Sukses Buru Setya Novanto, KPK Ditantang Buru Sumber Waras, Reklamasi, dan BLBI

Senin, 20 Nov 2017 17:27

Gratis KONSULTASI Dokter! Yuk Terapi Pengobatan ala Nabi di Rumah Sehat Taqiya

Gratis KONSULTASI Dokter! Yuk Terapi Pengobatan ala Nabi di Rumah Sehat Taqiya

Senin, 20 Nov 2017 15:31

Voa-Islam & Pikulbareng HADIRKAN Rumah Sehat TAQIYA di Bekasi

Voa-Islam & Pikulbareng HADIRKAN Rumah Sehat TAQIYA di Bekasi

Senin, 20 Nov 2017 15:30

Nasib Ekonomi Masyarakat Papua Dianggap Stagnan, DPR RI akan Audit Dana Otsus

Nasib Ekonomi Masyarakat Papua Dianggap Stagnan, DPR RI akan Audit Dana Otsus

Senin, 20 Nov 2017 15:27


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X