Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.734 views

Pendidikan Berkarakter Absurd; Mengapa Tidak Mencoba Pendidikan Islam?

Oleh: Meyra Kris Hartanti, SKM

Dunia pendidikan kembali dicederai dengan adanya kasus dugaan tindak asusila oleh salah satu petinggi universitas negeri ternama di Indonesia. Seperti yang baru saja dilansir oleh Tempo.co (5/4/2017), Wakil Dekan (Wadek) 3 Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga, Ketut Suardita, diberitakan terlibat dalam pencabulan terhadap anak di bawah umur. Pendidik yang seharusnya menjadi panutan dalam menjunjung tinggi moral dan budi pekerti luhur seakan terhapus karena kealpaan tenaga pendidiknya.

Dunia pendidikan yang seharusnya bercitra positif dan memiliki ghirah menjunjung  tinggi moralitas semakin lama semakin terkikis oleh dosa-dosa amoral pendidik dan anak didiknya. Sebulan terakhir ini dunia pendidikan juga digemparkan dengan pembunuhan siswa Taruna Nusantara Magelang yang justru dilakukan oleh temannya sendiri. Sebagaimana yang diberitakan oleh Kompas.com (3/4/2017), Kresna Wahyu Nurachmad (15) dibunuh oleh rekan satu baraknya karena sakit hati terpergok mencuri oleh korban. Wajah pendidikan seperti ini begitu miris, jauh panggang dari api untuk mencetak generasi berprestasi sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945.

 

Pendidikan Berkarakter yang Masih Absurd

Pendidikan adalah sarana mencerdaskan manusia agar menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, berbudi pekerti dan berkualitas. Setiap institusi pendidikan pastilah memiliki tujuan untuk mencetak generasi cerdas berkualitas yang kemudian akan bisa membangun negeri ini. Tak heran bahwa konsep pendidikan berkarakter saat ini sangat diutamakan dalam kurikulum pendidikan Indonesia bertolak dari pentingnya sinergisitas antara akal dan perilaku yang bisa meningkatkan harkat dan martabat, sehingga output pendidikan yang diharapkan tak sekedar pintar, namun lebih jauh berperilaku selayaknya diatur oleh kanun yang berlaku.

Pendidikan berkarakter yang menekankan pada pendidikan moral sudah sewajarnya tidak bisa dilepaskan dari pendidikan yang diajarkan agama. Namun yang terjadi dalam dunia pendidikan negeri yang mayoritas penduduknya muslim ini justru sebaliknya. Pendidikan agama justru mendapat porsi yang jauh lebih sedikit dibandingkan subyek pelajaran lain. Ini yang kemudian menyisakan tanda tanya besar pada semua tentang letak keseriusan negeri ini terhadap pembenahan moral anak bangsa karena implementasinya seakan tidak sinkron dengan tujuan akhirnya. Pendidikan berkarakter ini justru terkesan absurd karena pada kenyataannya implementasi pendidikan hanya bertitik pada pengetahuan yang bersifat umum dan jauh dari pesan moral. Terlebih jumlah tenaga pendidik berkualitas yang masih jauh dari kata ideal dan frekuensi bergantinya kurikulum yang cukup tinggi.

 

Islam dan Pendidikan

Kosisistensi negeri ini untuk menunjung tinggi nilai moral yang terkandung dalam Pancasila agaknya melebihi kepercayaannya untuk mengikuti akhlak Rasulullah yang selama ini dikenal sebagai suri tauladan terbaik kehidupan manusia. Banyak sekali catatan pun periwayatan yang menuturkannya. Namun penggunaan contoh nyata akhlak Rasulullah pada era modern ini justru seolah dianggap sebagai upaya radikalisasi siswa yang mengancam negara. Bahkan beberapa justru beranggapan bahwa penggunaan akhlak Rasulullah dalam dunia pendidikan justru akan merusak kebinekaan bangsa ini. Ironis sekali.

Islam sejak awal kedatangannya merupakan agama sekaligus jalan hidup yang sangat menekankan pada pendidikan. Dalam Islam, semua perilaku harus didasarkan pada ilmu, bahkan saat beribadah sekalipun jika tidak ada landasan ilmunya maka menjadi amalan yang sia-sia. Bertolak dari hadist riwayat Ibnu Majah “Menuntut ilmu adalah wajib atas setiap kaum muslim” dan surat Al mujadillah ayat 11 bahwa Allah akan meninggikan derajat orang-orang berilmu“, maka pada masanya ghirah umat Islam belajar tentang agama dan ilmu pengetahuan umum lainnya sangat tinggi, baik itu di rumah-rumah, di masjid, maupun di tempat umum lainnya tanpa membatasi diri untuk bertanya pada siapa dan status sosial masing-masing.

Spirit inilah yang diajarkan oleh Islam sejak dulu sehingga mampu mengeluarkan bangsa Arab kala itu yang sangat terbelakang pada kondisi kehidupan yang nyaris tidak pernah ada di belahan bumi manapun karena intelektualitas yang tinggi dan hidup penuh dengan kemuliaan.

Pendidikan dalam Islam bertujuan membentuk manusia berkepribadian Islam dimana pola pikir dan pola sikapnya terintegrasi dengan Islam. Sebagaimana yang pernah dicatat oleh Syed Muhammad Al-Naquib al-Attas (1979) bahwa pendekatan yang terintegrasi dan komprehensif dalam Islam ditujukan untuk membentuk manusia berkepribadian unik - yang memiliki intelektualitas, rasionalitas berpikir yang tinggi, kepekaan terhadap lingkungan dan sikap yang Islami.

Kuttab (jamak: kitaba) merupakan bentuk kurikulum yang sudah diperkenalkan sejak  awal peradaban Islam. Kuttab menjadi sarana penting pengajaran Islam pada masa itu untuk anak-anak dan pemuda sebelum mengenal pengetahuan umum lainnya. Kuttab bertujuan mengenalkan Islam sejak dini kepada umat bahkan sejak usia pra sekolah (4 tahunan) yang terdiri dari tata cara aqidah, tata cara shalat, berdoa, berpuas, a, menghafal Qur’andan ibadah-ibadah lainnya yang sifatnya individual. Pengajaran Islam sebagaimana dijelaskan oleh As Abdul Tibawi (1972),  dilakukan sejak kecil karena anak-anak bagaikan selembar kertas-  dimana sekali dituliskan di atasnya kalimat benar atau salah, maka akan sulit terhapus. Kuttab tidak terbatas pada sekolah, namun juga di masjid, pasar, di rumah-rumah, dan di tempat umum lainnya.

Pengetahuan umum bidang sosial, politik, dan saintis dipelajari pada jenjang pendidikan pasca remaja, dimana tingkat kematangan emosi dan fondasi agama terbentuk. Universitas untuk orang-orang yang haus ilmu menjamur kala itu; Madrasah Nizamiyah di kota Blakh (Baghdad), Universitas Al Qarawiyyin di Kota Fez (Maroko), Universitas Sankore di Timbuktu (Afrika Barat), Universitas Al-Azhar dan masih banyak lagi.

Pendidikan dalam Islam tidak melihat ras, suku, dan agama. Terbukti bahwa pada masa kekhilafahan Islam, semua umat baik beragama Nasrani, Islam, dan Majusi dari penjuru daerah di persatukan untuk memajukan pendidikan. House of Wisdom kemudian dibentuk untuk menyatukan Muslim dan Non-Muslim untuk menerjemahkan ilmu sains ke dalam bahasa Arab yang kemudian disebarkan menurut bahasa yang digunakan masing-masing.

Tidak ada superioritas, tidak melihat minoritas, dan tanpa tendensi menguasasi sama sekali. Mereka dihormati secara keilmuan dalam kekhilafahan Islam. Berdasarkan artikel yang dimuat dalam Islamichistory.org, dengan mekanisme transfer ilmu yang demikian, peradaban Islam tersebar ke seluruh penjuru dunia dan dikenal sebagai peradaban yang universal.

Dari sini, mengapa tidak mencoba menggunakan kurikulum pendidikan Islam sebagai dasar membangun pendidikan berkarakter di Indonesia? Padahal Islam jelas kompatibel untuk seluruh umat di setiap jaman dengan ribuan pesan moral yang ada dalam Kitab Alqur’an dan dicontohkan oleh Rasulullah. Wallahu ‘alam bi ash shawwab. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Infaq Dakwah Center

Tragedi Ampli Berdarah, Muhammad Zahra Tewas Dibakar Massa. Ayo Bantu Keluarga Yatim..!!

Tragedi Ampli Berdarah, Muhammad Zahra Tewas Dibakar Massa. Ayo Bantu Keluarga Yatim..!!

Usai shalat asar dalam perjalanan pulang, pria ini dituduh mencuri ampli mushalla. Tanpa pembuktian dan pengadilan, ia dianiaya, dikepruk, ditelanjangi dan dibakar hingga tewas....

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Puluhan muallaf Desa Bombanon hidup menumpang di rumah-rumah Kristen yang kental dengan suasana Salib. Makanan tidak terjamin dari babi dan makanan haram lainnya. ...

Yatim Berprestasi ini Akan Lanjut Kuliah ke Al-Azhar Kairo, Butuh Biaya 13 Juta. Ayo Bantu..!!!

Yatim Berprestasi ini Akan Lanjut Kuliah ke Al-Azhar Kairo, Butuh Biaya 13 Juta. Ayo Bantu..!!!

Yatim putra Makassar ini mendapatkan beasiswa program S1 di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, tapi terkendala biaya transport. Ayahnya sudah wafat, ibunya seorang guru ngaji....

Mutsana Anak Mujahid Dirawat Intensif di Rumah Sakit Karena Kelainan Imunitas. Ayo Bantu..!!

Mutsana Anak Mujahid Dirawat Intensif di Rumah Sakit Karena Kelainan Imunitas. Ayo Bantu..!!

Anak mujahid ini tergolek di rumah sakit, sementara sang ayah sedang menjalani ujian penjara akibat amaliah jihad bersama Kafilah Mujahidin Aceh beberapa tahun silam. ...

Balita Ahmad Alvaro Komplikasi Jantung, Otak, Pernafasan dan Paru-paru. Ayo Bantu..!!!

Balita Ahmad Alvaro Komplikasi Jantung, Otak, Pernafasan dan Paru-paru. Ayo Bantu..!!!

Dalam usia dua tahun sudah menderita komplikasi lahir batin. Lahir tanpa belaian sang ayah, ia mengidap penyakit jantung, pengecilan otak, gangguan pernafasan dan paru-paru. Ia sudah dioperasi...

Latest News
Antara Sekuler dan Dunia Pendidikan

Antara Sekuler dan Dunia Pendidikan

Rabu, 16 Aug 2017 18:33

Jokowi hanya Bandingkan Utang tapi Tidak Bandingkan Pendapatan antar Negara

Jokowi hanya Bandingkan Utang tapi Tidak Bandingkan Pendapatan antar Negara

Rabu, 16 Aug 2017 15:45

Jelang 17 Agustus, JIB Ingatkan Peran Umat Islam dalam Memerdekakan Indonesia

Jelang 17 Agustus, JIB Ingatkan Peran Umat Islam dalam Memerdekakan Indonesia

Rabu, 16 Aug 2017 15:17

Soal Reshuffle, Pengamat: Menandakan Kegagalan Jokowi Memimpin Negara?

Soal Reshuffle, Pengamat: Menandakan Kegagalan Jokowi Memimpin Negara?

Rabu, 16 Aug 2017 14:45

MUI Jatim: Buku Perjuangan yang Dilupakan Ungkap Sejarah dengan Gaya Bahasa Populer

MUI Jatim: Buku Perjuangan yang Dilupakan Ungkap Sejarah dengan Gaya Bahasa Populer

Rabu, 16 Aug 2017 14:16

CBA: Kelakuan Staf Khusus Kesayangan Hanif Dhakiri Buang-buang Duit Negara!

CBA: Kelakuan Staf Khusus Kesayangan Hanif Dhakiri Buang-buang Duit Negara!

Rabu, 16 Aug 2017 13:45

Masyarakat Jabar Dihimbau Tidak Dukung (Memilih) Pejabat yang Apresiasi Penjajah

Masyarakat Jabar Dihimbau Tidak Dukung (Memilih) Pejabat yang Apresiasi Penjajah

Rabu, 16 Aug 2017 13:45

Sejarawan Apresiasi Hadirnya Buku

Sejarawan Apresiasi Hadirnya Buku "Perjuangan yang Dilupakan"

Rabu, 16 Aug 2017 13:35

Audiensi ke Dinas Pendidikan, PII Jabar Bahas Angka Partisipasi Pendidikan

Audiensi ke Dinas Pendidikan, PII Jabar Bahas Angka Partisipasi Pendidikan

Rabu, 16 Aug 2017 12:00

Kekayaan Lahan Indonesia Takkan Bermanfaat jika Semua Dikelola Pasar

Kekayaan Lahan Indonesia Takkan Bermanfaat jika Semua Dikelola Pasar

Rabu, 16 Aug 2017 11:55

HRW Desak Pemerintah Somalia Selidiki Dugaan Pelanggaran Ham Mantan Wakil Pemimpin Al-Shabaab

HRW Desak Pemerintah Somalia Selidiki Dugaan Pelanggaran Ham Mantan Wakil Pemimpin Al-Shabaab

Rabu, 16 Aug 2017 11:00

Renungan Jelang 72 Tahun Indonesia Merdeka dari Prabowo Subianto

Renungan Jelang 72 Tahun Indonesia Merdeka dari Prabowo Subianto

Rabu, 16 Aug 2017 10:55

Dahnil: Pansus Angket KPK Didirikan Berpijak Kepada Kebohongan

Dahnil: Pansus Angket KPK Didirikan Berpijak Kepada Kebohongan

Rabu, 16 Aug 2017 10:00

Pejuang Suriah Tembak Jatuh Jet Tempur Assad dekat Perbatasan Yordania, Tangkap Sang Pilot

Pejuang Suriah Tembak Jatuh Jet Tempur Assad dekat Perbatasan Yordania, Tangkap Sang Pilot

Rabu, 16 Aug 2017 09:15

ISAC: Islamophobia, Tasyakuran dan Tausyiah HUT RI ke 72 Umat Islam Tak Dapat Ijin

ISAC: Islamophobia, Tasyakuran dan Tausyiah HUT RI ke 72 Umat Islam Tak Dapat Ijin

Rabu, 16 Aug 2017 09:14

Ustadz Alfian Tanjung Disidangkan, Kuasa Hukum: PKI Diuntungkan

Ustadz Alfian Tanjung Disidangkan, Kuasa Hukum: PKI Diuntungkan

Rabu, 16 Aug 2017 08:49

Halal bi Halal ICMI Singgung Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Halal bi Halal ICMI Singgung Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Rabu, 16 Aug 2017 08:41

AMPS: Jangan Pilih Partai dan Tokoh Pendukung Perppu Ormas

AMPS: Jangan Pilih Partai dan Tokoh Pendukung Perppu Ormas

Rabu, 16 Aug 2017 08:40

ICMI: Ada Negara tak Optimal Gunakan Kuota Haji, Indonesia Bisa Kerjasama

ICMI: Ada Negara tak Optimal Gunakan Kuota Haji, Indonesia Bisa Kerjasama

Rabu, 16 Aug 2017 08:28

Tolak SNSD, Artis Korea Sekarang Juga!

Tolak SNSD, Artis Korea Sekarang Juga!

Selasa, 15 Aug 2017 23:43


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X