Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.864 views

Pelajar Sekuler Minus Karakter

Oleh: Nor Aniyah, S.Pd*

Ada hal yang mengelikan sekaligus menggelitik, dari suatu kiriman pesan di grup WhatsApp, kurang lebih berbunyi, seperti ini “Kalau mau jadi guru masa kini, selain menguasai IPTEK juga harus menguasai ilmu bela diri. Buat apa? Katanya untuk menghadapi pelajar yang nakalnya tingkat dewa. Karena saat ini, seorang pelajar sudah berani menghajarsang pengajar.

 

Pelajar Terpapar Nilai Sekuler

Guru seorang yang memberikan ilmu dalam setiap pembelajaran. Kita tidak bisa jadi apa-apa. Coba bayangkan, bagaimana jadinya diri tanpa seseorang yang mengajari? Tak bisa membaca dan berhitung, tak mengenal apapun.

Namun “jam kosong,” menjadi hal yang paling dinantikan oleh anak sekolahan masa kini. Tidak bisa duduk tenang, atau mengikuti jalannya pembelajaran di kelas. Enggan mengerjakan tugas. Bila tidak menyukai materi, pelajar memilih membolos. Inilah beberapa masalah yang dihadapi para guru di sekolah.

Banyak juga kasus pelajar mengisi waktu di kelas dengan perbuatan sia-sia. Sampai pernah ada pelajar melakukan pesta tarian erotis dan membuat video mesum. Hal yang sebenarnya jauh dari cerminan perilaku insan terdidik.

Adab terhadap guru kini pun kian menurun. Sopan-santun terhadap orang yang lebih tua dan berjasa besar dalam hidupnya itu mulai luntur. Tak segan berkata kotor di hadapan guru. Berani melawan perintah guru. Sampai tega menghabisi nyawa gurunya. Sungguh memilukan!

Begitulah, kebanyakan pelajar kita memiliki kepribadian yang kacau. Karaker yang tidak jelas. Kalau ditimbang dengan akal, tidak sepatutnya bersikap seperti orang yang kurang waras. Tidak menggambarkan sikap seorang yang telah terdidik di bangku sekolah.

Rajin belajar semata untuk mendapatkan nilai yang tinggi. Berbuat baik karena ingin mendapatkan manfaat. Hingga berpikiran sekolah hanya sekadar demimemudahkan mendapatkan pekerjaan. Ilmu bukan untuk diamalkan. Inilahsalah satu pengaruh pemikiran sekular yang menghilangkan tujuan utama menuntut ilmu dari benak generasi.

Moral anak bangsa terus-menerus tergerus. Sistem pendidikan dan kurikulum yang ada saat ini masih belum mencegah. Pelajar sudah terpapar pemahaman sekuler dan liberal yang menyebar, baik lewat tayangan televisi, video youtube, game online, dan berbagai konten sosial media lainnya. Sehingga menjauhkan pelajar dari nilai moral. Minus dari pribadi yang berkarakter mulia. Menjauhkan generasi muda dari ketakwaan pada Pencipta.

 

Karakter Insan Terpelajar

Adab merupakan penentu berkahnya ilmu.Aturan Islam tentang menuntut ilmu tidak akan bisa ditemukan dalam ajaran sekular yang dipakai dalam sistem pendidikan hari ini. 

Saat bicara tentang pendidikan, maka keberadaan ideologi sebagai asas adalah sesuatu yang tak dapat diabaikan. Harus disadari, bahwa sistem pendidikan yang tegak atas ideologi kapitalisme-sekuler seperti saat ini lah yang membuat generasi sekuler, jauh dari nilai agama. Sehingga wajarbanyak kita temui pelajar ataupun generasi muda yang liar dan tak punya adab.

Ini sungguh bertolak belakang dengan pendidikan menurut Islam. Dengan pengaturan yang sistematis dan terprogram. Pendidikan ditujukan untuk membentuk manusia berkepribadian Islam, handal mendalami tasqofah Islam, menguasai berbagai ilmu terapan, juga memiliki ketrampilan yang tepat dan berdaya guna. Semua ini diterapkan pada semua jenjang pendidikan secara proporsional.

Dalam pandangan Islam, belajar bagi seorang Muslim bukan sekadar bahan bacaan dan hapalan untuk menjawab soal ujian. Namun, belajar adalah untuk bekal mengarungi kehidupan. Sehingga pembelajaran membekas dalam jiwa dan penuh makna. Tak sekadar ahli teknologi, seperti matematika, kimia, fisika, dan ilmu lainnya, pelajar tumbuh menjadi insan berkarakter karena memiliki kepribadian Islam.

Guru sangat berperan penting sebagai pembimbing dan pemberi teladan (uswah) kepada siswa, bukan hanya sebatas penyampai pelajaran (transfer of knowledge) tapi juga menanamkan nilai mulia (transfer of value).

Seluruh materi yang diajarkan pun akan meningkatkan dan memelihara keimanan, serta memperkuat keterikatan dengan syariat Islam. Sehingga dengan kesadaran yang telah terbentuk, peserta didik akan melaksanakan kewajiban dan mampu menghindari kemaksiatan kepada Allah SWT. Termasuk beradab terhadap guru.

Di dalam Kitab Tadzkirah al-Sami' wa al-Mutakallim Habib bin al-Syahid berkata, “Wahai anaku bersahabatlah dengan fuqaha dan ulama belajarlah dari mereka dan ambilah (keutamaan) adab-adab mereka, sebab hal itu lebih aku sukai dari pada (menghapal) banyak hadits.”

Beradabnya seorang murid kepada sang pemberi ilmu merupakan sebuah kewajiban yang lahir dari kesadaran atas dorongan iman. Allah SWT telah memerintahkan setiap Muslim untuk menghormati orang yang lebih tua. Ditambah lagi, menghormati terhadap orang yang telah memberikan ilmu.

Adab dalam menuntut ilmu adalah sebab yang menolong mendapatkan ilmu. Imam Malik rahimahullah juga mengatakan,“Belajarlah adab sebelum belajar ilmu.

Abu Zakariya An Anbari rahimahullah mengatakan,“Ilmu tanpa adab seperti api tanpa kayu bakar, dan adab tanpa ilmu seperti jasad tanpa ruh.”

Yusuf bin Al Husain rahimahullah juga mengatakan,“Dengan adab, engkau akan memahami ilmu.

Guru,layaknya orang tua kedua yang berjasa membentuk karakter dan kepribadian anak didiknya. Do'a dari seorng guru penting untuk mendatangkan kemudahan memperoleh berkah ilmu. Jika guru telah ridha, maka proses pembelajaran akan berjalan lancar.

Dengan demikian, sudah saatnya kita mengembalikan aturan Islam sebagai pedoman, termasuk dalam urusan pendidikan. Hanya sistem pendidikan Islam yang menjadikan akidah sebagai ruh, baik dalam kurikulum, maupun proses pembelajaran.

Semua ini mengharuskan diterapkannya sistem Islam secara sempurna oleh negara. Agar permasalahan moralitas ataupun adab pelajar dapat diatasi. Sehingga para pelajar kita mempunyai karakter mulia sebagai insan yang terpelajar. [syahid/voa-islam.com]    

*) Pemerhati Masalah Sosial dan Remaja

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Suvei oh Survei: Antara Denny JA dan Litbang Kompas

Suvei oh Survei: Antara Denny JA dan Litbang Kompas

Jum'at, 22 Mar 2019 07:22

Wiranto Ingin Jerat Pelaku Hoax dengan UU Terorisme, Muhammadiyah: Sangat Berlebihan

Wiranto Ingin Jerat Pelaku Hoax dengan UU Terorisme, Muhammadiyah: Sangat Berlebihan

Jum'at, 22 Mar 2019 04:15

Jual Beli Jabatan Duri dalam Reformasi Birokrasi

Jual Beli Jabatan Duri dalam Reformasi Birokrasi

Jum'at, 22 Mar 2019 02:49

Pertama di Dunia, Terapi dengan Cahaya Al Quran, Temuan Asli Indonesia

Pertama di Dunia, Terapi dengan Cahaya Al Quran, Temuan Asli Indonesia

Jum'at, 22 Mar 2019 00:31

New Zealand, Nikmat Allah Mana Lagi yang Kau Dustakan?

New Zealand, Nikmat Allah Mana Lagi yang Kau Dustakan?

Jum'at, 22 Mar 2019 00:02

Perempuan Didorong ke Dunia Kerja, Inikah Kesetaraan?

Perempuan Didorong ke Dunia Kerja, Inikah Kesetaraan?

Kamis, 21 Mar 2019 23:51

Bagaimana Islam Menyelesaikan Masalah Banjir?

Bagaimana Islam Menyelesaikan Masalah Banjir?

Kamis, 21 Mar 2019 23:31

Strategi Besar di balik Libur Ramadan dan Hapus UN

Strategi Besar di balik Libur Ramadan dan Hapus UN

Kamis, 21 Mar 2019 23:31

Ngawurisasi Survei dan Koruf yang Tak Dikehendaki

Ngawurisasi Survei dan Koruf yang Tak Dikehendaki

Kamis, 21 Mar 2019 23:10

Prabowo-Sandi akan Kembalikan Khittah e-KTP

Prabowo-Sandi akan Kembalikan Khittah e-KTP

Kamis, 21 Mar 2019 22:31

Sandi Bawa Perubahan: Emak-emak lebih Militan daripada BEM

Sandi Bawa Perubahan: Emak-emak lebih Militan daripada BEM

Kamis, 21 Mar 2019 21:31

Sudah Dekat dengan Pemilu, Ini Harapan Sandi

Sudah Dekat dengan Pemilu, Ini Harapan Sandi

Kamis, 21 Mar 2019 20:31

Spanduk Jokowi-Ma’ruf Terpampang di Banyak Kontainer

Spanduk Jokowi-Ma’ruf Terpampang di Banyak Kontainer

Kamis, 21 Mar 2019 20:07

Peneliti LIPI: BRN Perlu Dikaji, Memajukan atau Sebaliknya

Peneliti LIPI: BRN Perlu Dikaji, Memajukan atau Sebaliknya

Kamis, 21 Mar 2019 20:01

Fahri ke Prabowo: Benteng Lawan Jatuh, Saatnya Kepung Total, Jendral

Fahri ke Prabowo: Benteng Lawan Jatuh, Saatnya Kepung Total, Jendral

Kamis, 21 Mar 2019 19:31

Pemerhati Pendidikan Apresiasi UN Dihapus

Pemerhati Pendidikan Apresiasi UN Dihapus

Kamis, 21 Mar 2019 19:01

Bangsa Ini seperti Tersesat dalam 5 Tahun Terakhir

Bangsa Ini seperti Tersesat dalam 5 Tahun Terakhir

Kamis, 21 Mar 2019 18:31

Mau Diperiksa KPK, Romy Mendadak Sakit

Mau Diperiksa KPK, Romy Mendadak Sakit

Kamis, 21 Mar 2019 17:36

Upaya Cipta Kondisi seperti Najib ke Mahattir

Upaya Cipta Kondisi seperti Najib ke Mahattir

Kamis, 21 Mar 2019 17:31

Andi Arief: PSI Partai Nol Koma, Hukuman Partai Penebar Kebencian

Andi Arief: PSI Partai Nol Koma, Hukuman Partai Penebar Kebencian

Kamis, 21 Mar 2019 16:31


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X