Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.571 views

Sarjana Milenial: Harapkan Gaji Jutaan, Ternyata Jadi Pengangguran?

 

Oleh: Ragil Rahayu, SE

Viral, sebuah postingan di medsos tentang fresh graduate Universitas Indonesia (UI) yang menolak gaji Rp8juta perbulan di sebuah perusahaan lokal. Terlepas dari postingan tersebut jujur atau tidak, mendapat gaji besar adalah impian setiap lulusan perguruan tinggi. Apalagi PTN yang terkategori favorit. Lebih-lebih jika diterima di perusahaan internasional, terbayang sudah berapa digit gaji yang diterima. Bayangan hidup mapan setelah lulus kuliah seolah sudah di depan mata. Berbekal ijazah sarjana siap untuk menyongsong masa depan nan gemilang.

Sayangnya realita tak sesuai dengan harapan. Di era 90-an Iwan Fals telah merilis lagu yang populer berjudul "Sarjana Muda". Salah satu liriknya berbunyi : "Engkau sarjana muda, lelah mencari kerja, tak berguna ijazahmu. Empat tahun lamanya, bergelut dengan buku, sia-sia semuanya."

Inilah realita yang sebenarnya. Banyak sarjana kini menjadi pengangguran. Kesana-kemari mengirimkan lamaran pekerjaan, namun tak kunjung mendapat panggilan. Kalaupun ada pekerjaan, seringkali digaji pas-pasan. Dengan alasan belum punya pengalaman. Nah, bagaimana bisa punya pengalaman jika pekerjaan pertama begitu sulit didapatkan?

Namun yang mendapat kerja itu dianggap sudah beruntung, meski gajinya mepet UMR. Sedangkan yang lainnya bernasib mengenaskan. Sudah puluhan lamaran dilayangkan, namun semua zonk alias gagal. Akhirnya profesi sopir ojek online dilakoni. Meski tak sesuai keahlian yang didalami di bangku kuliah. Bukan hendak merendahkan profesi tertentu, tapi sepertinya tak ada satu pun mahasiswa yang bercita-cita menjadi sopir ojek online. Namun profesi itu dilakoni juga, demi mengganjal perut yang kelaparan. Karena jatah uang saku dari orang tua sudah dihentikan, sementara pekerjaan tak kunjung didapatkan. Lebih baik bekerja, meski seadanya.

Hal ini sebagaimana yang terjadi di Malang. Dilansir dari suarasurabaya.net, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menyatakan mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya di sejumlah perguruan tinggi negeri maupun swasta di Kota Malang, Jawa Timur, yang enggan pulang kampung, mendominasi jumlah pengangguran di kota pendidikan tersebut. Para fresh graduates ini tak memilih pulang kampung karena sulitnya mendapat pekerjaan di kampung halaman. Apalagi jika dilihat tetangga sudah sarjana tapi masih nganggur, tentu membuat malu sekeluarga.

Para sarjana ini akhirnya memilih bertahan di kota, meski tak punya pekerjaan. Setidaknya untuk menghindari nyinyiran tetangga di kampung. Namun kehadiran mereka di kota juga membawa masalah baru. Pengangguran kian banyak jumlahnya. Tentu bukan salah para sarjana, karena mereka tak pernah bercita-cita menjadi manusia tanpa karya. Pun juga bukan karena malas usaha. Tak terhitung lamaran kerja dikirimkannya. Jika hasilnya nihil, tentu bukan salah para mantan mahasiswa. Tak sedikit di antara mereka yang memiliki indeks prestasi tinggi. Namun sukses ternyata tak melulu soal nilai.

Pemerintah memang telah membuat job fair dan sejenisnya. Juga membuka lowongan menjadi ASN. Pesertanya membludak, namun yang diterima sangat sedikit. Ini karena pemerintah hanya berfungsi sebagai penghubung antara pencari kerja dan perusahaan. Padahal seharusnya negara bertanggungjawab menyediakan lapangan pekerjaan, berapapun mahasiswa yang lulus tiap tahunnya. Solusinya tak cukup dengan rekrutmen ASN, karena terlalu banyak ASN justru tak efektif. APBN dan APBD bisa habis hanya untuk belanja pegawai. Lantas solusinya apa?

Pengolahan kekayaan alam secara mandiri dan efektif adalah jawabannya. Sehingga membuka banyak lapangan kerja, untuk rakyat sendiri. Baik tenaga profesional maupun yang sekadar modal tenaga. Juga pengelolaan energi secara mandiri, dari hulu hingga hilir pasti butuh banyak tenaga kerja. Ditambah pertanian yang dimodernisasi. Sehingga banyak bidang bisa jadi mata pencaharian. Bukan cuma menanam lalu sudah selesai. Ah, tapi hal itu semua butuh negara bervisi.

Visi jangka panjang untuk kemajuan negeri. Bukan visi basa basi eh ternyata mengundang investasi. Tinggallah rakyat gigit jari. Toga dan ijazah tersimpan rapi. Namun kesejahteraan tak kunjung terealisasi. Justru makin tergusur dengan datangnya tenaga asing yang katanya lebih mumpuni. Mereka datang dengan undangan penguasa negeri. Lantas para sarjana harus kerja dimana? Di luar negeri kalah berkompetisi, di dalam negeri terdesak oleh tenaga asing. Katanya rakyat disuruh kerja kerja kerja, kerja dimana? Sayup-sayup terdengar suara penguasa, "Bukan urusan saya."

Ah, jadi ingat kisah Nabi Muhammad SAW yang mengarahkan pengangguran untuk membeli kapak dan mencari kayu bakar di hutan. Dengan kayu itu dia memberi makan keluarganya. Juga kisah Umar bin Khaththab yang memberi benih pada seorang pengangguran yang berdoa di masjid, agar ia bercocoktanam. Tak lupa juga kisah Umar bin Abdul Aziz yang mengentaskan semua pengangguran hingga tak ada fakir muskin mustahiq zakat. Teringat juga visi jihad Muhammad al Fatih untuk menaklukkan Konstantinopel, hingga melibatkan mayoritas rakyatnya dalam industri militer, selain tentara yang berangkat perang.

Semua kisah itu menggambarkan betapa sayangnya penguasa dan sistem Islam pada rakyatnya. Tak ada satu nyawa pun yang dibiarkan kelaparan atau tak punya pekerjaan. Semua dipenuhi hajatnya. Saat itulah menuntut ilmu tak sekadar untuk membanggakan nama kampus atau besaran penghasilan, tapi besarnya kemanfaatan bagi umat. Itulah hakikat kesuksesan. (*)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Menilik Makna Ahlul Sunah Wal Jamaah Anti Radikalisme

Menilik Makna Ahlul Sunah Wal Jamaah Anti Radikalisme

Kamis, 02 Dec 2021 15:21

Pornografi Menghantui Generasi, Sampai Kapan?

Pornografi Menghantui Generasi, Sampai Kapan?

Kamis, 02 Dec 2021 15:03

Jurnalis Sebut Media Lakukan Bias dalam Pemberitaan Penjajahan Israel di Palestina

Jurnalis Sebut Media Lakukan Bias dalam Pemberitaan Penjajahan Israel di Palestina

Kamis, 02 Dec 2021 12:24

Pasukan Iran Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Taliban Di Perbatasan

Pasukan Iran Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Taliban Di Perbatasan

Kamis, 02 Dec 2021 12:15

Taliban Dan Junta Militer Myanmar Tidak Diizinkan Di PBB Untuk Saat Ini

Taliban Dan Junta Militer Myanmar Tidak Diizinkan Di PBB Untuk Saat Ini

Kamis, 02 Dec 2021 10:27

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

Kamis, 02 Dec 2021 02:14

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Rabu, 01 Dec 2021 23:07

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Rabu, 01 Dec 2021 22:27

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Rabu, 01 Dec 2021 19:26

Kemenlu: Isu Palestina Jadi Jantung Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Kemenlu: Isu Palestina Jadi Jantung Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Rabu, 01 Dec 2021 19:12

ASN Diganti Robot, Indonesia Tak Perlu Teknologi Luar

ASN Diganti Robot, Indonesia Tak Perlu Teknologi Luar

Rabu, 01 Dec 2021 18:55

Kongres Sejarawan Muhammadiyah Pertama Lahirkan 10 Rekomendasi

Kongres Sejarawan Muhammadiyah Pertama Lahirkan 10 Rekomendasi

Rabu, 01 Dec 2021 18:32

Tanda Kolesterol Tinggi Bisa Dilihat dari Perubahan Kulit

Tanda Kolesterol Tinggi Bisa Dilihat dari Perubahan Kulit

Rabu, 01 Dec 2021 18:04

Kemajuan Teknologi Tidak Bisa Serta Merta Menjadi Solusi, Terlebih dalam Urusan Agama

Kemajuan Teknologi Tidak Bisa Serta Merta Menjadi Solusi, Terlebih dalam Urusan Agama

Rabu, 01 Dec 2021 16:29

Al-Shabaab Serang Pangkalan Militer Ethiopia Di Baidoa Somalia

Al-Shabaab Serang Pangkalan Militer Ethiopia Di Baidoa Somalia

Rabu, 01 Dec 2021 15:34

Indonesia Jadi Produsen Mobil Listrik di 2022, Pengamat: Tren Pasar Berubah

Indonesia Jadi Produsen Mobil Listrik di 2022, Pengamat: Tren Pasar Berubah

Rabu, 01 Dec 2021 14:52

Pengadilan Libya Keluarkan Penglima Pemberontak Khalifa Haftar Dari Pencalonan Pilpres

Pengadilan Libya Keluarkan Penglima Pemberontak Khalifa Haftar Dari Pencalonan Pilpres

Rabu, 01 Dec 2021 14:45

Dari Guru yang Alim dan Uswah Hasanah, Lahirlah Para Ulama dan Generasi Khairu Ummah

Dari Guru yang Alim dan Uswah Hasanah, Lahirlah Para Ulama dan Generasi Khairu Ummah

Rabu, 01 Dec 2021 14:27

Arab Saudi Buka Bagian Konsuler Di Kedutaan Mereka Di Kabul

Arab Saudi Buka Bagian Konsuler Di Kedutaan Mereka Di Kabul

Rabu, 01 Dec 2021 14:00

Siapkan Kader, PP PERSIS Bekali Kafilah Du'at Angkatan XI

Siapkan Kader, PP PERSIS Bekali Kafilah Du'at Angkatan XI

Rabu, 01 Dec 2021 13:22


MUI

Must Read!
X

Senin, 29/11/2021 11:38

Jebakan Busuk Itu Bernama Terorisme