Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.755 views

Sarjana Milenial: Harapkan Gaji Jutaan, Ternyata Jadi Pengangguran?

 

Oleh: Ragil Rahayu, SE

Viral, sebuah postingan di medsos tentang fresh graduate Universitas Indonesia (UI) yang menolak gaji Rp8juta perbulan di sebuah perusahaan lokal. Terlepas dari postingan tersebut jujur atau tidak, mendapat gaji besar adalah impian setiap lulusan perguruan tinggi. Apalagi PTN yang terkategori favorit. Lebih-lebih jika diterima di perusahaan internasional, terbayang sudah berapa digit gaji yang diterima. Bayangan hidup mapan setelah lulus kuliah seolah sudah di depan mata. Berbekal ijazah sarjana siap untuk menyongsong masa depan nan gemilang.

Sayangnya realita tak sesuai dengan harapan. Di era 90-an Iwan Fals telah merilis lagu yang populer berjudul "Sarjana Muda". Salah satu liriknya berbunyi : "Engkau sarjana muda, lelah mencari kerja, tak berguna ijazahmu. Empat tahun lamanya, bergelut dengan buku, sia-sia semuanya."

Inilah realita yang sebenarnya. Banyak sarjana kini menjadi pengangguran. Kesana-kemari mengirimkan lamaran pekerjaan, namun tak kunjung mendapat panggilan. Kalaupun ada pekerjaan, seringkali digaji pas-pasan. Dengan alasan belum punya pengalaman. Nah, bagaimana bisa punya pengalaman jika pekerjaan pertama begitu sulit didapatkan?

Namun yang mendapat kerja itu dianggap sudah beruntung, meski gajinya mepet UMR. Sedangkan yang lainnya bernasib mengenaskan. Sudah puluhan lamaran dilayangkan, namun semua zonk alias gagal. Akhirnya profesi sopir ojek online dilakoni. Meski tak sesuai keahlian yang didalami di bangku kuliah. Bukan hendak merendahkan profesi tertentu, tapi sepertinya tak ada satu pun mahasiswa yang bercita-cita menjadi sopir ojek online. Namun profesi itu dilakoni juga, demi mengganjal perut yang kelaparan. Karena jatah uang saku dari orang tua sudah dihentikan, sementara pekerjaan tak kunjung didapatkan. Lebih baik bekerja, meski seadanya.

Hal ini sebagaimana yang terjadi di Malang. Dilansir dari suarasurabaya.net, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menyatakan mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya di sejumlah perguruan tinggi negeri maupun swasta di Kota Malang, Jawa Timur, yang enggan pulang kampung, mendominasi jumlah pengangguran di kota pendidikan tersebut. Para fresh graduates ini tak memilih pulang kampung karena sulitnya mendapat pekerjaan di kampung halaman. Apalagi jika dilihat tetangga sudah sarjana tapi masih nganggur, tentu membuat malu sekeluarga.

Para sarjana ini akhirnya memilih bertahan di kota, meski tak punya pekerjaan. Setidaknya untuk menghindari nyinyiran tetangga di kampung. Namun kehadiran mereka di kota juga membawa masalah baru. Pengangguran kian banyak jumlahnya. Tentu bukan salah para sarjana, karena mereka tak pernah bercita-cita menjadi manusia tanpa karya. Pun juga bukan karena malas usaha. Tak terhitung lamaran kerja dikirimkannya. Jika hasilnya nihil, tentu bukan salah para mantan mahasiswa. Tak sedikit di antara mereka yang memiliki indeks prestasi tinggi. Namun sukses ternyata tak melulu soal nilai.

Pemerintah memang telah membuat job fair dan sejenisnya. Juga membuka lowongan menjadi ASN. Pesertanya membludak, namun yang diterima sangat sedikit. Ini karena pemerintah hanya berfungsi sebagai penghubung antara pencari kerja dan perusahaan. Padahal seharusnya negara bertanggungjawab menyediakan lapangan pekerjaan, berapapun mahasiswa yang lulus tiap tahunnya. Solusinya tak cukup dengan rekrutmen ASN, karena terlalu banyak ASN justru tak efektif. APBN dan APBD bisa habis hanya untuk belanja pegawai. Lantas solusinya apa?

Pengolahan kekayaan alam secara mandiri dan efektif adalah jawabannya. Sehingga membuka banyak lapangan kerja, untuk rakyat sendiri. Baik tenaga profesional maupun yang sekadar modal tenaga. Juga pengelolaan energi secara mandiri, dari hulu hingga hilir pasti butuh banyak tenaga kerja. Ditambah pertanian yang dimodernisasi. Sehingga banyak bidang bisa jadi mata pencaharian. Bukan cuma menanam lalu sudah selesai. Ah, tapi hal itu semua butuh negara bervisi.

Visi jangka panjang untuk kemajuan negeri. Bukan visi basa basi eh ternyata mengundang investasi. Tinggallah rakyat gigit jari. Toga dan ijazah tersimpan rapi. Namun kesejahteraan tak kunjung terealisasi. Justru makin tergusur dengan datangnya tenaga asing yang katanya lebih mumpuni. Mereka datang dengan undangan penguasa negeri. Lantas para sarjana harus kerja dimana? Di luar negeri kalah berkompetisi, di dalam negeri terdesak oleh tenaga asing. Katanya rakyat disuruh kerja kerja kerja, kerja dimana? Sayup-sayup terdengar suara penguasa, "Bukan urusan saya."

Ah, jadi ingat kisah Nabi Muhammad SAW yang mengarahkan pengangguran untuk membeli kapak dan mencari kayu bakar di hutan. Dengan kayu itu dia memberi makan keluarganya. Juga kisah Umar bin Khaththab yang memberi benih pada seorang pengangguran yang berdoa di masjid, agar ia bercocoktanam. Tak lupa juga kisah Umar bin Abdul Aziz yang mengentaskan semua pengangguran hingga tak ada fakir muskin mustahiq zakat. Teringat juga visi jihad Muhammad al Fatih untuk menaklukkan Konstantinopel, hingga melibatkan mayoritas rakyatnya dalam industri militer, selain tentara yang berangkat perang.

Semua kisah itu menggambarkan betapa sayangnya penguasa dan sistem Islam pada rakyatnya. Tak ada satu nyawa pun yang dibiarkan kelaparan atau tak punya pekerjaan. Semua dipenuhi hajatnya. Saat itulah menuntut ilmu tak sekadar untuk membanggakan nama kampus atau besaran penghasilan, tapi besarnya kemanfaatan bagi umat. Itulah hakikat kesuksesan. (*)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Bintang Liverpool Mohamed Salah Serukan Dukung Hak Bagi Pengungsi Untuk Pendidikan

Bintang Liverpool Mohamed Salah Serukan Dukung Hak Bagi Pengungsi Untuk Pendidikan

Kamis, 24 Sep 2020 21:45

AS: UEA Tidak Akan Dapat Jet F-35 Meski Lakukan Normalisasi dengan Israel, Mesti Tunggu 7 Tahun Lagi

AS: UEA Tidak Akan Dapat Jet F-35 Meski Lakukan Normalisasi dengan Israel, Mesti Tunggu 7 Tahun Lagi

Kamis, 24 Sep 2020 21:30

Pilkada Serentak Dalam Bayangan Kematian

Pilkada Serentak Dalam Bayangan Kematian

Kamis, 24 Sep 2020 21:20

Taliban Bunuh 28 Polisi Paramiliter di Uruzgan Afghanistan

Taliban Bunuh 28 Polisi Paramiliter di Uruzgan Afghanistan

Kamis, 24 Sep 2020 20:15

Pembangkang Saudi di Pengasingan Bentuk Partai Oposisi Baru

Pembangkang Saudi di Pengasingan Bentuk Partai Oposisi Baru

Kamis, 24 Sep 2020 19:50

Jadilah Remaja Anti Baper

Jadilah Remaja Anti Baper

Kamis, 24 Sep 2020 08:43

Santri Pesantren Mahasiswa Ngaji di Alam Terbuka

Santri Pesantren Mahasiswa Ngaji di Alam Terbuka

Kamis, 24 Sep 2020 07:34

Tanggapi Pidato Presiden di PBB, Netty: Indonesia Harus Dorong Negara Maju Temukan Vaksin Covid-19

Tanggapi Pidato Presiden di PBB, Netty: Indonesia Harus Dorong Negara Maju Temukan Vaksin Covid-19

Kamis, 24 Sep 2020 06:39

Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Kamis, 24 Sep 2020 06:22

Hoorree…Pilkada 2020 Ditunda, Kecuali Solo dan Medan

Hoorree…Pilkada 2020 Ditunda, Kecuali Solo dan Medan

Kamis, 24 Sep 2020 06:17

Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Rabu, 23 Sep 2020 21:29

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Rabu, 23 Sep 2020 21:05

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

Rabu, 23 Sep 2020 20:28

Ancaman Corona di Momen Pilkada

Ancaman Corona di Momen Pilkada

Rabu, 23 Sep 2020 19:58

Palestina Sebut Israel Rusak 100.000 Alat Tes Swab Virus Corona

Palestina Sebut Israel Rusak 100.000 Alat Tes Swab Virus Corona

Rabu, 23 Sep 2020 19:45

Modus Menyerang Soeharto Untuk Bangkitkan PKI

Modus Menyerang Soeharto Untuk Bangkitkan PKI

Rabu, 23 Sep 2020 19:30

Dilematika Remaja, Pernikahan Usia Dini

Dilematika Remaja, Pernikahan Usia Dini

Rabu, 23 Sep 2020 18:40

Sedikitnya 28 Tewas Dalam Bentrokan Antara Pejuang IS dan Pasukan Pro-Assad di Utara Raqq

Sedikitnya 28 Tewas Dalam Bentrokan Antara Pejuang IS dan Pasukan Pro-Assad di Utara Raqq

Rabu, 23 Sep 2020 17:45

Perwakilan Hamas dan Fatah Akan Bertemu di Turki untuk Bahas Rekonsiliasi Antar-Palestina

Perwakilan Hamas dan Fatah Akan Bertemu di Turki untuk Bahas Rekonsiliasi Antar-Palestina

Rabu, 23 Sep 2020 17:15

Kemenag Disarankan Kerjasama dengan Ormas Islam Terkait Program Sertifikat Penceramah

Kemenag Disarankan Kerjasama dengan Ormas Islam Terkait Program Sertifikat Penceramah

Rabu, 23 Sep 2020 15:00


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X