Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.833 views

Potret Kelam Moral Generasi

Oleh:

Putri Irfani S, S.Pd

Muslimah Dakwah Community

 

 

MIRIS, ketika melihat pergaulan remaja yang kebablasan kian marak membanjiri Indonesia. Bagaimana tidak? Tiap tahunnya, Indonesia disuguhkan dengan berbagai ulah remaja yang tidak mencerminkan jati dirinya sebagai generasi penerus bangsa. Padahal, remaja berpotensi membawa perubahan ke arah yang lebih baik, sebab ia adalah agent of change. Tapi saat ini, sebaliknya remaja malah membuat kerusuhan dan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat. Bahkan para pelaku dari berbagai kasus pergaulan bebas remaja berasal dari kaum terpelajar. Aneh bukan, bagaimana bisa remaja yang terdidik banyak terseret kasus kenakalan yang berujung kriminalitas?

Seperti yang kita lihat pada kasus yang baru-baru ini terjadi. Entah apa yang ada di pikiran SNI (18) yang tega membunuh bayinya sendiri usai dilahirkan di toilet Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beriman Balikpapan, Gunung Malang, pada Rabu 24 Juli 2019 sekira pukul 22.45 Wita.

Banyak yang mempertanyakan mengapa pelaku bisa tega membunuh dengan keji terhadap buah hatinya yang ia lahirkan. Bayi berjenis kelamin perempuan itu tewas setelah mulutnya disumpal tisu toilet dan tali pusarnya dicabut. Setelah tewas, jasad bayi dimasukkan kedalam kantong plastik dan berencana membuangnya di luar. Aksinya pun ketahuan petugas rumah sakit saat hendak melarikan diri.

Dari keterangan SNI dihadapan awak media mengatakan bahwa perempuan asal Tenggarong ini sejatinya tak ingin hal ini terjadi. Namun lantaran belum siap menikah dan belum siap punya anak, ia pun terpaksa melakukan hal itu. Padahal sang pacar diakui SNI telah siap untuk mengarungi rumah tangga bersamanya.

"Bukannya tega, cuma belum siap untuk dinikahi gitu aja. Pasangannya mau nikah cuma aku belum mau nikah, umurku kan juga masih muda," kata SNI, Minggu (28/7/2019).

Ini bukti potret kelam kondisi pergaulan remaja saat ini. Bukan menjadi suatu rahasia lagi fenomena remaja hamil diluar nikah, bahkan bukan hanya hamil, melainkan sampai tataran aborsi, membuang bahkan membunuh bayinya sendiri, sudah menjadi hal yang biasa.

Di Indonesia sendiri dalam undang-undang dasar 1945, ancaman perilaku seks bebas diatur dalam Pasal 460 ayat 1 huruf e draf RKUHP per 2 Februari 2018 menyatakan, laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat dalam perkawinan yang sah melakukan persetubuhan dapat dipidana penjara paling lama 5 tahun. 

Namun tindak pidana tersebut kurang efektif karena tidak bisa dilakukan penuntutan kecuali atas pengaduan suami, istri, orang tua atau anak. Dalam artian pelaku seks bebas tidak akan terjerat hukuman penjara jika tidak ada korban di dalamnya.

Menurut data dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 mengungkap remaja wanita usia 15-24 tahun dan remaja pria di rentang usia yang sama, telah melakukan hubungan seksual sebelum menikah dan 11 persen diantaranya mengaku mengalami hamil diluar pernikahan.

Menurut berbagai riset yang meneliti di kota Tangerang, Bogor, Jakarta dan Bekasi. Para remaja mengaku kehilangan keperawanan dan sudah melakukan hubungan seksual diluar nikah sampai berakhir pada kehamilan.

Berbagi kasus terkait remaja, tentu membuat kita tidak bisa tinggal diam. Perlu mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak, terutama negara, karena ini menyangkut masa depan bangsa dengan pemuda sebagai penerusnya. Jika gambaran pemuda kita seperti ini dibiarkan begitu saja, tanpa upaya penanganan yang serius, maka kedepannya akan berdampak pada lemahnya kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu, diperlukan solusi tuntas dari permasalahan ini.


Pergaulan bebas remaja yang marak terjadi ini tidak lepas dari pola pendidikan yang diperoleh dari sang anak mulai dari keluarga, sekolah, maupun lingkungannya. Karena, dari pendidikan itulah remaja akan di didik menjadi manusia seutuhnya  dengan menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan serta membentuk karakter unggul pada dirinya. Sehingga, mereka akan menjadi manusia yang sukses di dunia maupun akhirat. Kebebasan Pergaulan remaja saat ini juga dipicu oleh penerapan sistem pendidikan “sekuler” yang lebih mengutamakan ilmu pengetahuan dunia dibandingkan ilmu agama. Sistem sekuler menempatkan Pendidikan agama pada posisi yang tidak begitu urgen.

 Hasilnya, para remaja tumbuh menjadi remaja yang krisis moral akibat minimnya pendidikan agama. Padahal, peran agama sangatlah berpengaruh besar dalam menyukseskan sebuah pendidikan, mulai dari proses sampai hasilnya. Maka dari itu ide kebebasan pergaulan yang berkiblat pada Barat telah menghilangkan identitas keislaman para pemuda saat ini. Dengan mengadopsi berbagai paham kebebasan mulai dari kebebasan berpendapat, beragama, berperilaku/pergaulan serta kebebasan berkepemilikan inilah yang menjadi akar masalahnya. Ditambah lagi alasan, atas nama HAM (Hak Asasi Manusia) mereka para remaja semakin eksis dan bebas melakukan free sex. Sungguh berbahaya, karena sekuler telah memberi ruang kebebasan pada remaja sehingga menimbulkan prilaku kemaksiatan dan mencabut fitrah manusia. 

Maka, sudah saatnya kondisi krisis moral generasi  harus diperhatikan secara serius oleh negara. Agar mereka para remaja kembali pada perannya sebagai agent of change dan  generasi emas penerus  bangsa, negara, serta agama, tentu tidak ada jalan lain kecuali dengan mengembalikan sistem pendidikan kita kepada sistem pendidikan Islam yang dibangun atas asas akidah Islam dengan menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai pedoman berbangsa dan bernegara.**

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
12 Pengungsi Tewas Dibunuh Di Kamp Timur Laut Suriah Tempat Anggota Keluarga IS Ditahan

12 Pengungsi Tewas Dibunuh Di Kamp Timur Laut Suriah Tempat Anggota Keluarga IS Ditahan

Jum'at, 22 Jan 2021 23:16

Tahanan Palestina di Penjara Israel Meninggal Setelah Menerima Vaksin Virus Corona

Tahanan Palestina di Penjara Israel Meninggal Setelah Menerima Vaksin Virus Corona

Jum'at, 22 Jan 2021 22:37

Pantaskah Menuduh Curah Hujan Menjadi Penyebab Bencana Banjir?

Pantaskah Menuduh Curah Hujan Menjadi Penyebab Bencana Banjir?

Jum'at, 22 Jan 2021 19:42

Suami Menyusu ke Istrinya, Ini Pandangan Syaikh Bin Bazz!

Suami Menyusu ke Istrinya, Ini Pandangan Syaikh Bin Bazz!

Jum'at, 22 Jan 2021 17:08

Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Jum'at, 22 Jan 2021 12:38

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Jum'at, 22 Jan 2021 08:43

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Kamis, 21 Jan 2021 23:55

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Kamis, 21 Jan 2021 22:05

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Kamis, 21 Jan 2021 21:51

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Kamis, 21 Jan 2021 20:54

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Kamis, 21 Jan 2021 19:00

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Kamis, 21 Jan 2021 16:26

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Kamis, 21 Jan 2021 16:20

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Kamis, 21 Jan 2021 15:15

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Kamis, 21 Jan 2021 14:03

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Kamis, 21 Jan 2021 12:52

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Kamis, 21 Jan 2021 12:42

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Kamis, 21 Jan 2021 12:32

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 12:14

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Kamis, 21 Jan 2021 11:59


MUI

Must Read!
X

Kamis, 21/01/2021 16:26

Menggantungkan Harapan dan Nasib