Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.557 views

Efek Akad Kerja Tak Jelas: Bukan Urusan Saya

Oleh: Muzsuke Abdillah

Di era kapitalis saat ini, sangat disayangkan sekali bahwa masyarakat kita, khususnya kaum muslimin sendiri, menjadi antipati terhadap aqad kerja. Padahal, aqad kerja adalah sesuatu yang harus dipenuhi oleh para pekerja.

Bisa jadi, ini juga menimpa kita dan orang-orang di sekitar kita. Akibat sistem rusak yang diterapkan, akhirnya para pekerja,  para pemilik usaha dan penguasa banyak yang zhalim dan tidak memenuhi aqad kerja yang telah disepakati. Atau, para pemimpin dan wakil rakyat yang justru menyalahgunakan amanat dari rakyat.

Contoh tentang jam kerja, bukankah di awal para pekerja dan pemilik usaha itu telah menyepakati bersama? Misal, jam kerja mulai dari pukul 8 pagi sampai dengan pukul 4 sore, maka hal ini haruslah dipenuhi oleh kedua belah pihak.

Jika si pekerja memiliki suatu hal yang membuatnya tidak bisa datang tepat waktu, maka ia wajib meminta izin pada si pemilik usaha. Atau jika si pekerja memiliki aktivitas yang membuatnya harus meninggalkan tempat kerja untuk beberapa saat, maka iapun wajib meminta izin pada si pemilik usaha.

Jangan karena si bos tidak di tempat, jadi kita bisa seenaknya meninggalkan jam kerja. Jika kita seenaknya meninggalkan jam kerja, berarti kita telah berbuat zhalim dan tidak memenuhi aqad kerja. Jangan salah, tak memenuhi aqad yang telah disepakati bersama bisa mendatangkan dosa, lhoo.

Dalam hal ini, penguasa menjadi pihak pekerja. Mereka digaji oleh rakyat untuk mengurusi hajat hidup rakyat dalam negara. Maka, sudah sepatutnya mereka memenuhi aqad-aqad kerja yang telah ditetapkan, jangan malah lalai hanya karena diberi jabatan sebagai "pemimpin".

Adapun bagi si pemilik usaha, jika karyawan kita jam pulangnya melebih aqad, misal harusnya pulang jam 4 sore tapi pekerjaan baru selesai jam 4.30 sore, maka pemilik usaha wajib membayar kelebihan jam kerja karyawannya, kecuali jika si karyawan ikhlas.

Jika tidak membayar kelebihan jam kerja dan karyawan kita tidak ikhlas, maka si pemilik usaha berdosa karena telah tidak memenuhi aqad yang telah disepakati bersama.

Contoh lain, misalkan kita mempekerjakan seseorang dengan aqad "menjaga toko", maka seharusnya si karyawan ini hanya melakukan aktivitas menjaga toko dan tidak dibebankan untuk melakukan hal lainnya. Jangan suruh ia mencuci, memasak, atau menjaga anak. Sebab di awal, aqad yang telah disepakati bersama hanyalah menjaga toko.

Jika si karyawan ini kita bebankan pekerjaan lain di luar aqad, maka haruslah kita ganti upahnya di luar aqad. Sebab jika karyawan tak ridho dengan amanah kerja yang di luar aqad itu, maka si pemilik usaha telah berbuat zhalim karena menyalahi aqad kerja.

Kenyataannya saat ini, banyak dari kalangan kaum muslimin sendiri yang tidak memahami aqad kerja, sehingga mereka berlaku seenaknya, baik dari pihak si karyawan maupun dari pihak si pemilik usaha.

Coba saja lihat di sekeliling kita, atau barangkali di tempat kita bekerja juga ternyata banyak aqad yang tidak terpenuhi. Padahal seorang muslim wajib memenuhi aqad yang telah disepakati bersama.

Hal ini terjadi sebab kaum musliminnya banyak yang telah jauh dari Islam. Standar yang digunakan dalam hidup mereka hanyalah manfaat dan bukan halal haram, sehingga mereka seenaknya dalam melakukan aktivitas apapun dalam hidupnya.

Oleh karena itu, perlu edukasi pada masyarakat agar mereka tak lagi berbuat zhalim dalam rangka aqad kerja. Dan agar masyarakat tak semakin rusak, mereka haruslah menjadikan hukum syara' sebagai standar hidupnya.

Mengingat menyalahi aqad kerja ini telah menyentuh hampir di seluruh lapisan masyarakat, maka sebaiknya negara turun tangan dalam mengedukasi masyarakat. Bila perlu, negara harus memberi sanksi pada para pemilik usaha yang telah banyak menzhalimi para pekerja, terutama para industri besar yang sering kita dengar beritanya banyak menzhalimi para pekerjanya.

Atau pada para pejabat negara yang suka mangkir dari jam kerja sesuka hati mereka, mereka perlu diberi sanksi dan edukasi agar tak menyalahi aqad kerja, agar mereka tak zhalim dan tak mendapatkan dosa.

Jangan sampai ada kejadian seorang pemimpin yang jika ditanya tentang masalah dalam negerinya, lalu ia menjawab "bukan urusan saya". Lantas, bagaimana ia bisa memenuhi amanat rakyat dan memenuhi aqad kerja jika ia saja tidak tahu apa yang harus dikerjakan.

Seandainya hukum syara' dijadikan standar kehidupan bagi masyarakat, dan diterapkan dalam sistem tata negara, pastilah kezhaliman semacam menyalahi aqad kerja dapat ditekan seminimal mungkin sebab taqwa akan menjadi penjaga bagi individu masyarakat untuk tak berbuat zhalim. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Kasus Sukmawati, Polisi Panggil Sekjen GNPF Ulama

Kasus Sukmawati, Polisi Panggil Sekjen GNPF Ulama

Selasa, 21 Jan 2020 23:08

Anggota Parlemen Iran Tawarkan 3 Juta USD untuk Membunuh Trump, Utusan AS: 'Itu Konyol'

Anggota Parlemen Iran Tawarkan 3 Juta USD untuk Membunuh Trump, Utusan AS: 'Itu Konyol'

Selasa, 21 Jan 2020 22:48

PDIP Bisa Tergiring Menjadi Pabrik Korupsi

PDIP Bisa Tergiring Menjadi Pabrik Korupsi

Selasa, 21 Jan 2020 22:24

Pemimpin Hamas Bertemu dengan Menteri Pertahanan Malaysia di Doha Qatar

Pemimpin Hamas Bertemu dengan Menteri Pertahanan Malaysia di Doha Qatar

Selasa, 21 Jan 2020 22:17

Laporan: Identitas Pemimpin Baru Islamic State Terungkap, Bukan Keturunan Arab Namun Turki Irak

Laporan: Identitas Pemimpin Baru Islamic State Terungkap, Bukan Keturunan Arab Namun Turki Irak

Selasa, 21 Jan 2020 22:05

Kapal Rombongan Wartawan Terbalik di Labuan Bajo, DPR Ingatkan SOP di Kawasan Wisata

Kapal Rombongan Wartawan Terbalik di Labuan Bajo, DPR Ingatkan SOP di Kawasan Wisata

Selasa, 21 Jan 2020 21:12

Fahira Idris: Kegaduhan Tak Pernah Berhenti, Gimana Bangsa Ini Mau Maju

Fahira Idris: Kegaduhan Tak Pernah Berhenti, Gimana Bangsa Ini Mau Maju

Selasa, 21 Jan 2020 20:18

Kalau Mau ke Neraka Sendirian Saja, Tidak Usah Ngajak-ngajak

Kalau Mau ke Neraka Sendirian Saja, Tidak Usah Ngajak-ngajak

Selasa, 21 Jan 2020 19:00

Antara Tipu Daya Wanita dan Tupu Daya Setan

Antara Tipu Daya Wanita dan Tupu Daya Setan

Selasa, 21 Jan 2020 14:59

Kapal Pinisi Rombongan Wartawan Peliput Kegiatan Jokowi Terbalik di Labuan Bajo

Kapal Pinisi Rombongan Wartawan Peliput Kegiatan Jokowi Terbalik di Labuan Bajo

Selasa, 21 Jan 2020 13:22

Garam di Negara Maritim Tak Lagi Asin

Garam di Negara Maritim Tak Lagi Asin

Selasa, 21 Jan 2020 12:54

Sukses Belum Identik Bahagia

Sukses Belum Identik Bahagia

Selasa, 21 Jan 2020 12:01

Ditlantas Polda Aceh Sosialisasi Tertib Lalu Lintas di SMA Adi Darma

Ditlantas Polda Aceh Sosialisasi Tertib Lalu Lintas di SMA Adi Darma

Selasa, 21 Jan 2020 11:49

Hilangkan Trauma Pada Anak, WMI Gelar Trauma Healing di Desa Cilleuksa

Hilangkan Trauma Pada Anak, WMI Gelar Trauma Healing di Desa Cilleuksa

Selasa, 21 Jan 2020 11:46

Menjadi Ibu dan Anak Tangguh di Tengah Gempuran Media Digital

Menjadi Ibu dan Anak Tangguh di Tengah Gempuran Media Digital

Selasa, 21 Jan 2020 10:57

Selamat Jalan ''Mujahidku''

Selamat Jalan ''Mujahidku''

Selasa, 21 Jan 2020 08:51

Soal BPJS, Mufida: Pemerintah Tak Punya Itikad Baik kepada Rakyat Kecil

Soal BPJS, Mufida: Pemerintah Tak Punya Itikad Baik kepada Rakyat Kecil

Selasa, 21 Jan 2020 08:04

Presiden PKS: Natuna Harga Diri Bangsa

Presiden PKS: Natuna Harga Diri Bangsa

Selasa, 21 Jan 2020 01:01

Partai Demokrat: Jiwasraya Kejahatan yang Sempurna

Partai Demokrat: Jiwasraya Kejahatan yang Sempurna

Senin, 20 Jan 2020 23:56

Ketua Ikatan Gay Tulungagung Cabuli 11 Bocah Laki-laki, Wasekjen MUI Minta Hukum Mati atau Kebiri

Ketua Ikatan Gay Tulungagung Cabuli 11 Bocah Laki-laki, Wasekjen MUI Minta Hukum Mati atau Kebiri

Senin, 20 Jan 2020 22:42


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X