Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.638 views

Rakyat dan Negara, Semua karena Cinta; Bisakah?

 

Oleh: Fatimah Azzahra, S. Pd

Saat Umar menjadi amirul mu'minin, suatu hari ia berjalan dan tak sengaja mengintip suatu jendela. Dilihatnya seorang lelaki tengah minum dan sepertinya mabuk. Sebagaimana yang kita tahu tentang karakter Umar. Beliau mendobrak pintu, merenggut kerah baju lelaki tadi, "Kamu minum di depanku! "

Lelaki itu ngeles, "Perbuatanku satu yang haram, perbuatan harammu tiga."

Umar bereaksi, "Ha! Apa maksudmu?"

Lelaki itu bilang, "Pertama kau intip jendelaku. Kau harusnya menjaga privasi seorang muslim. Tak boleh tajasus. Kedua, kau berasumsi aku minum alkohol. Bagaimana kau tahu? Bisa saja aku minum air putih. Bisa saja aku minum susu. Kau tak boleh berasumsi, tak boleh berprasangka buruk. Kau harus tabayyun. Ketiga, kau masuk rumahku tanpa ijin. Sampai kau dipersilakan masuk, kau tak boleh masuk ke rumah orang tanpa ijin. Perbuatan harammu ada tiga!"

Umar pun meminta maaf, melepaskan lelaki itu, lalu pergi. Ia berlapang dada menerima saran, nasihat dari lelaki tadi. Walau statusnya saat itu adalah kepala negara, amirul mu'minin. Bisa saja Umar berkata, "Pencemaran nama baik! Penghinaan terhadap kepala negara! Aku hukum kau!" Tapi, itu tidak dilakukannya.

Beliau pergi. Beberapa minggu berlalu dan Umar ra memberi khotbah, lelaki itu masuk ke masjid. Orang yang sama dengan malam itu. Umar menutup khotbahnya dan memanggil lelaki tadi dan berbisik padanya, "Aku tak pernah menceritakan tentangmu pada siapa pun. "

Lelaki tersebut menjawab, "Sejak itu, aku berhenti minum."

Masyaallah. Inilah tawashaubil haqq. Tak hanya memberi saran dan nasihat, tapi juga berlapang dada menerima saran serta nasihat bahkan, dari seorang yang tengah mabuk.

Kenapa mereka bisa berlapang dada seperti itu? Karena ada sayang. Umar memberikan nasihat pada sang lelaki tanpa ada maksud apapun. Tanpa ada agenda tersembunyi kecuali karena Umar sayang padanya. Umar tulus marah pada lelaki itu. Umar tulus memberinya nasihat. Dan begitu pun sang lelaki.

Ini berlaku dalam setiap kondisi. Tawashaubil haqq dengan sesama teman, antara suami dan istri, orangtua dan anak, antara atasan dan bawahan, termasuk pemerintah dan rakyat. Bukan hal yang mudah memang, itulah kenapa Allah siapkan pahala.

Sebagaimana kita menanamkan hadist, "Laa tagdob walakal jannah," (Jangan marah dan bagimu surga). Maka kala kita marah dan anak berkata, "Umi/Abi jangan marah. Nanti gak dapet pahala. Kita kan mau masuk surga bareng."

Bisa saja orangtua membalas perkataan anaknya itu:

"Umi/Abi marah karena kamu ga ngedengerin apa kata umi/abi!"

"Ga sopan ya ngomong gitu sama orangtua!"

"Kan kamu yang marah duluan!"

Atau, orangtua bisa bilang, "Iya, maaf tadi umi/abi marah sama kamu. Umi/abi kesal karena kamu berbuat ini dan itu. Makasih ya sudah ingetin umi/abi. Lain kali, ingetin lagi ya." Jangan lupa peluk anak setelahnya.

Mudah untuk ditulis, susah untuk dipraktekkan. Tapi, dampaknya sangat besar. Selain tentu, pahala Allah untuk kita.

Sementara itu, jika merefleksikan ayat ini pada potret  negeri kita kini sungguh membuat hati meringis. Rakyat dan pemerintah saling melemparkan kritik. Semua sibuk berbicara dan mengungkapkan pendapatnya. Tapi, tak ada yang mau mendengar kritik dari pihak lainnya.

Rakyat menyalahkan pemerintah. Pemerintah menyalahkan rakyat. Bisakah kita tawashaubil haqq? Saling menyayangi terlebih dulu. Baru menyampaikan saran untuk orang lain. Sebagai rakyat, saya sayang akan pemerintah. Yang saya pahami, Allah bebankan kewajiban mengurusi semua urusan rakyat di 'pundak' pemerintah. Maka, saya minta pemerintah serius dan tegas dalam memberikan aturan. Apalagi ini berkenaan dengan nyawa rakyat.

Tegaslah dalam peraturan khususnya agar wabah betul-betul reda. Mohon keoptimalan pemerintah dalam menolong para nakes, mohon keseriusan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan rakyat. Agar tak ada lagi rakyat yang harus keluar rumah, bertaruh nyawa atau bisa jadi mengancam nyawa orang karena menyebarkan virus, demi mengais rezeki di masa pandemi ini.

Saya diajarkan untuk put first thing first oleh guru saya. Prioritas. Kita semua belajar prioritas. Pemerintah pun kini harus meletakkan prioritas dengan benar. Karena rakyat kini sedang kesusahan, bukankah sudah seharusnya memprioritaskan pemenuhan kebutuhan mereka dengan dana yang ada? Alokasikan sebagian besar dana untuk rakyat, langsung dalam bentuk yang bisa dikonsumsi oleh rakyat. Awasi dan jamin kualitas kesehatan kehalalannya. Kenapa seolah kita menuntut pemerintah? Karena hanya pemerintah yang bisa mengeluarkan kebijakan ini. Dan pemerintah dulu disumpah untuk mengurusi rakyat, bukan?

Jika pemerintah sudah optimal. Maka, sebagai rakyat, kita pun jangan cuek keluar rumah demi alasan yang tak urgent. Demi konten misalnya.

Saya berdo'a semoga Allah swt menolong kita menerapkan saran tawashi bil haqq yang Indah. Ya Allah, jadikanlah kami orang yang beriman, berbuat baik orang-orang yang tawashi bil haqq, dan tawashi bil shabr. Wallahu'alam bish shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Signal Terus Tumbuh di Tengah Kontroversi WhatsApp

Signal Terus Tumbuh di Tengah Kontroversi WhatsApp

Rabu, 20 Jan 2021 14:08

PP Muhammadiyah: Kasus Penembakan 6 FPI Pelanggaran HAM Berat

PP Muhammadiyah: Kasus Penembakan 6 FPI Pelanggaran HAM Berat

Rabu, 20 Jan 2021 12:54

PW Hima Persis Banten Masa Jihad 2020-2022 Usung Tagline Kolaborasi Karya Kita

PW Hima Persis Banten Masa Jihad 2020-2022 Usung Tagline Kolaborasi Karya Kita

Rabu, 20 Jan 2021 12:42

Studi: Minum Cokelat Terbukti Tingkatkan Fungsi Otak

Studi: Minum Cokelat Terbukti Tingkatkan Fungsi Otak

Rabu, 20 Jan 2021 12:30

Membentuk Generasi Muslim yang Bertakwa

Membentuk Generasi Muslim yang Bertakwa

Rabu, 20 Jan 2021 10:55

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pengamat: Parameter apa yang Digunakan untuk Menilai Ekstrimisme?

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pengamat: Parameter apa yang Digunakan untuk Menilai Ekstrimisme?

Selasa, 19 Jan 2021 22:52

Penelitian Oxford: Inggris Miliki Tingkat Kematian Virus Corona Harian Tertinggi di Dunia

Penelitian Oxford: Inggris Miliki Tingkat Kematian Virus Corona Harian Tertinggi di Dunia

Selasa, 19 Jan 2021 22:30

Tingkatkan Imun Hadapi Covid-19, Ustaz Fadlan Kenalkan Terapi Ala Raja Papua

Tingkatkan Imun Hadapi Covid-19, Ustaz Fadlan Kenalkan Terapi Ala Raja Papua

Selasa, 19 Jan 2021 22:11

AS Tarik Pasukan Terakhir Dari Somalia

AS Tarik Pasukan Terakhir Dari Somalia

Selasa, 19 Jan 2021 22:00

Hillary Clinton dan Nancy Pelosi Serukan Penyelidikan Atas Peran Putin Dalam Penyerbuan Capitol AS

Hillary Clinton dan Nancy Pelosi Serukan Penyelidikan Atas Peran Putin Dalam Penyerbuan Capitol AS

Selasa, 19 Jan 2021 20:45

Bangladesh Bantah Tuduhan Ada Sel Al-Qaidah Di Negaranya

Bangladesh Bantah Tuduhan Ada Sel Al-Qaidah Di Negaranya

Selasa, 19 Jan 2021 18:15

Risma, Tahun Depan Pilgub DKI

Risma, Tahun Depan Pilgub DKI

Selasa, 19 Jan 2021 17:00

Gubernur Anies Baswedan Hadiri Peluncuran Pengajian Warga Jakarta Secara Daring

Gubernur Anies Baswedan Hadiri Peluncuran Pengajian Warga Jakarta Secara Daring

Selasa, 19 Jan 2021 15:34

Mimpi Mati, Wanita Suka Dugem Ini Akhirnya Taubat

Mimpi Mati, Wanita Suka Dugem Ini Akhirnya Taubat

Selasa, 19 Jan 2021 14:43

Ikhwanul Muslimin Kecam Penyitaan Aset Para Pemimpin Mereka Oleh Pemerintah Mesir

Ikhwanul Muslimin Kecam Penyitaan Aset Para Pemimpin Mereka Oleh Pemerintah Mesir

Selasa, 19 Jan 2021 14:35

Dukun pun Dikriminalisasi

Dukun pun Dikriminalisasi

Selasa, 19 Jan 2021 12:55

Telegram Tutup Ratusan Seruan Kekerasan di AS

Telegram Tutup Ratusan Seruan Kekerasan di AS

Selasa, 19 Jan 2021 12:10

Jokowi Bisa Dipidana Jika Suntik Vaksin Bohong

Jokowi Bisa Dipidana Jika Suntik Vaksin Bohong

Selasa, 19 Jan 2021 10:44

Renungan Dibalik Bencana

Renungan Dibalik Bencana

Selasa, 19 Jan 2021 08:10

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-200)

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-200)

Selasa, 19 Jan 2021 06:26


MUI

Must Read!
X

Senin, 18/01/2021 22:15

Wafatnya Ulama Penjaga Al-Qur’an