Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
11.482 views

Menuju Dilegalkannya Minol, Budaya atau Buah Kegagalan Sistem?

 

Oleh: Tari Ummu Hamzah

Indonesia kaya akan budaya. Tidak hanya budaya kesenian, tetapi juga budaya kuliner khas daerah menjadi primadona di negeri ini. Tapi apa jadinya jika minuman beralkohol (minol) menjadi primadona dan minuman khas Indonesia? Dilansir dari Jeda.id, data menunjukkan 38,7% pengkonsumsi minol lebih memilih minol lokal. Minol lokal ini terus dikembangkan masyarakat sebagai bagian dari budaya dan kearifan lokal.

Bicara tentang budaya dan kearifan lokal, sebenarnya ada bukti sejarah bahwa masyarakat Indonesia sudah mengenal pembuatan minol sejak jaman Majapahit. Ini dibuktikan dengan catatan Nagarakretagama (1365) yang ditulis pada masa keemasan Kerajaan Majapahit abad ke-14. Dalam naskah itu dikisahkan, minuman beralkohol seperti tuak nyiur, arak kilang, dan tuak rumbya menjadi hidangan utama sebuah jamuan.

Salah satunya dilakukan Sri Raja Kertanegara, raja terakhir pemimpin Singasari, kerajaan Hindu (Siwaisme)-Budha di Nusantara. Dia adalah seorang Tantrayana, yang menjalani tradisi pemujaan. Ragam ritual yang hadir pun tak lepas dari pelbagai kebiasaan seperti minuman beralkohol dan seks demi pencapaian nirwana.

Catatan sejarah ini jelas menunjukkan bahwa minol memang tak bisa lepas dari kemaksiatan. Sayangnya meskipun sudah terbukti menyesatkan peminumnya, minol lokal tetap dikembangkan secara turun temurun hingga melekat sebagai budaya dan kearifan lokal. Maka tak heran jika dalam upacara adat tertentu masyarakat ramai-ramai menenggak air "Nirwana" Ini. Sebutlah nama Ballo, minol khas Tana Toraja yang terbuat dari fermentasi getah pohon lontar. Minuman ini sering disajikan masyarakat Toraja ketika sedang mengadakan pertemuan atau menggelar ritual keagamaan.

Arak bali. Arak dibuat dari fermentasi dari sari kelapa dan buah-buahan. Arak Bali disinyalir punya kadar alkohol tinggi, yakni mencapai 30-50 persen. Minol khas bali ini disajikan pada saat upacara adat tertentu. Tapi mengkonsumsinya dimaksudkan hanya untuk keakraban saja.

Meskipun tujuan dibuat minol ini sebagai bagian dari adat dan kearifan lokal, tetapi minol tetaplah minol. Mau minol merek asing atau lokal, banyak atau sedikit jumlah konsumsinya, tak seharusnya minol ini menjadi bagian masyarakat. Sebab efek penggunaannya menjadikan seseorang bisa lupa diri, bahkan menjerumuskan masyarakat dalam tindakan kriminal dan kemaksiatan.

Disinyalir pesatnya aktivitas pembuatan minol lokal di Indonesia, tak lepas dari masa penjajahan Belanda. Belanda yang notabene masyarakatnya pengkonsumsi alkohol, tentu memiliki cara agar kebiasaan ini tetap terjaga meskipun di tanah jajahannya. Ketika bangsa Eropa datang ke Nusantara, mereka mengenalkan teknik destilasi dalam pembuatan minol. Ditambah lagi mereka memakai buah dan tanaman lokal di Nusantara sebagai bahan bakunya, sehingga makin beragamlah jenis minol lokal di Nusantara.

Selain itu dengan pemahaman kapitalisnya, Belanda memperkenalkan kepada masyarakat budaya liberal dan hedonisme, termasuk kebiasaan mengkonsumsi minol. Minol disinyalir merupakan buah dari budaya hedonis penjajahan, yang mereka paksakan masuk ke dalam urat nadi kehidupan masyarakat. Minol lokal pun menjadi gaya hidup bersenang-senang tapi dengan modal yang murah. Jelas ini akan diburu masyarakat.

Kedatangan Belanda ke Indonesia bukan berarti mereka tidak memahami budaya lokal. Mereka juga ikut mempelajari budaya lokal tanah jajahannya. Ini dimaksudkan agar Belanda bisa memberikan tindakan yang tepat bagi tanah jajahannya. Jadi mereka paham aktivitas minol lokal. Tapi kedatangan mereka malah mengubah keberadaan minol yang awalnya sebagai simbol adat, dirubah menjadi barang konsumsi sehari-hari. Sehingga minol malah beredar luas di masyarakat. Masyarakat pun dijerumuskan ke arah hedonisme, sehingga kriminal dan kemaksiatan semakin merajalela.

Itulah sebagian deskripsi sistem kapitalis yang selalu menciptakan kerusakan dan membuahkan kegagalan dalam mengurusi rakyat. Lain halnya dengan sistem Islam. Islam memperjelas hal-hal yang haq dan bathil. Meskipun budaya dan adat istiadat masyarakat melekat bak urat nadi, tapi jika budaya tersebut bertentangan dengan islam, maka jelas akan dihapuskan lalu diganti dengan kebiasaan dan budaya islam. Pun dengan kearifan lokal. Jika hal-hal yang menjadi kearifan lokal adalah budaya kufur, maka islam tidak akan membiarkan untuk melekat pada kehidupan masyarakat. Sehingga budaya kuffur tidak akan diteruskan hingga turun temurun.

Jadi apapun budaya yang melekat di masyarakat, tapi jika yang menguasainya adalah sistem rusak, maka rusaklah tantangan hidup masyarakat. Seperti halnya kapitalisme. Sistemnya saja sudah rusak, maka tak heran jika sistem ini akan melahirkan budaya dan masyarakat yang rusak pula. Seperti hedonisme, individualisme, sekuler dsb. Jelas sistem ini pada akhirnya menuai kegagalan.

Tapi lain cerita jika sistem Islam yang menguasai. Islam datang memberikan kemuliaan, menarik masyarakat dari lembah kekufuran dan menuju lembah penuh ketaqwaan kepada Allah. Dengan kondisi masyarakat semulia ini, kehadiran minol tidak akan ditoleransi apalagi dilegalisasi. Jadi, perkara minol saja sungguh membutuhkan institusi kekuasaan untuk mengentikan produksi, peredaran, maupun investasinya. Semoga umat Islam dimampukan untuk itu, insya Allah. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Senin, 03 Oct 2022 23:15

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

Senin, 03 Oct 2022 23:06

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Senin, 03 Oct 2022 21:14

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Senin, 03 Oct 2022 20:49

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Senin, 03 Oct 2022 19:15

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Senin, 03 Oct 2022 18:35

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Senin, 03 Oct 2022 17:11

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

Senin, 03 Oct 2022 13:30

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Senin, 03 Oct 2022 12:44

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

Senin, 03 Oct 2022 11:17

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Senin, 03 Oct 2022 09:31

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Senin, 03 Oct 2022 07:38

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Senin, 03 Oct 2022 07:13

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Senin, 03 Oct 2022 06:41

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Menjadi Tragedi yang Memilukan

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Menjadi Tragedi yang Memilukan

Ahad, 02 Oct 2022 21:55

Saudi Bebaskan Peziarah Iran Yang Ditangkap Saat Pelaksanaan Ibadah Haji 2022 Lalu

Saudi Bebaskan Peziarah Iran Yang Ditangkap Saat Pelaksanaan Ibadah Haji 2022 Lalu

Ahad, 02 Oct 2022 21:45

Gugatan PT 20% Ditolak MK, Sekjen PKS: Kami Hormati, Meskipun Sangat Kecewa

Gugatan PT 20% Ditolak MK, Sekjen PKS: Kami Hormati, Meskipun Sangat Kecewa

Ahad, 02 Oct 2022 21:44

PKS Terbuka Menerima Nasihat Dari Tokoh dan Ormas Islam

PKS Terbuka Menerima Nasihat Dari Tokoh dan Ormas Islam

Ahad, 02 Oct 2022 21:32

Bangun Pagi Bisa Tingkatkan Metabolisme dan Cegah Penyakit Kronis

Bangun Pagi Bisa Tingkatkan Metabolisme dan Cegah Penyakit Kronis

Ahad, 02 Oct 2022 21:23

Pengguna Medsos di Indonesia 191 Juta, MUI Sulsel Ajak Muballigh Giatkan Dakwah Digital

Pengguna Medsos di Indonesia 191 Juta, MUI Sulsel Ajak Muballigh Giatkan Dakwah Digital

Ahad, 02 Oct 2022 21:20


MUI

Must Read!
X