Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
20.960 views

Mending Dinikahi daripada Ditikung?

 

Oleh: 

Keni Rahayu || Penulis Buku Sebab Perasaan bukan Tuhan

 

VIRAL! Sepasang bocah SMP menikah. Setelah dua tahun pacaran, akhirnya sang lelaki memberanikan diri mempersunting kekasih hati. Gayung bersambut, pernikahan terjadi. Meski siri, mempelai pria siap bertanggung jawab dengan menggarap sawah sebagai pekerjaannya.

Alasan MF mantap mempersunting kekasihnya yang sama-sama masih berusia dini, karena takut pujaan hatinya tersebut direbut atau ditikung orang lain. "Mau ka kawin karena saya takut ditinggalkan, jangan sampai nalumbai ki(saya ditikung) orang," kata MF (DetikSulsel, 25/5/22).

Dalam Islam memang tidak ada batasan umur dalam menikah. Selama sudah baligh, maka diperbolehkan. Tapi pertanyaannya, apakah calon mempelai sudah paham betul bahwa menikah tidak seindah drama Korea? Bahwa sejatinya, menikah itu menambah masalah. Itulah mengapa kita harus sudah matang secara personal.

Kita perlu memahami bahwa manusia memang memiliki naluri (gharizatun nau'). Naluri ini menuntut pemenuhan ketika sudah sudah muncul rasa-rasa ingin dicinta. Kalau dia berpegang pada iman, maka ia akan mengendalikan diri. Jika bebas bablas, pilihannya ya pacaran. Apa lagi?

Ditambah, ketika sudah cinta banget dan takut ditikung orang, diikat aja tuh dengan pernikahan. Padahal, menikah tidak sesederhana itu loh, bestie. Menikah adalah ibadah seumur hidup, maka bekalnya juga tidak main-main. Butuh ilmu Islam, agar diri matang dan paham hak-kewajiban sebagai suami/istri dan ayah/ibu nanti.

Beginilah pola hidup kapitalisme. Ketika individu tidak dipersiapkan dengan akidah Islam, pendidikan di sekolah berasas sekuler, maka lahir output berwatak pragmatis. Berbeda dengan sebuah negara yang menjalankan Islam, pemerintah akan menyiapkan para siswa memiliki kepribadian Islam, yakni pola pikir dan pola sikap Islam. Inilah bekal lahirnya individu matang.

Jahatnya dunia maya hari ini, banyak memuat konten tidak layak. Hal ini membangkitkan naluri generasi muda, yang seringnya mereka tidak matang. Larilah mereka pada pergaulan bebas dan zinah nauzubillah. Sedangkan dalam Islam, negara berperan besar dalam menyaring konten, baik di TV, media sosial, film, lagu dan sebagainya agar isinya tidak membangkitkan gharizatun nau'. Sehingga para pemuda tidak teralihkan fokus dari menyiapkan diri menjadi generasi matang berwatak pejuang. Menikah adalah sebuah opsi ketika ia telah siap menjejaki anak tangga kehidupan dengan amanah yang lebih tinggi. Ia memiliki visi surgawi dalam mengemban amanah pernikahan.

Jika menikah muda (di bawah 19 tahun) hari ini tidak direstui negara, maka berbeda dalam negara berasas Islam. Negara malah memfasilitasi dua anak Adam yang bermaksud melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Dengan catatan, negara telah menyiapkan (jauh sebelumnya) lahirnya dua individu yang sama-sama matang. Baik dari segi fisik, rohani, terutama ilmu, kedua belah pihak sudah memahami betul tugas masing-masing. Sosial, pangan, lapangan kerja, pendidikan, terbalut dalam sistem syar'i sehingga pernikahan bukan hal yang ngeri, melainkan malah semakin mendatangkan rida Ilahi.

Meskipun hari ini hidup penuh dengan fitnah dan sekulerisme, namun ketaatan tetap harus kita tegakkan. Wajar, ketika beban kita semakin berat dalam mempersiapkan dan menjaga diri menjalani hidup hari ini. Sebagai muslim, tentu tidak ada pilihan lain selain taat dan terus  berjuang menegakkan aturan Allah di atas muka bumi. Wallau a'lam bishowab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News

MUI

Must Read!
X