Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
121.723 views

Syarat-syarat Sahnya Kurban

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah Subhanahu wa Ta'ala. Shalawat dan salam teruntuk hamba dan utusan-Nya, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.

Udhiyyah atau berkurban termasuk salah satu syi'ar Islam yang agung dan termasuk bentuk ketaatan yang paling utama. Ia adalah syi'ar keikhlasan dalam beribadah kepada Allah semata, dan realisasi ketundukan kepada perintah dan larangan-Nya. Karenanya setiap muslim yang memiliki kelapangan rizki hendaknya ia berkurban.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

"Barangsiapa yang memiliki kelapangan, sedangkan ia tidak berkurban, janganlah dekat-dekat musholla kami." (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan al-Hakim, namun hadits ini mauquf)

Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah memberi teladan, beliau senantiasa melaksanakannya. Dari Ibnu Umar Radhiyallaahu 'Anhuma, “Adalah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam selama sepuluh tahun tinggal di Madinah, beliau selalu menyembelih kurban.” (HR. Ahmad dan al-Tirmidzi, sanadnya hasan)

Diriwayatkan dalam Shahihain, “Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berkurban dua ekor domba yang putih dan bertanduk. Beliau menyembelih sendiri dengan kedua tangannya sambil menyebut nama Allah dan bertakbir serta meletakkan kakinya di samping lehernya.”

Syarat-syarat Kurban

Diantara urusan kurban yang harus diketahui oleh seorang mudhahhi adalah syarat-syaratnya. Apa yang harus dipenuhi oleh pengorban dari ibadah kurbannya:

Pertama, hewan kurban harus dari hewan ternak; yaitu unta, sapi, kambing atau domba. Hal ini berdasarkan sabda firman Allah Ta'ala,

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ

"Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka." (QS. Al-Hajj: 34)

Bahimah An'am: unta, sapi, dan kambing. Ini yang dikenal oleh orang Arab sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Hasan, Qatadah, dan selainnya.

Kedua, usianya sudah mencapai umur minimal yang ditentukan syari'at. Yakni sudah musinnah, kecuali bagi domba boleh jadza'ahnya. Ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam,

لَا تَذْبَحُوا إِلَّا مُسِنَّةً إِلَّا أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَتَذْبَحُوا جَذَعَةً مِنْ الضَّأْنِ

"Janganlah kalian menyembelih kecuali Musinnah (kambing yg telah berusia dua tahun), kecuali jika kalian kesulitan mendapatkannya, maka sembelihlah domba jadza'ah." (HR. Muslim dari sahabat Jabir bin Abdillah Radhiyallahu 'Anhu)

Dari Al-Barra' Radhiyallahu 'Anhu, berkata: "Pada suatu hari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengerjakan shalat, setelah itu beliau bersabda:

مَنْ صَلَّى صَلَاتَنَا وَاسْتَقْبَلَ قِبْلَتَنَا فَلَا يَذْبَحْ حَتَّى يَنْصَرِفَ فَقَامَ أَبُو بُرْدَةَ بْنُ نِيَارٍ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَعَلْتُ فَقَالَ هُوَ شَيْءٌ عَجَّلْتَهُ قَالَ فَإِنَّ عِنْدِي جَذَعَةً هِيَ خَيْرٌ مِنْ مُسِنَّتَيْنِ آذْبَحُهَا قَالَ نَعَمْ ثُمَّ لَا تَجْزِي عَنْ أَحَدٍ بَعْدَكَ

"Barangsiapa mengerjakan shalat seperti shalat kami, dan menghadap kiblat kami, hendaknya tidak menyembelih binatang kurban sehingga selesai mengerjakan shalat.” Lalu Abu Burdah bin Niyar berdiri dan berkata; “Wahai Rasulullah, padahal aku telah melakukannya.” Beliau bersabda: “Itu adalah ibadah yang kamu kerjakan dengan tergesa-gesa.” Abu Burdah berkata; “Sesungguhnya aku masih memiki Jadza’ah dan dia lebih baik daripada dua Musinnah, apakah aku juga harus menyembelihnya untuk berkurban? Beliau bersabda: “Ya, namun hal itu tidak sah untuk orang lain setelahmu.” (HR. al-Bukhari)

Musinnah sama dengan istilah Tsaniyyah, yakni hewan dengan usia tertentu yang mencakup unta, sapi dan kambing. An-Nawawi berkata; "Para ulama berkata;  Musinnah adalah Tsaniyyah dari segala sesuatu yakni dari unta, sapi dan kambing atau lebih." (Syarah An-Nawawi ‘Ala Muslim, vol 13 hlm 117)

Dalam Mu’jam Lughati Al-Fuqaha’ (I/188) disebutkan: "Tsaniyy adalah setiap hewan yang tanggal gigi serinya. Jamaknya Tsina’ dan Tsunyan. Bentuk lainya Tsaniyyah yang dijamakkan menjadi Tsaniyyat. Tsaniyy dari unta adalah unta yang genap berusia lima tahun, dari sapi yang genap dua tahun dan dari kambing yang genap satu tahun (Mu’jam Lughoti Al-Fuqoha’, vol 1/hlm 188)

Perician dari usia minimalnya:

-          Unta: sudah genap 5 tahun

-          Sapi: sudah genap 2 tahun

-          Kambing: sudah genap 1 tahun

-          Jadza'ah domba: sudah genap setengah tahun.

Tidak sah kurban yang usianya di bawan ketentuan di atas.

Ketiga, Hewan kurban terbebas dari aib/cacat. Di dalam nash hadits ada ada empat cacat yang disebutkan:

  1. Aur Bayyin (buta sebelah yang jelas)
  2. Araj Bayyin (kepincangan yang jelas)
  3. Maradh Bayyin (sakit yang jelas)
  4. Huzal (kekurusan yang membuat sungsum hilang).

Jika hewan kurban terkena salah satu atau lebih dari empat macam aib ini, maka hewan tersebut tidak sah dijadikan sebagai hewan kurban.

Dari Al-Bara’ bin ‘Azib berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ditanya, ‘Apa yang harus dijauhi untuk hewan kurban?‘ Beliau memberikan isyarat dengan tangannya lantas bersabda: “Ada empat.” Barra’ lalu memberikan isyarat juga dengan tangannya dan berkata; “Tanganku lebih pendek daripada tangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

الْعَرْجَاءُ الْبَيِّنُ ظَلْعُهَا وَالْعَوْرَاءُ الْبَيِّنُ عَوَرُهَا وَالْمَرِيضَةُ الْبَيِّنُ مَرَضُهَا وَالْعَجْفَاءُ الَّتِى لاَ تُنْقِى

"(empat perkara tersebut adalah) hewan yang jelas-jelas pincang kakinya, hewan yang jelas buta sebelah, hewan yang sakit dan hewan yang kurus tak bersumsum.” (H.R.Malik)

Dari ‘Ubaid bin Fairuz berkata: Aku pernah bertanya kepada Al Bara` bin ‘Azib; sesuatu apakah yang tidak diperbolehkan dalam hewan kurban? Kemudian ia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah berdiri diantara kami, jari-jariku lebih pendek daripada jari-jarinya dan ruas-ruas jariku lebih pendek dari ruas-ruas jarinya, kemudian beliau berkata:

أَرْبَعٌ لاَ تَجُوزُ فِى الأَضَاحِى الْعَوْرَاءُ بَيِّنٌ عَوَرُهَا وَالْمَرِيضَةُ بَيِّنٌ مَرَضُهَا وَالْعَرْجَاءُ بَيِّنٌ ظَلْعُهَا وَالْكَسِيرُ الَّتِى لاَ تَنْقَى

Empat perkara yang tidak boleh ada di dalam hewan-hewan kurban; yaitu buta sebelah matanya yang jelas kebutaannya, pincang yang jelas pincangnya, sakit yang jelas sakitnya, dan pecah kakinya yang tidak memiliki sumsum. ‘Ubaid berkata; aku katakan kepada Al Bara`; Aku tidak suka pada giginya terdapat aib. Ia berkata; apa yang tidak engkau sukai maka tinggalkan dan janganlah engkau mengharamkannya kepada seseorang." (HR. Abu Dawud)

Keempat, Hewan tersebut benar-benar dimiliki oleh orang yang berkurban atau yang diizikan dikurbankan atas  namanya oleh syariat atau oleh orang yang memilikinya. Tidak sah kurban orang yang tidak memilikinya secara sah seperti hewan kurban yang dicuri, dikuasai dengan cara batil, dan semisalnya. Sebabnya tidak sah ibadah taqarrub kepada Allah dengan maksiat kepada-Nya. kurban pengasuh anak yatim yang diambil dari hartanya sah jika berkurban telah menjadi rutinitas dan akan bersedih jika tidak ada hewan kurban. Begitu juga sah kurban orang yang mewakili dari harta orang yang diwakilinya dengan izinnya. (Syaikh Utsaimin dalam Risalah Ahkam Udhiyyah wa Dzakah)

. . . Tidak sah kurban orang yang tidak memilikinya secara sah seperti hewan kurban yang dicuri, dikuasai dengan cara batil, dan semisalnya. . .

Kelima, tidak ada hak orang lain pada harta hewan kurban tersebut, maka tidak sah kurban dari hewan yang digadai.

Keenam, menyembelihnya pada waktu yang telah ditentukan oleh syariat. Yaitu setelah shalat Ied sampai terbenamnya matahari dari hari tasyriq terakhir (tanggal 13 Dzulhijjah). Maka waktu menyembelih hewan kurban ada empat hari: hari idul Adha sesudah shalat dan tiga hari sesudahnya yang dikenal dengan ayyam Tasyriq. Maka siapa yang menyembelih sebelum shalat ied selesai atau sesudah matahari di tanggal 13 terbenam, tidak sah kurbannya.

Dari Sahabat al-Barra' bin 'Azib Radhiyallahu 'Anhu, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Sesungguhnya yang pertama kali kita mulai pada hari ini adalah shalat. Kemudian kita pulang lalu menyembelih hewan qurban. Barangsiapa berbuat demikian maka dia telah sesuai dengan sunnah kami. Siapa yang menyembelih sebelum shalat maka itu adalah daging yang diberikan untuk keluarganya dan tidak termasuk nusuk (ibadah qurban) sedikitpun." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan lagi dari Jundub bin Sufyan al-Bajali Radhiyallahu 'Anhu, berkata: Aku menyaksikan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pada hari nahar (penyembelihan) bersabda:

مَنْ ذَبَحَ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَلْيُعِدْ مَكَانَهَا أُخْرَى وَمَنْ لَمْ يَذْبَحْ فَلْيَذْبَحْ

"Siapa yang menyembelih sebelum shalat maka hendaknya ia mengganatinya dengan hewan kurban yang lain, dan siapa yang belum berkurban henwaknya ia berkurban." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam Shahih Muslim, dari hadits Nubaisyah al-Hudzaliy Radhiyallahu 'Anhu berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda;

 أَيَّامُ التَّشْرِيْقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

"Hari-hari tasyriq adalah hari-hari makan, minuma." (HR. Muslim)

. . . waktu menyembelih hewan kurban ada empat hari: hari idul Adha sesudah shalat dan tiga hari sesudahnya yang dikenal dengan ayyam Tasyriq. . .

Namun siapa mendapati udzur sehingga harus mengakhirkannya sesudah hari tasyriq seperti hewan kurban lepas dan tidak lekas ditemukan kecuali setelah habisnya waktu penyembelihan atau hewan tersebut dititipkan kepada orang untuk menyembelihnya lalu orang tersebut lupa sehingga habis waktunya, maka tidak apa-apa hewan tersebut disembelih sesudah lewat waktunya karena udzur tadi. Hal ini diqiaskan kepada orang yang tertidur dari shalat atau lupa, maka ia boleh shalat sewaktu terbangun dan di saat sudah ingat. (Disarikan dari Risalah Ahkam Udhiyyah wa Dzakah, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin)

Dibolehkan juga menyembelih hewan kurban pada siang atau malam hari, sementara menyembelih di siang hari itu lebih utama. Segera menyembelih sesudah khutbah Idul Adha itu paling utama. Setiap hari penyembelihan lebih utam dari hari sesudahnya karena itu bentuk bersegera kepada perbuatan baik. Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Tsaqofah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
Soal UAS dan FPI, HNW Tegur Media Ini Berkali-kali

Soal UAS dan FPI, HNW Tegur Media Ini Berkali-kali

Kamis, 22 Aug 2019 15:15

Memperbaiki Negara Kita Agar Lebih Baik

Memperbaiki Negara Kita Agar Lebih Baik

Kamis, 22 Aug 2019 15:00

Pidato Jokowi Dikritik karena Tak Singgung Perdagangan Orang

Pidato Jokowi Dikritik karena Tak Singgung Perdagangan Orang

Kamis, 22 Aug 2019 14:15

Ekonomi Kembali Terancam Nyungsep

Ekonomi Kembali Terancam Nyungsep

Kamis, 22 Aug 2019 13:15

Ketika #IndonesiaTanpaJIL Menjawab Cuitan Abu Janda

Ketika #IndonesiaTanpaJIL Menjawab Cuitan Abu Janda

Kamis, 22 Aug 2019 12:26

Pertanggungjawaban APBN Gagal Penuhi Target Ekonomi

Pertanggungjawaban APBN Gagal Penuhi Target Ekonomi

Kamis, 22 Aug 2019 12:15

Masalah Bendera

Masalah Bendera

Kamis, 22 Aug 2019 11:39

Muhammadiyah Sampaikan Strategi Kebijakan Penanggulangan Bencana di Forum ASEAN

Muhammadiyah Sampaikan Strategi Kebijakan Penanggulangan Bencana di Forum ASEAN

Kamis, 22 Aug 2019 11:23

Musuh Abadi Rakyat: Pemimpin Berjiwa Feodal

Musuh Abadi Rakyat: Pemimpin Berjiwa Feodal

Kamis, 22 Aug 2019 11:15

Pemerintah Yaman Ancam Ambil Langkah Hukum untuk Hentikan Dukungan UEA pada Separatis

Pemerintah Yaman Ancam Ambil Langkah Hukum untuk Hentikan Dukungan UEA pada Separatis

Kamis, 22 Aug 2019 10:35

#IndonesiaTanpaJIL, Komunitas Santai yang Ngegas Saat Bela Agama

#IndonesiaTanpaJIL, Komunitas Santai yang Ngegas Saat Bela Agama

Kamis, 22 Aug 2019 10:15

Menteri Israel Ancam Serangan Berikutnya ke Gaza Akan Lebih Parah dari 2014

Menteri Israel Ancam Serangan Berikutnya ke Gaza Akan Lebih Parah dari 2014

Kamis, 22 Aug 2019 09:34

AS Tawarkan Hadiah 5 Juta USD untuk Informasi Keberadaan 3 Pimpinan Islamic State

AS Tawarkan Hadiah 5 Juta USD untuk Informasi Keberadaan 3 Pimpinan Islamic State

Kamis, 22 Aug 2019 08:33

Bekasi dan Depok Ingin Gabung Jakarta, Fahira: Ide yang Menarik

Bekasi dan Depok Ingin Gabung Jakarta, Fahira: Ide yang Menarik

Kamis, 22 Aug 2019 01:13

Mendadak Ajal, 'Cuma' Begini Saja?

Mendadak Ajal, 'Cuma' Begini Saja?

Rabu, 21 Aug 2019 23:53

Infrastruktur Ibu Kota Baru Dibiayai Swasta, Mardani: Dapat Ancam Kedaulatan Nasional

Infrastruktur Ibu Kota Baru Dibiayai Swasta, Mardani: Dapat Ancam Kedaulatan Nasional

Rabu, 21 Aug 2019 23:26

Demokrasi bukan Habitat Umat Islam

Demokrasi bukan Habitat Umat Islam

Rabu, 21 Aug 2019 22:47

FDP dan Dewan Dakwah Aceh Biayai Kuliah 35 Mahasiswa Kurang Mampu

FDP dan Dewan Dakwah Aceh Biayai Kuliah 35 Mahasiswa Kurang Mampu

Rabu, 21 Aug 2019 22:16

Serangan Udara Rezim Teroris Assad Kembali Hantam Rumah Sakit di Wilayah Oposisi Suriah

Serangan Udara Rezim Teroris Assad Kembali Hantam Rumah Sakit di Wilayah Oposisi Suriah

Rabu, 21 Aug 2019 22:15

UAS Sampaikan Penjelasan kepada MUI

UAS Sampaikan Penjelasan kepada MUI

Rabu, 21 Aug 2019 21:08


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X