Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
29.229 views

Masuknya Ramadhan Diketahui Dengan Tiga Cara

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluatga dan para sahabatnya.

Kewajiban Shiyam Ramadhan dimulai dengan masuknya bulan Ramadhan. Masuknya bulan diketahui dengan tiga cara:

Cara Pertama: Melihat hilal Ramadhan. Berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala,

فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat inggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam,

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ

Berpuasalah karena melihatnya (hilal).” (Muttafaq ‘Alaih) maka siapa yang melihat hilal dengan mata kepalanya sendiri maka ia wajib berpuasa.

Cara Kedua: adanya orang yang bersaksi telah melihat hilal atau adanya kabar berita terlihat hilal. Puasa Ramadhan bisa dimulai dengan kesaksian seorang mukallaf yang adil. Kabar yang dia sampaikan tentang terlihatnya hilal sudah mencukupi untuk dijadikan landasan dimulainya puasa. Hal ini berdasarkan perkataan Ibnu Umar Radhiyallahu 'Anhuma,

تَرَاءَى اَلنَّاسُ اَلْهِلَالَ, فَأَخْبَرْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنِّي رَأَيْتُهُ, فَصَامَ, وَأَمَرَ اَلنَّاسَ بِصِيَامِهِ

 “Orang-orang berusaha melihat hilal (bulan sabit), lalu aku beritahukan kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bahwa aku benar-benar telah melihatnya. Lalu beliau shaum dan menyuruh orang-orang agar shaum.” (HR. Abu Dawud. Hadits shahih menurut Hakim dan Ibnu Hibban)

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhuma, “Ada seorang badui datang kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam lalu berkata: Sungguh aku telah melihat hilal.”

Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bertanya, “Apakah engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan (berhak diibadahi) kecuali Allah?”

Ia menjawab, “ Ya.”

Beliau bertanya, “Apakah engkau bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah.”

Ia menjawab, “ Ya.”

Beliau bersabda, “Umumkanlah pada orang-orang wahai Bilal, agar besok mereka shaum.” (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan. Dishahihkan Ibnu Huzaiman dan Ibnu Hibban)

Cara Ketiga: menggenapkan bilangan Sya’ban menjadi 30 hari. Yaitu saat hilal tidak terlihat pada malam ke 30 dari bulan Sya’ban, baik dengan adanya penghalang terlihatnya hilal seperti mendung atau tidak adanya penghalang. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam,

إِنَّمَا الشَّهْرُ تِسْعٌ وَعِشْرُونَ فَلَا تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْهُ وَلَا تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدِرُوا لَهُ

Sesungguhnya bulan itu 29 hari, karenanya janganlah kalian berpuasa sehingga melihatnya dan janganlah berbuka sehingga kalian melihatnya. Dan jika awan menutupi kalian maka perkirakanlah/tetapkanlah.

Makna “perkirakanlah/tetapkanlah ia”: sempurnakanlah bulan Sya’ban 30 hari sebagaimana hadits dari Abu Hurairah,

فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ

Maka sempurnakanlah hitungan bulan Sya'ban 30 hari.” (Muttafaq ‘Alaih)

. . . patokan ditetapkan puasa dengan tersiarnya bulan (masuknya). Dan bulan disebut Syahran karena ia masyhur (dikenal dan tersiar) dan nampak jelas di tengah-tengah manusia. . .

Semoga ini bermanfaat bagi umat dalam menetapkan awal puasa Ramadhan. Khususnya para pemimpin dalam memberikan keputusan untuk umat sehingga kaum muslimin bisa bersatu (bersama-sama) dalam memulai puasa Ramadhan di tahun ini. Sehingga terealisir sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam,

الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالْأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ

Puasa (Ramadhan) pada hari kalian (kaum muslimin) berpuasa, berbuka (lebaran) pada hari kalian berbuka, dan Idul Adha pada hari kalian semua menyembelih kurban.” (HR. Al-Tirmidzi)

Ini menunjukkan bahwa berpuasa Ramadhan, ber-Idul Fitri dan Idul Adha itu bersama masyarakat sekitar. Oleh sebab itu, bulan Ramadhan –diawali dan diakhiri- bersama masyarakat muslim di suatu negeri. Inilah pendapat sebagian besar ulama bahwa patokan ditetapkan puasa dengan tersiarnya bulan (masuknya). Dan bulan disebut Syahran karena ia masyhur (dikenal dan tersiar) dan nampak jelas di tengah-tengah manusia. Wallahu Ta’ala A’lam. [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Tsaqofah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Latest News

MUI

Must Read!
X