Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.195 views

Hukuman Cambuk di Ponpes dan Tantangan Penerapan Syariat Islam

Sahabat VOA-Islam...

Media televisi dua hari belakangan menayangkan video terkait hukuman cambuk yang dipraktekkan di pondok pesantren Al Urwatul Wutsqo yang menghukum santrinya yang melakukan pelanggaran syar’i yang dilarang dalam Islam seperti berzina, minum khamr. Hal ini di benarkan oleh pengasuh pondok pesantren Al Urwatul Wutsqo Kyai M. Qoyim yang telah menghukum santrinya yang kedapatan minum minuman keras di pondok (news.detik.com, 8 Desember 2014).

Hukuman cambuk di pondok ini sudah berjalan sejak pondok Al Urwatul Wutsqo berdiri atau tepatnya sejak tahun 1990. Pihak pondok pesantren mengatakan hukuman ini diberikan agar terjadi efek jera para santri untuk tidak melakukan pelanggaran syar’i yang dilarang dalam Islam. Sebuah tujuan yang sangat baik yang bisa dipenuhi dalam hukum Islam yang sekarang tidak kita temui dalam hukum positif yang berlaku di bangsa ini. Kita lihat bangsa ini begitu sulit memberikan efek jera terhadap pelaku kejahatan untuk tidak mengulangi perbuatan jahatnya kembali. Seorang koruptor yang dihukum dengan hukum positif bangsa ini tidak menemui efek jera bahkan dia akan mengulangi perbuatan tersebut kembali.

Dalam ilmu hukum, khususnya pandangan legalistik – positivistik bahwa hukum bermuatan sangsi bagi pihak yang melanggar aturan yang berlaku. Keberadaan sangsi pidana tersebut berkaitan dengan pemahaman hukum haruslah mampu memberikan efek Jera (deterrent effect) bagi para pelaku kejahatan (pelanggar hukum). Ketiadaan efek jera dalam penegakan hukum memunculkan pertanyaan masih efektifkah penegakan hukum ? (Yakub Adi Krisanto, Quo Vadis Undang Undang Tidak Menjerakan )

Sehingga semangat pondok pesantren Al Urwatul Wutsqo yang menghukum santrinya yang minum minuman keras dengan hukum cambuk yang merupakan aplikasi dari hukum islam patut di acungi jempol bahkan diapresiasi oleh pemerintah karena akan melahirkan generasi – generasi yang baik yang akan bermanfaat buat bangsa ini ke depan. Terlebih hukum Islam yang dalam teori dan prakteknya akan membawa kemaslahatan buat bangsa ini, seharusnya bukan hanya pondok pesantren Al Urwatul Wutsqo saja yang mengadopsi hukum Islam ini namun seluruh lembaga pendidikan yang ada di Indonesia sehingga generasi kedepan adalah generasi yang memiliki akhlak yang baik yang siap membangun bangsa ini.

Dan semangat penegakan syariat Islam ini tentunya bukan milik pondok pesantren saja yang mendidik para santrinya namun juga harus menjadi milik lembaga, ormas islam, menjadi kebutuhan seluruh umat Islam di negeri ini bahkan bangsa ini melalui sistem perundang – undangannya. Terlebih jika dikaitkan dengan nilai keimanan kita sebagai seorang muslim yang harus menerima hukum islam.

Allah SWT mengingatkan kita dengan sebuah kalimat di dalam Al Qur’an :

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka. ialah ucapan. "Kami mendengar, dan Kami patuh". dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. An Nuur: 51).

Penulis: Ahmad Fatih (Jubir Jamaah Anshorus Syariah)

AKARTA (Ansharusyariah.com) Media televisi dua hari belakangan menayangkan video terkait hukuman cambuk yang dipraktekkan di pondok pesantren Al Urwatul Wutsqo yang menghukum santrinya yang melakukan pelanggaran syar’i yang dilarang dalam Islam seperti berzina, minum khamr. Hal ini di benarkan oleh pengasuh pondok pesantren Al Urwatul Wutsqo Kyai M. Qoyim yang telah menghukum santrinya yang kedapatan minum minuman keras di pondok (news.detik.com , 8 Desember 2014).

Hukuman cambuk di pondok ini sudah berjalan sejak pondok Al Urwatul Wutsqo berdiri atau tepatnya sejak tahun 1990. Pihak pondok pesantren mengatakan hukuman ini diberikan agar terjadi efek jera para santri untuk tidak melakukan pelanggaran syar’i yang dilarang dalam Islam. Sebuah tujuan yang sangat baik yang bisa dipenuhi dalam hukum Islam yang sekarang tidak kita temui dalam hukum positif yang berlaku di bangsa ini. Kita lihat bangsa ini begitu sulit memberikan efek jera terhadap pelaku kejahatan untuk tidak mengulangi perbuatan jahatnya kembali. Seorang koruptor yang dihukum dengan hukum positif bangsa ini tidak menemui efek jera bahkan dia akan mengulangi perbuatan tersebut kembali.

Dalam ilmu hukum, khususnya pandangan legalistic – positivistic bahwa hukum bermuatan sangsi bagi pihak yang melanggar aturan yang berlaku. Keberadaan sangsi pidana tersebut berkaitan dengan pemahaman hukum haruslah mampu memberikan efek Jera (deterrent effect) bagi para pelaku kejahatan (pelanggar hukum). Ketiadaan efek jera dalam penegakan hukum memunculkan pertanyaan masih efektifkah penegakan hukum ? (Yakub Adi Krisanto, Quo Vadis Undang Undang Tidak Menjerakan )

Sehingga semangat pondok pesantren Al Urwatul Wutsqo yang menghukum santrinya yang minum minuman keras dengan hukum cambuk yang merupakan aplikasi dari hukum islam patut di acungi jempol bahkan diapresiasi oleh pemerintah karena akan melahirkan generasi – generasi yang baik yang akan bermanfaat buat bangsa ini ke depan. Terlebih hukum Islam yang dalam teori dan prakteknya akan membawa kemaslahatan buat bangsa ini, seharusnya bukan hanya pondok pesantren Al Urwatul Wutsqo saja yang mengadopsi hukum Islam ini namun seluruh lembaga pendidikan yang ada di Indonesia sehingga generasi kedepan adalah generasi yang memiliki akhlak yang baik yang siap membangun bangsa ini.

Dan semangat penegakan syariat Islam ini tentunya bukan milik pondok pesantren saja yang mendidik para santrinya namun juga harus menjadi milik lembaga, ormas islam, menjadi kebutuhan seluruh umat Islam di negeri ini bahkan bangsa ini melalui sistem perundang – undangannya. Terlebih jika dikaitkan dengan nilai keimanan kita sebagai seorang muslim yang harus menerima hukum islam.

Allah SWT mengingatkan kita dengan sebuah kalimat di dalam Al Qur’an :

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka. ialah ucapan. "Kami mendengar, dan Kami patuh". dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. An Nuur: 51) 

- See more at: http://www.ansharusyariah.com/read/artikel/434/hukuman-cambuk-di-ponpes-dan-tantangan-penerapan-syariat-islam/#sthash.lhwpKQjN.dpuf

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Ulama Bicara lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
KEPPRES Kontroversial Jokowi

KEPPRES Kontroversial Jokowi

Sabtu, 24 Sep 2022 21:39

Ulama Uzbekistan Larang Warga Uzbek Ikut Bertempur Bersama Rusia Di Ukraina

Ulama Uzbekistan Larang Warga Uzbek Ikut Bertempur Bersama Rusia Di Ukraina

Sabtu, 24 Sep 2022 21:34

Filter Agama dalam Keluarga adalah Pedomanan Menuju Kebahagian Dunia dan Akhirat

Filter Agama dalam Keluarga adalah Pedomanan Menuju Kebahagian Dunia dan Akhirat

Sabtu, 24 Sep 2022 21:25

Akmal Sjafril: Sains Tak Mampu Mengudeta Tuhan

Akmal Sjafril: Sains Tak Mampu Mengudeta Tuhan

Sabtu, 24 Sep 2022 21:12

Muktamar PERSIS XVI, Wakil Presiden KH. Maruf Amin Siap Buka Acara

Muktamar PERSIS XVI, Wakil Presiden KH. Maruf Amin Siap Buka Acara

Sabtu, 24 Sep 2022 21:05

Pendidikan Indonesia Tidak Mengajarkan Sekulerisme

Pendidikan Indonesia Tidak Mengajarkan Sekulerisme

Sabtu, 24 Sep 2022 08:35

Toleransi Tidak Ahistoris; Jangan Paksakan Jika Masyarakat Menolak Pembangunan Gereja

Toleransi Tidak Ahistoris; Jangan Paksakan Jika Masyarakat Menolak Pembangunan Gereja

Sabtu, 24 Sep 2022 05:27

Mulailah Dari Land Cruiser Hitam

Mulailah Dari Land Cruiser Hitam

Jum'at, 23 Sep 2022 23:21

Peringati Serangan 11 September, Al-Qaidah Sebut Aliansi Utara 'Cucu Abu Righal'

Peringati Serangan 11 September, Al-Qaidah Sebut Aliansi Utara 'Cucu Abu Righal'

Jum'at, 23 Sep 2022 21:30

Menjadi Pemuda Istimewa

Menjadi Pemuda Istimewa

Jum'at, 23 Sep 2022 21:19

Ribuan Warga Rusia Melarikan Diri Ke Luar Negeri Setelah Seruan Putin Untuk Perang Di Ukraina

Ribuan Warga Rusia Melarikan Diri Ke Luar Negeri Setelah Seruan Putin Untuk Perang Di Ukraina

Jum'at, 23 Sep 2022 20:55

Saudi Minta Iran Berhenti Campuri Urusan Dalam Negeri Orang Lain

Saudi Minta Iran Berhenti Campuri Urusan Dalam Negeri Orang Lain

Jum'at, 23 Sep 2022 18:15

Laporan BSR Temukan Facebook Langgar Hak Pengguna Palestina

Laporan BSR Temukan Facebook Langgar Hak Pengguna Palestina

Jum'at, 23 Sep 2022 17:32

MUI Jabar Sepakat: Ajaran Syiah Sesat

MUI Jabar Sepakat: Ajaran Syiah Sesat

Jum'at, 23 Sep 2022 17:24

15 Faidah Dzikrullah dari Kitab ''Fiqh Doa dan Dzikir''

15 Faidah Dzikrullah dari Kitab ''Fiqh Doa dan Dzikir''

Jum'at, 23 Sep 2022 17:01

Benteng Itu akan Bobol Juga

Benteng Itu akan Bobol Juga

Jum'at, 23 Sep 2022 15:47

Isu Aksi: Jokowi Turun

Isu Aksi: Jokowi Turun

Jum'at, 23 Sep 2022 13:46

Peranan Akal dalam Masalah Keimanan

Peranan Akal dalam Masalah Keimanan

Jum'at, 23 Sep 2022 12:17

Tito Membangun Otoritarian dengan Cuci Tangan

Tito Membangun Otoritarian dengan Cuci Tangan

Jum'at, 23 Sep 2022 11:45

Simple Notes of UUD 1945 Post Amandement

Simple Notes of UUD 1945 Post Amandement

Jum'at, 23 Sep 2022 11:03


MUI

Must Read!
X