Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
13.971 views

Kesederhanaan Buya Hamka

Sahabat VOA-Islam...

Bila Mohammad Natsir lebih terkenal sebagai seorang politisi Muslim yang hidupnya sederhana, HAMKA terkenal sebagai ulama besar Nusantara yang kepribadiannya kuat dan hidupnya bersahaja. Ia pun tidak suka menumpuk kekayaan harta benda, meski kesempatan itu terbentang luas baginya.

Karena keulamaannya dan pribadinya yang bersahaja, HAMKA tiap hari tidak kurang menerima tamu 10 sampai 15 orang. Mereka datang kepadanya untuk curhat dan menanyakan berbagai hal. Mereka menanyakan tentang problematika keluarga, anak, seputar ajaran Islam dan lain-lainnya. Di meja ruang khusus berkonsultasi itu, menurut anaknya Afif HAMKA, tersedia tissue yang sering dipakai oleh para tamu untuk menyeka air mata karena tidak tahan dengan curhatnya. Selain itu tak sedikit juga yang datang untuk menjadi mualaf, masuk Islam.

Yang banyak membuat orang terperangah, meski tiap hari HAMKA membuka konsultasi ‘psikologi agama’ ini, ia tidak pernah meminta imbalan uang jasa sama sekali. Bahkan ia pun tidak meletakkan kotak amal di ruangan itu dengan maksud agar para tamu dapat sukarela merogoh kantongnya memasukkan uangnya di sana. Ia melakukan itu karena panggilan jiwa dan keikhlasannya yang tinggi. Bahkan tak jarang ia justru memberi ongkos kepada orang yang datang karena sangat butuh uang untuk ongkos perjalanan atau balik kampung.

Begitulah HAMKA ulama besar ini dalam kehidupannya sehari-hari. Tidak seperti banyak ulama sekarang, bagi HAMKA uang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan saja. Tidak terbesit sama sekali dalam hatinya untuk menumpuk uang di rumahnya, apalagi dari jalan yang haram (suap misalnya).

Wartawan, Sastrawan dan Ulama 

Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau HAMKA lahir di kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, 17 Februari 1908 dan meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981.  Ayahnya Syekh Abdul Karim bin Amrullah, yang dikenal sebagai Haji Rasul, merupakan pelopor Gerakan Islam di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906.

HAMKA dididik agama dengan bagus oleh ayahnya sejak kecil. Ketika usia 10 tahun, ayahnya mendirikan Sekolah Thawalib di Padang Panjang. Di situ HAMKA mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. HAMKA juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto dan Ki Bagus Hadikusumo.

Sejak muda, dikenal sebagai seorang pengelana. Bahkan ayahnya, memberi gelar Si Bujang Jauh. Pada usia 16 tahun ia merantau ke Jawa untuk menimba ilmu agama lebih mendalam. Ia menjalin hubungan dan berguru dengan HOS Tjokroaminoto, Ki Bagus Hadikusumo, RM Soerjopranoto, dan KH Fakhrudin.

Setelah setahun lamanya berada di Jawa, pada bulan Juli 1925 HAMKA kembali ke Padang Panjang. Di Padang Panjang, ia menulis majalah pertamanya berjudul Chatibul Ummah, yang berisikan kumpulan pidato yang didengarkannya di Surau Jembatan Besi, dan Majalah Tabligh Muhammadiyah. Ia juga sempat beberapa kali ceramah di sana, tapi pidatonya itu dikritik tajam oleh ayahnya, “Pidato-pidato saja adalah percuma, isi dahulu dengan pengetahuan, barulah ada arti dan manfaatnya pidato-pidatomu itu”.

Pada bulan Februari 1927, ia mengambil keputusan pergi ke Makkah untuk memperdalam ilmu pengetahuan kegamaannya. Ia pergi tanpa pamit kepada ayahnya dan berangkat dengan biaya sendiri. Selama di Makkah, ia merangkap menjadi koresponden Harian Pelita Andalas sekaligus bekerja di sebuah perusahaan percetakan. Di tempat ia bekerja itu, ia rajin membaca kitab-kitab klasik, buku-buku, dan buletin Islam dalam bahasa Arab, satu-satunya bahasa asing yang dikuasainya.

Setelah menunaikan haji, dan beberapa lama tinggal di Tanah Suci, ia berjumpa dengan Agus Salim dan sempat menyampaikan hasratnya untuk menetap di Makkah, tetapi Agus Salim justru menasihatinya untuk segera pulang. “Banyak pekerjaan yang jauh lebih penting menyangkut pergerakan, studi, dan perjuangan yang dapat engkau lakukan. Karenanya, akan lebih baik mengembangkan diri di tanah airmu sendiri”, ujar Agus Salim. Ia pun segera kembali ke tanah air setelah tujuh bulan bermukim di Makkah.

Sekembalinya dari Makkah, HAMKA dinikahkan ayahnya dengan seorang gadis bernama Siti Raham. Di Padang Panjang ini, ia bersama pengurus Muhammadiyah mendirikan sekolah bernama “Kuliiyatul Muballighin”.  HAMKA sebagai pemimpin dan salah seorang pengajarnya.  Namanya pun mulai dikenal, sehingga ia diminta PP Muhammadiyah untuk menjadi dai di Makassar. Setelah tiga tahun, teman-temannya meminta ia tinggal di Medan. Di kota ini ia memimpin majalah Pedoman Masyarakat.

Majalah Islam ini dibawah pimpinannya maju pesat. Melalui majalah ini, lahirlah karya-karya besarnya seperti Tasauf Modern, Falsafah Hidup, Lembaga Hidup dan Lembaga Budi. Juga karya sastranya yaitu Di Bawah Lindungan Ka’bah, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Di Dalam Lembah Kehidupan.

Sekitar tahun 1959, di Jakarta HAMKA bersama kawan-kawannya Masyumi, menerbitkanMajalah Panji Masyarakat. Majalah ini mirip dengan majalah Pedoman Masyarakat. Selain memimpin majalah, HAMKA juga aktif mengasuh Masjid al Azhar, Kebayoran Baru, dengan memberikan ceramah tafsir Al Qur’an bakda subuh dan mengimami shalat. Nama Al Azhar diberikan Syekh Mahmud Syaltut ketika berkunjung ke masjid itu. Karena HAMKA tahun sebelumnya, 1958 telah mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Al Azhar, Kairo.

Melihat ramainya peminat Panji Masyarakat dan Masjid Al Azhar, koran-koran komunis gerah. Harian Rakyat dan Bintang Timur dan Koran-koran nasionalis pendukung Soekarno mengecamnya tiap hari. Menurut Rusydi HAMKA, diberitakan saat itu misalnya : Neo Masyumi muncul di Masjid Al Azhar Kebayoran Baru, Jakarta.

Majalah Panji Masyarakat akhirnya dibredel Soekarno. Karena saat itu memuat tulisan Bung Hatta, Demokrasi Kita, yang mengkritik habis-habisan kebijakan Presiden Soekarno. Pada 27 Agustus 1964, HAMKA ditangkap oleh aparat presiden Soekarno dan dimasukkan dalam penjara. Lebih dari dua tahun ia mendekam di penjara sampai akhirnya Soekarno jatuh dan komunis dibubarkan. Ulama besar ini dituduh mengadakan pertemuan-pertemuan rahasia untuk membunuh Soekarno dan menerima uang dari Tunku Abdul Rahman, Perdana Menteri Malaysia saat itu.

Tahun 1975, HAMKA diminta Mukti Ali Menteri Agama saat itu untuk menjadi Ketua MUI. HAMKA menerimanya. Tapi jabatan itu hanya bertahan lima tahun. Pada tahun 1978, HAMKA mengritik keras keputusan pemerintah tentang penghapusan libur Ramadhan. Pemicunya adalah keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef untuk mencabut ketentuan libur selama puasa Ramadan, yang sebelumnya sudah menjadi kebiasaan.

Tahun 1980, ia lagi-lagi konflik dengan pemerintah. Kali ini ia tidak tahan dan memilih mengundurkan diri setelah mengeluarkan fatwa haramnya Natal Bersama. Fatwa itu keluar karena saat itu MUI banyak menerima laporan-laporan dari daerah adanya anjuran atau setengah paksaan pada tokoh-tokoh Islam untuk mengadakan perayaan hari-hari besar bersama.  Misalnya Idul Fitri dilaksanakan bersama umat Islam dan Nasrani, begitu pula Natal.

HAMKA kemudian mengadakan kajian mendalam dan mengeluarkan fatwa haramnya Natal Bersama. Pemerintah terkejut saat itu. Menteri Agama Alamsyah Ratuprawiranegara, memanggil HAMKA dan pimpinan MUI agar menarik fatwa itu. HAMKA menolak dan kemudian ia mengajukan surat pengunduran diri kepada Alamsyah.

Beberapa bulan kemudian, setelah tidak lagi menjabat MUI, dan menderita berbagai penyakit seperti Diabetes dan penyakit jantung, HAMKA meninggal dunia. Tepatnya pada 24 Juli 1981.

Meski ulama hebat ini telah meninggal, kata-katanya tetap berkesan bila karyanya kita baca. Dalam bukunya, Dari Hati ke Hati, HAMKA berpesan:

“Menurut keyakinan kita, suatu kemajuan, pembangunan, ketinggian dan martabat yang mulia diantara bangsa-bangsa, bagi kita umat Islam, tidaklah dapat dicapai kalau tidak berdasar kepada akidah dan akhlak Islam! Orang Barat bisa saja berjuang mempertahankan tanah airnya, tampil ke medan perang, bertempur melawan musuh sambil minum vodka dan whisky, sambil menyanyi, dan berdansa dan sambil istirahat pergi ke tempat perempuan lacur yang sudah disediakan untuk pelepaskan dahaga mereka.” [syahid/voa-islam.com]

Penulis: Nuim Hidayat

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Ulama Bicara lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa meninggal setelah dirawat intensif 13 hari. Semoga Allah membalas para donatur dengan keberkahan, rezeki melimpah, mensucikan jiwa, menolak bencana, dan melapangkan jalan ke surga....

Dapatkan Tausiyah Harian & Update Berita Islam, Mari Bergabung dalam Komunitas Info Dakwah

Dapatkan Tausiyah Harian & Update Berita Islam, Mari Bergabung dalam Komunitas Info Dakwah

Komunitas saling berbagi nasihat, ilmu dan update informasi dunia Islam. Semua dibagikan langsung ke HP anggota, 100% Free/Gratis..!!!...

Menderita Hernia Sejak Lahir, Musa Anak Mujahid Harus Segera Dioperasi. Ayo Bantu!!!

Menderita Hernia Sejak Lahir, Musa Anak Mujahid Harus Segera Dioperasi. Ayo Bantu!!!

Musa anak mujahid mendapat ujian Allah, menderita hernia sejak lahir. Setelah di-USG di RS Ummi Bogor, dokter menyatakan berusia 3,5 tahun ini harus segera dioperasi. Butuh biaya 8 juta rupiah....

Yuliana, Pejuang Keluarga yang Hebat, Butuh Dana 11 Juta Lunasi Tagihan Pesantren Anaknya. Ayo Bantu!!

Yuliana, Pejuang Keluarga yang Hebat, Butuh Dana 11 Juta Lunasi Tagihan Pesantren Anaknya. Ayo Bantu!!

Saat sang suami di-phk karena sakit jiwa, ia menjadi buruh cuci pakaian dengan gaji satu juta rupiah perbulan. Susah payah berusaha memenuhi kebutuhan keluarga, biaya pendidikan, dan pengobatan...

Terusir dari Keluarga, Muallaf Noval Joe Kho Fei Butuh Modal Usaha 12 Juta. Ayo Bantu!!

Terusir dari Keluarga, Muallaf Noval Joe Kho Fei Butuh Modal Usaha 12 Juta. Ayo Bantu!!

Di usia keislaman yang belum genap dua tahun, muallaf ini mendapat banyak ujian iman: terusir dari keluarga, kehilangan pekerjaan di rezim Ahok, kontrakan menunggak 6 bulan, anaknya sakit paru-paru,...

Latest News
Ini Kerjasama yang akan Diajukan Menag dengan Arab Saudi

Ini Kerjasama yang akan Diajukan Menag dengan Arab Saudi

Selasa, 28 Feb 2017 06:11

Bom Cicendo, Pengamat: Antara Aksi, Motif Serta Tujuan Tak Relevan

Bom Cicendo, Pengamat: Antara Aksi, Motif Serta Tujuan Tak Relevan

Selasa, 28 Feb 2017 05:35

Karena Cinta Ini adalah Cinta Bersyarat

Karena Cinta Ini adalah Cinta Bersyarat

Selasa, 28 Feb 2017 00:52

Plagiasi di Masa Transisi Peradaban Islam

Plagiasi di Masa Transisi Peradaban Islam

Selasa, 28 Feb 2017 00:06

Resolusi Sidang Tanwir Muhammadiyah di Ambon: Pemerintah Tegakkan

Resolusi Sidang Tanwir Muhammadiyah di Ambon: Pemerintah Tegakkan

Senin, 27 Feb 2017 22:43

LPPOM MUI Gandeng Muslimat Al-Ittihadiyah Cetak Kader Dakwah Halal

LPPOM MUI Gandeng Muslimat Al-Ittihadiyah Cetak Kader Dakwah Halal

Senin, 27 Feb 2017 21:04

Muhammdiyah: Wapres JK Layak Dinobatkan sebagai Bapak Perdamaian dan Kebhinekaan

Muhammdiyah: Wapres JK Layak Dinobatkan sebagai Bapak Perdamaian dan Kebhinekaan

Senin, 27 Feb 2017 20:43

Heppy Trenggono: Ada Agenda Kolonialisme di Belakang Ahok

Heppy Trenggono: Ada Agenda Kolonialisme di Belakang Ahok

Senin, 27 Feb 2017 20:19

Bogor akan Kerahkan Puluhan Ribu Pelajar & Dentuman Meriam untuk Sambut Raja Arab Saudi

Bogor akan Kerahkan Puluhan Ribu Pelajar & Dentuman Meriam untuk Sambut Raja Arab Saudi

Senin, 27 Feb 2017 18:43

YMN Kembali Gelar Training Manajemen Masjid

YMN Kembali Gelar Training Manajemen Masjid

Senin, 27 Feb 2017 18:00

Politisi Golkar: Ahok Punya Agenda Deskreditkan Islam

Politisi Golkar: Ahok Punya Agenda Deskreditkan Islam

Senin, 27 Feb 2017 17:45

Ini Harapan PKS kepada Raja Arab Saudi Saat Tiba di Indonesia

Ini Harapan PKS kepada Raja Arab Saudi Saat Tiba di Indonesia

Senin, 27 Feb 2017 16:43

Dewan Dakwah Rilis Fatwa Larangan Shalatkan Jenazah bagi Pendukung Ahok

Dewan Dakwah Rilis Fatwa Larangan Shalatkan Jenazah bagi Pendukung Ahok

Senin, 27 Feb 2017 16:29

Heppy Trenggono: Kekuatan Iman Cegah Iming-Iming Ekonomi Taipan

Heppy Trenggono: Kekuatan Iman Cegah Iming-Iming Ekonomi Taipan

Senin, 27 Feb 2017 15:27

Wapres Tekankan Penegakan Keadilan Sosial Saat Penutupan Tanwir  Muhammadiyah

Wapres Tekankan Penegakan Keadilan Sosial Saat Penutupan Tanwir Muhammadiyah

Senin, 27 Feb 2017 14:56

Hina Islam di Era Nabi, Ulama hingga Kuli Serentak Membela, jika Perlu Perang

Hina Islam di Era Nabi, Ulama hingga Kuli Serentak Membela, jika Perlu Perang

Senin, 27 Feb 2017 14:45

Raja Arab Saudi Datang ke Indonesia, Bawa Kebaikkan Lebih daripada Cina

Raja Arab Saudi Datang ke Indonesia, Bawa Kebaikkan Lebih daripada Cina

Senin, 27 Feb 2017 14:43

Perang Informasi, Parmusi Berharap Banyak pada Muslim Cyber Army

Perang Informasi, Parmusi Berharap Banyak pada Muslim Cyber Army

Senin, 27 Feb 2017 13:50

Spirit 212 Lawan Kapitalis, Umat Islam Sukoharjo Luncurkan Gentan Mart

Spirit 212 Lawan Kapitalis, Umat Islam Sukoharjo Luncurkan Gentan Mart

Senin, 27 Feb 2017 12:44

Wapres: ISIS Itu Organisasi Kaya Punya Sumber Minyak, Tak Logis GNPF MUI Bantu Mereka

Wapres: ISIS Itu Organisasi Kaya Punya Sumber Minyak, Tak Logis GNPF MUI Bantu Mereka

Senin, 27 Feb 2017 11:27


Must Read!
X