Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.227 views

Refleksi 2017: Rezim Represif terhadap Gerakan dan Tokoh Kritis

Oleh: Yuyun Rumiwati 

(Forum Muslimah Peduli Generasi dan Peradaban)

 

Ormas Kritis Dibungkan dengan Perppu Ormas

2017 menjadi saksi  kebijakan rezim Jokowi represif terhadap gerakan dan tokoh kritis. Kebijakan yang diambil lebih mengedepankan kebijakan politik dari pada hukum. Hal ini nyata terlihat dari produk hukum yang dikeluarlan penguasa lewat dikeluarnya  Perppu 2017 yang disyahkan 24 Oktober 2017 menjadi UU Ormas No. 2/ 2017 .

Padahal syarat yuridis berupa kegentingan tidak ditemukan sebagai syarat bolehnya perppu dibentuk.  Belum terbukti syarat hukum perppu terpenuhi namun rezim telah bertindak mencabut badan hukum Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada tanggal 19 Juli 2017. Menurut Wiranto MenKoPolhukam pembubaran HTI telah melalui pengkajian mendalam (Kompas. Com 19/7/2017).

Padahal menurut Ismail Yusanto HTI tidak pernah dipanggil pemerintah. Tindakan ini bukti nyata  kebijakan politik rezim dalam tataran pelaksanaan lebih dominan berdasarkan politik bukan hukum. Karena syarat-syarat yuridis untuk pembubaran ormas yang harus ditempuh penguasa  belum dijalankan. Mulai aspek panggilan, pembuktian kesalahan, pemberian surat peringatan. Hanya dengan asumsi sepihak yang menyatakan faham HTI bertentangan dengan Pancasila dan membahayakan NKRI. Secara sepihak melalui perpu ormas legalitas HTI dicabut.

Layaklah jika pengamat politik maupun praktisi hukum menyatakan bahwa keluarnya perppu tersebut cacat secara hukum. Namun lagi-lagi rezim melalui kebijakan politiknya lewat penentuan voting di DPR akhirnya UU ormas disyahkan. Dan itu lebih dulu disyahkan ketika Mahkamah Konstitusi masih menangani pengajuan uji materi (judicial reviw) perpu ormas yang diajukan HTI dengan kuasa hukum Prof. Yusril Izha Mahendra dan beberapa ormas lain. Dengan keputusan voting (jalur politik) dan disyahkannya perppu jadi UU. Secara otomatis objek hukum untuk menguji perppu hilang. Inilah bukti jelas kebijakan politik belaka.

Setelah pencabutan hukum HTI. Tidak selang lama diberlakukan pula pencabutan badan hukum perkumpulan  Ikatan Alumni UI (ILUNI) yang diberlakukan mulai tanggal 15 Agustus 2017. Hal sama dialami sebagaimana HTI pencabutan tanpa ada konfirmasi dan pemanggilan dan pembuktian kesalahan.

Dua organisasi tersebut dikenal sebagai organisasi yang ktitis terhadap kebijakan dholim penguasa. Penguasa melihat kekritisan ini akan mbahayakan esistensi penguasa dalam masa kekuasaannya. Bahkan bisa berdampak pada kepercayaan rakyat untuk memilih di periode berikutnya.

Timbul pertanyaan kenapa kekritisan ormas lebih menakutkan penguasa? Padahal parpor atau tokoh parpol pun ada yang kritis terhadap pengusa?. Karena penguasa tahu bahwa pembungkaman kekritisan parpol dan tokoh parpol lebih mudah. Dengan jalan koalisi dan bagi-bagi kekuasaan lewat jabatan menteri. Parpol bisa menurun bahkan diam kekritisannya. Karena telah mendapatkan jatah kekuasaan.

Tentu ini berbeda dengan ormas. Ormas dengan posisi diluar lingkaran kekuasaan tidak mudah dibungkam dengan bagi-bagi kekuasaan. Tapi bisa diusahakan dengan jalan "stick  and carrot".Yaitu siapa yang pro kebijakan penguasa akan diberikan fasilitas dana dan kemudahan beraktivitas dsb. Dan penguasa sadar betul ormas seperti HTI tidak bisa dibungkam dengan 2 jalur tadi. Maka satu-satunya cara yaitu melalui perppu untuk mencabut legalitasnya.

 

Kriminalisasi dan Persekusi Kepada Tokoh dan Ulama Kritis

Represif rezim pun tampak pada ketidakadilan kepada para tokoh dan ulama kritis terhadap kebijakkannya. Dengan alasan pencemaran nama baik terkait ceramah tentang PKI  Alfian Tanjung menyatakan kader-kader PDIP 85 % PKI . Alkhirnya beliau pun  dimejahijaukan, walau beliau siap buktikan bukti data dari ucapannya (Kompas.com 30/5/2017). Begitupun Jonru Ginting dipidanakan karena kritisnya di media sosial.

Namun, beda penanganan ketika ujaran kebencian dilakukan oleh tokoh dekat dan  pro rezim. Misalnya Kasus Victor Laiskodat dari Partai Nasdem yang telah memprovokasi rakyat untuk saling bunuh " jika ketemu kelompok ekstrim maka bunuh dulu, sebelum dibunuh" (Compas. Com 4/8/2017).

Bahkan akhir-akhir ini kriminalisasi ulama alumni aksi 212 kerap terjadi

Mulai Habib Riziq, M. Al-Khothat, Bakhtiar Nashir. Dengan alasan yang tekesan dicari-cari walaupun tanpa bukti kuat.

Persukusi terhadap ulama yang kritis seperti Felix Siauw, Abdul Shomad ketika melakukan dakwah. Aparat terkesan mengamini dan membiarkan kelompok tertentu membubarkan pengajian dengan alasan mbahayakan NKRI dan anti pancasila. Lagi-lagi tuduhan tanpa bukti.

 

Saatnya Kembali Pada Hukum Yang Maha Adil

Melihat semakin maraknya ketidakadilan dan kedholiman rezim. Yang berusaha mempertahankan kekuasaan dengan segala cara. Di sisi lain makin membuka kesadaran umat khususnya umat Islam bahwa penguasa tidak lagi diposisi rakyat. Bahkan segala kebijakkan cenderung menyengsarakan rakyat. Mulai dari hutang yang menumpuk, melonjakbya harga barang. Bahkan garam melambung tinggi. Dan ini tidak pernah terjadu. Belum lagi kerusakan moral dan sosial dengan makin maraknya LGBT.

Sekaligus membuka kesadaran umat bahwa segala sumber kerusakan adalah diberlakukannya ideologi kapitalis sekuler dan sistem demokrasi di negeri ini. Yang tidak pernah memberikan tempat bagi solusi Islam. Sebagaimana yang disampaikan Ahmad Khozinuddin SH (Ketua Advokad Penjaga Islam) dalam forum Refleksi Akhir Tahun di Ponpen Hidayatulloh Surabaya 24/12/2017, sudah saatnya solusi ke depan perbaikan negeri tidak sebatas pergantian rezim/ pemimpin tapi juga perbaikan Sistem. Berkutat pada pergantian rezim sama dengan menjadi tumbal politik.

Yang tidak akan menyentuh pads solusi mendasar yaitu sistem yang bobrok kapitalis menjadi sistem Islam dalam naungan Khilafah. Sistem ini yang membawa keadilan bagi manusia karena bersumber dari sang pencipta yang Maha Adil. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah 30 hari mushalla korban gempa ini hancur dan belum dibangun lagi. Ramadhan akan tiba, mushalla ini sangat dibutuhkan. Ayo bantu sedekah jariyah, pahala terus mengalir tak terbatas umur....

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Dai yang aktif berdakwah melawan pemurtadan misionaris ini tinggal di rumah sederhana tanpa kamar mandi mck. Sang istri yang berhijab kesulitan, setiap mandi, buang air dan buang hajat harus...

Rumah Anak Yatim Cikarang ini Sering Roboh, Ayo Bantu Renovasi..!!

Rumah Anak Yatim Cikarang ini Sering Roboh, Ayo Bantu Renovasi..!!

Di usia senja, Bu Janih bersama 5 anak yatimnya tinggal di rumah rombeng yang kumuh, lapuk dan sering roboh. Upah sebagai buruh cuci serabutan pun tak menentu sehingga tidak bisa memasak nasi...

Santri Korban Tabrak Ini Remuk Telapak Tangannya. Ayo Bantu Biaya Operasi!

Santri Korban Tabrak Ini Remuk Telapak Tangannya. Ayo Bantu Biaya Operasi!

Sudah 23 hari tangan Ramdani remuk dalam insiden tabrak lari. Ia harus segera dioperasi supaya patahan tulang tidak berantakan dan dagingnya tidak membusuk. Butuh dana puluhan juta untuk operasi....

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

Relawan IDC Solo Raya menyerahkan wakaf sepeda motor kepada Ustadz Sriyono untuk menunjang aktifitas dakwah di tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau di lereng Gunung Lawu...

Latest News
Pangeran Saudi yang Diasingkan Serukan Kudeta Gulingkan Raja Salman

Pangeran Saudi yang Diasingkan Serukan Kudeta Gulingkan Raja Salman

Rabu, 23 May 2018 22:53

Pasukan Teroris Assad Jarah Properti Milik Warga yang Menungsi dari Kamp Yarmouk

Pasukan Teroris Assad Jarah Properti Milik Warga yang Menungsi dari Kamp Yarmouk

Rabu, 23 May 2018 22:08

2 Rakaat Fajar Harus Dijaga di Ramadhan

2 Rakaat Fajar Harus Dijaga di Ramadhan

Rabu, 23 May 2018 17:00

Adil Menilai Social Experiment Peluk Pria Berjenggot & Wanita Bercadar

Adil Menilai Social Experiment Peluk Pria Berjenggot & Wanita Bercadar

Rabu, 23 May 2018 15:32

6 Catatan Kritis untuk Revisi UU Terorisme; Substansinya Lebih Otoriter

6 Catatan Kritis untuk Revisi UU Terorisme; Substansinya Lebih Otoriter

Rabu, 23 May 2018 15:20

Begini Cara Mendidik Anak Yang Bandel

Begini Cara Mendidik Anak Yang Bandel

Rabu, 23 May 2018 15:00

Cukur Rambut dan Potong Kuku Batalkan Puasa? Ini Jawaban Syaikh Ibnu Bazz

Cukur Rambut dan Potong Kuku Batalkan Puasa? Ini Jawaban Syaikh Ibnu Bazz

Rabu, 23 May 2018 14:29

[VIDEO] Indonesia Halal Watch: Sate Senayan Belum Bersertifikat Halal

[VIDEO] Indonesia Halal Watch: Sate Senayan Belum Bersertifikat Halal

Rabu, 23 May 2018 13:11

Masyarakat Punya Saringan Sendiri Memilih Mubaligh

Masyarakat Punya Saringan Sendiri Memilih Mubaligh

Rabu, 23 May 2018 11:25

LPAI: Negara Harus Lindungi Anak Yang Terpapar Terorisme

LPAI: Negara Harus Lindungi Anak Yang Terpapar Terorisme

Rabu, 23 May 2018 10:59

Ruang Gelap Dunia Maya

Ruang Gelap Dunia Maya

Rabu, 23 May 2018 10:55

Abu Rusydan: Aturan Apapun Tak Jalan Saat Tangani Terorisme

Abu Rusydan: Aturan Apapun Tak Jalan Saat Tangani Terorisme

Rabu, 23 May 2018 10:54

Laporan: Ekspor 'Bedak Bayi' Bantu Pendanaan Islamic State (IS) Di Afghanistan

Laporan: Ekspor 'Bedak Bayi' Bantu Pendanaan Islamic State (IS) Di Afghanistan

Rabu, 23 May 2018 08:30

HRW: Dalam 3 Bulan Militer Mesir Hancurkan 3600 Bangunan Milik Warga di Sinai

HRW: Dalam 3 Bulan Militer Mesir Hancurkan 3600 Bangunan Milik Warga di Sinai

Rabu, 23 May 2018 06:57

Ketimpangan Toleransi dalam Sistem Demokrasi

Ketimpangan Toleransi dalam Sistem Demokrasi

Rabu, 23 May 2018 00:12

Ini 3 Bekal Manusia sejak Awal Penciptaan

Ini 3 Bekal Manusia sejak Awal Penciptaan

Selasa, 22 May 2018 23:34

Tak Ada yang Mampu Tahan Rahmat Allah

Tak Ada yang Mampu Tahan Rahmat Allah

Selasa, 22 May 2018 22:46

Demontran Palestina di Tepi Barat Lempari Delegasi AS dengan Telur

Demontran Palestina di Tepi Barat Lempari Delegasi AS dengan Telur

Selasa, 22 May 2018 18:00

Jubir Koalisi Pimpinan Saudi: 85% Yaman Telah Dibebaskan dari Pemberontak Syi'ah Houtsi

Jubir Koalisi Pimpinan Saudi: 85% Yaman Telah Dibebaskan dari Pemberontak Syi'ah Houtsi

Selasa, 22 May 2018 17:00

Yuk Hijrahkan Ponsel dengan Ring Back Tone Dakwah Islam

Yuk Hijrahkan Ponsel dengan Ring Back Tone Dakwah Islam

Selasa, 22 May 2018 15:54


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X